Select Language

Kamis, 26 Juni 2014

Kapal Perang China Sambangi Kota Buaya

http://www.tni.mil.id/mod/news/images/normal/29f1d39e520bfdbb9e4b6a11bd226f9e.jpg

Surabaya : Kapal perang latih Angkatan Laut China Zhenghe-81 dan kapal Frigate Weifang-550 mengunjungi Kota Buaya Surabaya. Kedatangan kapal perang yang membawa Kadet ini diterima langsung oleh Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) V Surabaya Laksamana Pertama TNI Sumadi, S.Sos, di dermaga Jamrut Utara, Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (3/6).

Seperti biasanya, setiap kapal perang yang datang akan disambut oleh Tim Deputasi Perwira, Bintara, dan Tamtama serta tidak ketinggalan satu unit Korsik dari Satsik Lantamal V. Selain itu, kedatangan kapal perang yang sudah beberapa kali singgah di Surabaya ini juga disambut oleh Dubes dan Athan China serta Warga Kota Surabaya keturunan China.

Kedatangan kapal perang latih ini disambut juga oleh tarian Ngremo, Barongsai, dan Reog Ponorogo. Yang menarik pada saat penyambutan, Laksamana Muda Han Xiaohu yang on boat di kapal Zhenghe-81 setelah menerima pengalungan bunga oleh Cak dan Ning Surabaya berkenan naik di kepala Macan saat tarian Reog disuguhkan. Hal ini tentunya membuat para Warga Kota Surabaya keturunan China tepuk tangan, karena menyaksikan suatu hal yang jarang sekali mereka lihat.

Selama bersandar di Kota Surabaya, ada beberapa agenda yang akan dilaksanakan seperti: CC ke Pangarmatim, CC ke Gubernur Jawa Timur, CC ke Danlantamal V, CC ke Komandan Kobangdikal, CC ke Gubernur AAL, pertukaran Kadet, Jamuan Makan, Latihan Band dan Kesenian, Diskusi, Open Ship dan lain-lain.
Kapal perang latih Angkatan Laut China tersebut rencananya akan berada di Kota Surabaya sampai dengan tanggal 7 Juni 2014.

Sumber : TNI 

PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari Bangun 2 kapal perang Pesanan TNI AL

http://us.images.detik.com/content/2014/06/03/1036/dahlan1.jpg

Jakarta : PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (DKB) mendapat pesanan 2 kapal perang dari TNI Angkatan Laut (AL). Menteri BUMN Dahlan Iskan memastikan, kapal perang yang dipesan selesai tepat waktu.

Adapun 2 kapal perang yang dipesan adalah tipe Bantu Cair Minyak dan Landing Ship Tank.

"Target saya tetapkan tadi. Saat rapat di atas kapal tanggal 9, bulan 9, jam 9. Kapal bisa diberangkatkan ke Surabaya karena nanti home based di pangkalan Surabaya. Kapal satu kurang lebih problem sama. Dua kapal ini, tangga 9, bulan 9, jam 9 bisa berangkat ke Surabaya. AL di Surabaya bisa mencoba untuk latihan sebelum 5 Oktober," kata Dahlan di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (3/6/2014).

Penegasan ini muncul karena Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) menyebutkan, 2 unit kapal perang pesanan TNI AL kemungkinan tidak bisa selesai tepat waktu atau sebelum HUT TNI 5 Oktober 2014.

Hasil pertemuan Dahlan dengan manajemen DKB menyebutkan, persoalan muncul karena dana talangan untuk membeli peralatan kapal perang belum turun. Dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terlambat turun, sehingga proses pemasangan peralatan yang didatangkan dari luar negeri kemungkinan terlambat.

Pembangunan fisik kapal saat ini telah rampung, tinggal memasang peralatan elektronik. Untuk menyelesaikan hal tersebut, Dahlan telah menugaskan bank BUMN melakukan talangan, sehingga DKB bisa melakukan pembayaran peralatan dari luar negeri.

"Itu sudah dicoba diluncurkan ke laut, kemudian sekarang dimasukkan ke Dok untuk dipasangi alat kelengkapannya. Namun beberapa alat kelengkapan belum tiba, misal alat komunikasi. Alat itu sudah siap sebagian ada di Korea, Jerman, dan Belanda. Nah itu tinggal tunggu pembayaran," terangnya.

Pasca peninjauan tadi, dipastikan paling lambat pukul 09.00 WIB tanggal 9 September 2014, kapal bisa dikirim ke maskas TNI AL di Surabaya, Jawa Timur.

Dahlan mengaku bangga kepada BUMN Indonesia karena memiliki kemampuan membuat kapal perang canggih.

"Saya bangga, dalam negeri bisa buat kapal dengan fungsi seperti itu. Tadi satgas dari TNI AL yang ditugaskan surpervisi kapal ini. Mengaku sangat bangga tenaga ahli di dalam pembuatan kapal untuk kepentingan TNI AL," paparnya.

Sumber : Detik

PT PAL : Realisasi Kapal Perang Filipina Tunggu Desain


Surabaya : PT PAL Indonesia meyakini segera merealisasikan dua unit kapal perang jenis "Landing Platform Deck/LPD" pesanan Pemerintah Filipina karena proses pembangunannya saat ini memasuki tahap perencanaan desain.

"Oleh sebab itu, kami masih menunggu permintaan desain dari Pemerintah Filipina. Apakah rancangannya beda ataukah sama dengan LPD milik TNI AL," kata Kepala Humas PT PAL Indonesia, Bayu Wicaksono, dihubungi di Surabaya, Minggu.

Ia menyatakan, kapal perang "LPD" yang dibeli Filipina adalah jenis "Strategic Sealife Vessel/SSV". Kapal tersebut mempunyai ukuran panjang 122 meter.

"Secara ukuran, memang lebih panjang kapal LPD milik Indonesia yakni mencapai 125 meter," ujarnya.

Sementara itu, jelas dia, pemesanan kapal perang tersebut dilakukan melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) kepada PT PAL Indonesia. Untuk penandatanganannya sudah dilakukan pada bulan Maret lalu.

"Keputusan Pemerintah Filipina dilatarbelakangi keberhasilan kami membangun kapal perang jenis LPD dan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter pesanan dari Kemenhan," katanya.

Kini, tambah dia, pihaknya juga sedang melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Filipina. Hal itu bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menjadi kebutuhan mereka.

Sumber : ANTARA

Militan Sunni Irak Kuasai Perbatasan

Militan Sunni mengatakan telah menguasai perbatasan penting antara dua kota disepanjang Sungai Efrat dalam pertempuran di Irak. 

Pejabat mengungkapkan militan menguasai perbatasan dengan Suriah, di kota Qaim, telah menewaskan 30 orang tentara dalam pertempuran yang terjadi sehari penuh.

Pemberontak juga mengatakan mereka menguasai kota Rawa dan Aneh.

Penguasaan daerah perbatasan Qaim di bagian barat Irak, dapat mempermudah jalur transportasi senjata dan peralatan tempur ke wilayah peperangan bagi militan Isis, seperti disampaikan analis. 

Ektrimis Sunni telah menguasai wilayah yang cukup luas di perbatasan Irak dalam beberapa hari terakhir.

Mereka mengklaim telah menguasai kilang minyak terbesar di Baiji, Irak, dan juga telah mengambil alih pabril senjata kimia yang tidak terpakai, yang berjarak sekitar 70km dari Baghdad.

Pasa Sabtu (21/06), pemerintah kembali membantah militan telah menguasai sebagian akses ke kilang minyak Baiji, tetapi mengungkapkan tentara menghadapi "serangan" dari kelompok bersenjata. 

Barisan Tank Scorpion pemukul andalan Kostrad


Situbondo : Barisan Tank Scorpion dan Stormer Kostrad saat disiapkan dalam larihan gabungan (Latgab) TNI 2014 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Senin (2/6)   
Tank Scorpion ini dioperasikan oleh Batalion Kavaleri (Yonkav) 1 Cijantung dan Tonkav 8 Pasuruan.

Barisan tank ini ditampilkan oleh anggota dalam Latgab TNI 2014 di Situbondo.

Sejumlah anggota Kostrad mempersiapkan Tank Scorpion dan Stormer untuk digunakan dalam latihan gabungan (Latgab) TNI 2014 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Senin (2/6).

Anggota Kostrad mempersiapkan perlengkapan Tank Scorpion dan Stormer untuk digunakan dalam latihan gabungan (Latgab) TNI 2014 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Senin (2/6).
Sejumlah anggota Kostrad mempersiapkan Tank Scorpion dan Stormer untuk digunakan dalam latihan gabungan (Latgab) TNI 2014 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Senin (2/6).

Anggota Kostrad mempersiapkan perlengkapan Tank Scorpion dan Stormer untuk digunakan dalam latihan gabungan (Latgab) TNI 2014 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Senin (2/6).

Sumber: Merdeka

Aksi Marinir dengan Tank BMP3F saat Latgab TNI di Situbondo

Barisan Tank BMP3F milik Marinir TNI AL yang akan diturunkan saat Latgab TNI 2014 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Senin (2/6).






Aksi Tank BMP3F milik Marinir TNI AL saat Latgab TNI 2014 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, Senin (2/6).
Sumber: Merdeka

Manuver helikopter Bell 412 di Latgab TNI

Helikopter Bell 412 ini merupakan salah satu alutsista  yang dikerahkan dalam latihan gabungan Latgab TNI di Situbondo.
Helikopter Bell 412 milik Puspenerbad TNI AD, melakukan mobilisasi udara (mobud) di Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Marinir, Asembagus, Situbondo, Jatim, Senin (2/6).

Situbondo : Helikopter Bell 412 ini merupakan salah satu alutsista yang dikerahkan dalam latihan gabungan Latgab TNI di Situbondo.

Sejumlah helikopter Bell 412 milik Puspenerbad TNI AD melakukan mobilisasi udara (mobud) di Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Marinir, Asembagus, Situbondo, Jatim, Senin (2/6). Helikopter tersebut merupakan salah satu alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dikerahkan TNI dalam Latgab.
Sejumlah helikopter Bell 412 milik Puspenerbad TNI AD, melakukan mobilisasi udara (mobud) di Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Marinir, Asembagus, Situbondo, Jatim, Senin (2/6).


Helikopter Bell 412 milik Puspenerbad TNI AD, melakukan mobilisasi udara (mobud) di Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Marinir, Asembagus, Situbondo, Jatim, Senin (2/6).
Sumber: Merdeka

Pertempuran di Samudra Hindia, Kogaslagab Tenggelamkan Kapal Perang Musuh


Dalam rangka mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Komando Tugas Laut Gabungan (Kogaslagab) Latgab TNI 2014, melaksanakan manuver tempur untuk menguji kemampuan kesatuan tugas operasi dalam suatu Operasi Tempur Laut Gabungan tahun 2014, di Samudera Hindia, Selasa (03/06).

Operasi Tempur Laut Gabungan diskenariokan terjadi pertempuran laut yang berkobar antara unsur-unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang tergabung dalam Komando Tugas Laut Gabungan (Kogaslagab) dengan beberapa kapal perang dan kapal selam musuh di Samudera Hindia. Pertempuran laut ini dipimpin Panglima Komando Tugas Laut Gabungan (Pangkogaslagab) Latgab TNI  Laksamana Pertama TNI Aan Kurnia, S.Sos, yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Gugus Tempur Laut Komando Armada RI Kawasan Timur (Dan Guspurlatim).

Aksi pertempuran laut berlangsung sengit tatkala dua kekuatan laut bertemu dan saling berhadapan.  Sekitar 23 KRI yang terlibat dalam formasi Kogaslagab menembakkan berbagai senjata, mulai dari peluru kendali (Rudal) anti kapal permukaan, roket anti serangan udara, meriam artileri, meriam Penangkis Serangan Udara (PSU) bom laut, roket multilaras Anti Kapal Selam (AKS) Bombovaja Ustanovka (RBU)-600, Anti Submarine Rocket (ASROC) dan bom laut. Dalam skenario latihan, Kapal Perang RI berhasil menenggelamkan kapal musuh.

Sebagai sasaran tembak senjata artileri unsur Kogaslagab disimulasikan sebuah (Killer Tomato) yang terapung di laut. Sedangkan untuk menghadapi ancaman kapal selam musuh juga disimulasikan peperangan Anti Kapal Selam (AKS) melalui penembakan roket RBU-600, Anti Submarine Rocket (ASROC) dan bom laut oleh unsur Kogaslagab yang memilki kemampuan AKS.

Dalam aksi pertempuran laut ini, juga dilaksanakan Pertahanan Udara (Hanud) serta Serangan Udara Langsung (SUL) oleh pesawat Sukhoi dan F-16 TNI AU. Manuver pesawat tempur disimulasikan melindungi formasi laut Kogaslagab, serta Kogasgabfib dari serangan udara dan kapal perang musuh.

Sebuah sasaran tembak di laut (Killer Tomato) berhasil dihancurkan dan tenggelam oleh serangan bom dari pesawat F-16 TNI AU. Pengerahan dan penggelaran seluruh Alat Utama (Alut) dan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang dimiliki TNI, sebagai cerminan kemampuan TNI saat ini.

Opersi laut gabungan antara kekuatan unsur kapal perang TNI AL dan peaswat tempur TNI AU dalam kampanye militer Latgab TNI 2014, merupakan salah satu bentuk keberhasilan dalam tugas. Hal ini diperoleh melalui beberapa proses pentahapan mulai tahap pembuatan konsep operasi gabungan, koordinasi, dan komunikasi intensif antar matra.

Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi dan merespon perubahan lingkungan strategis yang sangat cepat khususnya di kawasan, perlu dilaksanakan kampanye militer dan operasi yang dipersiapkan,  dalam rangka melaksanakan fungsi penangkalan dan penindakan terhadap invasi dari luar.

Operasi Tempur Laut Gabungan disaksikan langsung oleh Menhan RI Prof Dr. Ir. Purnomo Yusgiantoro, MA, MSc, PhD, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kasal Laksamana TNI Dr. Marsetio, Kasad Jenderal TNI Budiman, Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, Pangarmatim Laksamana Muda TNI Sri Mohamad Darojatim, para anggota Komisi I DPR RI, yangonboard KRI Makassar-590.

(Kadispenarmatim Letkol Laut (KH) Abdul Kadir|http://koarmatim.tnial.mil.id)

Bekas Kapal Perang Sasaran Tembak Latgab TNI


Surabaya - Bekas kapal perang RI buatan Jerman, yakni KRI Karang Banteng-983 akan menjadi sasaran tembak Rudal Exocet TNI AL pada Latihan Gabungan TNI yang puncaknya akan dilaksanakan di Laut Jawa dan Pusat Latihan Tempur Marinir Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, pada 4 Juni 2014.
Bekas KRI Karang Banteng yang sebelumnya berada di Satuan Kapal Bantu Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) dan kini sudah tidak bermesin lagi itu ditarik menggunakan kapal tandu dari Dermaga Koarmatim, Surabaya, Minggu menuju sasaran penembakan di perairan Laut Jawa.

"Selain menggunakan Rudal Exocet, bekas kapal perang itu juga akan ditembak menggunakan senjata C-802 serta RBU," kata Kadispen Koarmatim Letkol Laut (KH) Abdul Kadir.

Ia menjelaskan bahwa KRI Karang Banteng telah mengakhiri pengabdiannya ditandai dengan penurunan ular-ular (bendera warna-warni kapal perang) di atas geladak kapal tersebut saat bersandar di Dermaga Koarmatim, Surabaya, Rabu (28/5) dengan inspektur upacara Kepala Staf Koarmatim Laksamana Pertama TNI Siwi Sukma Aji.

Sebelum bergabung dengan TNI AL, kapal tersebut adalah kapal fery cepat KM Serayu yang dibuat di galangan kapal Laurzen Jerman pada tahun 1998 dan dioperasikan oleh PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP).

"Pada 15 September 2005, Departemen Perhubungan RI menghibahkan KM Serayu kepada TNI AL melalui Departemen Pertahanan RI, untuk selanjutnya tanggal 7 April 2006 diresmikan menjadi KRI Karang Banteng-983 dengan tugas mendukung pergerakan pasukan dan operasi bakti," kata Kadispen.

Menurut dia, selama ini, keberadaaan KRI Karang Banteng-983 telah banyak memberikan andil terhadap keberhasilan pelaksanaan tugas TNI AL. Namun berdasarkan pertimbangan strategis, teknis, dan ekonomis, KRI itu dirasakan sudah tidak layak lagi untuk mengemban tugas yang dibebankan terhadapnya.

Dalam Latgab TNI yang dipimpin Dirlat Letjen TNI Lodewijk F Paulus ini, kekuatan laut dan udara melakukan manuver pertempuran laut bersama. Sebagai persiapan, telah dilaksanakan langkah-langkah koordinasi yang intensif agar tugas yang diemban masing-masing unsur, baik unsur laut dan udara dapat terlaksana dengan baik dan maksimal, katanya. (*)
 Sumber: Antara

Hiruk pikuk persiapan tempur Latgab TNI 2014 di Asembagus

Hiruk pikuk persiapan tempur Latgab TNI 2014 di Asembagus

Situbondo : Pusat Latihan Tempur Marinir TNI AL di Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, hiruk pikuk oleh persiapan ribuan pasukan TNI. Menjelang puncak latihan tanggal 4 Juni 2014, seluruh satuan menggelar latihan akhir.

Kawasan Asembagus dinilai ideal untuk menggelar latihan gabungan yang melibatkan TNI AD, TNI AL dan TNI AU. Di tempat ini, pasukan darat dapat menggelar simulasi tempur yang melibatkan infanteri, kavaleri dan artileri sekaligus. Termasuk latihan operasi mobilisasi udara secara lengkap.

Sementara TNI AL dapat menggelar simulasi penembakan bantuan dari kapal perang serta operasi pendaratan amfibi. TNI AU pun leluasa menggelar bantuan tembakan udara dari jet-jet tempur mereka. Medan latihan Asembagus terletak di dataran rendah dengan kontur berbukit-bukit. Cocok untuk menggelar latihan militer dalam skala besar.

Yang cukup merepotkan adalah debu yang mengganggu penglihatan dan membuat sesak.

"Kalau iring-iringan tank melaju semua, jarak pandang cuma 5 meter. Debunya tebal sekali. Kita harus ekstra hati-hati," kata seorang pengemudi tank.

Reporter merdeka com Ramadhian Fadillah dan Fotografer M Luthi Rahman melaporkan dari kawasan latihan. Senin (2/6), tampak pasukan Yonkav 1 dan Yonkav 8 memeriksa Tank Scorpion yang akan berlaga besok.

Yonkav 203 memantapkan latihan dengan Panser 6X6 Anoa dan melatih pertempuran jarak dekat. Hadir juga pasukan infanteri Yonif 305/Tengkorak. BNP3F milik Marinir melakukan latihan ringan. Tank amfibi buatan Rusia ini baru memperkuat Marinir tahun lalu.

Sejumlah meriam dan peluncur roket milik Marinir dan Kostrad TNI AD juga tampak di Puslatpur. Mereka akan menghujani area target saat hari H tanggal 4 Juni 2014. Di langit Situbondo, belasan helikoper milik Penerbad memantapkan latihan untuk mobilisasi udara.

Latihan ini memang dibuat semirip mungkin dengan kondisi asli. Tujuannya jelas, menguji dan melatih pasukan jika menghadapi ancaman peperangan sebenarnya.

"Latgab TNI yang dilaksanakan di Asembagus ini untuk menguji doktrin TNI, yakni kampanye militer. Kita juga ingin melihat kemampuan prajurit dalam melaksanakan operasi gabungan dengan tiga matra," kata Dirlatgab Letjen TNI Lodewijk F Paulus.

Latgab TNI 2014 melibatkan 15.108 dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU Latihan ini dilaksanakan mulai tanggal 1 Juni hingga 5 Juni 2014 pada perairan di Jawa Timur dan Bali, yang puncaknya akan dilaksanakan di Asembagus, Situbondo, 4 Juni 2014.

Sejumlah persenjataan tempur TNI juga dikerahkan dalam Latgab kali ini, yakni TNI AD mengerahkan Tank Stormer APC, Tank Scorpion. TNI AU melibatkan Pesawat Sukhoi, F-16, F-5 dan T-50. Sementara itu, TNI AL melibatkan Kapal Perang Jenis Perusak Kawal Rudal (PKR), Kapal Cepat Rudal (KCR), Kapal Cepat Torpedo (KCT) dan Kendaraan Tempur Marinir BMP3F, RM 70 Grad.

Sumber : Merdeka

Lanud Militer Juanda Jadi Sentral Transit Pesawat Tempur Latihan Gabungan


 Surabaya : TNI akan melibatkan sebagian besar alutsistanya dalam latihan gabungan di kawasan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur. Untuk matra angkatan udara, sentra perlintasan dan transit pesawat akan ditempatkan di Lanud Militer Juanda.

"Pesawat-pesawat landing di sini sebelum ke Asembagus, termasuk pesawat VIP juga akan landing di sini," kata Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Militer Juanda, Kolonel (Pnb) Mujianto, di Lanud Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Senin (2/6/2014).

Mujianto mengatakan, saat ini masih ada 10 pesawat tempur jenis T50 yang masih terparkir di Lanud Militer Juanda. Pesawat buatan Korea ini akan diberangkatkan ke medan perang di Asembagus pada Rabu 4 Juni subuh.

"Nanti pesawat ini yang akan mengamankan pendaratan tank amfibi, satpur dan masuk dalam composite strike," katanya.


10 Unit pesawat ini memiliki 2 eksterior berbeda. 6 Unit dicat dengan warna kombinasi biru dan putih sementara 4 unit dicat warna abu-abu. Pesawat fighter yang dilengkapi drop tank tersebut tiba di Indonesia pada awal tahun ini.

"Besok pesawat ini akan bawa bom saat latihan di Asembagus," ucap Mujianto.

Selain T50, berbagai pesawat yang landing di Lanud Militer Juanda antara lain pesawat tempur hawk 10 unit, F5 4 unit, Sukhoi 8 unit dan F16 sebanyak 1 skuadron.

"Kemarin ada 28 pesawat yang landing di sini," tuturnya.

Pesawat-pesawat tempur yang didatangkan dari Lanud Militer Iswahjudi, Madiun juga tengah bersiap menuju Lanud Militer Juanda. Pesawat-pesawat tersebut membawa senjata yang akan digunakan untuk latihan tempur.

"Hercules dan Casa sudah take off dari Lanud Iswahjudi menuju ke sini," kata Mujianto.

Sumber : Detik

Marinir Libatkan Kekuatan Tempurnya Dalam Gladi Lapangan Latgab TNI


Situbondo : Sejumlah kekuatan tempur Korps Marinir dilibatkan dalam gladi Latihan Lapangan di Pusat Latihan Tempur Marinir di Banongan dan Karang Tekok serta Baluran, Situbondo, Jawa Timur dan sekitarnya, Minggu (01/06/2014). 

Gladi lapangan yang digelar menjelang pelaksanaan Latgab TNI 2014 pada Rabu mendatang, bertujuan untuk menguji taktik dan tehnik di lapangan segala sesuatu yang sudah direncanakan dalam Tahap Gladi Posko yang sudah terlaksana sebelumnya, juga sebagai ajang uji coba terakhir kesenjataan dan material tempur TNI serta pasukan yang terlibat pada saat pelaksanaan.


Dalam gladi tersebut Korps Marinir mengerahkan pasukan infanteri yang didukung sejumlah peralatan tempurnya seperti Roket Multi Laras RM-70 Grad, Howitzer 105 mm, Tank BMP-3F, Tank PT-76 dan Ranratfib BTR-50P.Kekuatan Korps Marinir ini terintegrasi dengan kekuatan peserta Latgab lainnya seperti TNI AD yang mengeluarkan helikopter tempur, tank serta artileri medan dan TNI AU yang mengerahkan jet-jet tempur dan helikopternya.

Kegiatan gladi ini disaksikan langsung oleh Dirlatgab TNI 2014 Letjen TNI Lodewijk F. Paulus dari ketinggian T-12 yang terletak di kawasan Baluran. Selama ini Ketinggian T-12 yang masuk wilayah Puslatpur Marinir Baluran dijadikan sarana untuk memantau kegiatan latihan.

Sumber : MARINIR

2020 Perang Beralih di Asia Pasifik

(“Zona Perang” AS dari Timur Tengah Kini Berfokus ke Kawasan”)
Kunjungan Presiden AS, barack Obama disambut Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (photo: AP)
Kunjungan Presiden AS, barack Obama disambut Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (photo: AP)


“Worst Case Scenario:
Are You
Ready To War
Indonesia”


“Belum ada negara ASEAN yang punya kemampuan seperti Indonesia.!” Ya, inilah yang dikatakan Prof. Ann Marie Murphy, seorang peneliti senior di Weatherhead East Asia Institute, Univ. Columbia.

Langkah pemerintah Amerika Serikat mengubah fokus mereka ke Asia akan semakin membebani Indonesia sebagai negara berpengaruh di ASEAN. Indonesia dituntut memainkan peranan pendorong dan penyeimbang berbagai konflik di Asia.

Menurut Murphy, Indonesia akan memiliki peran penting dalam menyokong ASEAN dari belakang.

“AS menurunkan 60 persen kekuatan Angkatan Lautnya ke Asia. Sebanyak 500 tentara AL AS akan tugas bergilir di Darwin, totalnya akan berjumlah 2.500 tentara dalam beberapa tahun ke depan,”.

image002
Prof. Ann Marie Murphy, Peneliti senior di Weatherhead East Asia Institute, Univ. Columbia.


Adu kepentingan kemudian terjadi di tubuh ASEAN. Salah satu contohnya adalah dengan tidak tercapai komunike dalam KTT ASEAN tahun 2012 lalu. Saat itu, Kamboja yang menjadi ketua ASEAN menolak komunike yang mendesak China menyelesaikan konflik perairan tersebut.

Seperti telah diketahui bahwa Kamboja adalah salah satu sekutu China di Asia Tenggara. Dalam buntunya situasi ini, kata Murphy, Indonesia menunjukkan peran pentingnya. Peran Indonesia terpenting adalah menjembatani antara kepentingan China dan ASEAN dalam konflik Laut China Selatan (LCS).

“Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa melakukan shuttle diplomacy,” jelas Murphy. Kala itu, Natalegawa secara maraton mengunjungi negara-negara ASEAN untuk menyatukan suara. “Berkat kerja keras Indonesia, ASEAN akhirnya satu suara dengan menelurkan beberapa poin kesepakatan soal Laut China Selatan. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia masih punya pengaruh kendati tidak menjabat ketua ASEAN,” Murphy menegaskan.

Peran inilah yang diharapkan dapat dimainkan Indonesia saat AS masuk ke Asia. Murphy mengatakan, ketua-ketua ASEAN berikutnya belum bisa menyamai kepemimpinan Indonesia, terlebih di tengah adu kepentingan negara-negara besar di Asia.

image003 

“Kepemimpinan ASEAN berikutnya, yaitu Brunei, Laos dan Myanmar, masih perlu bantuan Indonesia. Mereka belum bisa menyatukan negara-negara yang adu kepentingan di Asia, seperti India, China dan Jepang. Ini bukan tugas yang mudah bagi Indonesia,” (seperti Presiden Filipina yang berkata, “SBY “Indonesia” adalah kakak bagi Asean” ? mantaabb! ) hmm..kakak keduanya Asean siapa ya kira kira?

AS Tempatkan Pasukan di Sonotan!

 

Sebanyak 200 pasukan Amerika Serikat telah tiba di Australia sejak April 2012 lalu sebagai gelombang pertama dari 2.500 pasukan yang direncanakan sampai tahun 2017 mendatang.

“Penempatan pasukan AS di Darwin ini merupakan evolusi dari berbagai kegiatan dan pelatihan Militer kedua negara dalam kerja sama militer yang sudah dibuat sebelumnya”.

Rencananya AS akan menempatkan sebanyak 2.500 prajuritnya di Australia pada 2017 nanti. Penempatan ribuan pasukan AS di Darwin ini menunjukkan pergeseran strategi global yang sangat signifikan. Terkait dengan penempatan ribuan pasukan AS ini, Smith menyatakan bahwa kemungkinan besar AS akan menggunakan Pulau Cocos yang terpencil sebagai pangkalan militer AS.

Salah satu media Amerika Serikat Washington Post melaporkan bahwa rencananya militer AS akan menempatkan pesawat tempur berawak dan tidak berawak yang dikenal dengan nama Global Hawk.

Menanggapi pernyataan dan situasi tersebut, pemerintah Indonesia bereaksi dengan mengirim nota protes kepada Pemerintah Australia dan AS dan meminta penjelasan terkait rencana pembangunan pangkalan militer AS tersebut. Juru Bicara Kementerian Pertahanan Indonesia Brigadir Jenderal Hartind Asrin berpendapat bahwa sebaiknya pemerintah Australia dan AS menjelaskan apa tujuan pembangunan pangkalan tersebut untuk menghindari kesalahpahaman.

Dan ternyata bukan hanya Indonesia saja yang bereaksi, China juga merasa terganggu dengan rencana AS ini dan menilai hal ini sebagai upaya mengimbangi kekuatan dan pengaruh China di Asia-Pasifik. China juga menuduh Australia dan AS memperkuat sekutunya dalam sengketa Laut China Selatan. Pasalnya, akhir-akhir ini China, Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei dan Taiwan saling berebut wilayah di Laut China Selatan yang diyakini mengandung persediaan minyak dan gas yang melimpah.

image004

Pangkalan AS di Darwin, China Kecam Australia

 

China menunjukkan kejengkelan atas meningkatnya hubungan kerja sama pertahanan antara Australia dan Amerika Serikat, terutama setelah Negeri Paman Sam itu mengirimkan kontingen pertama dari total 2.500 tentara yang akan berbasis di Darwin sejak April 2012.

image005

Kecaman itu dialamatkan kepada Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr. “Saya kira saya bisa meminjam kata-kata dari salah satu pejabat yang saya temui, dan saya yakin ia adalah sang menteri luar negeri: masa-masa persekutuan ‘Perang Dingin’ telah lama berakhir,” ujar Carr, yang menggantikan Kevin Rudd.

Australia memilih merekatkan kerja sama militer dengan Amerika Serikat, hal yang dikritik pengamat militer China, Song Xiaojun. Menurutnya, Australia tidak mungkin bisa sekaligus menjaga hubungan dengan China dan Amerika Serikat. “Cepat atau lambat, Australia harus memilih siapa yang akan menjadi ‘godfather’ baginya. Semuanya bergantung dari seberapa kuat calonnya, dan seberapa strategis lingkungannya,”

image006

Tak hanya memperkuat tali kerjasama dengan Australia, Amerika Serikat pun mempererat hubungan luar negerinya dengan beberapa negara Asia Tenggara. China menganggap strategi itu sebagai upaya ‘pengepungan.’

Cina Latihan Perang di dekat Pulau Christmas Australia -

 

TNI AL: Kapal perang China telah “mengantongi” izin untuk latihan di selatan Pulau Jawa pada Februari 2014 lalu. Ternyata latihan perang China itu menjadi perhatian Australia.

Kapal-kapal perang China menggelar latihan di dekat perairan Indonesia, sebelah selatan lepas pantai Pulau Jawa. Lokasi ini juga berada dekat Pulau Christmas yang merupakan milik Australia. Latihan yang digelar China itu diintai seksama oleh Australia.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama Untung Suropati, mengatakan latihan tiga kapal perang China itu telah diketahui oleh pemerintah Republik Indonesia. China meminta izin kepada atase pertahanan Kedutaan Besar RI di Beijing.

image007

“Tak ada yang salah dengan latihan simulasi perang yang digelar AL China,” kata Untung, Jumat 14 Februari 2014. Salah satu latihan meliputi cara mengatasi perompakan.

Untung mengatakan, berdasarkan pemantauan instansinya, AL China taat prosedur saat melintasi perairan Indonesia. “Mereka melewati perairan ALKI yaitu, ALKI-1 dengan rute dari Laut China Selatan, Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Sunda, lalu terakhir menuju Samudera Hindia,”. Untuk rute pulang, ketiga kapal perang China itu akan melalui ALKI-2, yakni Selat Lombok, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Laut Sawu, Laut China Selatan, dan kembali ke pangkalan mereka di Kota Hainan, China.

Menurut Untung, AL dari negara manapun berhak untuk memproyeksikan kekuatannya di laut internasional. “Sepanjang mereka memiliki kekuatan AL tingkat dunia atau disebut Blue Water Navy,”.

AL yang masuk kategori ini antara lain Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis. Sementara itu, China sedang menuju tahapan Blue Water Navy.

China Latihan Perang di Selatan Jawa, Australia Kirim Pengintai – 

 

Kapal-kapal perang China diketahui gelar latihan pertama di dekat perairan Indonesia di sebelah selatan lepas pantai Pulau Jawa dan dekat Pulau Christmas, yang merupakan milik Australia. Langkah ini menunjukkan makin percaya dirinya militer China di tengah sengketa teritorial dengan sejumlah negara di Laut China Selatan dan Laut China Timur.

Pesawat AP-3C Orion diterbangkan dari Pangkalan Angkatan Udara Edinburgh, dekat Adelaide, begitu militer Australia menerima laporan bahwa tiga kapal perang China bergerak mendekati perbatasan utara laut mereka awal Februari lalu.

Dari pantauan itu, rombongan kapal China itu terdiri dari dua destroyer dan satu kapal pendarat yang mampu mengangkut ratusan personel. Ini adalah kali pertama latihan militer China itu berlangsung dekat perairan Australia.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Australia, David Johnston, mengaku pihaknya tidak diberitahu terlebih dahulu soal latihan itu. Namun China pun tidak berkewajiban memberitahu Australia.

Kalangan pengamat pun menyatakan bahwa latihan China itu legal karena masih berlangsung di laut internasional dan tidak menunjukkan tindakan yang bermusuhan. Namun manuver dari Beijing itu dipandang sebagai sinyal bahwa mereka makin percaya diri menjadi kekuatan baru maritim, yang secara fundamental bisa mengubah posisi strategis Australia.

Sinyalemen itu tidak semata-mata ditunjukkan ke Australia, namun juga kawasan Asia Pasifik dan juga sebagai pesan kepada AS dan India bahwa mereka tidak bisa dengan mudah memblokade jalur laut lewat Selat Malaka bila suatu ketika berkonflik dengan China.

“Ini bukan berarti latihan itu mengancam Australia, namun memang menunjukkan bahwa betapa besar perubahan yang sedang terjadi di kawasan dan betapa berbahaya untuk berasumsi bahwa China bisa bangkit secara ekonomi tanpa harus membuat perubahan strategis yang fundamental di kawasan”.

“China mengklaim 90 persen dari Laut China Selatan, yang seluas 3,5 juta kilo meter per segi. Beberapa negara atau entitas juga berkepentingan atas laut itu, seperti Vietnam, Filipina, Taiwan, Malaysia, dan Brunei Darussalam”.

Militer Indonesia (Buka Mata.. Buka Telinga.. Rapatkan Barisan.. Kepakan Sayap.. Arungi Lautan… )

 

“Pergeseran kekuatan militer AS ke Asia Pasifik bukanlah hal sederhana. Bisa jadi, pada 8 tahun ke depan, “perang” perebutan sumber daya alam dan jalur perdagangan akan beralih ke kawasan ini. Indonesia harus menyiapkan diri untuk menghadapinya.” (Connie Rahakundini Bakrie, Pengamat Pertahanan dan Militer dari Universitas Indonesia)

Rencana AS menggeser 60 persen kekuatan militernya ke kawasan Asia Pasifik hingga tahun 2020 mendatang, membawa implikasi besar bagi kawasan ini, termasuk Indonesia.

Tahun 2020 itu tidak lama. Dalam 8 tahun ke depan, Indonesia sudah terkurung oleh pangkalan-pangkalan militer AS. Menurut pengamat Pertahanan dan Militer dari Universitas Indonesia Connie Rahakundini Bakrie, dengan kondisi seperti ini, jelas sekali, tidak tersedia waktu banyak bagi elite kita untuk segera mereposisi arah kebijakan luar negeri dan pertahanan Indonesia yang lebih tegas, strategis dalam menyikapi perubahan konstalasi politik di kawasan.

image008

1. Bagaimana anda melihat dinamika perkembangan militer AS saat ini?
Kebanyakan dari kita, atau bangsa AS sendiri, tidak ingin mengakui, bahwa, AS telah mendominasi dunia melalui kekuasaan militernya. Dengan alasan kerahasiaan negara, warga AS sendiri sering tidak menyadari bahwa pendudukan pasukan-pasukan AS sesungguhnya telah mengepung planet bumi ini. Kecuali kawasan Antartika.

Pada perspektif dinamika politik global, kita bisa menyimak bagaimana kekaisaran militer AS semakin tumbuh menuju wujudnya tahun 2020 nanti. Saat ini tengah berproses, sejak Presiden Goerge Walker Bush menetapkannya pada 14 Januari 2004 lalu.

2. Bisa digambarkan seperti apa ‘Kekaisaran Militer AS’ itu?
Salah satu cara memahaminya, dengan memahami jumlah dan ukuran dari aspirasi “kekaisaran militer” AS tersebut. Lebih dari setengah juta tentara formal plus mata-mata yang terselimuti melalui jejaring lembaga donor, teknisi, guru, serta badan usaha sudah tersebar membentuk koloni di negara-negara lain.

Bukan hanya di darat, juga mendominasi lautan hingga samudera. Mereka membangun kekuatan Angkatan Laut yang hebat dengan mencantumkan nama-nama pahlawan mereka pada kapal induknya, seperti: Kitty Hawk, Constellation, Enterprise, John F. Kennedy, Nimitz, Dwight D. Eisenhower, Carl Vinson, Theodore Roosevelt, Abraham Lincoln, George Washington, John C. Stennis, Harry S. Truman, dan Ronald Reagan.

Selain itu, begitu banyak pangkalan rahasia dibangun dan difungsikan hanya sekedar untuk memonitor apa yang dikerjakan masyarakat dunia. Mereka mampu memonitor apa yang isi percakapan, surat menyurat baik lewat fax atau pun email antara satu sama lainnya, termasuk atas warga negara AS sendiri.

Di Okinawa, pulau paling selatan Jepang yang telah menjadi koloni militer AS selama 58 tahun, terdapat 10 pangkalan korps marinir, termasuk korps marinir Futenma dan stasiun udara yang menduduki 1,186 Ha di pusat kota.

Selain itu, di Inggris terdapat senilai US$5 miliar instalasi miliiter dan mata-mata AS yang disamarkan sebagai pangkalan Royal Air Force (RAF).

image009
Air Craft Carrier USS Nimitz


3. Sebenarnya berapa jumlah pangkalan militer AS di luar negaranya?
Diyakini jumlah pangkalan militer AS di luar negaranya jumlahnya telah mencapai lebih dari 1,000 pangkalan di negara berbeda. Bahkan, Pentagon sekalipun mungkin tidak tahu secara pasti jumlah setiap penghuninya. Data resmi dari Departement of Defence (DoD) pada laporan struktur tahun fiskal 2003 menyebut, Pentagon memiliki 702 pangkalan di luar negeri di 130 negara. Jumlah itu, belum termasuk 6.000 pangkalan di wilayah AS sendiri. (weww! :D)

Pada pangkalannya di luar negeri, jumlah tentara AS yang tak berseragam mencapai 253,288 personel. Mereka juga mempekerjakan 44,446 orang lainnya sebagai staff tambahan lokal yang disewa.

Pentagon mengklaim, pangkalannya mencakup 44,870 barracks, hangars, rumah sakit, dan bangunan lain yang dibeli atau disewa sebanyak lebih dari 4,844 bangunan.

4. Bagaimana anda melihat kaitan kondisi ini dengan reformasi TNI?

image010

Persoalan bertambah kompleks, ketika munculnya wacana bahwa demokrasi dan militer adalah 2 hal yang tak dapat disatukan. Disadari atau tidak, jika virus berpikir bahwa demokrasi dan militer adalah 2 hal yang tak dapat disatukan, dan sengaja disebarkan secara sistematis. Akhirnya akan membuat sipil semakin tidak memahami fungsi militer untuk kepentingan eksistensi negara.

Seolah-olah, militer tidak dibutuhkan lagi dalam negara berdemokrasi. Padahal, pembangunan demokrasi sebuah negara sangat butuh “pengawal”. Peran militer dalam menjaga demokratisasi di sebuah negara yang berdaulat, sangat penting. ( Well noted mam! ;) )

5. Asia Pasifik jadi target ekspansi AS selanjutnya, bagaimana anda melihatnya?
Perkembangan terkini kekaisaran militer AS, bisa disimak dari pernyataan Menteri Pertahanan, Panetta yang menyatakan bahwa 60 persen kekuatan militer AS akan pindah ke kawasan Asia Pasifik mulai 2012 hingga 2020.

Reposisi pangkalan tersebut ada dibawah kendali dan tanggung jawab Andy Hoehn, Wakil Menhan AS untuk bidang strategi. Hoen cs. mengatur tahapan implementasi akan apa yang disebut Goerge Bush dulu sebagai strategi perang pencegahan terhadap “persatuan negara-negara merah dan orang-orang jahat”. ( jiahh seperti peribahasa..buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” :P #Bush )

Negara-negara “persatuan orang-orang jahat” ini oleh AS telah diidentifikasikan sebagai “busur ketidakstabilan” yang tersebar dari mulai daerah Andes di Colombia terus ke arah Afrika Utara dan kemudian menyapu negeri negeri seberang Timur Tengah, hingga termasuk Filipina dan Indonesia.

Jadi, perang terhadap terorisme adalah sebagian kecil dari alasan untuk semua strategisasi militer AS di belahan dunia untuk membangun cincin baru dari Pangkalan militer sepanjang khatulistiwa untuk memperluas kekaisaran militer AS dalam mendominasi dunia. ( ngarepp banget ente ASU :P )

harus dicermati bahwa posisi kita Persis sama seperti saat Irak akan digempur melalui persiapan Operation of Enduring Freedom, dimana saat ini kita sama juga “sudah terkurung” oleh pangkalan-pangkalan ASU sejak titik di Diego Garcia, pulau Christmas, pulau Cocos, Darwin, Guam, Philippina, dan terus berputar hingga ke Malaysia, Singapore, Vietnam hingga kepulauan Andaman dan Nicobar beserta sejumlah tempat lainnya..

Kini.. doktrin pertahanan kita telah berubah dari yang semula Defensif sekarang menjadi Pre-Emptive (menyerang lebih dulu pihak yang akan menyerang) dengan kata lain “daripade ane kecolongan, mendingan ane gebuk duluan! )” ? didukung dengan alutista yang canggih dan modern, serta profesionalisme prajurit yang semakin meningkat serta kemandirian bangsa dalam segala aspek..

Maka, mulai saat ini dan kedepannya TNI dan dengan segenap dan dukungan seluruh rakyat Indonesia, akan menjadi ksatria pelindung dan penjaga kedaulatan Negara Republik Indonesia dan menyongsong masa depan Negara ini dengan kaki yang kuat.. badan tegap.. kepala tegak.. mata yang memandang luas ke pelosok Nusantara.. kita akan melewati tahun 2020, seraya berkata.. “Kamilah Putra dan Putri Bangsa Indonesia dengan merah darahku dan putih tulangku, Jayalah TNIku!!! Jayalah bangsaku!!! Jayalah Nusantaraku!!!”… [by PapaAugusta (PA)|JKGR]


image011

hackerandeducation © 2008 Template by:
SkinCorner