Select Language

Sabtu, 30 Maret 2013

Kementerian PU Bangun Fasilitas untuk TNI di Perbatasan

Kementerian Pekerjaan Umum dua bulan ke depan akan merampungkan pembangunan dua embung atau tempat penampungan air di Pulau Nipah, Batam, Kepulauan Riau, untuk melayani kebutuhan air bagi 96 TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Darat yang menjaga pulau tersebut.


Pembangunan embung tersebut dikerjakan selama dua tahun anggaran dengan alokasi masing-masing Rp3,07 miliar pada tahun 2012 dan Rp3,85 miliar pada tahun 2013. “Dua kolam air tersebut sudah hampir rampung dan tinggal menyisakan beberapa penyelesaian akhir,” kata Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, Jumat 29 Maret 2013.

Walaupun konstruksi embung sudah rampung, namun embung-embung ini belum diisi dengan air karena air hujan yang digunakan untuk mengisi embung belum juga turun.


Selanjutnya, Kementerian PU akan membuatkan instalasi penjernihan air berkapasitas 5 liter per detik. Sebagai tahap awal, saat ini instalasi penjernihan berkapasitas produksi hanya 1 liter per detik. Djoko menilai pasokan ini cukup untuk sementara waktu untuk para penjaga pulau seluas 58 hektar tersebut.

Pulau Nipah yang berbatasan dengan Singapura adalah pulau yang dikonservasi pada tahun 2004 hingga 2008. Pulau ini sebenarnya tidak dihuni oleh masyarakat sipil, hanya oleh TNI AL dan TNI AD.

Pada tahun 2013 ini, pengerjaan yang akan dilakukan Kementerian PU adalah pengadaan tiga set sistem pompa kapasitas 5 liter per detik dengan menggunakan tenaga surya, saluran pembawa dan penghubung sepanjang 1.400 meter, tiga buah tangki air kapasitas 5.000 liter, serta pembangunan pagar kolam sepanjang 320,2 meter. (Viva News)

Pesawat CN-295 Kantongi 121 Kontrak Pemesanan

Pesawat CN-295 produksi PT Dirgantara Indonesia termasuk salah satu komoditi yang menarik perhatian pengunjung di Pameran Dirgantara dan Maritim 2013 di Langkawi, Malaysia. Sedikitnya 4 negara ASEAN berminat membeli CN-295, yaitu Filipina, Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

Pesawat CN-295 Kantongi 121 Kontrak Pemesanan

Untuk diketahui, Malaysia merupakan terbesar PT Dirgantara Indonesia. Pejabat tinggi Malaysia dan Brunei Darussalam datang langsung ke stand pameran PT DI.

Simak keunggulan dan spesifikasi pesawat CN-295 yang diperagakan di Pameran Dirgantara Langkawi itu di tautan ini.


Sampai saat ini, CN-295 telah mengantongi 121 kontrak pemesanan, di mana 85 di antaranya telah rampung dan dikirimkan kepada pihak pemesan. Dari 121 kontrak itu, Indonesia sendiri mendapatkan 9 unit CN-295. Satu unit pesawat itu dihargai US$32 juta atau Rp307 miliar.

CN-295 cukup diminati karena daya angkutnya 1,5 lebih besar dari pendahulunya, CN-235. Selain itu, jarak tempuhnya juga 1,5 kali lebih jauh, namun dengan harga yang tidak lebih mahal. Saat ini PT DI sedang bertarung keras dengan produsen pesawat asal Amerika Serikat dan Italia untuk memenangkan beberapa kontrak pemesanan.

Selain CN-295, primadona lain PT DI adalah CN-235 yang kini fungsinya dikembangkan sebagai antikapal selam. Modifikasi CN-235 ini sangat berguna untuk patroli pengamanan pantai. (Viva News)

Tinggalkan Super Puma, PT DI Buat Helikopter Berteknologi Tinggi

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) tidak lagi memproduksi helikopter mewah dan canggih Super Puma NAS332C1. BUMN ini sedang memproduksi helikopter berteknologi tinggi dan lebih canggih yakni EC-725-Cougar.

Tinggalkan Super Puma, PT DI Buat Helikopter Berteknologi Tinggi

"Kita tidak lagi produksi Super Puma, kita tinggalkan itu. Memang Super Puma ini saja helikopternya canggih, sekelas Mercy kalau di merek mobil," ucap Direktur Utama PT DI Budi Santoso ditemui di 12th Langkawi International Maritime & Exhibition 2013 (LIMA '13), Malaysia, Selasa (26/3/2013).

Dikatakan Budi, saat ini sudah ada helikopter bertekonolgi yang lebih baru lagi yakni Helikopter Cougar yang jauh lebih canggih.


"Kita sekarang memproduksi Cougar EC-725, tekonologi dan peralatannya jauh lebih bagus dibandingkan Super Puma. Ya seperti mobil kijang, kan dari kapsul makin tahun ada pembaruan. Nah Cougar ini generasi terbaru helikopter di kelas heavy," ungkap Budi.

Diakui Budi, helikopter Cougar ini memang tidak 100% buatan PT DI sendiri. "Justru Cougar ini lisensinya dan desainnya punya EuroCopter, sama seperti Super Puma yang punya Eurocopter, tapi dari desain menuju produksi kami yang melakukan, seperti pembuatan hampir seluruh bagian badan helikopter seperti fuselage and tail boom," terangnya.

Saat ini PT DI sedang mengerjakan 6 helikopter Cougar pesanan TNI yang rencananya akan selesai dikerjakan pada 2014.(Detik)

Malaysia Akan Beli 2 Pesawat Anti Kapal Selam dan 2 Pesawat Militer dari PT DI

Ikut berpertisipasinya PT Dirgantara Indonesia di Airshow The 12th Langkawi International Maritime & Exhibition ternyata membuat Malaysia berkeinginan membeli 4 pesawat buatan made in Bandung tersebut.

Malaysia Akan Beli 2 Pesawat Anti Kapal Selam dan 2 Pesawat Militer dari PT DI


Vice President Sales and Marketing PT DI, Arie Wibowo mengungkapkan Malaysia akan membeli 4 pesawat buatan PT DI.

"Malaysia sudah menyatakan ingin membeli 4 pesawat PT DI," kata Arie ketika ditemui di Bandara Lengkawi, Malaysia, Kamis (28/3/2013).


Dikatakan Arie, 4 pesawat tersebut yakni 2 CN295 MPA dan 2 pesawat CN235 ASW.

"CN295 itu untuk kendaraan angkut militer, kargo sedangkan CN235 ASW merupakan pesawat anti kapal selam. CN 235ASW baru Turki yang punya," ungkapnya.

Malaysia kata Arie juga mengingkan PT DI melakukan upgrade Pesawat CN 295 yang sudah dibelinya beberapa tahun lalu untuk dijadikan pesawat militer.

"Mereka juga ingin mengupgrade pesawat CN 295 yang sudah mereka beli dari PT DI beberapa tahun lalu untuk dijadikan CN295 MPA atau untuk militer, hal ini dilakukan karena Malaysia sedang mengatasi ketegangan di Sabah," tandasnya.(Detik)

Kemampuhan Menembak TNI Disegani Militer Internasional

Tentara Nasional Indonesia (TNI) dikenal memiliki kemampuan menembak terbaik diantara prajurit negara lain.Ketua Panitia Kejuaraan Menembak Danpaspampres Cup VIII Letnan Kolonel Deni Muis menuturkan militer Indonesia cukup disegani jika turun di ajang menembak militer internasional.
Kemampuhan Menembak TNI Disegani Militer Internasional
Kontingen TNI dalam AASAM 2013

"Kita sering mendapat juara umum. Terakhir di ajang ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 2012 Brunei kita juara umum," ujarnya dalam peluncurkan Kejuaraan Menembak Danpaspampres Cup VIII di Jakarta, Rabu (27/3).


Deni menambahkan TNI rutin mengirim personil untuk kejuaraan tembak reaksi internasional. Hal ini untuk menunjukkan kualitas pasukan TNI dari berbagai kesatuan. "Kalau kita turun, militer negara lain segan," ungkapnya.

Tak hanya kemampuan prajurit, yang lebih membanggakan adalah senapan yang digunakan buatan dalam negeri dari PT Pindad. "Senapan organik semua produksi Pindad tipe SS2 dan SS3."

Kejuaraan menembak Danpaspampres Cup VIII sendiri akan digelar 4-7 April mendatang. Even tahunan ini juga dibuka untuk sipil dan umum sebagai persiapan SEA Games XXVII 2013 di Myanmar akhir tahun mendatang. (Republika)

Diam-diam, PT. DI Rancang Pesawat Tempur Sejak 2010..?

Indonesia terus berusaha meningkatkan persenjataan militernya, termasuk juga membangung pesawat tempur sendiri. Saat ini Indonesia masih mengandalkan pembelian pesawat tempur dari Rusia yakni Sukhoi SU-30.
Diam-diam, PT. DI Rancang Pesawat Tempur Sejak 2010..?
ilustrasi

Vice President Corporate Communication PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Sonni Ibrahim mengatakan, sejak 2010 lalu Indonesia sudah mulai merancang pesawat tempur sendiri.

"Indonesia saat ini sudah memulai proses perancangan pesawat tempur. Proyek ini sudah dimulai sejak 2010 lalu," kata Sonni ketika ditemui detikFinance diacara Airshow The 12th Langkawi Internasional Maritime and Exhibition, Malaysia, Kamis (28/3/2013).


Proyek ini merupakan proyek negara dan PT DI sebagai BUMN produsen pesawat ikut berpartisipasi di dalamnya.

"Saat ini prosesnya sudah menyelesaikan tahap I yakni tahap teknologi dan development. Tahap ini dimulai sejak 2010 lalu dan Desember 2012 sudah selesai. Saat ini kita masuk dalam tahap ke II yakni Tahap Go no Go," ungkap Sonni.

Seperti diketahui, Indonesia terus meningkatkan peralatan militernya, sejak 2012-2014 setidaknya akan ada 60 pesawat tempur berbagai jenis dimiliki Indonesia. Indonesia juga saat ini mempunyai beberapa pesawat tempur mulai dari F5, F16, Sukhoi, Su30, dan lainnya. (Detik)

2.000 marinir mendarat di pantai Banongan Situbondo

Sekitar 2.000 prajurit marinir TNI-AL melakukan pendaratan di Pantai Banongan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu pagi sebagai simulasi serangan terhadap pertahanan musuh dalam "Latihan Parsial III Operasi Amfibi 3012".

2.000 marinir mendarat di pantai Banongan Situbondo

Pendaratan pasukan dengan menggunakan kendaraan tank amfibi itu disaksikan oleh Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksda TNI Agung Pramono, Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) A Faridz Washington dan petinggi militer lainnya.


Latihan tempur yang dimulai dari Dermaga Ujung Koarmatim di Surabaya dan kemudian dilanjutkan ke Laut Jawa itu juga melibatkan 20 kapal perang berbagai jenis dari Koarmatim, Koarmabar dan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil).

Pengerahan kapal perang dan prajurit TNI AL itu dipimpin oleh Laksda Agung Pramono yang bermarkas di KRI Makassar-590.

Selain kapal perang latihan tersebut juga melibatkan puluhan tank amfibi Marinir, persenjataan seperti meriam Howitzer, peluncur roket, perahu karet serta helikopter.

Kadispen Koarmatim Letkol Laut (KH) Yayan Sugiana menjelaskan bahwa latihan parsial ini merupakan persiapan unsur TNI AL untuk mengikuti latihan gabungan TNI pada Mei mendatang.  (Antara)

Mahasiswa Jadi Ujung Tombak Pertahanan Indonesia

Sistem pertahanan Indonesia diciptakan agar menjamin tegaknya NKRI, dengan konsep Strategi Pertahanan Berlapis. 

SISTEM Pertahanan Indonesia dikenal dengan  Model Sishanta (Sisitem Pertahanan Semesta) yang merujuk pada spirit bangsa Indonesia dalam bela dan pertahanan negara dari setiap ancaman.

Mahasiswa Jadi Ujung Tombak Pertahanan Indonesia

Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoedin, mengatakan tidak ada satu negarapun di dunia yang tidak memiliki sistem pertahanan negara.

"Sistem pertahanan Indonesia diciptakan agar menjamin tegaknya NKRI, dengan konsep Strategi Pertahanan Berlapis," ujar Safrie dalam Seminar di Universitas Jayabaya Pulomas, Jakarta, Selasa (26/3/2013).


Khusus bagi mahasiswa, kata Syafrie, dalam rangka penguatan sistem pertahanan negara dalam kerangka demokrasi, aktualisasi peran yang dapat dilaksanakan antara lain: menyadari upaya Hanneg menuntut kontribusi seluruh komponen bangsa, termasuk mahasiswa.

Substansi sasaran mencakup dibidang Penangkalan menghadapi ancaman agresi militer dan ancaman non-militer dalam rangka mewujudkan perdamaian dunia dan stabilitas regional.

"Kita akan melaksanakan Pesta Demokrasi 2014 berupa pemilu Legislatif, Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, dalam pesta kegiatan politik ini kami memohon para Mahasiswa sebagai warga negara dituntut dapat memberi tauladan untuk bersikap dalam Demokrasi , saya juga optimis, mahasiswa mampu menjadi ujung tombak dalam mentransformasikan rasa kebangsaan, cinta tanah air, nasionalisme," jelasnya. (Pelita Online)

Jenderal Pramono Minta PT DI Rampungkan Heli Bersenjata Roket

Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo telah meminta PT Dirgantara Indonesia segera menyelesaikan pengerjaan 1 unit Helikopter hadiah dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Jenderal Pramono Minta PT DI Rampungkan Heli Bersenjata Roket

"Kapan selesai? Nanti serah terimanya sama KASAD yang baru ya," kata Pramono ketika berkunjung ke booth PT DI di pameran The 12th Langkawi International Maritime & Aerospace & Exhibition, Malaysia, Rabu (27/3/2013).

Edhie meminta pengerjaan helikopter tersebut bisa diselesaikan secepatnya agar bisa segera digunakan untuk mengamankan daerah perbatasan di Kalimantan Timur.


"Biar bisa segera amankan daerah perbatasan kita di Kalimantan," tambah Pramono.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT DI, Budi Santoso mengatakan pengerjaan sedang dilakukan.

"April sudah selesai Pak dan siap di-delivery," kata Budi.

Ada beberapa kendala terutama setelah menunggu kamera yang baru datang. "Kameranya baru datang. Dan saat ini terus dikerjakan. Helikopter ini nantinya juga akan dipasang roket dan senjata api kaliber 12,7 inchi," tandasnya.

Seperti diketahui untuk menambah pengamanan wilayah perbatasan, Pemprov Kaltim menghibahkan 1 unit pesawat Helikopter BEL 412EP kepada TNI AD.  



Banjir Pesanan, PT DI Kewalahan Penuhi Pesawat Orderan TNI

BUMN produsen pesawat yaitu PT Dirgantara Indonesia (PT DI) menyatakan saat ini pabrik pesawatnya yang di Bandung kebanjiran pesanan. Sampai-sampai, PT DI kewalahan memenuhi pesanan TNI.

Direktur PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso mengungkapkan saat ini perusahaannya sedang kebanjiran order, bahkan untuk memenuhi pesanan TNI saat ini cukup kewalahan.

"Kita ini sudah diwanti-wanti agar tepat waktu memenuhi pesanan berbagai peralatan alusista terutama pesawat," kata Direktur Utama PT DI Budi Santoso kepada detikFinance ditemui di The 12th Langkawi International Maritime & Aerospace & Exhibition, Malaysia, Rabu (27/3/2013).

Kata Budi, kapasitas produksi PT DI sangat mampu mencukupi semua permintaan, bahkan dengan TNI yang kontraknya mencapai Rp 8,7 triliun.

"Tetapi yang jadi kendala kita perlu modal dulu untuk produksi, ya ini yang kami kewalahan mencari modal kerja," katanya.

Namun saat ini sudah ada dua bank nasional yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) yang memberikan modal dengan nilai Rp 2,5 triliun.

"Itu besar Rp 2,5 triliun, jaminan dari kita apa? Nggak ada. Hanya kepercayaan," tandas Budi.
  (Detik)

Pesawat CN295 Mengundang Kagum di Malaysia

Indonesia memamerkan pesawat CN 295 di Langkawi Internasional Maritime and Aerospace (LIMA) 2013. Tampil di dekat helikopter Apache, penampilan adik CN 235 itu tak kalah mengundang penasaran pengunjung pada hari pertama perhelatan. Apalagi, kabin CN 295 bisa dikunjungi.
Pesawat CN295 Mengundang Kagum di Malaysia

Pengunjung juga diperbolehkan berfoto di kokpit. "Ini buatan Indonesia," ujar Najib, seorang pengunjung, saat akan berfoto di dalam kabin.

CN 295 adalah pesawat terbaru rancangan PT Dirgantara dan Cassa, Spanyol. Di Spanyol, pesawat ini sudah diproduksi lebih dulu dan digunakan sebagai pesawat militer angkut kelas medium. Dua negara tetangga sudah menyatakan tertarik untuk membeli, yakni Thailand, Filipina, dan Malaysia. TNI Angkatan Udara sendiri akan membeli sembilan pesawat ini. Total jenderal, 100 CN 295 sudah diproduksi dan digunakan 17 angkatan perang. Tujuh angkatan peran di antaranya bahkan memesan kembali pesawat tersebut.


CN 295 lebih besar dari kakaknya dan yang terpanjang di kelasnya, sehingga bisa digunakan untuk aneka tujuan. Dari pemburu kapal selam, kargo, hingga pesawat angkut personal. Keunggulan CN 295 dibandingkan pesawat angkut di kelas yang sama adalah pesawat ini hanya butuh landasan pacu yang pendek, selain bisa take off dan landing di medan darurat.

Adapun biaya operasional per jamnya lebih hemat dibandingkan pesawat yang sekelas. Hal ini berkat konsumsi bahan bakar yang irit dan suku cadang yang murah. “CN 295 yang tercanggih di kelasnya,” ujar Sony.

Tak mengherankan, pesawat ini diandalkan untuk misi-misi kemanusiaan di wilayah terpencil di Irak, Afganistan, hingga Chad dan Haiti.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, PT Dirgantara menjadi wakil Indonesia dari kalangan industri, bersama Tim Aerobartik Jupiter dari militer. "Kami harap pameran di Langkawi akan menarik banyak perhatian internasional," ujar Purnomo saat melepas CN 295 ke Langkawi di Halim Perdana Kusuma, Jumat lalu.

Selain memamerkan CN 295, PT DI yang juga membuka stan pamer menawarkan CN 212 dan CN 235. Kedua pesawat yang lebih dulu diproduksi PT Dirgantara ini juga diminati Korea Selatan dan Filipina. “Semua hadir dalam berbagai versi, tergantung kebutuhan,” kata Sonny Saleh Ibrahim, Asisten Presiden Direktur PT Dirgantara di Langkawi.

LIMA 2013 dihadiri 38 negara dari seluruh benua. Perhelatan berlangsung mulai hari ini hingga 30 Maret.

Begini spesifikasi CN 295

KARAKTERISTIK
Panjang: 24,50 meter
Tinggi: 8,66 meter
Rentang sayap: 25,81 meter

Berat maksimum: 23.200 kg
Daya angkut: 9,250 kg
- Personel: 71 orang
- Pasukan penerjun: 49 orang
- Evakuasi: 24 ranjang + 6 tenaga medis

Kecepatan: 480 km/jam
Mesin: 2 x PW-127G turboprop
Jarak jelajah: 5.400 km tanpa muatan



Source : Tempo

Menhan Malaysia Puji Tim Jupiter Aerobatic Team Indonesia

Tim aerobatik TNI Angkatan Udara, Jupiter, memukau pengunjung Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) 2013 yang berlangsung di Pulau Langkawi, Malaysia, mulai hari ini hingga 30 Maret. Undangan terpaku selama pertunjukan dari Tim Jupiter.

Menhan Malaysia Puji Tim Jupiter Aerobatic Team Indonesia

Turut hadir dalam atraksi tersebut Perdana Menteri Datuk Sri M. Najib. Hadir pula mantan PM Dr Mahathir Mohammad, Menteri Pertahanan Malaysia Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi, dan Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro.

Perdana Menteri, Deputi Perdana Menteri, Menteri Pertahanan Malaysia, dan Mahathir, yang duduk semeja dengan Menteri Purnomo, menyatakan kagum terhadap maneuver yang ditampilkan Tim Jupiter. "Luar biasa," kata Menteri Pertahanan Malaysia. Para undangan di tribun kehormatan selalu mengiringi setiap akhir manuver dengan tepuk tangan meriah.


Inilah kali pertama Jupiter Aerobatic Team (JAT) tampil di Malaysia untuk tampil di ajang dua tahunan tersebut.

Lepas landas pukul 12.20, tim Jupiter beraksi selama 20 menit di tengah angin yang bertiup kencang dan berawan. Namun, tim yang dipimpin Kolonel Penerbang Dedy Susanto tetap prima menampilkan 18 manuver andalan.

Manuver yang ditampilkan antara lain Jupiter Roll, Loop, XClover Leap, Mirror, Tango, Jupiter Roll Back, Hi “G” TurnRoll Slide, Break Off, hingga Bomb Brust. Tepuk tangan meriah pecah setiap kali sebuah manuver selesai.

Salah satu manuver paling menegangkan adalah Mirror. Dua pesawat yang berjalan searah menjadi bayangan cermin pasangannya. Artinya, pesawat yang berada di atas harus terbang terbalik. Kecepatan kedua pesawat dalam manuver ini sekitar 240 kilometer per jam.

Pada ajang dua tahunan ini, Indonesia juga memamerkan satu unit pesawat CN 295 versi militer. Pesawat ini diminati banyak negara, seperti Korea Selatan, Turki, dan negara-negara ASEAN. (Tempo)

Ketangguhan Pesawat Buatan PT. DI Mengundang Decak Kagum di Malaysia

Sebanyak 3 jenis pesawat milik PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dipamerkan pada acara The 12th Langkawi International Maritime & Aerospace Exhibition (LIMA '13) Langkawi, Malaysia. Bahkan tiga negara sudah datang langsung dan berminat kembali membeli pesawat buatan PT DI.

Ketangguhan Pesawat Buatan PT. DI Mengundang Decak Kagum di Malaysia


"Kita pamerkan di LIMA 2013 ini ada 3 unit pesawat, ada CN295 aircraft Service, ada C212 400, ada CN235-200 dan CN235 ASW," kata Vice Presiden Corporate Communication PT DI, Sonni Saleh Ibrahim, ditemui diacara LIMA '13, Langkawi, Malaysia, Selasa (26/3/2013).

Selain itu ada 1 unit CN295 yang saat ini dimiliki oleh TNI-AU juga terparkir di hangggar Bandara Internasional Langkawi. "Kita pamerkan CN295 tersebut, karena banyak peminatnya, salah satunya Malaysia yang sebelumnya sudah punya 8 unit," kata Sonni.

Disela-sela pameran, beberapa negara yang berkunjung ke booth PT DI mengungkapkan ketertarikannya kembali untuk membeli pesawat buatan Indonesia tersebut. Selain Malaysia, ada pula Uni Emirat Arab dan Filipina.

"UEA sebelumnya juga sudah beli 6 pesawat dari kami, dari pembicaraan, mereka tertarik membeli lagi, Malaysia juga, selain beli pesawat baru, dia ingin memperbaruhi teknologi CN235 yang sudah beberapa tahun lalu dibeli," tandasnya.



Pesawat CN235-200 Buatan PT DI Anti Peluru

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) membuat pesawat khusus VIP untuk Perdana Menteri Malaysia, Korea Selatan dan Pakistan berkapasitas 10 orang. Pesawat CN235-200 dirancang anti peluru demi pertimbangan keamanan pemimpin negara.

 
"Pesawat yang kami buat khusus untuk VIP dari CN235-200 merupakan pesawat anti peluru," kata Vice President Corporate Communication PT DI, Sonni Soleh Ibrahim ketika ditemui disela pameran pesawat 12th Langkawi International Maritime & Exhibition 2013 (LIMA '13), Malaysia, Selasa (26/3/2013).

Dengan teknologi ini, maka para penumpang pesawat terjaga dari serangan senjati api. "Anti senjata api, kalau ada yang tembak dari luar, peluru tidak akan mengenai para penumpang di dalamnya," ucap Sonni.

Mengapa Presiden Indonesia tidak pakai pesawat CN 235-200?

"Ya saya tidak tahu. Tapi bisa dilihat saja kalau Presiden ke luar kota bawa berapa orang? Sementara pesawat ini cuma muat 10 penumpang, ya alasannya sih katanya seperti itu," tandas Sonni.


Turki Punya Pesawat Anti Kapal Selam Buatan PT DI, RI Malah Tak Punya

Turki ternyata memiliki salah satu pesawat canggih buatan Indonesia yakni CN235 ASW yang diciptakan untuk mendeteksi kapal selam. CN235 ASW merupakan kependekan dari Anti-Submarine Warfare.

CN-235 Anti-Submarine Warfare Milik AU Turki
CN-235 Anti-Submarine Warfare Milik AU Turki
 
"Turki itu punya pesawat buatan kita yang diciptakan untuk anti kapal selam," kata Vice President Corporate Communication PT Dirgantara Indonesia, Sonni Ibrahim, ketika ditemui disela acara The 12th Langkawi International Maritime & Exhibition 2013 (LIMA '13), Malaysia, Selasa (26/3/2013).

Dikatakan Sonni, pesawat tersebut memang didesain khusus untuk anti kapal selam karena memiliki dua buah torpedo.

"CN235 ASW ini memiliki sonar dan radar yang bisa mendeteksi keberadaan kapal selam musuh, ketika terdeteksi musuh di dalam laut, dari atas pesawat torpedo dijatuhkan dan dibelakang torpedo ada parutnya, setelah jatuh ke laut torpedo langsung mengejar musuh karena juga memiliki radar di dalamnya," ungkap Sonni.

Selain itu, Turki juga punya pesawat buatan PT DI jenis CN235 yang tidak memiliki torpedo.

"CN235 yang biasa juga beberapa dimiliki Turki, Malaysia juga ada, ini yang tanpa rudal, tapi kegunaanya untuk mendeteksi keberadaan musuh, CN235 ini seperti komando, menentukan target musuh dimana, berapa pasukan yang perlu dibawa, pesawat jenis apa yang digunakan untuk menyerang," jelas Sonni.

Namun sayangnya, negara seluas Indonesia dan produknya dibuat sendiri di dalam negeri, tetapi tidak ada satu pun jenis CN235 ASW yang dimiliki Indonesia. "Indonesia belum punya," tandas Sonni. 



PM Malaysia Kunjungi Pesawat Buatan PT DI

Perdana Menteri Malaysia (PM) Najib Razak disela-sela acara pameran pesawat di Langkawi Malaysia menyempatkan datang ke booth PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Selama ini Negeri Jiran tersebut sudah sejak lama menjadi pelanggan PT DI.

"Oh ini ya pesawat barunya, bagus," ucap Nazib ketika datang ke Booth PT DI di acara pameran pesawat The 12th Langkawi International Maritime & Aerospace Exibhition (LIMA '13) Langkawi, Malaysia, Selasa (26/3/2013).


Sebelumnya juga beberapa petinggi Tentara Diraja Malaysia juga berkunjung khusus ke pesawat CN295 yang terparkir di hanggar Bandara Langkawi Malaysia. Pesawat CN 295 merupakan produk terbaru yang merupakan kerjasama PT DI dengan Airbus Military, Spanyol.

Menurut Vice President Logistics & Customer Support Division PT DI Mula W. Wangsaputra, Malaysia sudah sejak lama menggunakan produk-produk pesawat buatan PT DI. "Untuk CN235 saja mereka sudah punya 6," ucap Mula.

Mula bercerita di tengah kesulitan keuangan yang sempat membuat PT DI kolaps, pihak Malaysia rela menghapuskan pinalti sebesar US$ 3 juta, terkait keterlambatan pengiriman pesawat.

"Dulu waktu kita krisis, kita sempat tidak mampu menyelesaikan pengerjaan 2 pesawat dari 6 pesawat yang dipesan oleh Malaysia tepat waktu. Dan itu sesuai kontrak kita kena pinalti US$ 3 juta, namun setelah merayu, Malaysia bersedia menghapuskan denda sebanyak itu," tandas Mula. 



PM Malaysia, Pakistan & Korsel Pakai Pesawat Made in Bandung, Bagaimana Indonesia?

Pesawat buatan Indonesia sangat diperhitungkan kualitasnya oleh negara lain. Buktinya pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia yaitu CN235-220 digunakan oleh para pemimpin negara sebagai pesawat VIP.



"Kita punya pesawat CN235-220 itu pesawat multi missions platfrom, bisa untuk pribadi, maritime patrol, kargo dan lainnya," ucap Vice President Logistics & Costumer Support Division PT Dirgantara Indonesia, Mula W. Wangsaputra kepada detikFinance ditemui di The 12th Langkawi International Maritime & Aerospace (LIMA '13) Langkawi, Malaysia, Selasa (26/3/2013).

Salah satu bukti bahwa produk PT DI berkualitas yakni pesawat CN 235-220 digunakan oleh Perdana Menteri (PM) Malaysia, Presiden Korea Selatan dan Pakistan. "PM-nya Malaysia pakai, Korea Selatan pakai, Pakistan pakai punya kita juga," ucap Mula.

Pesawat CN235-220 dipesan oleh mereka untuk dijadikan pesawat VIP. "Jadi pesawat ini digunakan para pemimpin negara tersebut untuk pergi dinas di dalam negaranya sendiri," katanya.
Lalu bagaimana dengan Indonesia?
 
Source : 

20 KRI Ikuti Latihan Perang di Laut Jawa

SEBANYAK 20 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) dari jajaran Koarmatim, Koarmabar dan Kolinlamil mengikuti latihan perang di sekitar Laut Jawa. Latihan ini menggunakan sandi “Latihan Parsial III Operasi Amfibi 2013”.

20 KRI Ikuti Latihan Perang di Laut Jawa
 
Unsur-unsur kapal perang berbagai jenis mulai dari kapal jenis Perusak Kawal Rudal (PKR), Kapal Cepat Rudal (KCR), Kapal Cepat Torpedo (KCT), Kapal Buru Ranjau (BR), dan Penyapu Ranjau (PR), Kapal Amfibi dan Landing Platform Dock (LPD), kapal patroli dan kapal bantu, bertolak dari Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Selasa (26/3) menuju daerah latihan di sekitar perairan Laut Jawa.

Keberangkatan unsur kapal perang tersebut dipimpin langsung oleh Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim), Laksamana Muda TNI Agung Pramono, yang berada di kapal markas KRI Makassar-590. Bertindak sebagai Panglima Komando Tugas Gabungan Amfibi (Pangkogasgabfib) adalah Komandan Gugus Keamanan Laut Armada RI Kawasan Timur (Danguskamlatim), Laksamana Pertama TNI Wuspo Lukito.


Menurut siaran pers Dinas Penerangan Koarmatim, selain melibatkan puluhan kapal perang, Latihan Parsial III Operasi Amfibi juga mengerahkan sekitar 2.000 pasukan Marinir TNI AL dan peralatan tempur yang dimiliki, diantaranya 15 unit Tank Amfibi (Boyevaya Mashina Pyekhota) BMP-3F, 25 unit Tank Amfibi (Browne Transporter) BTR-50, 4 unit Tank LVT-7, 2 unit Tank (Bojové Vozidlo Pěchoty) BVP-2, 6 unit Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri (KAPA), 4 unit Meriam Howitzer 105 mm, 2 unit peluncur roket multi laras RM 70 Grad, 16 perahu karet serta didukung 3 helikopter Bell dan 1 helikopter Bolcow dari Puspenerbal Juanda.

Semua peralatan tempur tersebut diangkut oleh KRI Makassar-590, KRI Teluk Mandar-514, KRI Teluk Cenderawasih-533, KRI Teluk Banten-516, KRI Teluk Gilimanuk-531 dan KRI Teluk Sabang-544. Sedangkan untuk kegiatan air surveillance dalam latihan ini didukung 3 helikopter Bell dan 1 helikopter Bolcow.

Selama perjalanan Lintas Laut (Linla), unsur-unsur kapal perang yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Laut (Kogasgabla) tersebut, melakukan manuver dengan berbagai macam formasi tempur laut untuk menghadapi serangan bahaya kapal perang atas air maupun bawah air serta latihan anti serangan pesawat udara.

Gerakan manuver dengan membentuk formasi-formasi tempur itu, bertujuan untuk melindungi dan menyerang lawan hingga berhasil mendaratkan pasukan pendarat dan menguasai tumpuan pantai. (Jurnas)

Indonesia Segera Buat 'Fuse' Bom Sukhoi Sendiri

Indonesia ditargetkan segera bisa membuat fuse (pemantik) bom P-100 Live untuk pesawat Sukhoi. Fuse adalah pemantik untuk mengarahkan bom pada sasaran.
Inilah bom pesawat Sukhoi P-100. Indonesia ditarget segera bisa membuat fuse atau pemantik bom P-100 live utk Sukhoi.
Inilah bom pesawat Sukhoi P-100. Indonesia ditarget segera bisa membuat fuse atau pemantik bom P-100 live utk Sukhoi.
 
"Saat ini PT Dahana (BUMN) dan PT Sari Bahari (swasta) sedang bekerja sama dengan Bulgaria untuk transfer ilmu membuat pemantik bom P-100 untuk pesawat Shukoi. Kita belum bisa membuat fuse-nya, hanya bisa membuat bomnya. Nanti kalau teknologi fuse bisa kita kuasai, kita bisa buat bom Sukhoi sendiri," ujar Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan  Pos M Hutabarat, Senin (25/3/2013) di Malang.


Diharapkan, setelah tahun 2014 Indonesia bisa membuat fuse Sukhoi sendiri. Ini karena setelah 2014 Indonesia akan memiliki satu skuadron pesawat Sukhoi. Saat ini Indonesia baru memiliki 10 pesawat Sukhoi. (Kompas)

Polri di Bawah Kementerian akan Kurangi Konflik dengan TNI

PENEMPATAN Polri di bawah kementerian negara diyakini akan mengikis perbedaan kesejahteraan antara TNI dan Polri. “Kitalah diantara negara berbasis demokrasi yang polisi-nya di bawah Presiden langsung. Hal ini memicu bertambahnya daftar kecemburuan,” kata Pengamat Militer dari LIPI, Jaleswari Pramodhawardani, di MPR RI, Senin, (25/3).

Polri di Bawah Kementerian akan Kurangi Konflik dengan TNI

Jaleswari juga menegaskan, sampai saat ini, pemisahan Polri dari TNI belumlah tuntas. Penempatan TNI di bawah Kementerian Pertahanan, sedangkan Polri langsung di bawah presiden, menjadikan Polri merasa besar kepala, sehingga menimbulkan kecemburuan bagi TNI.

“Pemisahkan TNI-Polri sejak awal reformasi lalu sebetulnyakan belum klir dan belum memperhitungkan impikasi pemisahan itu sendiri. Sampai hari ini, pemisahan itu masih membawa implikasi. Kita harus memperlakukan persoalan TNI-Polri secara serius. Jadi tidak usah heran dengan kejadian belakangan ini,” tegas Jaleswari.


Jaleswari mengatakan, posisi Polri di bawah kendali Presiden menjadikannya, baik secara langsung maupun tidak langsung, mendapat peluang lebih sejahtera dibanding TNI. “Sudah menjadi rahasia umum soal rejeki, dulu TNI jaga objek vital, sekarang polisi yang pegang. Implikasi ini tidak sekedar pindahnya tugas, tapi juga rejeki dan kekuasaan,” ucap Jaleswari.

Anggota Kompolnas, Adrianus Meliala, sependapat dengan Jaleswari. Menurut dia, sudah saatnya wacana menempatkan polri di bawah salah satu kementerian negara diperkuat pada ranah publik. “Dewasa ini wacana itu sudah bisa dimunculkan, yakni di bawah Mendagri,” kata Adrianus.

Adrianus juga menilai, Polri belum serius untuk lepas dari budaya militeristik. Hal itu bisa dilihat dari beberapa aspek yang masih melekat hingga saat ini. “Niat Polri untuk merubah diri dari “bau” militer belum jelas. Hal itu bisa kita lihat seperti dari atribut yang digunakan, kepangkatan dan lain-lain. Sama sekali seperti orang yang kehilangan akal. Tidak mau mengacu pada organisasi sipil. Hasilnya, sekarang kita lihat, tidak ada ubahnya Polri dari TNI, seperti dari sisi atribut, tata upacaranya,” lanjut Adrianus.

Namun, Wakil Ketua MPR, Lukman Hakim Saifuddin, berharap, agar semua pihak bersikap hati-hati untuk menempatkan Polri ke dalam kementerian negara. Lukman berharap, penempatan Polri dalam kementerian tidak menimbulkan masalah baru. “Yang paling utama adalah harus ada kajian mendalam betul, jangan sampai dengan menempatkan Polri di bawah kementerian malah timbulkan masalah baru,” kata Lukman. (Jurnas)

Profesionalisme Perwira Penerangan TNI AL Makin Baik

DALAM upaya mengevaluasi ilmu dan keahlian yang telah diberikan pada Pelatihan Kepemimpinan “4 Channel Komunikasi Efektif” bagi Komunitas Penerangan tahun 2013 beberapa waktu lalu, Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) kembali mengadakan kegiatan follow up “4 Channel Komunikasi Efektif”, di Press Room Dispenal, Mabesal, Cilangkap, Rabu, pekan lalu.
Profesionalisme Perwira Penerangan TNI AL Makin Baik
Dispenal / Mabesal

Kegiatan ini sebagai salah satu upaya mengevaluasi aplikasi dalam kehidupan sehari-hari terhadap ilmu dan keahlian yang telah diterima selama Pelatihan Kepemimpinan “4 Channel Komunikasi Efektif” bagi Komunitas Penerangan tahun 2013. Selain itu juga melihat proses komunikasi mengalami kemajuan yang lebih baik dalam penerapan di lingkungan kerja masing-masing.

Kegiatan Follow up “4 Channel Komunikasi Efektif” ini diikuti 50 peserta, terdiri dari Perwira Penerangan dari Komando Utama (Kotama) TNI AL wilayah Jakarta, perwakilan berbagai satuan kerja di lingkungan Mabesal, dan seluruh Perwira Dispenal.


Kegiatan follow up “4 Channel Komunikasi Efektif” dipandu oleh trainer/pelatih asal Rumania, Christina Manole dan Psikolog Jebolan Universitas Indonesia, Tetiana SP Basuki. Bertujuan untuk mengembangkan profesionalisme kepemimpinan melalui komunikasi atau pelatihan kepemimpinan dari perspektif psikologi komunikasi.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Untung Suropati yang hadir dalam kesempatan tersebut, mengatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi peserta.

“Saya melihat sangat banyak kemajuan, perubahan dan perkembangan. Pengalaman saya, di negara-negara maju, public affairs adalah hal yang sangat penting sekali. Hal kecil bisa menjadi besar dan hal besar bisa menjadi kecil, tergantung dari cara kita berkomunikasi,” Laksamana Pertama TNI Untung Suropati melalui siaran pers Kasubdispenum Dispenal, Kolonel Laut (S) J. Widjojono yang diterima Jurnal Nasional.

Sebelum menutup kegiatan follow up “4 Channel Komunikasi Efektif”, Kadispenal meminta para peserta yang sudah menerima materi untuk tetap berlatih dan diasah setiap hari.

“Saya harap pelatihan tidak berhenti sampai di sini. Setiap peserta harus melatih materi yang sudah diberikan setiap hari agar menjadi habit,” tegas Kadispenal. (Jurnas)

Transfer Alutsista RI 2012


Beberapa alutsista yang telah dimiliki TNI, kategori Sipri 2012. Beberapa rudal Sukhoi telah dikirim sebelumnya dan tercatat di Sipri 2011.

Transfer Alutsista RI 2012
AS 17 Kripton

AS 18 Kazoo
AS 18 Kazoo

AS 14 Kedge
AS 14 Kedge
AA 12 Adder
AA 12 Adder

UAV Searcher 2
UAV Searcher 2

UAV Searcher 2
UAV Searcher 2

Alutsista RI Sipri 2012

Ind_2
Ind_3
Alutsista RI Sipri 2012 Alutsista RI Sipri 2012


Sumber :  JKGR

IPW - Indonesia diteror 'pasukan siluman'

Penyerangan dengan senjata api di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Yogyakarta, merupakan bentuk teror pasukan siluman. Teror ini bisa menjadi ancaman bagi sebagian orang.

IPW - Indonesia diteror 'pasukan siluman'
Ilustrasi pasukan siluman. (Okezone)

"Indonesia saat ini dalam bahaya teror pasukan siluman bersenjata api, yang setiap saat bisa mencabut nyawa orang-orang tertentu," kata Presidium Indonesia Police Watch (IPW)  Neta S Pana dalam siaran pers yang diterima Sindonews, Minggu (24/3/2013).

Jika hal ini dibiarkan maka 'pasukan siluman' ini bisa mengancam kehidupan bernegara termasuk mereka yang menjadi pejabat tinggi negara. "Aksi pasukan siluman ini bukan mustahil suatu saat akan menyerang sendi-sendi kenegaraaan, termasuk menyerang kepentingan kepala negara," tulisnya.


Seperti diketahui, terjadi penembakan oleh orang tak dikenal di dalam Lapas Cebongan terhadap tahanan.

Orang tak dikenal itu diduga menggunakan senjata AK47 dan 1 jenis FN. Orang tak dikenal berjumlah sekira 17 orang itu datang memaksa masuk ke Lapas mengaku sebagai anggota Polda DIY.

Setelah menghajar petugas Sipir, mereka mengeksekusi empat orang tahanan titipan Polda DIY di sel 5A blok Anggrek. Empat orang yang dieksekusi merupakan pelaku penusukan terhadap anggota TNI AD (Kopasus) Kandang Menjangan, Kartasura di Hugos Cafe Jalan Solo Maguwoharjo Sleman beberapa waktu lalu.
 (Sindo)


hackerandeducation © 2008 Template by:
SkinCorner