Select Language

Selasa, 13 Mei 2014

Latparsial Operasi Amfibi Terobos Medan Ranjau

KRI Pulau Rengat-711.

Penulis: Adityo Nugroho
Surabaya, JMOL ** Latihan Parsial (Latparsial II/14) Operasi Amfibi (Opsfib) menerobos ‘medan ranjau’ yang disebar oleh musuh di sekitar perairan Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), Senin (12/5).
Berdasarkan informasi yang diterima dari Dinas Penerangan Angkatan Laut Mabes TNI AL (Dispenal Mabesal), latihan itu diikuti delapan Kapal perang Republik Indonesia (KRI) jajaran Koarmatim.
Kapal perang yang terlibat Latparsial II/14 Opsfib antara lain satu kapal markas KRI Makassar-590, lima kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST), dua kapal perang jenis Buru Ranjau (BR), dan Penyapu Ranjau (PR). Unsur kekuatan laut didukung dua Heli Bell, satu Heli Bolco, dan satu Batalyon Tim Pendarat (BTP) Marinir, serta tim Kopaska dan tim penyelam tempur.
Sebelum berangkat, unsur-unsur tersebut melaksanakan embarkasi material dan personel serta didukung latihan Pertahanan Pangkalan (Hanlan) dan Lawan Sabotase Bawah Air (LSBA) dari Lantamal V Surabaya.
Sebagai garda terdepan dalam formasi Opsfib ini, KRI Pulau Rengat-711 dan KRI Pulau Raas-722 melakukan aksi peperangan melewati medan ranjau atau disebut dengan istilah Mine Feild Transit (MFT).
Puluhan ranjau yang sengaja disebar oleh ‘lawan’ untuk menghambat gerak laju KRI berhasil dimusnahkan oleh dua kapal perang tersebut. Keberhasilan unsur ranjau dalam membuka jalur bagi kapal markas, kapal angkut material, dan pasukan Marinir dalam formasi ini melancarkan pergerakan menuju daerah sasaran operasi amfibi yang akan digelar.
Pada 2013, Koarmatim juga sudah menggelar Latparsial III di pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur. Latparsial II ini merupakan lanjutan dari rangkaian Latparsial sebelumnya yang sudah menjadi agenda TNI AL.

0 komentar:

Posting Komentar

hackerandeducation © 2008 Template by:
SkinCorner