Australia telah melakukan penyadapan terhadap pejabat Indonesia. Untuk mencegah terulangnya masalah tersebut, Badan Intelijen Negara (BIN) dan operator telekomunikasi didesak untuk memperkuat kerja sama.
“Selama ini kerjasama yang terjadi belum optimal, jadi sudah saatnya untuk ditingkatkan” ujar anggota Komisi I DPR, Helmy Fauzi, lewat rilisnya kepada Sindonews, Senin (2/12/2013).
Menurutnya, praktik penyadapan selalu erat kaitannya dengan perkembangan teknologi. Jika pengamanan saluran komunikasi hanya dilakukan sepihak oleh pemerintah maka diprediksi akan mudah untuk diretas. “Tanpa dukungan dari operator tentu penyadapan akan makin sulit dideteksi dan dihadang,” cetus dia.
Lebih lanjut, Helmy mengatakan, kerja sama yang dibangun antara operator dan BIN ini juga untuk menepis kecurigaan adanya ‘fasilitas’ yang diberikan operator kepada negara asing untuk melakukan penyadapan. Alasannya, sejumlah saham operator di Indonesia dimiliki oleh pebisnis dari luar negeri.
“Kalau sudah ada kerja sama, tuduhan adanya main mata operator dengan intelijen asing kan mudah untuk ditepis,” bebernya.
Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini berharap, pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mendukung penuh kerja sama operator telekomunikasi dan BIN. Hal ini penting untuk mempercepat kerja sama BIN dan operator terealisasi.
Oleh karena itu, sikap proaktif Menkominfo Tifatul Sembiring, dibutuhkan untuk bantu pengamanan saluran komunikasi. “Kalau memang pemerintah ingin mengatasi penyadapan, mau tidak mau harus satu suara. Menkominfo proaktif dong. Badan intelijen kita saat ini memang butuh dukungan kerja sama dari semua operator telekomunikasi yang ada di Indonesia,” kata Helmy.
Sebelumnya ramai diwartakan intelijen Australia melakukan penyadapan terhadap para pejabat tinggi termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta Ibu Negara Ani Yudhoyono.Aksi penyadapan Australia diduga dilakukan setidaknya sepanjang 15 hari pada tahun 2009, menurut sejumlah media di Australia dan Inggris.
Puncaknya, Indonesia bereaksi keras dengan memanggil pulang Duta Besar Nadjib Riphat dari Canberra, sementara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga meluapkan kejengkelan di twitter.Presiden SBY mengatakan, Indonesia mengkaji ulang hubungan kerja sama dengan Australia setelah muncul insiden ini.
Kegiatan kerja sama militer Indonesia-Australia yang dihentikan sementara antara lainpertukaran informasi intelijen terkait pencegahan aksi terorisme. Indonesia juga menghentikan kerja sama militer berupa patroli laut bersama di wilayah selatan Indonesia untuk menangani pencari suaka. (SIndo)
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
Archive
-
▼
2014
(1507)
-
▼
Januari
(311)
- Indonesia Kirim 2 KRI ke Perbatasan Australia
- Modul PKR SIgma 10514 Dikerjakan Simultan
- Australia Minta Maaf Terobos Indonesia
- Komando Gabungan Wilayah Pertahanan
- PT PAL Mulai Bangun Kapal PKR 10514
- Militer AS dan Inggris Bersiap Tinggalkan Afganistan
- Misi Militer Jerman di Luar Negeri Jadi Perdebatan
- Armada Kapal Angkatan Laut Malaysia Masa Kini
- Proyeksi Kekuatan Armada Perang di Laut
- Berita Foto : Satgultor Lumpuhkan Pembajak Pesawat
- Cyber Defence Competition 2014
- TNI AL Siap Jemput Nahkoda Ragam Class
- TNI Pilih SU-35, Keputusan Ada Di Tangan Kemhan
- AS Berencana Jual 24 helikopter Apache ke Irak
- Jet Tempur Yordania Jatuh, Pilot Selamat
- Kehebatan Tank Amfibi BMP-35 Asal Rusia
- Peretas Tembus Jaringan Komputer Kemenhan Israel
- Potensi Ancaman Indonesia
- TNI AL Gelar Seminar Penyiapan SDM Kapal Selam
- Rocket Launcher 6x6 RHAN 122 Produksi PT AIU
- Lapan Uji Terbang LSU 03
- PT. PAL Siapkan Kapal Perang Untuk Filipina
- Fighter SU 35 Game Changer Indonesia
- T-50i Golden Eagle Indonesia Ready to Rock and Roll
- India Tampilkan Tank Arjun MK.II Saat Hari Kemerde...
- RI Tantang Perang Australia
- Perkuat pertahanan, TNI AD gandeng LAPAN
- LAPAN kerahkan kekuatan untuk bantu TNI AD
- Rp3,5 M dianggarkan untuk pesawat tanpa awak & roket
- Pemerintah klaim setop operasi militer di Papua
- Papua & Papua Barat klaim tak ingin merdeka
- TNI AU Berkomitmen Benahi Mentalitas Kinerja
- Menhan Sematkan Tiga Tanda Kehormatan Kepada Pangl...
- Tank Armata Akan Dilengkapi Dengan Radar Sukhoi T-50
- Indonesia Jajaki Pembelian Dua Kapal Selam Kilo Da...
- DISKUSI PENGEMBANGAN RADAR DALAM NEGERI
- Modernisasi Alutsista TNI AU Terus Berlanjut
- Tank Scorpion di Yonkav 8 Kostrad diganti Tank Leo...
- Australia Dinilai Langgar Kedaulatan Indonesia
- PT DI Hadirkan Tiga Heli Hasil Kerja Sama Strategi...
- Dilema Amerika Serikat di Fallujah, Irak
- Fokus Militer AS ke Pasifik Sedang Berlangsung
- Atasi Pemogokan, Amerika Luncurkan Rudal ke Somalia
- Pangkalan Militer AS di Inggris Akan Diperketat
- Jerman Akan Perluas Kehadiran Militernya di Afrika
- Butuh Kapal Selam, TNI Kirim Tim ke Rusia
- TNI Ingin Tambah Pesawat Tempur Sukhoi SU-35
- Arab Saudi-Indonesia Teken Kerja Sama Pertahanan
- APBN AS Rp 12.000 T di 2014, untuk Senjata & Peran...
- Myanmar Umumkan Anggaran Pertahanan 2014
- RI Siagakan Kapal Perang dan Sukhoi ke Dekat Austr...
- Jepang Minta Cina Potong Belanja Militer
- Australia, Mengapa Harus Panik Dan Berkeringat
- Australia, Menepuk Air Di Dulang Tepercik Muka Sen...
- 8 Helikopter Tempur AH-64 Apache akan Perkuat TNI AD
- Kekuatan Alutsista TNI AU Tahun 2014
- Pesawat T-50i Golden Eagle Siap Kawal NKRI
- Korps Marinir TNI AL Tambah 37 Unit Tank Amfibi BM...
- Rudal Baru Bernama Neraka Akan Kejutkan Israel
- Lanud Tarakan Melaksanakan Pengamanan Aset
- PBB Tambah 500 Tentara Ke Republik Afrika Tengah
- Di Tahun 2014, Alusista TNI Akan Lampaui Target 30...
- Habibie Butuh Rp10 Triliun Luncurkan Pesawat Impia...
- Gubernur Papua Bahas Otsus dengan Presiden
- Rakyat Papua Tidak Ingin Berpisah dari NKRI
- 10 Rudal Anti Tank Terbaik di Dunia
- Sistem Pertahanan Udara Terintegrasi ForceSHIELD
- Kapal Baru TNI AL Siap Dijemput
- AS Akan Gantikan Ribuan Tentara dengan Robot
- Perairan RI Dilanggar Militer Australia, Menkopolh...
- Pembuatan KRI Klewang Kedua Belum Jelas
- Indonesia Berencana Bikin 6 Unit PKR
- Kasad Uji Coba Kapal Tempur Pesanan TNI AD
- Singapura Belanja Rp 29 Triliun Untuk Jet Tempur F-16
- 7 Pesawat Pembom Terbaik di Dunia
- Jelang SBY Lengser, TNI Borong Alutsista
- Australia minta maaf langgar teritori RI
- China tingkatkan patroli di Laut China Selatan
- Kian Mesra dengan Cina, Taiwan akan Kurangi Tentar...
- Menlu Marty: Andai Australia Mau Dengar Nasihat RI
- Kapal Perusak Kawal Rudal/Frigate TNI AL Resmi Dib...
- FITUR STEALTH / SILUMAN TIDAK LAGI MANJUR ?
- [Foto] T50i Golden Eagle
- Daftar Dosa Ariel Sharon terhadap Rakyat Palestina
- Arah Renstra II (2015-2019) dan III (2020-2024)
- DPR Setuju Pemerintah Beli Satelit Militer
- Lima Tahun Kedepan, China Menjadi Produsen Rudal T...
- Relokasi Pangkalan Militer AS di Nago Terancam Batal
- Uni Eropa Sepakat Kirim Militer ke Afrika Tengah
- embaga intelijen Australia (ASIO) Rebut Dokumen Pe...
- Kerentanan Rencana Pengadaan Kapal Selam 877EKM
- Menengok dapur perakitan jet tempur Rafale Prancis
- Australia, Harga Sebuah Kata Maaf
- Peluru kendali darat ke udara "2K12 Kub"
- Uni Emirat Arab Berlakukan Wajib Militer
- Setelah Liaoning, Cina Bangun Kapal Induk Kedua
- Peluru kendali darat ke udara "9K22 Tunguska"
- Peluru kendali darat ke udara "2K11 Krug"
- Menlu Iran bahas rudal S-300 dengan Presiden Putin
- Kongres Libya Siagakan Tentara
-
▼
Januari
(311)
Minggu, 05 Januari 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Wikipedia
Hasil penelusuran

0 komentar:
Posting Komentar