Select Language

Senin, 14 April 2014

Prestasi Baru Palestina Di Panggung Dunia

Pemerintah Swiss, Jumat (11/4) mengumumkan bahwa Otorita Palestina telah menandatangani Konvensi Jenewa yang menetapkan peraturan tentang perang dan operasi kemanusiaan di zona konflik.

Kabar itu merupakan prestasi lain bagi rakyat Palestina menyusul kebuntuan perundingan kompromi dengan rezim Zionis Israel dan seiring dengan berlanjutnya resistensi mereka dengan berbagai bentuknya.

Setelah gagalnya perundingan kompromi yang dimediasi oleh Amerika Serikat, Otorita Palestina mengajukan permohonan keanggotaan ke sejumlah konvensi dan lembaga internasional. Permintaan tersebut mendapat sambutan positif masyarakat dunia dan PBB, di mana fenomena itu mengindikasikan peningkatan dukungan dunia terhadap hak-hak bangsa Palestina.

Sekjen PBB Ban Ki-moon juga telah menandatangani dokumen resmi tentang keanggotaan Palestina di 10 konvensi internasional. Sumber-sumber Palestina juga menginformasikan strategi terencana Otorita Palestina untuk bergabung dengan semua konvensi dunia dan piagam internasional.

Dilaporkan pula bahwa Palestina pada tanggal 2 Mei 2014 akan menerima keanggotaan penuh dari 11 piagam internasional dan mulai tanggal 7 Mei, akan menjadi anggota penuh piagam perlindungan anak, dan pada tanggal 2 Juli Palestina akan menjadi anggota penuh piagam yang menentang pembantaian massal.

Rakyat Palestina tampaknya mendesak para pejabat Otorita Ramallah untuk terus meningkatkan status Palestina di PBB setelah berbagai putaran perundingan kompromi dengan Israel tidak mencapai hasil.

Memperhatikan transformasi di wilayah pendudukan dalam beberapa bulan terakhir, dapat disimpulkan bahwa proses peningkatan status Palestina di PBB, yang secara praktis dimulai sejak tahun 2012 masih terus berlanjut. Palestina bertekad untuk mengajukan keanggotaan di berbagai organisasi PBB dan konvensi internasional.

Jelas bahwa peningkatan status Palestina di PBB dari sebuah entitas menjadi negara pengamat non-anggota, termasuk di antara kesuksesan diplomasi rakyat Palestina pada tahun 2012.

Tahun 2012 dapat disebut sebagai tahun memuncaknya protes dunia terhadap arogansi Zionis di wilayah pendudukan. Sepanjang tahun itu, dunia menyaksikan kebangkitan global untuk mendukung rakyat Palestina. Dukungan tersebut juga tak lepas dari peran penting gerakan muqawama bangsa Palestina.

Perjuangan tak henti rakyat Palestina untuk meraih cita-cita mereka telah mengundang perhatian dunia terhadap isu Palestina dan meningkatnya dukungan global terhadap hak-hak bangsa tertindas itu. Oleh karena itu, intifadah rakyat Palestina memainkan peran utama dalam membangkitkan solidaritas dunia untuk mendukung perjuangan mereka dan meningkatkan status negara itu di lembaga-lembaga internasional.

Perkembangan di Palestina dan kegagalan beruntun perundingan kompromi tidak lagi menyisakan keraguan bahwa proses negosiasi dengan Israel hanya sebuah upaya yang sia-sia dan kian menjauhkan rakyat Palestina dari cita-cita suci mereka.

Dalam kondisi seperti itu, rakyat Palestina berharap para pemimpin Otorita Ramallah tidak lagi termakan tipu daya Washington untuk menghidupkan perundingan kompromi dan juga tidak merusak perjuangan bangsa Palestina untuk mewujudkan cita-cita mereka. (IRIB Indonesia/RM)

0 komentar:

Posting Komentar

hackerandeducation © 2008 Template by:
SkinCorner