Select Language

Rabu, 17 September 2014

PT DRU Lampung Akan Evaluasi Kejadian Tali Sling Baja Putus

PT DRU Lampung Akan Evaluasi Kejadian Tali Sling Baja Putus

Bandar Lampung (MI) : Kejadian meluncurnya kapal perang KRI Teluk Bintuni 520 karena tali baja sling yang putus menjadi evaluasi penting bagi PT Daya Radar Utama selaku pembuat kapal. Hal tersebut disampaikan oleh General Manager Production Edy Wiyono (50) kepada Saibumi.com.
Wawancara dengan beliau dilakukan setelah memastikan kapal yang meluncur diluar dugaan tersebut dalam kondisi baik.. “Pasti ini nanti jadi evaluasi penting buat kami. Ini diluar dugaan kejadiannya, ya karena semua sudah dipersiapkan dengan baik,” katanya.

“Dari ukuran tali slingnya, kemampuan tali slingnya, kemiringan slipway-nya, sampai ke landasan slipway-nya sudah dipersiapkan. Yang mempersiapkan slipway adalah tim engineering PT DRU sendiri. Jadi, memang diluar dugaan semua,” jelasnya.

Disisi lain Edy sangat bersyukur bahwa hasil pemeriksaan dari tim selam yang langsung diturunkan beberapa saat setelah kejadian, KRI Teluk Bintuni tidak mengalami kerusakan. “Hanya saja bagian sirip ada yang mengenai landasan. Sehingga tidak bisa ditarik tug boat atau didorong dua ekskavator. Jadi sekarang kami tinggal menunggu air laut pasang. Nanti kapal bisa lebih terangkat lagi jadi bisa ditarik tugboat sebelum sandar di dermaga yang sudah kami siapkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan berbeda, saat konfrensi pers dihadapan para awak berbagai media, Direktur Utama sekaligus owner dari PT DRU Amir Gunawan menyampaikan bahwa kadang-kadang ada kendala alam dalam peluncuran. “Itu biasa ya. Nanti kalau sudah pasang bisa selesai masalahnya. Kondisi kapal juga baik. Kondisi pekerja yang dibawa tadi juga katanya membaik. Kebanyakan karena shock saja,” jelas Amir.
Sebelumnya terjadi insiden saat menunggu acara resmi peluncuran KRI Teluk Bintuni. Pukul 15.10 WIB, tali sling baja yang dipasang mendadak putus yang mengakibatkan kapal khusus pengangkut tank Leopard tersebut meluncur kelaut sebelum acara resmi dilaksanakan.

Danlanal Pantau Terus Kondisi Terkini KRI Teluk Bintuni




Danlanal Pantau Terus Kondisi Terkini KRI Teluk Bintuni
Meluncurnya kapal KRI Teluk Bintuni 520 diluar dugaan karena putusnya tali sling mendapat perhatian khusus dari  Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Kol Laut (P) Suharto. "Semuanya tergantung kondisi besok bagaimana kedepannya yah," katanya saat dihubungi Saibumi.com lewat ponselnya, Jumat 5 September 2014.
 
"Tadi ketinggian air masih 0,7-0,8 meter. Jadi kita tunggu saja ketinggian air sampai 1,2 meter baru bisa proses penarikan kapal untuk sandar di dermaga itu dilanjutkan. Berita acara launching baru akan ditandatangani setelah kapal sudah proses sandar. Formatnya bagaimana itu hasil pembicaraan antara Kemenhan dan petinggi PT DRU. Diharapkan malam ini atau besok pagi pukul 05.00 WIB kapal bisa digerakkan," jelas Suharto.

Saat ditanya soal kapal yang meluncur diluar dugaan, Suharto hanya berkomentar singkat. "Kalau masalah insiden, teknisnya tentu PT DRU lebih tahu. Syukur, ketiga orang tadi tidak ada masalah. Hanya satu yang shock dan sekarang sudah sehat walafiat di Balai Kesehatan Lanal Lampung," jelasnya lagi.

"Kalau ditanya kejadian tadi ada pengaruh kedepan yah kita lihat kondisi besok pagi. Tentu ada pengaruhnya. Harapan kita semoga berhasil dan dapat sesuai rencana. Karena tadi informasi dari Komandan Satgas AL Kol Laut (P) M Setiadiono Rianto dan dari DRU sendiri menyampaikan kondisi kapal hasil penyelaman bagus. Yang menghambat itu karena ada balon udara yang terjepit," tambahnya.
Diakhir wawancara Suharto juga menyebutkan bahwa dia sudah mendapat perintah dari Mabes AL untuk terus memonitor kondisi kapal.

Sumber : Saibumi

0 komentar:

Poskan Komentar

hackerandeducation © 2008 Template by:
SkinCorner