Select Language

Selasa, 16 September 2014

From Cepu to Bagansiapiapi : USA

Prajurit U.S. Army menyantap makanan Thanksgiving  di Pos Penjagaan Cherkatah, Khowst, Afghanistan, Nov. 26, 2009.
Prajurit U.S. Army menyantap makanan Thanksgiving di Pos Penjagaan Cherkatah, Khowst, Afghanistan, Nov. 26, 2009.
TNI mengirimkan 15.000 pasukan marinir ke Papua, maka permasalahan pun selesai. Tak ada lagi kegalauan yang ditunjukan oleh USA, dan kecongkakan yang diperlihatkan Australia..! Sepertinya kita telah mampu mengambil kesimpulan dari permasalahan yang sebenarnya sedang terjadi. Paman Sam hanya menginginkan adanya jaminan atas berbagai project multi billion yang telah digelontorkan ke Indonesia. Freeport yang masih cerah dan terus semakin berkilau, adalah harapan masa depan mereka dan kita, yang tak akan pernah bisa terelakan. Tidak heran jika belakangan ini USA terkesan begitu murah dan pemurah dengan memberikan berbagai penawaran yang menggiurkan. Dan tidak dipungkiri, bahwa sejatinya kita pun sedang teramat haus dan menginginkan nafas baru dalam berbagai dimensi kehidupan yang kita miliki, baik yang meliputi aspek sosial, ekonomi, budaya, maupun aspek pertahanan dan keamanan.
Ada potret realita yang bisa menjadi peta perjalanan diplomasi US dengan kita, tersirat dari apa yang telah diperkenankannya untuk menjadi bagian integral kekuatan hulu balang kita. Sebelum masuknya sejumlah pespur F16C/D52ID, US telah mengizinkan para sekutunya untuk menghibahkan berbagai asset militernya pada Indonesia, mulai dari Korea yang telah menghibahkan peralatan tempurnya untuk marinir kita, Brunei dan Singapore yang juga telah turut menghibahkan kapal patrolinya, Australia bahkan secara diam-diam telah menghibahkan begitu banyak asset militernya pada Indonesia, hampir di seluruh matra, bahkan hingga menjangkau ke institusi Polri..! Luar biasa..! Ternyata selalu ada sub strategi yang bermain di sebalik grand strategi yang terlihat oleh mata. Terakhir adalah kisah US yang menawarkan helicopter tempur canggihnya, ditambah dengan berbagai senjata pemusnah lainnya. Pertanyaan kecil yang mengganjal pikiran saya adalah, mengapa US lebih tertarik menawarkan asset perang matra udaranya pada kita? Dan mengapa mereka tidak mengizinkan Apache ditempatkan di Papua dan hanya merekomendasikan Natuna sebagai basecampnya..? Sesuatu yang masih sedikit misterius, namun sedikit demi sedikit masih bisa kita endus..!
pengeboran-minyak-bumi2.jpg
Mereka sedang punya hajatan besar di Cepu, sebuah blok migas terbesar Indonesia saat ini. Dengan menghibahkan F16C/D52ID, maka US akan mendapatkan keuntungan ganda dari penjualan asset tempurnya. Secara financial, jelas hasil penjualan itu sangat bermanfaat membantu perkembangan industri militer mereka di sana. Namun hal yang lebih penting adalah akan adanya peningkatan jaminan keamanan investasi mereka di Cepu. Tapi mengapa mereka masih bernafsu untuk menawarkan asset-asset militer mereka yang lainnya? Jujur, sempat dibuat bingung dan hampir tidak menemukan jawaban. Sampai pada akhirnya, seorang sahabat mengabari tentang adanya penemuan blok migas raksasa oleh PT Chevron Pacific Indonesia di daerah Bagansiapiapi, yang diperkirakan mampu berproduksi hingga di angka 300 ribu barel per hari..! Suatu jumlah yang luar biasa, apalagi jika digabungkan dengan produksi Cepu yang mampu mencapai angka 150 ribu bph, ditambah dengan hasil produksi Pertamina di luar negeri yang diperkirakan jumlahnya akan mampu mencapai angka 100 ribu bph, maka Indonesia hampir dipastikan akan kembali menempati daftar kelompok elit negara-negara produsen minyak terbesar di dunia..!
Jika ini bisa terwujud, maka tidak heran jika US dan negara-negara Eropa saling berebut mencari perhatian bangsa nan cantik jelita ini..! Rafale, Thypoon, F15, F18, F35 akan menjadi mahar yang sesungguhnya akan kehilangan makna dan jatuh harga..! Salute untuk para petinggi negeri ini, yang tidak pernah lelah dengan berbagai cibiran dan cacian, karena ternyata di balik diam dan kesan kelambanan mereka, masih terselip harapan dan secercah impian di masa hadapan..! Kini bisa dimengerti, mengapa Natuna menjadi begitu penting, karena dari sinilah suplai gas terbesar di dunia akan dimuntahkan. Kini bisa dimengerti, mengapa Paman Sam memainkan bidak F16nya, karena mereka tahu, F16 akan ditempatkan di Jawa, tempat dimana project Cepu mereka dibangunkan. Mereka tahu dan mau, F16 juga ditempatkan di Pekanbaru, karena mereka mau, project Bagansiapiapi mereka terlindung dan terjamin keamanannya. Mengapa mereka tidak berminat dengan Kalimantan dan Sulawesi..? Hehehe..! Ooom Rusky dan Papa Bear..! Permisi Oom, Pa, nuwun sewu gih..! Salam hangat bung..! (by: yayan@indocuisine / Kuala Lumpur, 15 August 2014).

0 komentar:

Poskan Komentar

hackerandeducation © 2008 Template by:
SkinCorner