Marzieh Afkham mengatakan, Republik Islam dengan spirit kooperatif selama ini berperan aktif dalam kerjasama dengan lembaga-lembaga hak asasi manusia internasional dan menjalin dialog dua arah dengan negara-negara dunia demi meningkatkan kondisi HAM di tingkat internasional. Tehran pun senantiasa menghormati berbagai budaya, nilai dan keyakinan bangsa-bangsa dunia yang beraneka ragam.
Kementerian luar negeri Inggris dalam laporan interventifnya mengenai HAM di Iran baru-baru ini mengklaim kondisi hak asasi manusia di Iran mengkhawatirkan. Laporan yang relatif panjang tersebut menyinggung berbagai masalah seperti kebebasan berpendapat, pemilu, pelaksanaan hukuman mati, kondisi minoritas dan kebebasan beragama di Iran. Laporan tendensius Inggris mengenai hak asasi manusia di Iran tersebut mengemuka di saat Uni Eropa beberapa hari sebelumnya mengeluarkan resolusi sepihak mengenai penegakkan HAM di Iran.
Para analis politik menilai dua hal tersebut bukan kebetulan, tapi sebuah skenario yang telah dirancang sangat matang oleh negara-negara Barat untuk menyudutkan Iran di kancah internasional.Setelah gagal mengucilkan Iran di sektor nuklir di arena global, negara-negara Barat menggunakan isu hak asasi manusia untuk mewujudkan ambisi destruktifnya terhadap Republik Islam.
Inggris bersama AS dan sejumlah negara Eropa meningkatkan tekanan terhadap Tehran dengan menggunakan senjata baru bernama hak asasi manusia. Pada saat yang sama terjadi berbagai pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan secara sistematik di negara-negara Barat sendiri.
Sweeping masjid dan rumah warga Muslim, penangkapan dan pelecehan serta penyiksaan terhadap mereka, pengrusakan makam dan pemeriksaan Muslim di tempat-tempat umum, penistaan terhadap kesucian umat Islam di negara-negara Eropa, menghalangi acara keagamaan umat Islam dan penahanan Muslim merupakan deretan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di negara-negara Barat.
Inggris, sebagai negara yang lebih sibuk mengurusi kondisi hak asasi manusia negara lain, ternyata memiliki catatan pelanggaran HAM yang serius. The Independent dalam laporannya berjudul "Sejarah HAM Terburuk di Uni Eropa" mengungkapkan puluhan kasus pelanggaran hak asasi manusia, termasuk pelanggaran terhadap hak anak dan tidak adanya pengadilan yang adil.
Harian terkemuka Inggris itu menjelaskan sejumlah pelanggaran hak asasi manusia di Inggris seperti, rendahnya perhatian terhadap hak-hak terdakwa di pengadilan, pelanggaran terhadap hak minoritas, penangkapan tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan.Selain itu, pemerintah Inggris juga melakukan sejumlah pelanggaran hak asasi menusia secara sistematis seperti penyadapan terhadap warganya sendiri, diskriminasi terhadap kulit hitam, dan sejumlah pelanggaran HAM lainnya.(IRIB Indonesia/PH)
0 komentar:
Posting Komentar