Select Language

Rabu, 10 September 2014

Kemenristek kembangkan pesawat N-219 layani daerah terpencil


Amuntai (MI) : Kementerian Riset dan Teknologi sedang mengembangkan pesawat N-219 khusus melayani rute penerbangan ke daerah-daerah terpencil yang selama ini sukar dicapai melalui penerbangan domestik biasa.

"Ini jenis pesawat kecil yang tidak memerlukan landasan pacu yang panjang sehingga cocok untuk dioperasikan ke daerah-daerah terpencil," Kata Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta di Amuntai, Kalsel, Selasa.

Hal tersebut disampaikan Hatta pada kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Rasyidiyah Halidiyah (Rakha) Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan, untuk memberikan bantuan dan mendorong pengembangan teknologi di salah satu pondok pesantren terbesar di Kalsel tersebut.

Menurut dia, pesawat N-219 sangat potensial untuk dikembangkan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, terutama daerah-daerah yang sulit dijangkau dengan angkutan darat maupun laut.

Melalui moda transportasi udara, diharapkan beberapa daerah terpencil, akan lebih mudah berkembang, sehingga investasi juga akan lebih cepat masuk.

Kemudahan transportasi tersebut, secara otomatis juga akan mendukung percepatan pembangunan di berbagai sektor, baik itu pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lainnya.

Menurut Hatta, prioritas yang dikerjakan kementerian ristek, yakni pengembangan teknologi untuk ketahanan pangan, menciptakan sumber energi alternatif yang bisa terbarukan, teknologi kendaraan berbahan bakar non BBM, teknologi untuk membantu kesehatan dan obat-obatan serta pengembangan elektronik Goverment (e-goverment).

Menurut Hatta, menciptakan teknologi sudah bisa dilakukan para ahli dan peneliti di sejumlah lembaga pengkajian teknologi, namun yang sulit dilakukan adalah merubah paradigma masyarakat terkait penggunaan teknologi.

"Seperti membuat bahan bakar terbarukan, kita bisa memproduksi bio gas, bio etanol untuk mengganti penggunaan BBM, namun paradigma yang sulit dirubah dan perlu waktu" jelasnya.

Para ahli di Indonesia, katanya, sudah mampu memproduksi kapal perang, salah satunya ada diberi nama KRI Banjarmasin.

Menristek meminta pemda dan masyarakat Kabupaten HSU untuk mampu melihat dan mempelajari potensi yang tersimpan dan yang belum tergali dari hamparan rawa yang mendonasi wilayah kabupaten HSU.

"Bisa jadi tersimpan gas metana di lahan rawa sehingga perlu diteliti," imbuhnya.

Sebelumnya, Bupati HSU Drs H Abdul Wahid berharap Kemenristek bisa menjadikan Kabupaten HSU sebagai lokasi penelitian teknologi untuk membantu pembangunan didaerahnya.

"Banyak potensi daerah kami yang belum dikembangkan secara maksimal," kata Wahid.

Sumber :  ANTARA

0 komentar:

Poskan Komentar

hackerandeducation © 2008 Template by:
SkinCorner