Select Language

Kamis, 03 Oktober 2013

TNI Miliki Alutsista Terkuat di ASEAN PADA 2014

BATAM - Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro mengatakan pada 2014, TNI akan memiliki daya yang terkuat di antara negara di Asia Tenggara (ASEAN). Kekuatan itu tercermin dari pengadaan alutsista oleh pemerintah yang melengkapi TNI AL, TNI AU dan TNI AD dengan senjata dan peralatan baru.

"Renstra pertama 2014, kekuatan TNI yang terkuat di Asia Tenggara. Ada banyak alutsista yang ditambah untuk ketiga angkatan bersenjata, di antaranya kapal patroli cepat untuk TNI AL, tank Leopard untuk TNI AD, dan penambahan pesawat untuk TNI AU," kata Menhan saat meresmikan dua KRI, di Batam, Kamis (5/9). Kedua kapal cepat, yang diresmikan adalah KRI Pari 849 dan KRI Sembilang 850 yang akan bertugas menjaga keamanan dan kedaulatan di perairan NKRI.

Untuk TNI AD, selain 45 unit tank Leopard, pemerintah juga mengadakan 28 unit helikopter dan delapan unit Apace. Menurut dia, TNI yang kuat memiliki banyak arti, baik bagi dalam negeri maupun luar negeri. Penambahan alutsista dan penguatan TNI tidak ada hubungannya dengan pendirian pangkalan militer AS di Singapura dan Australia. "Ini tidak untuk perlombaan senjata, ini memordernisasi," katanya.

Ia mengatakan hubungan Indonesia dengan negara-negara tetangga amat baik. Namun, bukan berarti Indonesia tidak membangun kekuatan militernya.

Di tempat yang sama, Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana TNI Marsetio mengatakan pemerintah merencanakan pembangunan Kapal Cepat Rudal dengan panjang 40 meter sebanyak 16 unit dan kapal patroli cepat sebanyak 16 unit.

Daya Tempur
Soal dua KRI yang baru saja diresmikan, Menhan mengatakan kapal yang dibangun perusahaan nasional PT Palindo itu merupakan rangkaian pemesanan dan pengadaan yang memiliki arti penting bagi industri pertahanan nasional. Penambahan alutsista amat penting, untuk menambah daya tempur dan dukungan pelatihan serta operasi di laut.

"Penambahan alutsista merupakan jawaban konsekuensi atas karakteristik geografis Indonesia yang memiliki keanekaragaman kekayaan alam di laut, potensi keragaman hayati, warisan dunia yang paut dijaga," kata dia.

Indonesia memiliki banyak selat dan perairan yang merupakan alur perairan utama dan penting bagi bangsa lain, karenanya, perlu penjagaan maksimal. "Ini memiliki makna penting dan strategi pembangunan TNI AL menuju kekuatan pokok angkatan laut, meningkatkan kekuatan angkatan laut menjaga NKRI," kata Menhan.

KRI Pari-849 dan KRI Sembilang 850 berbahan aluminium marine grade, buatan anak-anak Indonesia dan dibuat dengan bahan-bahan produksi dalam negeri. Nantinya, kapal yang menelan biaya masing-masing sekitar Rp75 miliar itu akan memperkuat armada TNI AL. KRI Pari-849 di Satuan Kapal Patroli Komando Armada RI Kawasan Timur. Sedangkan KRI Sembilang-850 untuk Armada RI Kawasan Barat di wilayah Lantamal II Palembang. gus/Ant/P-3

0 komentar:

Posting Komentar

hackerandeducation © 2008 Template by:
SkinCorner