Select Language

Jumat, 08 Agustus 2014

3 Unit F-16 C/D Block 52ID Sudah Tiba di Indonesia

Setelah menempuh perjalanan panjang dari Amerika, akhirnya 3 unit F-16 C/D Block 52ID tiba di Indonesia pada siang hari ini Jumat 25 Juli 2014 sekitar pukul 11.25 WIB. Perjalanan ketiga pesawat yang tergabung dalaam “Viper Flight” dari Guam menuju Madiun ini di tempuh dengan waktu tempuh 5 Jam 16 Menit dan selama perjalanan melaksanakan sebanyak 4 kali pengisian bahan bakar di udara (air to air refueling) dengan bantuan pesawat tanker KC-10. Pengisian bahan bakar di udara terakhir dilakukan diatas pulau Halmahera, Maluku sebelum pesawat KC-10 berbalik arah dan kembali ke Guam.

Ketiga F-16 C/D Block 52ID yang tergabung dalam “Viper Flight” ini terdiri dari 1 unit F-16 C (kursi tunggal) dengan tail number TS-1625 yang diawaki oleh penerbang dari USAF Col. Howard Purcel. Pesawat TS-1625 ini juga bertindak sebagai Flight Leader. Dua pesawat lain adalah F-16 D (kursi ganda) dengan tail number TS-1620 yang diawaki Maj Collin Coatney (USAF)/Ltk. Firman Dwi Cahyono (TNI AU) dan pesawat dengan tail number TS-1623 yang diawaki oleh Ltc. Erich Houston (USAF)/May. Anjar Legowo (TNI AU).
F-16 Block 52ID TNI AU sedang melakukan air to air refueling dengan KC-10F-16 Block 52ID TNI AU sedang melakukan air to air refueling dengan KC-10 Sumber : Twitter TNI AU 


Setibanya di Madiun, ketiga pesawat F-16 Block 52 ID ini disambut oleh Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI IB Putu Dunia, Panglima Koopsau II Marsdya TNI Abdul Muis, Komandan Lanud Iswajudi Marsma TNI Donny Ermawan, Kepala Project “Peace Bima Sena II” Kolonel Tek Amrullah Aswani dan para pejabat Kemhan, Mabes AU dan Lanud Iswahjudi.
F-16 Block 52ID TNI AU sudah tiba di Indonesia pada 25 Juli 2014Pilot F-16 turun dari pesawat F-16 Block 52ID TNI AU. Pesawat ini sudah tiba di Indonesia pada 25 Juli 2014 Sumber : Dispen AU 


Kedatangan pesawat F-16 C/D Block 52ID dalam project “Peace Bima Sena II” ini merupakan bagian dari modernisasi kekuatan angkatan udara Indonesia secara bertahap. Nantinya setelah kehadiran 3 unit pertama ini, akan menyusul unit unit berikutnya hingga total aka nada 24 unit F-16 Block 52ID di Indonesia. Ke-24 unit F-16 C/D Block 52 ID ini nantinya akan dipecah menjadi 2 yaitu 1 skuadron di Skuadron 16 Pekanbaru dan sebagian lagi bergabung dengan Skuadron 3 Madiun yang sudah ada sebelumnya. 10 unit F-16 A/B Block 15 OCU yang ada di Skuadron 3 Madiun sendiri rencananya akan di upgrade dalam waktu dekat ini.
F-16 Block 52ID TNI AU sudah tiba di Indonesia pada 25 juli 2014Pilot F-16 didepan pesawat setelah mendarat di Indonesia. Sumber : Dispen AU


Proses kedatangan 3 unit pertama F-16 C/D Block 52 ID ini cukup melelahkan karena tertunda bebera ahari dalam perjalanan karena adanya permasalahan pada pesawat tanker KC-10 yang menyertai penerbangan “Viper Flight” ini. Sebelumnya perjalanan dari Alaska emnuju Guam terpaksa tertunda 4 hari karena pesawat tanker KC-10 mengalami masalah. Setelah masalah ini selesai diatasi dan sampai di Guam, perjalanan menuju Madiun kembali tertunda satu hari karena masalah yang sama yaitu masalah pesawat tanker KC-10. Dengan sampainya 3 unit KC-10 ini di Indonesia, tentunya menjadi berita yang melegakan ditengah penantian pecinta dunia dirganta Indonesia beberapa hari belakangan.
3 unit F-16 Block 52ID TNI AU berjejer di Lanud Iswahjudi setelah tiba di Indonesia 25 juli 20143 unit F-16 Block 52ID TNI AU berjejer di Lanud Iswahjudi setelah tiba di Indonesia Sumber : Dispen AU


Setelah ketiga unit ini tiba di Madiun, direncakanan 6 instruktur penerbang F-16 TNI AU akan mulai melanjutkan latihan terbang konversi F-16 C/D Block 52ID di Lanud Iswahyudi Madiun. Pelaksanaan terbang konversi ini dilaksanakan setelah Idul Fitri, tepatnya pada Agustus 2014 nanti. Latihan terbang konversi F-16 C/D Block 52ID ini akan di supervise oleh 4 instruktur penerbang dari US Air Force Mobile Training Team.


Pesawat tempur F-16 C/D Block 52ID ini juga direncakanan akan menjalani modifikasi pemasangan drag chute (rem payung) karena pesawat F-16 C/D Block 52ID ini tidak dilengkapi peralatan drag chute. Modifikasi ini akan dilaksanakan pada kuartal pertama 2015 nanti yang dilakukan oleh teknisi TNI AU dibantu personil Lockheed Martin.

TNI Angkatan Udara merencanakan armada baru 24 unit F-16 C/D Block 52ID ini akan melengkapi Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Madiun dan Skadron Udara 16 Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru. Diharapkan pada saat pesawat tempur masa depan IFX sudah siap dioperasikan maka berbagai prosedur, taktik, pengalaman dan ilmu pengetahuan yang didapat dari pengoperasian pesawat F-16 C/D Block 52ID bisa diterapkan untuk menyamai dan bahkan mengungguli kekuatan udara calon lawan dan pesaing negara kita. Pesawat-pesawat canggih ini akan menambah kekuatan tempur TNI Angkatan Udara sebagai tulang punggung Air Power (Kekuatan Dirgantara) Negara kita demi menjaga Keamanan Nasional Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar

hackerandeducation © 2008 Template by:
SkinCorner