Direktur Kajian Politik Center for Indonesian National Policy Studies (CINAPS), Guspiabri Sumowigeno, mengatakan,Australia berusaha menekan Indonesia dengan permasalahan Papua setelah kedua negara bersitegang masalah penyadapan.
"Indonesia nampak menghindari ketegangan diplomatik yang berlarut-larut dengan Australia. Kartu Papua merupakan jurus Australia memaksa Indonesia untuk melakukan hubungan bilateral kedua negara tersebut," kata Sumowigeno, Minggu.
Menurut dia setelah surat PM Australia, Tony Abbott, diterima Presiden Susilo Yudhoyono, Indonesia menyodorkan ajakan pada Australia menyusun protokol dan kode etik bagi hubungan kedua negara.
"Sebenarnya tidak lazim suatu negara yang dirugikan malah berinisiatif menyodorkan solusi untuk perbaikan hubungan yang rusak," katanya.
Indonesia, katanya, cepat sekali melunak.
Indikasinya, Indonesia masih mau menampung hibah lima C-130H Hercules dari Australia, dan pernyataan BIN bahwa pihaknya telah mendapatkan jaminan tak ada lagi penyadapan oleh Australia beberapa hari lalu.
"Ini menunjukkan Indonesia cepat sekali melunak, ingin segera rujuk secara tergesa kepada Australia. Juga tanpa langkah standar berupa permintaan maaf dari Australia," kata dia.
Dia menduga, begitu cepat Jakarta melunak kepada Canberra mengantisipasi kemungkinan tekanan balik Australia tentang Papua.
Dua langkah diatas diharapkan segera memulihkan kerjasama politik kedua negara, yang antara lain menjamin Papua sebagai bagian sah Indonesia.
Sentimen publik sebenarnya menginginkan Indonesia bisa lebih tegas menghukum Australia, tetapi hal itu sulit dipenuhi pemerintah. Hal ini karena Indonesia cukup tergantung pada kerjasama politik dengan Australia dalam menjamin status politik wilayah Papua.
"Ini sebenarnya tidak lazim karena kedua negara sama-sama berbobot middle power, meski Australia adalah upper class middle power sementara Indonesia pada lower class middle power. Sikap Indonesia menunjukkan kita tidak bisa menjalankan prinsip bebas aktif. Kita tidak bebas bersikap dan berekspresi," ujarnya.
Dikatakan, Indonesia hanya bisa lepas dari ketergantungan itu dan bisa lebih independen dalam bersikap dan bebas menunjukkan ekspresi terhadap Australia bila Indonesia memperbaiki profil militernya dengan menggandeng Rusia.
India sukses melakukan hal ini dengan Rusia, yang terkenal tidak mau campur tangan urusan negara pembeli arsenal militernya. India juga bisa menekan Prancis saat memodernisasi kekuatan udaranya, saat "lelang" C-01 Rafale dari Prancis berhadapan dengan Euro Fighter dan Su-27 Rusia.
Alhasil, Dassault Breguet dari Prancis bersedia memberi lisensi pembuatan Rafale ke India dalam jumlah signifikan.
Alternatif lainnya kata dia mengadakan deal politik militer langsung dengan Amerika Serikat untuk menekan Australia dengan imbalan tertentu, atau menggandeng China menginternasionalisasi isu-isu dalam negeri Australia, utamanya nasib kaum Aborigin.
Alternatif lebih ekstrem lanjutan, memberi tempat berbagai kekuatan dunia secara bersamaan membuka pangkalan militer di Tanah Air. Misalnya, China diizinkan membangun pangkalan militer di Papua, Amerika Serikat di Natuna, Rusia di Pulau Nias, Perancis di Lombok, dan India di Kalimantan.
"Kalau berbagai pihak asing membuka pangkalan secara bersamaan, tentu tidak bisa dikatakan melanggar prinsip bebas aktif," katanya. (Antara)
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
Archive
-
▼
2014
(1507)
-
▼
Januari
(311)
- Indonesia Kirim 2 KRI ke Perbatasan Australia
- Modul PKR SIgma 10514 Dikerjakan Simultan
- Australia Minta Maaf Terobos Indonesia
- Komando Gabungan Wilayah Pertahanan
- PT PAL Mulai Bangun Kapal PKR 10514
- Militer AS dan Inggris Bersiap Tinggalkan Afganistan
- Misi Militer Jerman di Luar Negeri Jadi Perdebatan
- Armada Kapal Angkatan Laut Malaysia Masa Kini
- Proyeksi Kekuatan Armada Perang di Laut
- Berita Foto : Satgultor Lumpuhkan Pembajak Pesawat
- Cyber Defence Competition 2014
- TNI AL Siap Jemput Nahkoda Ragam Class
- TNI Pilih SU-35, Keputusan Ada Di Tangan Kemhan
- AS Berencana Jual 24 helikopter Apache ke Irak
- Jet Tempur Yordania Jatuh, Pilot Selamat
- Kehebatan Tank Amfibi BMP-35 Asal Rusia
- Peretas Tembus Jaringan Komputer Kemenhan Israel
- Potensi Ancaman Indonesia
- TNI AL Gelar Seminar Penyiapan SDM Kapal Selam
- Rocket Launcher 6x6 RHAN 122 Produksi PT AIU
- Lapan Uji Terbang LSU 03
- PT. PAL Siapkan Kapal Perang Untuk Filipina
- Fighter SU 35 Game Changer Indonesia
- T-50i Golden Eagle Indonesia Ready to Rock and Roll
- India Tampilkan Tank Arjun MK.II Saat Hari Kemerde...
- RI Tantang Perang Australia
- Perkuat pertahanan, TNI AD gandeng LAPAN
- LAPAN kerahkan kekuatan untuk bantu TNI AD
- Rp3,5 M dianggarkan untuk pesawat tanpa awak & roket
- Pemerintah klaim setop operasi militer di Papua
- Papua & Papua Barat klaim tak ingin merdeka
- TNI AU Berkomitmen Benahi Mentalitas Kinerja
- Menhan Sematkan Tiga Tanda Kehormatan Kepada Pangl...
- Tank Armata Akan Dilengkapi Dengan Radar Sukhoi T-50
- Indonesia Jajaki Pembelian Dua Kapal Selam Kilo Da...
- DISKUSI PENGEMBANGAN RADAR DALAM NEGERI
- Modernisasi Alutsista TNI AU Terus Berlanjut
- Tank Scorpion di Yonkav 8 Kostrad diganti Tank Leo...
- Australia Dinilai Langgar Kedaulatan Indonesia
- PT DI Hadirkan Tiga Heli Hasil Kerja Sama Strategi...
- Dilema Amerika Serikat di Fallujah, Irak
- Fokus Militer AS ke Pasifik Sedang Berlangsung
- Atasi Pemogokan, Amerika Luncurkan Rudal ke Somalia
- Pangkalan Militer AS di Inggris Akan Diperketat
- Jerman Akan Perluas Kehadiran Militernya di Afrika
- Butuh Kapal Selam, TNI Kirim Tim ke Rusia
- TNI Ingin Tambah Pesawat Tempur Sukhoi SU-35
- Arab Saudi-Indonesia Teken Kerja Sama Pertahanan
- APBN AS Rp 12.000 T di 2014, untuk Senjata & Peran...
- Myanmar Umumkan Anggaran Pertahanan 2014
- RI Siagakan Kapal Perang dan Sukhoi ke Dekat Austr...
- Jepang Minta Cina Potong Belanja Militer
- Australia, Mengapa Harus Panik Dan Berkeringat
- Australia, Menepuk Air Di Dulang Tepercik Muka Sen...
- 8 Helikopter Tempur AH-64 Apache akan Perkuat TNI AD
- Kekuatan Alutsista TNI AU Tahun 2014
- Pesawat T-50i Golden Eagle Siap Kawal NKRI
- Korps Marinir TNI AL Tambah 37 Unit Tank Amfibi BM...
- Rudal Baru Bernama Neraka Akan Kejutkan Israel
- Lanud Tarakan Melaksanakan Pengamanan Aset
- PBB Tambah 500 Tentara Ke Republik Afrika Tengah
- Di Tahun 2014, Alusista TNI Akan Lampaui Target 30...
- Habibie Butuh Rp10 Triliun Luncurkan Pesawat Impia...
- Gubernur Papua Bahas Otsus dengan Presiden
- Rakyat Papua Tidak Ingin Berpisah dari NKRI
- 10 Rudal Anti Tank Terbaik di Dunia
- Sistem Pertahanan Udara Terintegrasi ForceSHIELD
- Kapal Baru TNI AL Siap Dijemput
- AS Akan Gantikan Ribuan Tentara dengan Robot
- Perairan RI Dilanggar Militer Australia, Menkopolh...
- Pembuatan KRI Klewang Kedua Belum Jelas
- Indonesia Berencana Bikin 6 Unit PKR
- Kasad Uji Coba Kapal Tempur Pesanan TNI AD
- Singapura Belanja Rp 29 Triliun Untuk Jet Tempur F-16
- 7 Pesawat Pembom Terbaik di Dunia
- Jelang SBY Lengser, TNI Borong Alutsista
- Australia minta maaf langgar teritori RI
- China tingkatkan patroli di Laut China Selatan
- Kian Mesra dengan Cina, Taiwan akan Kurangi Tentar...
- Menlu Marty: Andai Australia Mau Dengar Nasihat RI
- Kapal Perusak Kawal Rudal/Frigate TNI AL Resmi Dib...
- FITUR STEALTH / SILUMAN TIDAK LAGI MANJUR ?
- [Foto] T50i Golden Eagle
- Daftar Dosa Ariel Sharon terhadap Rakyat Palestina
- Arah Renstra II (2015-2019) dan III (2020-2024)
- DPR Setuju Pemerintah Beli Satelit Militer
- Lima Tahun Kedepan, China Menjadi Produsen Rudal T...
- Relokasi Pangkalan Militer AS di Nago Terancam Batal
- Uni Eropa Sepakat Kirim Militer ke Afrika Tengah
- embaga intelijen Australia (ASIO) Rebut Dokumen Pe...
- Kerentanan Rencana Pengadaan Kapal Selam 877EKM
- Menengok dapur perakitan jet tempur Rafale Prancis
- Australia, Harga Sebuah Kata Maaf
- Peluru kendali darat ke udara "2K12 Kub"
- Uni Emirat Arab Berlakukan Wajib Militer
- Setelah Liaoning, Cina Bangun Kapal Induk Kedua
- Peluru kendali darat ke udara "9K22 Tunguska"
- Peluru kendali darat ke udara "2K11 Krug"
- Menlu Iran bahas rudal S-300 dengan Presiden Putin
- Kongres Libya Siagakan Tentara
-
▼
Januari
(311)
Minggu, 05 Januari 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Wikipedia
Hasil penelusuran

0 komentar:
Posting Komentar