Select Language

Kamis, 03 November 2016

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Setujui Penjualan Advanced Missile ke Indonesia

Angkatan Udara Indonesia, Komandan Fahru Zaini Isnanto (kiri) berbincang dengan Angkatan Udara Perancis, Kapten Sebastian Dupont setelah penerbangan mereka di sebuah jet tempur Rafale di Pangkalan Udara Halim di Jakarta, 25 Maret 2015. (Reuters/Antara Foto/Widodo S. Jusuf)
Angkatan Udara Indonesia, Komandan Fahru Zaini Isnanto (kiri) berbincang dengan Angkatan Udara Perancis, Kapten Sebastian Dupont setelah penerbangan mereka di sebuah jet tempur Rafale di Pangkalan Udara Halim di Jakarta, 25 Maret 2015. (Reuters/Antara Foto/Widodo S. Jusuf)

United Press International melaporkan bahwa Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah menyetujui permintaan dari Indonesia terkait pembelian rudal jarak menengah 120C-7 udara-ke-udara dari produsen senjata Amerika Serikat. Persetujuan tersebut datang sebagai sikap Amerika Serikat untuk terus memperkuat hubungan dengan Indonesia dan sekutu Asia-Pasifik lainnya di bawah pemerintahan Obama.
“Penjualan yang diusulkan meningkatkan kemampuan Indonesia untuk mencegah ancaman regional dan memperkuat pertahanan tanah air,” ujar Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan dalam pemberitahuannya kepada Kongres. “Indonesia mampu menyerap peralatan tambahan ini dan mendukung bagi angkatan bersenjatanya.”
Kesepakatan yang diusulkan bernilai sekitar 90 juta dolar AS. Penerima manfaat utama dari kemungkinan penjualan akan ditentukan oleh persaingan, kata badan itu dalam pemberitahuan tersebut. Rudal advanced medium-range air-to-air merupakan “yang paling canggih diantara dominasi senjata udara dunia,” menurut situs Perusahaan Raytheon.
Sebelumnya, Indonesia telah membeli sistem rudal besar-besaran dari Amerika Serikat, termasuk rudal AIM-9X-2 Sidewinder yang disetujui pada tahun lalu. Biaya pembeliannya sekitar 50 juta dolar AS.
Sumber: IBT

0 komentar:

Poskan Komentar

hackerandeducation © 2008 Template by:
SkinCorner