Select Language

Jumat, 08 Agustus 2014

Netanyahu : Tidak Menyerang Gaza adalah ‘kesalahan moral’

Netanyahu8814MAHDI-NEWS.COM | – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terang-terangan membela pembantaian berdarah Tel Aviv di Gaza sebagai sesuatu yang ‘proporsional,’ sebaliknya menyalahkan Hamas sebagai penyebab korban sipil.
Selama konferensi pers Rabu (6/8/14), Perdana Menteri Israel menganggap agresi militer rezim Tel Aviv selama sebulan terhadap penduduk Gaza sebagai tindakan yang “proporsional” dan “dibenarkan.”
“Saya pikir itu dibenarkan, saya pikir itu proporsional. Adapun terjadi korban sipil disesalkan, “kata Netanyahu pada konferensi pers di Yerusalem untuk media berita asing.
Pemimpin Israel berpura-pura merasa menyesal tentang kematian warga sipil di wilayah Palestina yang terkepung, mengatakan korban sipil yang tewas akibat “perbuatan Hamas sendiri.”
Dia menambahkan bahwa serangan terhadap sekolah-sekolah PBB tidak hanya tepat, tetapi itu “menjadi kesalahan moral” bila tidak diserang, karena tempat itu [sekolah-sekolah] dijadikan Hamas untuk melancarkan serangan.
“Itu jelas kesalahan. Ini kesalahan moral. Ini kesalahan operasional. Namun … bila tidak serangan itu sama saja menyerahkan kemenangan besar bagi teroris di mana-mana. ‘”
Netanyahu mengklaim bahwa Hamas menggunakan warganya sebagai “perisai manusia,” menambahkan bahwa kelompok perlawanan Palestina menggunakan sekolah dan rumah sakit untuk menyembunyikan para pejuang dan senjatanya.
Perdana menteri Israel keras itu membuat klaim dalam keputusasannya untuk membebaskan Tel Aviv dari kecaman internasional yang keras akibat pembantaian brutal di Jalur Gaza.
Pada hari Kamis, Amnesty International mengatakan Israel telah melakukan “serangan yang disengaja” terhadap rumah sakit dan petugas kesehatan di Gaza, menyerukan penyelidikan agresi Tel Aviv segera.
Laporan yang keluar dari Gaza juga menunjukkan bahwa militer Israel telah menggunakan senjata yang dilarang, termasuk bom fosfor putih, dalam serangan terhadap warga di daerah padat penduduk-.
Sekitar 1.900 warga Palestina, termasuk lebih dari 400 anak-anak, telah tewas dan lebih dari 9.500 lainnya luka-luka sejak militer Israel melancarkan serangan pertama brutal terhadap Jalur Gaza pada tanggal 8 Juli.
Sebuah gencatan senjata kemanusiaan selama tiga hari antara Hamas dan Israel mulai berlaku pada 08:00 waktu setempat (0500 GMT) pada hari Selasa.

Iran Tampilkan Sistem Rudal Baru

Iran-missile-system8814MAHDI-NEWS.COM | – Komandan senior Iran mengatakan Republik Islam akan menampilkan sistim rudal jangkauan panjang dan menengah terbaru dalam beberapa minggu mendatang.
Sistem rudal tersebut akan ditampilkan dalam parade militer pada 22 September, kata Panglima Khatam al-Anbiya Pangkalan Pertahanan Udara Brigadir Jenderal Farzad Esmaili, Rabu (6/8/14)
Parade ini akan diselenggarakan untuk menandai Minggu Pertahanan Suci untuk memperingati keberanian dan pengorbanan tentara Iran dalam berjuang saat perang Irak yang dipaksakan tahun 1980-1988 dan dalam membela negaranya melawan agresi musuh.
Komandan Iran terseut mengatakan bahwa sistem rudal baru tersebut termasuk gabungan antara sistem artileri dan sistem radar, menambahkan bahwa rudal jarak jauh telah dioptimalkan oleh para ahli militer Iran.
Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah membuat langkah besar dalam sektor pertahanan dan mencapai swasembada dalam memproduksi peralatan dan sistem militer yang penting.
Pada tanggal 2 Juni, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) secara resmi memasukan rudal ini ke dalam satuan tugas sistem radar jarak jauh dalam negeri, Ghadir, yang mampu mendeteksi pesawat siluman.
Sistem radar modern itu menggunakan teknologi tiga dimensi (3-D) untuk mendeteksi target udara, termasuk radar-menghindari pesawat, cruise, rudal balistik, dan satelit di orbit rendah.
Teheran telah berulang kali meyakinkan negara-negara lain bahwa kekuatan militernya tidak untuk menimbulkan ancaman bagi negara-negara lain, bersikeras bahwa doktrin pertahanan negara sepenuhnya didasarkan pada pencegahan.

Gencatan Senjata Gaza Berakhir, Pembicaraan di Kairo Gagal

Gaza-Israel8814MAHDI-NEWS.COM | – Tiga hari gencatan senjata antara Israel dan gerakan perlawanan Palestina Hamas berakhir,  sementara pembicaraan tidak langsung kedua belah pihak di Kairo terkait perbatasan baru  Jalur Gaza menemui jalan buntu.
Berakhirnya genjatan senjata pada pukul 0800 (0500 GMT) pada hari Jumat (8/8/14). Seorang pejabat senior Hamas mengatakan kelompok nya tidak akan memperpanjang gencatan senjata karena Israel tidak menanggapi salah satu tuntutan Palestina dalam negosiasi.
Gerakan ini mengatakan meskipun demikian pembicaraan gencatan senjata dengan Israel tetap akan dilanjutkan.
Kurang dari satu jam sebelum berakhirny gencatan senjata, militer Israel mengatakan dua roket Hamas ditembakkan dari Jalur Gaza dan mendarat di Israel selatan namun tidak menimbulkan korban. Hamas mengatakan tidak ada roket yang ditembakan.
Militer Israel kemudian mengatakan roket-roket ditembakkan kembali dari Gaza di menit-menit akhir gencatan senjata. Kelompok Palestina belum mengkonfirmasi hal ini.
Tank-tank Israel telah kembali ke posisi sebelum penyerangan Gaza.
Ribuan warga Palestina melarikan diri dari rumah mereka di timur Kota Gaza pada hari Jumat karena takut serangan Israel kembali dilakukan setelah gencatan senjata berakhir.
Serangan 29 hari serangan militer rezim Israel ke Jalur Gaza, yang dimulai pada tanggal 8 Juli, telah merenggut nyawa hampir 1.900 warga Palestina, termasuk lebih dari 400 anak-anak, dan melukai lebih dari 9.500 lainnya.

Kasau : 32 Pesawat TNI AU Akan Tampil Pada Peringatan HUT RI

Ilustrasi (ist)
Intelijen - Sebanyak 32 pesawat TNI AU akan tampil fly pass pada peringatan HUT RI ke-69 dalam dua formasi besar, terdiri dari flight satu, 10 pesawat T-50 Golden Eagle dan 6 pesawat Hawk 100/200 dan flight kedua 8 pesawat F-16 termasuk 3 pesawat yang baru blok C/D 52ID dan 8 pesawat Sukhoi SU-27/30, sehingga masing-masing flight terdiri dari 16 pesawat.
Demikian dikatakan Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia pada keterangan persnya usai Upacara Peringatan ke-67 Hari Bakti TNI Angkatan Udara, di Ksatrian AAU Yogjakarta, Kamis (7/8).
Terkait dengan datangnya alutsista TNI AU yang baru dan kesiapan penerbangnya Kasau mengatakan, paralel dengan penambahan pesawat sudah disiapkan dan diprogramkan jumlah pesawat serta pelatihnya, sehingga pesawat yang ada akan siap operasional, paling tidak 75 persen harus siap operasi dan 25 persen untuk perawatan.
Kasau mengharapkan, paling tidak 40 penerbang setiap Angkatan Sekolah Penerbang dengan masukan dari Sekolah Penerbang PSDP dan AAU serta lulusan Sekolah Penerbang dari Negara Sahabat di Luar Negeri seperti Amerika.
Pada kesempatan tersebut Kasau juga mewisuda 30 Pati TNI AU yang memasuki purna bakti, yaitu: Marsdya TNI (Purn) Eris Heryanto, S.IP. MA, Marsdya TNI (Purn) Boy Syahril Qamar, SE, Marsda TNI (Purn) Sru Astjarjo Andreas, S.IP, Marsda TNI (Purn) L. Tony Susanto, Marsda TNI (Purn) Bambang Wahyudi, S.IP, Marsda TNI (Purn) M. Barkah, SE, Marsda TNI (Purn) Syahrul Ansory, SE, Marsda TNI (Purn) Sujono, Marsda TNI (Purn) Suparman, St. Mm, Marsda TNI (Purn) Maroef Sjamsoeddin, MBA, Marsda TNI (Purn) Chaerudin Ray, SE, Marsda TNI (Purn) Drs. Sugianto, MM, MBA, Marsda TNI (Purn) Didi Sumardi H, Marsda TNI (Purn) Dr. Ir. Drs. T. Ken Darmastono, MSc, Marsma TNI (Purn) Wahyudin Karnadinata, Marsma TNI (Purn) Parulian Simamora, M.Sc, Marsma TNI (Purn) Sulastri Baso, Marsma TNI (Purn) Yaya Aspiadi, Marsma TNI (Purn) M. Z. Djamhari, M.Sc, Marsma TNI (Purn) Enuh Warsa Wijaya, Marsma TNI (Purn) Asri Yatim, Marsma TNI (Purn) Lambok Lumban Tobing, Marsma TNI (Purn) Suwarso, Marsma TNI (Purn) Yiyit Prayitno, Marsma TNI (Purn) Megawaty, SH, Marsma TNI (Purn) Drs. Herry Hermawan A. Psi, MM, Marsma TNI (Purn) Drs. Deddy M.P.H, M.Psi, Marsma TNI (Purn) Dr. Drs. Suprapto, M.Sc, Marsma TNI (Purn) Tuhu Trimurnianto, SE, dan Marsma TNIi (Purn) Krismaranto, SH. MH.
Sumber: tni.mil

TNI AD Terima Peluncur Roket Baru dari Brasil

Sebuah roket meluncur dari peluncur rudal multilaras RM-70/Grad saat latgab Marinir TNI AL 2013 di pusat latihan tempur, Situbondo
Intelijen - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat menerima alat utama sistem persenjataan baru berupa multiple launcher rocket system atau senjata peluncur roket bernama Astros II. Senjata baru untuk Divisi Artileri Medan tersebut didatangkan dari pabrik Avibras Indústria Aeroespacial, Brasil.
“MLRS Astros II telah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok kemarin (6 Agustus 2014), sekitar pukul 10.00 WIB,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Andika Perkasa lewat pesan pendek kepada Tempo, Kamis, 7 Agustus 2014.
Menurut Andika, Astros II yang tiba kemarin terdiri atas tiga paket, yakni satu baterai peluncur roket, amunisi roket, dan simulator peluncur roket. Ketiga paket tersebut akan segera didistribusikan ke beberapa markas TNI Angkatan Darat sesuai dengan kebutuhan.
Satu baterai peluncur roket, kata dia, akan digunakan untuk Batalyon Artileri Medan 1/Malang, amunisi roket bagi Batalyon Artileri Medan 10/Bogor, dan simulator dikirim ke Pusat Pendidikan Artileri Medan.
Andika mengatakan Astros II tiba di Indonesia lebih cepat daripada rencana semula.TNI AD, kata dia, senang karena Astros bisa dipamerkan dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-69 TNI yang rencananya akan digelar di Markas Komando Armada Laut Timur, Surabaya, Jawa Timur, 5 Oktober mendatang.
Astros II, Andika melanjutkan, merupakan alat utama sistem persenjataan berupa peluncur roket yang memilki mobilitas dan fleksibilitas tinggi. Musababnya, Astros II berbentuk kendaraan tempur sebesar truk yang pada bagian belakangnya menggendong peluncur roket. Rudal Astros bisa ditembakkan dari mana saja.
Kerja sama pembelian Astros II antara pemerintah Indonesia dan Brasil sudah terjalin sejak 2012. Dalam kerja sama tersebut, Kementerian Pertahanan sebagai perwakilan pemerintah meminta perjanjian alih teknologi. Perjanjian tersebut, menurut Andika, meliputi pengadaan simulator Astros II MKS, Ammunition Mobile Acclimated Depot (AV-DMMC), revalidasi roket, dan dukungan teknis pembangunan fasilitas perawatan MLRS Astros.
Sebelumnya, pada April lalu, TNI Angkatan Darat menerima senjata baru berupa 18 pucuk meriam Hyundai howitzer tarik 155 milimeter/L52 Kh-179 dari Korea Selatan. Kaliber 155 mm pada meriam ini adalah kaliber terbesar yang dimiliki TNI AD untuk meriam jenis tarik. Daya tembak meriam ini mampu mencapai jarak 30 kilometer.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat saat itu, Jenderal Budiman, mengatakan pembelian satu unit meriam ini menghabiskan dana sekitar US$ 980 ribu pada saat kurs rupiah 9.000 per dolar Amerika Serikat
Sumber: Tempo

Pindad dan Rheinmetall Denel Munition Rintis Kerja Amunisi Kaliber Khusus dan Kaliber Besar

Satu lagi rintisan kerjasama untuk kebangkitan Industri pertahanan dirintis. Kali ini PT.  Pindad berupaya menjalin kerjasama dengan Rheinmetall Denel Munition (RDM) untuk memproduksi Amunisi Kaliber Khusus dan Kaliber Besar. 

Penandatangan MoU kerjasama ini dilakukan di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis siang. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Dirut PT. Pindad, Sudirman Said dengan CEO RDM, Robert Schulze.

CEO RDM menyatakan, memilih PT. Pindad lantaran sudah memiliki kapabilitas produksi amunisi terutama kaliber kecil. Yang terpenting Pindad memiliki keahlian dasar produksi amunisi. 

"Memang banyak mesin Pindad yang sudah tua, tapi nanti ini akan diperbaiki melalui kerjasama ini", jelas Robert Schulze kepada ARC.

Dalam keterangan pers-nya, Dirut Pindad menyatakan, penandatanganan MoU ini baru tahap awal dari kerjasama. Seusai tandatangan ini, nantinya akan dibentuk gugus tugas untk mendetailkan kerjasama. 

Targetnya, akhir tahun ini sudah disepakati apa saja yang akan dilakukan, termasuk jenis munisi yang akan dibuat. "Amunisi yang akan dibuat mulai 30mm hingga 105mm", tandas Sudirman. 

Lalu pada tahun depan, perusahaan patungan Pindad dan RDM ini diharapkan sudah berdiri. Dalam kerangka kerjasama ini, RDM akan membangun lembaga pelatihan untuk meningkatkan kualitas SDM dari PT.Pindad. 

Selain memproduksi amunisi kaliber besar, Pindad juga akan pusat produksi dan penjualan untuk kawasan asia pasifik. Hal ini tentu merupakan kesempatan baik bagi Pindad untuk menambah keuntungan.

Sumber : ARC

Indonesia harap gencatan senjata bisa efektif

Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa (ANTARA FOTO/Ridhwan Ermalamora Siregar)
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia mengharapkan gencatan senjata antara Israel dengan Hamas selama 72 jam sejak Selasa (5/8) waktu setempat dapat efektif untuk memberikan bantuan kemanusiaan sekaligus ditaati oleh keduabelah pihak.

"Harapan kita gencatan senjata kali ini bisa dipertahankan karena ini bukan pertama kalinya gencatan senjata diumumkan," kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan PM Kepulauan Solomon Gordon Darcy Lilo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.

Marty menambahkan,"Harapan kita gencatan senjata ini bisa semakin langgeng karena menggunakan istilah jeda kemanusiaan."

"Seharusnya kita harus bergerak bukan hanya sifatnya sesaat tapi langgeng yang memerlukan upaya untuk lebih keras lagi dari PBB untuk memaksa suatu perdamaian di sana," katanya.

Sebelumnya, sebagai dikutip dari Reuters, Israel dan Hamas Senin menyepakati usulan Mesir untuk melakukan gencatan senjata di Jalur Gaza selama 72 jam dimulai Selasa pukul 05.00 GMT (atau 12.00 WIB).

Waktu 72 jam itu akan digunakan oleh perwakilan Israel dan Hamas untuk melakukan perundingan dengan kesepakatan jangka panjang di Kairo.

Sejumlah kelompok di Palestina, sebelumnya, termasuk utusan dari Hamas dan Jihad Islam, bertemu dengan kepala badan intelejen Kairo pada Senin untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung selama empat pekan itu.

Beberapa jam kemudian, anggota kabinet bidang keamanan dari pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setuju dengan usulan Mesir.

"Israel telah memberitahu Mesir mengenai persetujuan atas usulan gencatan senjata," kata seorang sumber dalam kantor perdana menteri yang meminta dirahasiakan identitasnya.

Setelahnya, Hamas juga mengumumkan persetujuan atas hal yang sama.

"Hamas memberi tahu Mesir beberapa waktu lalu mengenai persetujuan atas masa tenang selama 72 jam," kata juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri kepada Reuters.

Israel sendiri memulai serangan ke Jalur Gaza yang dikuasai Hamas pada 8 Juli lalu untuk membalas serangan roket.

Akibat serangan udara dan darat itu 1.834 orang tewas, sebagian besar adalah warga sipil. Sementara Israel kehilangan 64 tentara dan tiga warga sipil.

Sejumlah usulan gencatan senjata yang diupayakan sebelumnya menemui kegagalan karena pihak yang berseteru terus menolak syarat yang diajukan musuhnya.

Usulan Mesir yang disepakati juga hanya bersifat sementara dan bertujuan untuk memberi waktu bagi Israel-Hamas untuk berunding selama 72 jam.

Pada Senin (4/8), pihak Palestina mengatakan bahwa Israel telah membom kamp pengungsian di Kota Gaza dan menewaskan anak berusia delapan tahun dan melukai 29 lainnya.

Militer Israel sendiri membantah telah melakukan serangan udara itu pada Senin. Mereka mengaku menghormati gencatan senjata kemanusiaan selama tujuh jam untuk memberi kesempatan pada para relawan menyerahkan bantuannya.
Sumber Antara

Bangun Pabrik di Malang, Pindad Pede Jadi Produsen Amunisi Terbesar di ASEAN

http://images.detik.com/content/2014/08/07/1036/151752_moupindad.jpg
Jakarta -PT Pindad (Persero) membangun pabrik amunisi di Malang (Jawa Timur) dengan menggandeng Rheinmetall Denel Munition (RDM), perusahaan asal Afrika Selatan. Ini akan menggenjot sektor bisnis Pindad di divisi amunisi.

Direktur Utama Pindad Sudirman Said mengatakan, dengan pembangunan pabrik ini perseroan akan memiliki akses untuk masuk ke pasar amunisi dengan skala internasional dimulai dari Asia Tenggara, sehingga Pindad bisa menggenjot bisnis perusahaan di sektor produksi amunisi.

"Di Pindad ada dua lini industri. Pertama persenjataan dan peralatan tempur., kedua industri amunisi. Sampai saat ini divisi amunisi telah menyumbang lebih dari 50% ke profit kami. Jadi memang sebagian besar dari amunisi," papar Sudirman usai penandatangan tersebut di Hotel Shangrilla, Jakarta, Kamis (7/8/2014).

Hingga akhir 2013, Pindad mencatat laba sebesar Rp 97 miliar. Artinya pada periode tersebut, bisnis amunisi telah menyumbang lebih dari Rp 49 miliar terhadap total laba perusahaan.

"Bukan angka yang besar, tapi yang penting itu trennya. Kita lihat trennya ini mengalami kenaikan. Dalam tiga tahun ini rata-rata pertumbuhannya 24% per tahun, itu yang ingin kita tingkatkan. Kami harapkan dengan kerja sama ini, peningkatannya akan lebih agresif bagi perusahaan," sebut dia.

Sudirman optimistis langkah strategis ini dapat menggenjot kinerja perusahaan secara keseluruhan. Karena menurutnya di Asia Tenggara belum banyak industri amunisi. Pabrik ini akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

"Tidak banyak negara di Asia Tenggara yang bisa memproduksi amunisi seperti kita (Pindad). Kerja sama ini akan menjadikan fasilitas produksi amunisi ini sebagai yang tebesar di Asia Tenggara," sebut dia

Terkait dengan pabrik amunisi yang akan dibangun bersama RDM, ia menyebut pembangunan akan dilengkapi dengan area uji coba peledakan.

"Kita sudah ada bangunan, sudah jadi lokasinya di Malang. Selain gedung, ada lahan terbuka juga. Luas total 168 hektar. Ada tempat peledakan percobaan. Jarak dari malang 20 km. Jauh dari pemukiman sehingga cocok untuk tempat pengembangan industri ledakan," terang Sudirman.

Investasi yang sudah digelontorkan untuk bangunan tersebut adalah sekitar Rp 20 miliar. "Bukan angka yang signifikan, karena bangunan saja itu belum apa-apa. Kita masih harus mendatangkan mesin, peralatan dan lain-lain," lanjut dia.

Selain itu, Pindad dan RDM bersepakat untuk membangun akademi atau lembaga pelatihan dalam rangka peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Untuk mengoperasikan gedung ini tentu kita butuh tenaga ahli. Di Malang kita sudah ada 1.000 orang tenaga ahli. Tapi kalau kita mau masuk level berikutnya karena kita ingin menjangkau pasar Asia, berarti kita butuh tenaga ahli lebih banyak lagi. Kita belum tahu berapa, tapi semua sedang kita persiapkan," paparnya.

Ditambahkan Sudirman, dari kerjasama ini nantinya juga akan dibentuk sebuah perusahaan patungan atau joint venture (JV) yang akan menjadi perusahaan pelaksana atas rencana pengembangan industri amunisi ini.

Sudirman mengatakan, sebagai langkah awal realisasi rencana tersebut pihaknya bersama RDM akan melakukan pembicaraan rutin untuk menentukan strategi detil pengembangan usaha atau detail plan.

"Kita harapkan sampai akhir tahun ini sudah ada detail plan-nya. Jadi dalam 3-4 bulan ini kita harapkan sudah didapat perencanaan dasarnya seperti apa," kata Sudirman.

Setelah rencana detil diperoleh, lanjut Sudirman, maka akan langsung dibahas perencanaan teknisnya termasuk pembagian porsi investasi masing-masing pihak atas perusahaan patungan ini.

"Yang saya ingin, secara keahlian kita punya banyak ahli, investasi tergantung kemampuan kita, tapi kalau bisa kita juga taruh uang (investasi finansial). Jadi kita bukan hanya sebagai mitra lokal yang hanya urus perizinan. Tapi true partner, benar-benar sebagai partner yang mengembangkan industri," kata Sudirman.

KOHARMATAU SEMPURNAKAN CONSOLE TMC

Foto: Suharso Rahman


Console Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) seri pertama buatan Koharmatau disempurnakan lagi pada seri kedua, sehingga cara pakainya makin memudahkan operator. Alat penabur garam hujan buatan ini menjadi yang pertama di dunia, sekaligus bukti keunggulan rekayasa teknologi dalam negeri.

Tak perlu jauh-jauh mencari produk ke luar negeri. Serahkan saja kepada instansi di dalam negeri yang mempunyai kemampuan melakukan rekayasa teknologi seperti Divisi Engineering Komando Pemeliharaan Materiil Angkatan Udara (Koharmatau) di Bandung. Bekerja sama dengan Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT), Koharmatau mampu mendesain alat penabur garam hujan buatan yang disebut Console TMC.

Produk Console TMC Seri I berhasil dibuat Koharmatau hanya dalam tempo tiga bulan dan diluncurkan pada Januari 2014. Alat ini berhasil memecahkan persoalan membuat hujan buatan yang dihadapi selama 20 tahun dimana proses penaburan bubuk garam NaCl atau CaCl2 dari pesawat dilakukan dengan metode konvensional “lempar karung” melalui pintu samping pesawat. Akibat-akibat buruk dari proses ini, pesawat mengalami korosi akut karena turbulensi bubuk garam yang disemai berbalik ke dalam kabin.

Cara kedua, kabin pesawat ditutupi dengan kain terpal untuk mencegah menyelipnya bubuk-buku garam berukuran mikron (super fine powder) ke bagian kabin. Garam dituangkan secara manual dari karung yang dirobek melalui corong ke pintu samping pesawat. Hal ini pun ternyata tidak efektif. Bubuk garam masih beterbangan di dalam kabin selain juga dibutuhkan upaya yang keras dengan mengerahkan banyak personel mulai dari proses loading garam ke pesawat hingga pembersihan pesawat setelah itu. Hal ini sangat membutuhkan waktu lama mengingat garam yang diangkut jumlahnya hitungan ton. Hasil evaluasi menyatakan, untuk satu kali proses hujan buatan saja komponen pesawat terancam korosi walau sudah dibersihkan.

Cara ketiga, inilah pemecahan masalah yang terbukti jitu. Koharmatau melalui Divisi Engineering merancang dan membuat Console TMC (cara pembuatan lihat Angkasa edisi Juni 2014: Console TMC Buatan Koharmatau Senjata Pamungkas Hujan Buatan). Console TMC Seri I yang telah dibuat Koharmatau telah terbukti ampuh digunakan selam 250 jam per Juli lalu dan saat ini masih digunakan di Pekanbaru.

Beberapa penyempurnaan
Sukses dengan konsol pertama, Koharmatau tak mau berdiam diri. Proses penyempurnaan dilakukan untuk konsol kedua. “Kebetulan permintaan alatnya ada, dan BPPT mau mencarikan anggarannya. Akhirnya kami buat Console TMC Seri II dalam waktu hanya dua minggu. BPPT dan BNPB memang masih memerlukan tambahan Console TMC untuk melengkapi konsol yang pertama agar proses pencegahan kebakaran hutan bisa dilaksanakan lebih luas,” ujar Komandan Koharmatau Marsda TNI Sumarno.

Awal Juli lalu proses uji statis dan uji dinamis Console TMC II dilaksanakan selama dua hari oleh Koharmatau dan BPPT di Depohar 10 Bandung menggunakan C-130 Hercules nomor A-1321 dari Skadron Udara 31. Uji penyemaian garam dilaksanakan di wilayah udara Cianjur pada ketinggian 10.000 kaki dengan kecepatan 180 knot. (Roni Sontani)

Pindad dan Produsen Senjata Afsel Bikin Pabrik Amunisi di Malang

http://images.detik.com/content/2014/08/07/1036/moupindad.jpg
Jakarta -PT Pindad (Persero) sebagai produsen produk pertahanan plat merah menjalin kerjasama dengan produsen senjata asal Afrika Selatan Rheinmetall Denel Munition (RDM). Kedua perusahaan ini akan membangun fasilitas produksi amunisi ukuran besar di Malang, Jawa Timur.

Direktur Utama Pindad Said Sudirman mengatakan, tahap awal kedua belah pihak akan melakukan perencanaan detil. Kerjasama ini ditandai dengan Memorandum of Understanding (MoU) kedua belah pihak.

"MoU ini sebagai dasar bagi kami berdua untuk melakukan detail plan (perencanaan detil) terkait pengembangan industri amunisi," kata Sudirman usai penandatanganan MoU di Hotel Shangri-La, Jakarta, kamis (7/8/2014).

Penandantanganan MoU ini dilakukan oleh Sudirman Said dan Chief Executive Offixer RDM Nobert Shulze.

Sudirman mengatakan, kerjasama ini akan menjadi babak baru perkembangan industri amunisi tanah air yang sudah dikembangkan Pindad selama ini. Kerjasama ini juga menurutnya berpeluang terus dikembangkan untuk memproduksi berbagai jenis amunisi.

Namun untuk langkah awal, jenis amunisi yang akan dikembangkan adalah khusus yang berukuran besar.

"Rekan kami memiliki pengalaman yang sangat panjang di bidang amunisi jadi mungkin banyak hal yang bisa dikerjakan. Tetapi pertama kami akan kembangkan untuk amunisi ukuran besar," sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nobert mengatakan, pihaknya menggandeng Pindad karena telah melihat rekam jejak Pindad yang dianggap sejalan dengan lini bisnis RDM.

"Selain itu, Indonesia juga kami anggap sebagai kawasan yang paling strategis untuk menjangkau pasar Asia Tenggara," sambungnya.
(zul/hds) 

LOCKHEED MARTIN MENGUMUMKAN INISIATIF INDUSTRI RADAR INDONESIA

-- Pemasok sistem pertahanan internasional ini bekerjasama dengan mitra-mitra lokal untuk membantu Angkatan Udara Indonesia di dalam Modernisasi Radar

JAKARTA, Indonesia, 6 Agustus 2014 (ANTARA/PRNewswire) -- Lockheed Martin (NYSE: LMT) telah meluncurkan inisiatif industri radar Indonesia sebagai bagian dari usaha perusahaan asal AS ini dalam mendukung agenda Indonesia untuk memordenisasikan dan memperluas jangkauan pengawasan udara Republik Indonesia.

Inisiatif ini mencakup transfer teknologi guna membantu pembangunan industri radar Indonesia, serta kerjasama dengan sejumlah universitas lokal guna mengembangkan sumber daya manusia untuk mendukung inisiatif ini. Meningkatkan kemampuan Indonesia untuk membuat beragam komponen radar yang fundamental akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pemasok asing, sekaligus membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia.

Lockheed Martin berkomitmen untuk mendukung Indonesia dan rencana revitalisasi industri pertahanannya," ungkap Robert Laing, Eksekutif Nasional, Lockheed Martin, Indonesia. "Tujuan kami adalah untuk menciptakan sebuah sektor teknologi dan lapangan pekerjaan yang baru demi menjamin industri yang berkesinambungan di Indonesia."

Lockheed Martin telah bekerjasama dengan Institut Teknologi bandung (ITB) untuk membuat kurikulum engineering teknologi radar. Selain itu, terdapat sejumlah program lainnya, ditambah dengan berbagai seminar teknis dan peluang pendidikan yang tengah berlangsung, seperti pelatihan pemimpin masa depan untuk pengembangan teknologi radar. Perusahaan ini juga telah mengintegrasikan kapabilitas manufaktur dengan sejumlah mitra lokal Indonesia, yang telah memulai memproduksi komponen-komponen radar.

Lockheed Martin juga kini tengah bersaing memperebutkan program radar Ground Control Intercept (GCI) Indonesia. Jika perusahaan ini berhasil memenangkan program tersebut, maka akan terbuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi mitra-mitra lokal, yang diperkirakan hingga dua juta jam kerja selama masa aktif radar-radar tersebut. Para mitra lokal akan mampu memproduksi komponen radar senilai hampir 100 juta dolar tiap tahun. 

Pengalaman ekstensif radar pengawasan udara yang dimiliki Lockheed Martin dapat membantu Indonesia menjadmin keamanan dan keselamatan ruang udara baik bagi lalu lintas udara sipil  maupun kedaulatan udara nasional untuk waktu yang sangat lama. Lockheed Martin telah  memproduksi dan mengoperasikan lebih dari 200 radar pengawasan udara di 30 negara. Beroperasi  di seluruh dunia selama 24 jam, radar-radar Lockheed Martin beroperasi sepenuhnya tanpa awak dan sebagian besar telah puluhan tahun di dalam kondisi lingkungan terpencil yang keras. Tidak ada satupun radar-radar tersebut yang pernah mengalami kerusakan, dan bahkan sebagian besar telah beroperasi dengan baik melampui masa garansi 20 tahun. Kehandalan dan umur yang panjang dari radar-radar tersebut adalah hasil dari investasi berkelanjutan Lockheed Martin di dalam teknologi canggih dan komitmen terhadap misi dan kebutuhan para konsumen. 

Berpusat di Bethesda, Maryland, Lockheed Martin adalah perusahaan keamanan dan kedirgantaraan  global yang memiliki sekitar 113.000 karyawan di seluruh dunia dan secara khusus terlibat di dalam riset, desain, pengembangan, manufaktur, integrasi, dan pemeliharaan beragam sistem, produk, dan layanan teknologi canggih. Penjualan bersih korporasi untuk tahun 2013 mencapai 45,4 miliar dolar.

www.lockheedmartin.com

DI BALIK PEMBUATAN R-NAV 1


        
Prosedur R-Nav 1 dibuat oleh putra bangsa.Produk hasilkerja keras beberapa orang pengontrol trafik udara di Bandara Soekarno-Hatta dan pilot Garuda Indonesia.

            Rasa kesal dan marah menjadi pemicu saya untuk membuat prosedur baru, yang alhamdulillah sekarang sudah digunakan sebagai prosedur bagi pesawat yang akan berangkat dan datang dari dan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng. Saya bersyukur, kemarahan itu membuahkan hasil yang luar biasa. Hasil itu bukan saja dirasakan insan dunia penerbangan, seperti Air Traffic Controllers (ATC), pilot, dan maskapai, tapi juga masyarakat pengguna jasa moda transportasi udara di Jakarta dan sekitarnya, tanpa kita sadari bahkan dunia.

Kenapa saya marah dan kemudian bisa membuat Prosedur R-NAV 1? Sebagai warga negara Indonesia, saya merasa sedih dan malu karena ada beberapa maskapai asing yang untuk mengecek seorang penerbangnya menjadi captain pilot dan boleh terbang ke Eropa, harus terbang ke Soekarno-Hatta dulu. Apabila mereka masuk Soekarno-Hatta dengan mulus, mereka bisa menjadi captain pilot atau boleh terbang ke Eropa. Betapa rendahnya kita di mata mereka karena tidak punya prosedur yang bagus. Padahal ATC Soekarno-Hatta adalah barometer ATC-er di Indonesia. Sungguh sangat merendahkan kita sebagai bangsa.  

Begitulah! Saya sebagai anak bangsa merasa tersinggung dan marah. Kemarahan ini memotivasi saya untuk mendesain Prosedur R-NAV 1, prosedur yang pertama kali digunakan di Indonesia, sehingga mereka tidak lagi bisa meremehkan kita.

Proses pembuatan
Kita harus punya suatu prosedur bagus yang memenuhi standar internasional dengan kriteria safety, keteraturan, kepastian, dan nyaman. Setiap dinas malam ketika trafik relatif berkurang, saya gunakan untuk mendesain Standard Arrival(STARR) atau membuat jalur-jalur yang sudah ditentukan, baik dari sisi ketinggian maupun kecepatan, untuk pesawat yang akan datang ke Soekarno-Hatta. Dengan demikian, antar-pesawat tak saling menyusul.

Kenapa saya harus membuat desain STARR atau prosedur kedatangan lebih dulu? Alasannya, Standard Instrument Departure (SID) atau prosedur keberangkatan untuk pesawat yang akan berangkat tidak bisa dibuat tanpa ada STARR. Dalam waktu sekitar satu tahun, setiap pulang dinas, saya buka dan kaji lagi prosedurnya.
Setelah desain rampung, saya membutuhkan flight simulator dan pesawat untuk membuktikan, apakah desain yang saya buat cocok dan bagus digunakan? Soalnya, desain itu pada titik-titik koordinat tertentu meliputi kecepatan dan ketinggian pesawat.

Sebagai ATC-er, saya juga menjadi pengurus organisasi profesi ATC atau IATCA (Indonesia Air Traffic Controllers Association) di tingkat cabang (DPC) Jakarta. Saya manfaatkan keberadaan saya di IATCA untuk berkolaborasi dengan Garuda Indonesia. Untunglah, kolaborasi yang saya ajukan mendapat tanggapan positif, sehingga dibentuklah tim kerja GA-IATCA, yang masih terbentuk sampai sekarang. Tim GA-IATCA terdiri dari beberapa pilot senior Garuda serta beberapa petugas ATC Jakarta yang mewakili sektor Area Control Center (ACC), Approach/Arrival, dan Tower, juga bagian standar dan manajemen Garuda.

Awalnya desain itu dicoba di flight simulator. Hasilnya luar biasa; sangat ramah lingkungan (go-green). Selanjutnya kami mencoba live. Kami berkoordinasi, sewaktu saya atau tim dari ATC dinas malam dan pilot Garuda yang masuk dalam tim terbang malam menuju Soekarno-Hatta, prosedur STARR R-NAV 1 diujicoba. Hasilnya ternyata sama dengan flight simulator; luar biasa! Hal ini membuat tim bersemangat. (Gatot  Prianggodho )  

Kapal Perang Terbesar Inggris HMS Queen Elizabeth

Kapal perang terbesar yang pernah dimiliki Inggris, HMS Queen Elizabeth, berhasil meluncur keluar dari dermaga tempatnya dirakit. Dalam sebuah operasi yang dimulai awal pekan lalu, dry dock di Rosyth dekat Edinburgh, untuk pertama kalinya diisi oleh kapal induk 65.000 ton dan siap diapungkan. Dibutuhkan waktu tiga jam pada 17 Juli 2014 untuk memindahkan dengan hati hati Kapal HMS Queen Elizabeth dari dermaga yang hanya memiliki clearance dua meter di kedua sisi dan kemudian bersandar di dermaga di dekatnya.

Tim sekarang akan mendandani kapal dan terus membangun sistemnya untuk hidup sebagai persiapan uji coba laut pada 2016. Dermaga yang dikosongkan akan digunakan untuk perakitan akhir kapal adiknya, HMS Prince of Wales, yang dimulai pada bulan September 2014.

Peluncuran (larung) HMS Queen Elizabeth dilakukan hanya 13 hari setelah kapal itu diberi nama oleh Yang Mulia Ratu Inggris, dalam upacara yang spektakuler.

HMS Queen Elizabeth dan HMS Prince of Wales sedang disiapkan oleh Aircraft Carrier Alliance, kemitraan yang unik antara Departemen Pertahanan, BAE Systems, Babcock dan Thales.

Hanya dibutuhkan waktu tiga jam pada pagi itu, untuk memindahkan secara hati hati kapal HMS Ratu Elizabeth dari dermaga, dengan hanya dua meter clearance di kedua sisi dan kemudian bersandar di dermaga di dekatnya. Foto: UK MOD, Crown Copyright

Dalam upacara simbolis, kapal induk pengangkut helikopter Inggris menyerahkan tugasnya kepada penggantinya. HMS Ocean (tampak depan) merupakan pengganti dari HMS Illustrious (background). Foto: UK MOD, Crown Copyright

Beberapa hari kemudian di perairan lepas pantai selatan Inggris, HMS Illustrious dan HMS Ocean bertemu (Selasa pagi, 22 Juli) dan tongkat komando yang melindungi kepentingan Inggris diserahkan antara keduanya. HMS Ocean sekarang akan dijadikan sebagai platform pendaratan helikopter Royal Navy. Kedua kapal tampak berdampingan, di pangkalan kapal fregat HMS Lancaster, untuk melakukan upacara serah terima tugas.

HMS Ocean, lebih besar, lebih muda dan lebih mampu membawa banyak helikopter Royal Navy, baru saja kembali operasional setelah direparasi dengan nilai 65 juta poundsterling yang berlangsung 15 bulan. Kapal ini meng-up-grade 60 item padanya fasilitas flightdeck, hanggar dan penerbangan.

Kapal induk ini dirancang untuk mendukung operasi pendaratan amfibi, membawa pasukan ke pusat aksi dengan helikopter atau kapal pendarat. Diluncurkan pada tahun 1995, kapal berbasis 21,500 ton ini adalah kapal perang terbesar Inggris yang operasional hari ini. Kapal menyiapkan enam tempat pendaratan helikopter pada dek penerbangan, dan lebih banyak lagi helikopter dan kapal pendarat di dalam hanggarnya.

HMS Illustrious, Kapal induk Komando dan helikopter Royal Navy, yang telah dirancang beroperasi sampai 900.000 mil dalam operasi di seluruh dunia selama karir 32 tahun, sedang ditarik dari layanan servis dan akan dinonaktifkan pada akhir tahun ini.

Kapal induk pengangkut helikopter Inggris, HMS Illustrious telah menyerahkan tugasnya kepada penggantinya, HMS Ocean (foreground). Foto: UK MOD, Crown Copyright

Kapal ini adalah kapal kedua dari tiga kapal induk Invicible Class Angkatan Laut Inggris, yang dibangun oleh pembuat kapal Swan Hunter di Tyne dan diluncurkan oleh Princess Margaret pada bulan Desember 1978. Dua kapal kakak beadik, HMS Invincible dan HMS Ark Royal dinonaktifkan pada tahun 2005 dan 2011 dan kemudian di-scrap (bongkar-musnahkan) di Turki. Departemen Pertahanan tengah mengundang tender untuk perusahaan swasta, badan amal dan lembaga keuangan untuk mengamankan masa depan HMS Illustrious sebagai kapal induk terakhir dari Royal Navy Invincible class.

Sebuah flypast terdiri Apache, Merlin, Lynx dan helikopter Sea King terbang di atas kapal saat kapal memasuki Pelabuhan Portsmouth dan puluhan keluarga berjajar di dermaga untuk memberi sambutan (cheer) bagi kapal induk veteran ini. (defense-update.com).

3 Pesawat F-16 C/D-52ID TNI AU Tiba Di Tanah Air

Penerbangan “Ferry” tiga pesawat F-16 C/D 52ID dari Anderson AFB Guam ke Lanud Iswahjudi Madiun telah mendarat dengan selamat pada pukul 11.25 WIB Jumat (25/7).  Pesawat-pesawat tinggal landas dari Guam pada pukul 09.07 local time (pkl 06.07 WIB) dengan menempuh waktu  5 jam 16 menit dan melaksanakan empat kali pengisian bahan bakar di udara oleh pesawat Tanker KC-10 dari Yokota AFB Jepang.

Flight F-16 ini terbang pada ketinggian 26.000 kaki didampingi pesawat tanker dan selama dua jam pertama “menyelam” dalam awan sehingga terpaksa mengisi bahan bakar dalam awan. memasuki wilayah udara Indonesia disambut ibu pertiwi dengan cuaca cukup cerah, dimana pengisian bahan bakar terakhir dilaksanakan diatas Pulau Halmahera, selanjutnya pesawat tanker KC-10 ikut sampai jarak 150 km dari Makassar, kemudian balik kanan kembali ke Guam.

Bertindak sebagai leader penerbangan “Viper Flight” ini adalah Col. Howard Purcell dengan pesawat bernomer ekor TS-1625, selanjutnya  Maj. Collin Coatney/ Letkol. Firman Dwi Cahyono dengan pesawat TS-1620 dan terakhir  Ltc. Erick Houston/ Mayor Anjar Legowo menerbangkan pesawat TS-1623.

Penerbangan bersejarah ini disambut oleh dengan pengalungan bunga oleh Panglima Koopsau II Marsdya TNI Abdul Muis yang didampingi Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Donny Ermawan, Kepala Proyek “Peace Bima Sena II” Kolonel Tek Amrullah Asnawi dan para pejabat dari jajaran Kemhan, Mabes AU dan Lanud Iswahjudi.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI IB Putu Dunia dalam menyambut kedatangan pesawat F-16 C/D-52ID mengatakan bahwa Proyek “Peace Bima Sena II” merupakan bagian dari pembangunan kekuatan TNI AU secara bertahap, dan berlanjut sesuai rencana pembangunan Kebutuhan Pokok Minimal.

Kasau menegaskan kehadiran 3 unit pesawat dari total pengadaan   24 unit pesawat F-16 C/D-52ID dan ditambah program upgrade 10 unit pesawat F-16 A/B-15OCU diproyeksikan menjadi kekuatan utama Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Madiun dan Skadron Udara 16 Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru.

Dua Skadron F-16 ini akan menjadi bagian dari strategi penggelaran dan pelibatan dua Komando Operasi Angkatan Udara.  Kedatangan pesawat-pesawat F-16 C/D-52ID ini diharapkan dapat meningkatkan kekuatan dan kemampuan Air Power kita untuk menegakkan kedaulatan serta hukum demi kepentingan nasional, tidak saja di wilayah udara nasional namun juga di luar wilayah ZEE Indonesia. Selain menjadi tulang punggung operasi Pertahanan Udara namun juga sebagai penjamin keunggulan udara komando gabungan TNI dalam penyelenggaraan operasi darat, laut maupun di udara.

Kedatangan burung-burung besi ini sangat melegakan sesudah sempat tertahan selama lima hari di Eielson AFB, Alaska dan sehari di Andersen AFB Guam akibat permasalahan tehnis pada pesawat tanker udara KC-10 dari Travis AFB. Ketiga pesawat F-16 C/D 52ID TNI AU memulai perjalanan panjang meninggalkan Hill AFB Utah pada hari Selasa (15/7) menuju Alaska. Baru pada hari Rabu (22/7) ketiga pesawat ini bisa meninggalkan Eielson AFB menuju Andersen  AFB, Guam yang ditempuh selama 9 jam 46 menit dengan sembilan kali pengisian bahan bakar diudara.

Sesuai rencana maka  mulai awal bulan Agustus 2014 enam orang instruktur penerbang F-16 A/B-15OCU TNI AU akan mulai melanjutkan latihan terbang konversi “differential flying training” F-16 C/D-52ID di Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi Madiun dibawah supervisi tiga instruktur penerbang  dari US Air Force Mobile Training Team.

Selanjutnya sesuai rencana pesawat-pesawat lainnya akan mulai berdatangan dan secara bertahap menjalani modifikasi pemasangan peralatan drag chute (payung rem). Konfigurasi awal pesawat F16C/D 52ID TNI AU memang belum dilengkapi dengan drag chute, sehingga modifikasi akan dilakukan tehnisi TNI AU dengan supervisi personil Lockheed Martin mulai kuartal pertama 2015.

Seluruh pesawat F-16 C/D ini adalah pesawat Block 25 USAF yang  sudah dibongkar total sebelum menjalani upgrading dan refurbished, baik kerangka “airframe” serta modernisasi sistem “avionic” dan persenjataan di Ogden Air Logistics Center Hill AFB, Utah.

Rangka pesawat diganti dan diperkuat, cockpit diperbarui, jaringan kabel dan elektronik baru dipasang, semua system lama di rekondisi atau diganti menjadi baru dan mission computer canggih baru sebagai otak pesawat  ditambahkan agar pesawat lahir kembali dengan kemampuan jauh lebih hebat dan ampuh setara dengan Block 50/52.

Modernisasi dan upgrade avionic  berpusat pada pemasangan Mission Computer MMC- 7000A versi M-5 standar Block 52+  sebagai “otak dan syaraf”  pesawat yang jauh lebih besar dan cepat kemampuannya dari system lama sehingga kemampuan avionic pesawat menjadi setara dengan F-16 block 50/52 Demikian pula kemampuan radar AN/APG-68 ditingkatkan sesuai system baru yang dipasang.

Pemasangan Improved Modem Data Link 16 canggih untuk komunikasi data disamping Embedded GPS/ INS (EGI) block-52  yang menggabungkan fungsi  GPS dan INS untuk penembakan JDAM (Bomb GPS). Ditambah peralatan perang elektronika yaitu Electronic Warfare Management System AN/ALQ-213,  Radar Warning Receiver ALR-69 Class IV serta Countermeasures Dispenser Set ALE-47 untuk melepaskan  Chaffs/ Flares anti radar/ anti rudal.

Pelaksanaan Upgrade mesin pesawat  menjadi tipe   F100-PW-220/E  yang memiliki umur muda kembali, serta lebih awet dan lebih handal dari mesin sebel\]khususnya dengan pemasangan system DEEC (Digital Electronic Engine Computer) Grup 6 serta Augmentor Engine baru yang lebih mudah dirawat dan usia pakainya dua kali lebih lama.

Dalam urusan pertempuran udara  pesawat F-16 C/D 52ID TNI AU ini cukup handal karena selaindketahui sebagai pesawat F-16 paling lincah juga dilengkapi rudal jarak pendek AIM-9 Sidewinder L/M/X dan IRIS-T  (NATO) serta rudal jarak sedang AIM-120 AMRAAM-C untuk penembakan “Beyond Visual Range”.

Untuk menyerang sasaran permukaan pesawat dilengkapi kanon 20 mm, bomb standar MK 81/ 82/ 83/ 84, Laser Guided Bomb Paveway, JDAM (GPS Bomb), Bom anti runway Durandal, rudal AGM-65 Maverick K2, rudal AGM-84 Harpoon (anti kapal), rudal AGM-88 HARM (anti radar),  Improved Data Modem Link 16, Head Up Display layar lebar terbaru yang kompatibel dengan Helmet Mounted Cueing System dan Night Vision Google. Pesawat juga dilengkapi navigation dan targeting pod canggih seperti Sniper/ Litening untuk operasi tempur malam hari serta mampu melaksanakan missi Supression Of Enemy Air Defence (SEAD) untuk menetralisir pertahanan udara musuh.

Armada F-16 C/D 52ID TNI Angkatan Udara ini selanjutnya akan melengkapi Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Madiun dan Skadron Udara 16 Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru. Pesawat yang telah dilengkapi kemampuan sistem avionic barat yang canggih ini dilengkapi senjata udara modern untuk melengkapi keunggulan daya jangkau operasi dan kecepatan yang membuat  pesawat ini sanggup untuk menghadang setiap penerbangan gelap atau menghantam sasaran udara dan darat.

Baik sasaran di luar atau dalam wilayah kedaulatan kita, pada saat siang atau malam hari di segala cuaca. Kelak pengalaman dan pemahaman dari aplikasi penggunaan tehnologi perang udara modern yang didapat dalam pengoperasian F-16 CD 52ID niscaya akan membantu kita untuk memperbaiki perencanaan, pengadaan, pelatihan serta doktrin dan taktik perang udara TNI AU.

Kita berharap pada saat pesawat tempur masa depan IFX (generasi 4.5) sudah siap dioperasikan maka seluruh prosedur, taktik, pengalaman dan ilmu pengetahuan yang didapat dari pengoperasian pesawat F-16 C/D 52ID bisa  kita terapkan untuk menyamai atau  bahkan mengungguli kekuatan udara calon lawan dan pesaing negara kita.  Pesawat-pesawat canggih ini akan  menambah kekuatan  Air Power kita untuk menjaga Keamanan Nasional Indonesia. (tni-au.mil.id)

Rusia Kembangkan Peluncur Rudal Versi Baru

Sistem peluncur rudal Pansir S-1 yang masuk dalam persenjataan berbagai negara, termasuk angkatan bersenjata Rusia sendiri, dalam waktu dekat akan mengalami modifikasi yang signifikan. Menjelang 2017, peluncur ini akan dilengkapi dengan roket hipersonik baru.

Uji coba skala penuh berupa demonstrasi peluncuran sudah dilaksanakan di poligon Ashuluk, Astrakhanskaya Oblast. Hal tersebut diumumkan oleh Direktur Perusahaan NPO Bysokotochniye Kompleksy, Aleksander Denisov.

Selain roket hipersonik, Pansir-SM memiliki kelebihan lain bila dibandingkan dengan Pansir S-1,yakni melumpuhkan serangan obyek di udara yang memiliki kecepatan hingga beberapa ribu meter per detik. Foto: RIA Novosti

Pansir S-1, sistem peluncur rudal jarak dekat-menengah ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari arteleri antipesawat Rusia, meski peluncur ini baru diterima belum lama ini, yaitu pada 2008. Peluncur ini terdiri dari menara seberat 12 ton yang dipasang pada casis mobil atau kendaraan roda rantai. Menara tersebut dilengkapi dengan radar pelacak dan sistem peluncur rudal 57?6-? dengan 12 buah rudal, serta senapan kembar otomatis kaliber 30 mm.

Tugas sistem peluncur ini adalah melindungi obyek berukuran kecil atau sedang dari serangan udara, termasuk perlindungan sistem peluncur rudal lain, S-300 dan S-400. Arteleri anti-pesawat S-300 dan S-400 yang memiliki dua komplek berisi empat rudal ini rawan terhadap serangan udara dan peluru kendali jelajah ketika melakukan perubahan posisi atau saat persiapan peluncuran rudal. Oleh karena itu, Pansir menyertai S-300 atau S-400 dalam menjalankan operasi militer, untuk melindungi mereka dari serangan darat dan udara. Pansir diciptakan untuk beroperasi pada siang maupun malam hari, dan dalam iklim apa pun sepanjang tahun.

Lebih Tepat Sasaran

Modernisasi radikal sistem peluncur rudal jarak dekat sedang dilakukan. Sistem tersebut dinamai Pansir-SM. Peluncur rudal versi baru ini akan dilengkapi persenjataan roket yang muktahir dan jangkauan tembaknya pun bertambah secara signifikan.

Para ilmuwan Rusia sedang mengembangkan roket supersonik selama beberapa dekade terakhir. Sistem peluncur rudal ini kelak akan menggunakan roket supersonik dengan kecepatan maksimum 3-4 kali kecepatan suara. Saat ini pengembangan terbaru diarahkan untuk meningkatkan kecepatan roket menjadi 5-7 kali kecepatan suara.

Roket baru ini mampu mengenai sasaran yang dapat melumpuhkan Pansir S-1. Senjata baru ini dapat menambah jangkauan tembak 20-35 kilometer lebih jauh dari jarak tembak yang sekarang. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Direktur Operasional KB Priborostroeniya Yuri Savenkov.

Savenkov mengatakan persenjataan baru ini tidak hanya akan dipasang pada kendaraan perang keluaran terbaru saja, tetapi juga kendaraan yang ada sekarang. Tidak menutup kemungkinan senjata ini juga akan diekspor. Saat ini, Pansir S-1 sudah memiliki kontrak pembelian dengan beberapa negara Asia Tengah seperti Uni Emirat Arab, Suriah, dan Irak, serta negara Afrika yakni Aljazair dan Maroko. Jumlah ekspor Pansir tersebut mencapai setengah jumlah ekspor keseluruhan NPO Vysokotochniye Kompleksy.

Semakin Canggih

Meski Pansir adalah senjata yang masih tergolong muda, modernisasi sistem peluncur ini terus dilakukan. Selain roket hipersonik, Pansir-SM memiliki kelebihan lain bila dibandingkan dengan Pansir S-1, yakni melumpuhkan serangan obyek di udara yang memiliki kecepatan hingga beberapa ribu meter per detik. Saat ini kemampuan Pansir hanya dapat melumpuhkan sasaran dengan kecepatan gerak maksimum seribu meter per detik, “Perbedaan yang paling mencolok dengan sistem peluncur rudal masa kini adalah kemampuan untuk melumpuhkan rudal-rudal balistik,” kata Denisov.

Pansir SM masih dalam bentuk virtual dalam model 3D, tetapi para pengembang sudah memperkirakan waktu pengiriman Pansir untuk angkatan bersenjata Rusia. Denisov mengumumkan militer Rusia sudah bisa mendapatkan sistem peluncur rudal versi terbaru ini menjelang awal 2017 mendatang.(indonesia.rbth.com)

Selasa, 05 Agustus 2014

Hamas : Perang Gaza Mempersulit Israel

Netanyahu4814MAHDI-NEWS.COM | – Pejabat senior Hamas mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu semakin kesulitan  dan menghadapi krisis perang di Jalur Gaza.
Pada hari Minggu (3/8/14), juru bicara Hamas Fawzi Barhum mengatakan Netanyahu akan berada dalam kesulitan akibat serangan Israel ke Gaza. Dia juga berjanji akan terus melanjutkan perjuangannya melawan rezim Tel Aviv.
Dia menambahkan gerakannya akan terus melanjutkan perlawanan sampai tujuannya tercapai
Juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan bahwa pidato Netanyahu baru-baru ini ditujukan untuk memperbaiki dukungan publik Israel terkait serangan Israel di Jalur Gaza yang terkepung .
Komentar itu muncul tak lama setelah Netanyahu mengatakan Tel Aviv akan melanjutkan operasi militer terhadap wilayah Gaza.
Netanyahu memperingatkan Hamas bahwa gerakannya akan menghadapi konsekuensi yang berat jika terus menembakkan roketnya ke Israel
Perdana menteri Israel juga mengancam akan menghancurka senua terowongan Palestina dengan berbagai cara yang diperlukan.
Sementara Menteri Urusan Militer Israel, Moshe Yaalon membenarkan bahwa Tel Aviv telah mengalami sejumlah kerusakan yang belum pernah terjadi sebelumnya selama empat minggu pertempuran.
Klaim tersebut muncul setelah pasukan Israel sebagiannya mundur dari Jalur Gaza. Sumber-sumber Israel sebelumnya mengumumkan bahwa sejumlah pasukan darat Israel menarik diri dari Gaza.
Militer Israel mengatakan sejauh ini telah kehilangan hampir 64 tentaranya selama perang dengan pejuang Palestina, namun Hamas mengatakan sedikitnya 150 tentara Israel tewas selama 27 hari terakhir. Ini adalah kehilang terberat bagi militer Israel dalam beberapa tahun.
Lebih dari 1.770 warga Palestina sejauh ini meninggal dan lebih dari 9.300 lainnya terluka sejak militer Israel melancarkan serangan pertamanya di Gaza pada tanggal 8 Juli.
hackerandeducation © 2008 Template by:
SkinCorner