Select Language

Senin, 14 Oktober 2013

AS Kerahkan Kapal Perang Untuk Pantau Peluncuran Roket Korut

Ilustrasi
Washington – Setelah Jepang, militer Amerika Serikat (AS) juga mengerahkan kapal perangnya untuk memantau rencana peluncuran roket Korut ‘dari dekat’. Kapal-kapal milik Angkatan Laut AS ini bahkan dilengkapi dengan rudal balistik penghancur roket.
Menurut AS, langkah ini sangat ‘logis’ untuk melacak jalur peluncuran roket Korut. Langkah serupa juga dilakukan militer AS ketika menghadapi peluncuran roket Korut pada April lalu, yang kemudian gagal mencapai orbit.
“Kapal-kapal yang memiliki kemampuan sistem pertahanan rudal balistik, akan disiagakan di posisinya untuk melakukan tugas tersebut,” ujar Komandan Militer AS Wilayah Asia-Pasifik, Laksamana Samuel Locklear seperti dilansir AFP, Jumat (7/12/2012).
Dua kapal penghancur roket, yakni USS Benfold dan USS Fitzgerald, telah dikerahkan ke wilayah perairan dekat dengn Korut. Kedua kapal tersebut dilengkapi dengan sistem pertahanan canggih, yakni rudal balistik Aegis yang mampu menghantam target yang tengah mengudara.
“Kedua kapal tersebut memantau adanya potensi peluncuran rudal oleh Korut dan menjaga keamanan wilayah sekutu regional jika memang peluncuran dilakukan,” ujar seorang pejabat Angkatan Laut AS yang enggan disebut namanya kepada AFP.
Menurut Locklear, pengerahan kapal-kapal AS ini demi memantau lebih dekat gerak-gerik Korut menjelang peluncuran. Otoritas Korut sebelumnya mengungkapkan, peluncuran roket tersebut akan dilakukan antara 10-22 Desember mendatang.
“Jadi kita bisa mengetahui apakah mereka melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB dengan meluncurkan rudal, seperti apa? Untuk apa? Diarahkan ke mana? Siapa yang terancam?” tuturnya. Locklear menambahkan, pihaknya juga melacak setiap bagian yang mungkin terjatuh dari roket tersebut.
Pada Rabu (5/12), kemarin, Korut telah menyelesaikan perakitan 3 bagian roket Unha-3 yang akan diluncurkan ke luar angkasa tersebut. Roket tersebut telah diletakkan pada landasan peluncuran Sohae yang berada di wilayah Cheolsan, Provinsi North Pyongan.
Otoritas Korut melalui kantor berita mereka, Korean Central News Agency (KCNA) sebelumnya menegaskan, roket tersebut akan membawa satelit pemantau bumi ke orbit di luar angkasa.
Namun rencana peluncuran roket Korut ini tetap menuai kecurigaan dan kritikan sejumlah negara. Amerika Serikat dan Korsel meyakini bahwa Korut sebenarnya berencana melakukan uji coba rudal jarak jauh, namun menyamarkannya sebagai peluncuran satelit ke luar angkasa. (int)

0 komentar:

Posting Komentar

hackerandeducation © 2008 Template by:
SkinCorner