MAKASSAR, FAJAR -- Tentara Nasional Indonesia (TNI) akan membenahi alat utama sistem pertahanan negara (Alutsista)
pada 2014 mendatang. Helikopter tempur Apache dan kapal selam Kiloklav adalah dua alat tempur yang akan menjadi pendatang baru penjaga NKRI, tahun depan.
Sedikitnya delapan unit helikopter tempur jenis Apache akan menambah kekuatan TNI tahun depan. Helikopter yang dilengkapi dengan radar ini diperkirakan akan tiba pada pertengahan 2014 mendatang.
Selain apache, alutsista canggih yang juga akan datang ke Indonesia adalah kapal selam kiloklav buatan Rusia. Kapal selam yang juga bernama Kilo Class ini memiliki kemampuan menembakkan rudal sejauh 300 meter.
Kedua alutsista ini dianggap sebagai senjata paling canggih di kawasan negara-negara ASEAN. Helikopter Apache hanya dimiliki oleh Singapura dan Amerika Serikat.
Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko mengatakan, kedatangan alutsista ini akan dilakukan secara bertahap ke Indonesia. Selain Apache dan Kiloklav, TNI juga akan mendapatkan sistem pertahanan udara yang baru. Rudal Mistral dari Prancis dan Starstreak buatan Inggris juga akan didatangkan.
"Kita siapkan alutsista dengan ukuran balance of power yang setara dengan negara-negara di asean," jelas Moeldoko di Markas Yonif 700/Raider, Minggu 29 Desember, kemarin.
Selain itu, untuk pertahanan darat TNI AD memastikan akan mendatangkan tank leopard ke Indonesia untuk membela pertahanan NKRI. Menurutnya, tank ini adalah tank yang memiliki kemampuan tempur terbaik di Indonesia. Kendaran-kendaraan tempur ini akan dipamerkan pada 5 Oktober 2014 mendatang.
"Pada 2013 ini memang belum kelihatan semuanya. Oktober nanti, sudah akan kelihatan. Meskipun belum datang semuanya," jelas dia.
Jenderal dengan empat bintang di pundak ini juga mengaku telah melakukan komunikasi dengan Menteri Pertahanan, Pramono Sugiantoro terkait rencana mendatangkan pertahanan udara yang terbaru. Rencananya, pesawat Sukhoi SU 35 akan memperkuat pertahanan udara di Indonesia.
"Saya sekarang sedang membayangkan pertahanan udara Sukhoi SU 30 yang selama ini kita miliki diperkuat dengan Sukhoi SU 35. Kita sudah diskusi dengan Menhan terkait rencana SU 35 ini," jelas dia.
Terkait dengan sistem keamanan cyber untuk mengantisipasi penyadapan dari negara tetangga, Moeldoko mengaku akan memperkuat sistem sumber daya manusia (SDM). Menurut dia, penyadapan sangat terkait dengan konteks teknologi. Pengembangan SDM lebih penting dari pada pembelian peralatan teknologi penyadapan.
"SDM yang memadai akan dapat menyetarakan perkembangan teknologi itu," jelas dia.
Terkait dengan remenurasi TNI, Moeldoko mengakui sudah melakukan pembicaraan dengan komisi I DPR RI. Menurutnya, renemurasi TNI juga akan dilakukan pada 2014 mendatang. Namun, jadwal penetapan remenurasi masih menunggu keputusan DPR RI.
"Kami sangat memahami kemampuan negara. Seperti apa, perekonomian menghadapi turbulensi jelang politik. Rencananya, remenurasi kita akan lakukan dengan kenaikan 20 persen secara bertahap," jelas dia.
Terkait dengan prajurit perbatasan, Moeldoko berjanji akan memperhatikan dukungan insentif mereka. Para prajurit perbatasan ini juga akan diberikan asuransi saat melakukan operasi militer di perbatasan.
Sementara itu, Panglima Kodam VII/Wirabuana, Mayjen TNI Bachtiar mengatakan, kedatangan Moeldoko ke Makassar dalam rangka mengikuti reuni akbar batalion infanteri (Yonif) 700/Raider. Batalion ini adalah tempat pertama kali Moeldoko menjajaki kariernya di TNI.
"Ini hanya reuni saja. Dia (Moeldoko) juga berkesempatan meresmikan barak dan memberikan kuliah umum di beberapa universitas di Makassar," jelas dia. (eka/pap)
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
Archive
-
▼
2014
(1507)
-
▼
Januari
(311)
- Indonesia Kirim 2 KRI ke Perbatasan Australia
- Modul PKR SIgma 10514 Dikerjakan Simultan
- Australia Minta Maaf Terobos Indonesia
- Komando Gabungan Wilayah Pertahanan
- PT PAL Mulai Bangun Kapal PKR 10514
- Militer AS dan Inggris Bersiap Tinggalkan Afganistan
- Misi Militer Jerman di Luar Negeri Jadi Perdebatan
- Armada Kapal Angkatan Laut Malaysia Masa Kini
- Proyeksi Kekuatan Armada Perang di Laut
- Berita Foto : Satgultor Lumpuhkan Pembajak Pesawat
- Cyber Defence Competition 2014
- TNI AL Siap Jemput Nahkoda Ragam Class
- TNI Pilih SU-35, Keputusan Ada Di Tangan Kemhan
- AS Berencana Jual 24 helikopter Apache ke Irak
- Jet Tempur Yordania Jatuh, Pilot Selamat
- Kehebatan Tank Amfibi BMP-35 Asal Rusia
- Peretas Tembus Jaringan Komputer Kemenhan Israel
- Potensi Ancaman Indonesia
- TNI AL Gelar Seminar Penyiapan SDM Kapal Selam
- Rocket Launcher 6x6 RHAN 122 Produksi PT AIU
- Lapan Uji Terbang LSU 03
- PT. PAL Siapkan Kapal Perang Untuk Filipina
- Fighter SU 35 Game Changer Indonesia
- T-50i Golden Eagle Indonesia Ready to Rock and Roll
- India Tampilkan Tank Arjun MK.II Saat Hari Kemerde...
- RI Tantang Perang Australia
- Perkuat pertahanan, TNI AD gandeng LAPAN
- LAPAN kerahkan kekuatan untuk bantu TNI AD
- Rp3,5 M dianggarkan untuk pesawat tanpa awak & roket
- Pemerintah klaim setop operasi militer di Papua
- Papua & Papua Barat klaim tak ingin merdeka
- TNI AU Berkomitmen Benahi Mentalitas Kinerja
- Menhan Sematkan Tiga Tanda Kehormatan Kepada Pangl...
- Tank Armata Akan Dilengkapi Dengan Radar Sukhoi T-50
- Indonesia Jajaki Pembelian Dua Kapal Selam Kilo Da...
- DISKUSI PENGEMBANGAN RADAR DALAM NEGERI
- Modernisasi Alutsista TNI AU Terus Berlanjut
- Tank Scorpion di Yonkav 8 Kostrad diganti Tank Leo...
- Australia Dinilai Langgar Kedaulatan Indonesia
- PT DI Hadirkan Tiga Heli Hasil Kerja Sama Strategi...
- Dilema Amerika Serikat di Fallujah, Irak
- Fokus Militer AS ke Pasifik Sedang Berlangsung
- Atasi Pemogokan, Amerika Luncurkan Rudal ke Somalia
- Pangkalan Militer AS di Inggris Akan Diperketat
- Jerman Akan Perluas Kehadiran Militernya di Afrika
- Butuh Kapal Selam, TNI Kirim Tim ke Rusia
- TNI Ingin Tambah Pesawat Tempur Sukhoi SU-35
- Arab Saudi-Indonesia Teken Kerja Sama Pertahanan
- APBN AS Rp 12.000 T di 2014, untuk Senjata & Peran...
- Myanmar Umumkan Anggaran Pertahanan 2014
- RI Siagakan Kapal Perang dan Sukhoi ke Dekat Austr...
- Jepang Minta Cina Potong Belanja Militer
- Australia, Mengapa Harus Panik Dan Berkeringat
- Australia, Menepuk Air Di Dulang Tepercik Muka Sen...
- 8 Helikopter Tempur AH-64 Apache akan Perkuat TNI AD
- Kekuatan Alutsista TNI AU Tahun 2014
- Pesawat T-50i Golden Eagle Siap Kawal NKRI
- Korps Marinir TNI AL Tambah 37 Unit Tank Amfibi BM...
- Rudal Baru Bernama Neraka Akan Kejutkan Israel
- Lanud Tarakan Melaksanakan Pengamanan Aset
- PBB Tambah 500 Tentara Ke Republik Afrika Tengah
- Di Tahun 2014, Alusista TNI Akan Lampaui Target 30...
- Habibie Butuh Rp10 Triliun Luncurkan Pesawat Impia...
- Gubernur Papua Bahas Otsus dengan Presiden
- Rakyat Papua Tidak Ingin Berpisah dari NKRI
- 10 Rudal Anti Tank Terbaik di Dunia
- Sistem Pertahanan Udara Terintegrasi ForceSHIELD
- Kapal Baru TNI AL Siap Dijemput
- AS Akan Gantikan Ribuan Tentara dengan Robot
- Perairan RI Dilanggar Militer Australia, Menkopolh...
- Pembuatan KRI Klewang Kedua Belum Jelas
- Indonesia Berencana Bikin 6 Unit PKR
- Kasad Uji Coba Kapal Tempur Pesanan TNI AD
- Singapura Belanja Rp 29 Triliun Untuk Jet Tempur F-16
- 7 Pesawat Pembom Terbaik di Dunia
- Jelang SBY Lengser, TNI Borong Alutsista
- Australia minta maaf langgar teritori RI
- China tingkatkan patroli di Laut China Selatan
- Kian Mesra dengan Cina, Taiwan akan Kurangi Tentar...
- Menlu Marty: Andai Australia Mau Dengar Nasihat RI
- Kapal Perusak Kawal Rudal/Frigate TNI AL Resmi Dib...
- FITUR STEALTH / SILUMAN TIDAK LAGI MANJUR ?
- [Foto] T50i Golden Eagle
- Daftar Dosa Ariel Sharon terhadap Rakyat Palestina
- Arah Renstra II (2015-2019) dan III (2020-2024)
- DPR Setuju Pemerintah Beli Satelit Militer
- Lima Tahun Kedepan, China Menjadi Produsen Rudal T...
- Relokasi Pangkalan Militer AS di Nago Terancam Batal
- Uni Eropa Sepakat Kirim Militer ke Afrika Tengah
- embaga intelijen Australia (ASIO) Rebut Dokumen Pe...
- Kerentanan Rencana Pengadaan Kapal Selam 877EKM
- Menengok dapur perakitan jet tempur Rafale Prancis
- Australia, Harga Sebuah Kata Maaf
- Peluru kendali darat ke udara "2K12 Kub"
- Uni Emirat Arab Berlakukan Wajib Militer
- Setelah Liaoning, Cina Bangun Kapal Induk Kedua
- Peluru kendali darat ke udara "9K22 Tunguska"
- Peluru kendali darat ke udara "2K11 Krug"
- Menlu Iran bahas rudal S-300 dengan Presiden Putin
- Kongres Libya Siagakan Tentara
-
▼
Januari
(311)
Rabu, 15 Januari 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Wikipedia
Hasil penelusuran
0 komentar:
Posting Komentar