Select Language

Selasa, 09 September 2014

ISIS Terungkap Gunakan Senjata Militer AS

Asal usul senjata ISIS dibeberkan Badan Penelitian Senjata yang berbasis di London.

Liputan6.com, Baghdad - Kelompok militan yang bertekad mendirikan Daulah Islamiyah, Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) terus berusaha melebarkan sayap kekuasaan dengan merebut sejumlah wilayah di Irak dan Suriah.

Dalam melancarkan aksinya, grup yang dikenal dengan nama Islamic State (IS) itu menggunakan sejumlah senjata militer cukup canggih, termasuk yang berasal dari Amerika Serikat.

Hal tersebut diungkapkan Badan Penelitian Senjata yang berbasis di London, berdasarkan senjata-senjata ISIS yang disita militer Irak, baru-baru ini.

Seperti dikutip Liputan6.com dari Al-Arabiya, Selasa (9/9/2014), ISIS diketahui menggunakan alat utama sistem pertahanan (alutsista) buatan Negeri Paman Sam dengan jumlah yang cukup signifikan.

Salah satu senjata AS yang dimiliki ISIS adalah senapan serbu M-16. Senjata ini mulai digunakan Angkatan Darat Amerika Serikat untuk operasi perang hutan di Vietnam Selatan pada 1963 silam. 

ISIS juga memiliki mobil Humvees buatan Amerika yang kerap dipakai untuk melancarkan serangan bom bunuh diri. Kendaraan itu didapat ISIS dari tentara Irak setelah berhasil merebut markas militer negara tersebut.

Selain itu, menurut laporan yang juga dimuat The Guardian, ISIS memiliki roket jenis M-79, senjata asal Kroasia yang diketahui disuplai Arab Saudi untuk pemberontak Suriah. Barang itu diketahui didapat dari pemberontak Suriah yang mereka lumpuhkan.

Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir menempatkan sejumlah pasukannya di Irak untuk membantu negara tersebut dalam menjaga stabilitas negara. AS juga memberikan pelatihan kepada tentara Irak untuk menghadang pemberontak.

Namun kini pemberontakan besar mengancam, yang berasal dari ISIS. Sejumlah kota penting di Irak, termasuk Mosul, dikuasai ISIS. Tapi kini militer Irak bangkit dan berhasil merebut kembali sejumlah kawasan, termasuk Bendungan Haditha di Anbar barat.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan pihaknya siap melancarkan serangan ofensif terhadap ISIS setelah dua wartawan mereka, yakni James Foley dan Steven Sotloff dipenggal.

0 komentar:

Poskan Komentar

hackerandeducation © 2008 Template by:
SkinCorner