
Penulis: Andri Rezeki
Jakarta, JMOL ** Pemberdayaan industri maritim nasional perlu digenjot. Metode awalnya, dengan mengutamakan aspek kesadaran politik, sehingga pihak terkait akan terbuka dan bahu membahu memprioritaskan pembangunan industri maritim.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Perindustrian, Alex Retraubun, saat membuka Inamarine atau the Indonesian Internatonal Shipbuilding and Offshore, Marine,Machinery, and Equipment Exhibition di JIEXPO, Selasa (13/5). Event akan berlangsung hingga Kamis (15/5).
Kesadaran politik yang dimaksud Wamen adalah kesadaran politik yang membuat orang berpikir sistematis.
"Inamarine kali ini bagus. Ini merupakan kesadaran politis asosiasi, bukan kesadaran politik pemerintah," ujar Alex.
Ia juga menanggapi tema acara, ‘Industri Maritim sebagai Pilar Utama Perekonomian Indonesia’. Apabila Inamarine menjadi agenda pemerintah, tentu saja akan diberikan insentif lebih baik.
Menurut Alex, pertumbuhan ekonomi Indonesia belum berkualitas. Industri mengalami masalah berbahaya. Pasalnya, semakin digenjot industrinya, semakin banyak impornya. Ujungnya, bergantung pada luar negeri.
"Kita harus mampu mendorong dan mencuci otak pemerintahan yang akan datang agar memperhatikan industri perkapalan (maritim) didukung data dan fakta aktual ," katanya.
“Pemimpin yang tidak berpikir ke arah kemaritiman adalah pemimpin yang melecehkan fitrah bangsa," tegas Alex.
Alex Retraubun lantas diberi penghargaan oleh Ketua Umum Iperindo, Tjahjono Roesdianto. Selanjutnya, alex mengunjungi beberapa booth dan memberikan pertanyaan kepada peserta booth, salah satunya PT Teknik Tadakara Sumberkarya, produsen marine and industrial switchboard manufacturing (MSB). Salah satu anggota Iperindo ini telah memproduksi MSB dengan kandungan lokal 60 persen dalam negeri dan 40 persen impor.
"Kalau 10 persen kandungan lokal, berarti kau membunuh bangsa ini," ujar Alex diikuti tawa pewarta dan hadirin.

0 komentar:
Posting Komentar