Select Language

Rabu, 08 April 2015

Mahathir Desak PM Najib Mundur karena Korupsi

Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad
Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad
Politik dalam negeri Malaysia kini semakin panas setelah Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad turut mengomentari pemerintah. Dia mendesak Perdana Menteri Tun Najib Razak untuk segera mundur, setelah terlibat skandal korupsi terbesar sepanjang sejarah Negeri Jiran.
Seusai pidato di Kuala Lumpur kemarin (4/4), Mahathir menyatakan Partai Barisan Nasional (UMNO) wajib menggelar suksesi secepatnya, seandainya Najib enggan mundur. “Reputasi pemerintah Malaysia sekarang sudah tercoreng,” ujarnya seperti dilansir AsiaOne, Minggu (5/4).
Mahathir sempat melontarkan kritik keras pada Najib lewat blog pribadinya, chedet.cc, tiga hari lalu. Dia menyatakan ada bukti bahwa utang BUMN 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang dulu dipimpin Najib terjadi akibat penggelapan dana. Mahathir mengaku selama ini sempat mendiamkan ulah Najib, tapi pada akhirnya tidak tahan.
“Saya tidak bisa lagi diam karena banyak surat kabar internasional melabeli Malaysia sebagai negara korup,” tuturnya.Sebelumnya, politikus 89 tahun yang bersahabat dengan Presiden Soeharto ini mengatakan rakyat Malaysia sudah tidak percaya pada kepemimpinan Najib. “Rezim ini akan tumbang jika (Najib) masih memimpin UMNO,” tulis Mahathir di blog-nya yang kini tak lagi bisa diakses.
Perdana Menteri Tun Najib Razak
Perdana Menteri Tun Najib Razak
Kasus korupsi 1MDB terjadi pada 2008. Pengusaha bernama Jho Low Taek mendapat kemudahan pinjaman senilai USD 2,8 miliar. Dana yang seharusnya dipakai untuk membangun infrastruktur dan proyek migas itu hilang tak berbekas.
Selain raibnya dana 1MDB, Najib juga tersandung kasus korupsi dana pembelian kapal selam dari Prancis pada 2003. Seorang sosialita dibunuh polisi karena mengetahui detail korupsit tersebut. Pelaku pembunuhan yakni Perwira Polisi Azhar Umar divonis mati, lalu ‘bernyanyi’ di persidangan bahwa dia hanya menjalankan perintah atasan.
Mahathir masih memiliki pengaruh kuat di internal UMNO. Pada 2009, PM yang berkuasa dua dekade lebih itu berhasil memimpin upaya pelengseran penerusnya, Abdullah Badawi.
Najib kini mendapat serangan ganda. Selain kritik dari Mahathir yang masih terhitung sekutunya, oposisi Malaysia juga aktif menggalang perlawanan pada pemerintah. Putri Anwar Ibrahim, Nurul Izzah yang belum lama ditangkap kini melawat ke Indonesia.
Nurul berharap masyarakat Indonesia mendukung upayanya melawan tindakan sewenang-wenang pemerintah Malaysia yang menangkap 200 pengunjuk rasa sejak 2013.
“Kami ke Indonesia untuk meminta dukungan atas perjuangan kami menentang pasal penghasutan,” kata Nurul saat menyambangi Kantor LSM KontraS kemarin. (Merdeka.com).

0 komentar:

Poskan Komentar

hackerandeducation © 2008 Template by:
SkinCorner