[KUPANG] Kapal perang Australia memasuki wilayah NKRI kembali terjadi sejak Kamis, (19/12/13) silam tiga kapal Perang milik marinir angkatan laut Australia memasuki wilayah perairan Rote saat menggiring para imigran yang memasuki wilayah Australia. Kapal perang Australia tersebut dengan bebas melintasi di perairan Rote, tanpa pengawasan Tentara Nasional Indonesia (TNI) angkatan Laut (AL).
Hal itu diketahui setelah aparat kepolisian Resort Rote Nao kembali mengamankan 45 imigran gelap yang terdampar di Dusun kakaek Desa Lenupetu Kecamatan Pantai Baru, Senin, (6/1). Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan dari Jurubicara para imigran Yusuf Ibrahim (28) di Mapolres Rote Ndao diketahui bahwa mereka digiring oleh marinir AL Australia menggunakan tiga buah kapal Perang dan enam buah Spead Boad hingga memasuki wilayah perairan Rote, NTT - Indonesia.
Tidak hanya itu para imigran tersebut bahkan menunjukan alat bukti berupa JPS dimana dalam alat tersebut menunjukan bahwa kapal Perang milik marinir Austraia telah memasuki wilayah perairan Rote sekitar tujuh Mill dari daratan Pulau Rote
Yusuf Ibrahim juga mengisahkan, mereka sempat bertahan di perbatasan Australia – RI selama satu setengah hari, selama berada disana mereka diperlakukan tidak manusiawi oleh para marinir tersebut, dengan tidak memberi makan melainkan hanya diberi minum bahkan beberapa rekannya disiksa dengan cara dibawah kedalam ruang mesin dan dipaksa memegag kenalpot mesin kapal, akibatnya ke empat rekannya mengalami luka bakar pada bagian telapak tangan dan satu rekan lainnya di tendang hingga mengaami luka lebam dibagian paha dan lengan kiri.
“Empat rekan kami di siksa oleh tentara Australia dengan cara dimasukan kedalam ruangan mesin dan dipaksa memegang kenalpot mesin sehingga mengakibatkan luka bakar dibagian telapak tangan, sedangkan satu orang lainya ditendang dan mengakibatkan luka lebam dibagian paha dan lengan bagian kiri, ungkap Yusuf.
Sementara itu kapolres Rote Ndao AKBP Hidayat, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, para imigran tersebut berangkat dari Pulau Kendari pada tanggal 21 Desember 2013 dan tiba di Australi pada tanggal 1 Januari 2014, setelah memasuki wilayah Australia para imigran dihadang dan digiring keluar menggunakan kapal Perang.
Aparat kepolisian yang mengetahui adanya penemuan imigran tersebut langsung bergerak ke lokasi dan langsung mengamankan para imigran tersebut ke mapolres Rote Ndao.
Menurut rencana para imigran tersebut akan di berangkatkan ke imigrasi kelas II kupang, Selasa, (7/1) menggunakan jasa penyebrangan Exspres Bahari. Untuk diketahui ke 45 imigran yang berhasil diamankan diantaranya Laki-laki 36 orang Perempuan 9 orang. Warga Negara Nigeria 2 orang, Sudan 9 orang, Somalia 28 orang, Mesir 3 orang, Yaman 1 orang, Gana 1 orang, Libanon 1 orang sementara itu juragan dan ABK berhasil meloloskan diri dan sementara dalam pengejaran oleh aparat Kepolisian Resort Rote Ndao. (Yos).

0 komentar:
Posting Komentar