| sorotjogja/sinta |
"Ini adalah realisasi kesepakatan pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jerman Juli 2013 lalu, yang telah memesan 16 pesawat hingga tahun 2014. Tahap pertama adalah 4 pesawat ," ujar Komando Pendidikan TNI AU Nurullah saat serah terima pesawat antara pihak Jerman dengan Indonesia di hanggar Scandik Lanud TNI AU Adisucipto, Jumat (20/9/2013).
Pesawat Grob G120 TP-A yang berawak 3 orang ini, mempunyai kecepatan maksimum 439 km/jam (237 knot), bermesin turbo menggunakan mesin Rolls Royce tipe 250-B17F dengan lima bilah baling-baling, dan memiliki daya putar mesin yang tinggi. "Pesawat ini dipilih karena telah diproduksi 1200 unit dan digunakan oleh 63 tipe pesawat dengan akumulasi jutaan jam terbang," terang Nurullah.
Dengan tangki bahan bakar yang diletakkan di dalam kedua sayap dengan isi sebanyak 360 liter cukup untuk 5 jam penerbangan serta cadangan 45 menit. Pesawat latih ini juga dilengkapi kanopi gelembung model geser yang memungkin mata dapat memandang 360 derajat, pesawat ini juga dapat dioperasikan dalam suhu 20 derajat celcius dan maksimal 72 derajat celcius.
Pesawat yang terbuat dari bahan carbonfibre composite menjadikan bobot pesawat lebih ringan. Bobot maksimal pesawat mencapai 1590 kg untuk aerobatik, bobot kosong 1095 kg.
Keunggulan lainnya, pesawat ini hanya membutuhkan landasan tidak lebih 374 meter hingga 50 kaki. 16 pesawat latih ini nantinya akan ditempatkan di TNI AU Adisucipto Jogjakarta.
0 komentar:
Posting Komentar