Select Language

Jumat, 25 September 2015

Militer Inggris di Afghanistan

British+Army+photo+shoot+in+Afghanistan+1
British+Army+photo+shoot+in+Afghanistan+2
British+Army+photo+shoot+in+Afghanistan+3
British+Army+photo+shoot+in+Afghanistan+4
British+Army+photo+shoot+in+Afghanistan+5
British+Army+photo+shoot+in+Afghanistan+6
British+Army+photo+shoot+in+Afghanistan+7
British+Army+photo+shoot+in+Afghanistan+8
Inggris sadar negara mereka tidak sekaya dan sebesar Amerika Serikat. Inggris bisa menerima kenyataan yang ada di jaman sekarang, setelah ratusan tahun yang lalu, mereka salah satu bangsa yang unggul di dunia. Untuk itu secara militer, Inggris tidak lagi meniru gaya Amerika Serikat yang sangat agresif dan boros untuk urusan militer. Inggris membentuk unit unit militernya lebih ramping namun efektif dan mematikan. Konsep itu antara lain mereka terapkan di perang Afghanistan.
sumber: jakartagreater.com

Kapal Induk Tiongkok Berbahan Semen

PLA+Navy+military+training+on+cement+aircraft+carrier+1
PLA+Navy+military+training+on+cement+aircraft+carrier+2
PLA+Navy+military+training+on+cement+aircraft+carrier+3
PLA+Navy+military+training+on+cement+aircraft+carrier+4
Angaktan laut Tiongkok (PLA) terus meningkatkan dan mengasah keterampilan mereka, terutama untuk mengoperasikan mesin-mesin perang baru dan modern yang booming di bangun di negeri tirai bambu ini. Kini Tiongkok sedang membangun kapal induk kedua. Sambil menunggu selesai, para calon awak kapalnya berlatih menerbangkan pesawat dari kapal induk yang terbuat dari semen, namun dibentuk semirip mungkin.

Malaysia Sering Langgar Ruang Udara Natuna

F-18D Malaysia
F-18D Malaysia
Jakarta – Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas), Marsda TNI Hadiyan Sumintaatmadja mengaku selama ini ruang udara Pulau Natuna, Kepulauan Riau sering terjadi pelanggaran yang dilakukan pesawat Malaysia. Meski jajarannya telah mengatur jalur khusus di kawasan udara alur laut kepulauan Indonesia (Alki).
“Ada yang kabur, ada yang protes. Mereka merasa enggak keluar jalur (Alki). Tapi radar kita melihat mereka masuk jalur Alki,” ujar Hadiyan saat dikonfirmasi, Jumat (25/9/2015).
Hadiyan mencontohkan, negeri jiran Malaysia misalnya, meski sudah diberikan koridor khusus penerbangan dari Kuching yang berada di wilayah timur Malaysia ke Kelantan, bagian barat Malaysia, mereka tetap melanggar. Bahkan, Malaysia seringkali melakukan hal tersebut.
“Mereka kita beri koridor khusus juga. Sudah kita kasih karena ada perjanjian. Kita fasilitasi, kita sudah kasih lorong, tapi kadang mereka (Malaysia) suka keluar jalur atau lorong. Makanya kita usir, kita beri peringatan sebab kejadian seperti itu sering terjadi,” imbuhnya.
Keterbatasan pesawat tempur TNI AU, menjadi salah satu penyebab nekatnya pesawat asing melintas secara ilegal di ruang udara Indonesia. Terlebih pesawat tempur milik prajurit matra udara hanya berada di Batam, Makassar, dan Madiun.
“Harapan kita dengan banyak pesawat mereka jadi takut, kita berikan efek getar. Kalau di Batam kita sudah melakukan operasi mulai 16 September, operasi dilakukan hampir setiap hari. Tapi pesawat tempur tidak setiap saat kita deploy (parkir) di sana,” pungkasnya.

Okezone.com

Mengenal Spetsnaz Grup Alpha

statik.tempo.co
Spetsnaz Grup Alpha salah satu dari sekian banyak pasukan khusus yang dimiliki oleh Rusia. Grup Alpha berada di bawah kendali FSB (Federal’naya Sluzhba Bezopasnosti), atau badan keamanan federasi yang dahulu bernama KGB. Grup Alpha memiliki keahlian operasi penyamaran, operasi anti teror, dan penculikan tokoh penting. [defence.pk]
2
Sejumlah pasukan Grup Alpha berusaha menyelamatkan anak-anak dari penyanderaan sekolah di Beslan. FSB membawahi 2 unit paramiliter pasukan khusus yaitu Alpha dan Vympel, namun dalam pembahasan kali ini lebih menekankan pada pasukan Grup Alpha. Dimana pasukan grup Alpha lebih sering dikerahkan dalam konflik berintensitas tinggi, dan operasi pembebasan sandera. [Getty Images]
3
Pasukan Grup Alpha tengah menyerbu sebuah bangunan di kota Nalchik, seorang prajurit terlihat membawa tameng anti peluru yang merupakan ciri khas dari Grup Alpha. Unit ini didirikan pada 28 Juli 1978 oleh pemimpin KGB Yuri Andropov, dahulu unit ini hanya menerima perwira saja dan beroperasi dalam jumlah personel yang amat terbatas. Alpha dikerahkan pertama kali saat menyerbu Istana Kepresidenan Afganistan di Kabul pada 27 Desember 1979. [Getty Images]
4
Sejumlah pasukan Spetsnaz Grup Alpha berlarian saat menyerbu gedung theater di Moscow. Sebagai pasukan intelejen, jumlah personel dan metode pelatihan tidak pernah diumbar ke publik. Tetapi pelatihan pasukan Grup Alpha sangatlah berat, salah satunya adalah latihan mengamankan tokoh penting dan menjaga pembangkit listrik tenaga nuklir. [Getty Images]
5
Salah satu strategi rahasia dari Spetsnaz Grup Alpha adalah melumpuhkan nuklir. Alpha bertugas untuk mengeleminasi kemampuan nuklir lawan, tugas ini sangatlah sulit mendeteksi keberadaan tempat peluncur nuklir lawan. Alpha memiliki salah satu strategi unik yaitu, menculik tokoh penting yang bertanggung jawab meluncurkan nuklir seperti pimpinan militer, pejabat pemerintah dan operator nuklir. Sehingga dengan mudah rudal nuklir tidak dapat diluncurkan jika orang-orang penting tersebut diculik atau dilenyapkan. [Getty Images]
6
Sebagai pasukan intelejen Alpha kerap kali ditugaskan untuk menangani misi-misi kotor, seperti eksekusi target terpilih. Salah satu misi Alpha adalah melakukan serangan terhadap instalasi militer dalam konflik Ukraina-Rusia. Selain itu operasi pembebasan sandera dan penyerbuan ke instalasi musuh kerap kali dilakukan oleh satuan ini. [Getty Images]
Tempo.co

Jet Tempur MiG-29 di Langit Suriah

22
33
44
55
Presiden AS Barack Obama menyampaikan Pidato di White House, Washington DC, AS
Presiden AS Barack Obama menyampaikan Pidato di White House, Washington DC, AS
Sebelumnya satelit mata-mata AS mendeteksi kehadiran pesawat tempur Rusia di lapangan terbang Suriah. Kini pesawat MiG-29 telah terbang di timur wilayah Ghouta, Suriah. Belum diketahui apakah pesawat ini milik AU Suriah atau Rusia.
sumber: jakartagreater.com

Russian Navy Amphibious Landing Crafts

Russian1
Russian2
Russian3
Russian4
Russian5
Russian6
Russian7
Russian8
Russian9
Russian10
Russian11
Russian12
Russian13
Russian Navy amphibious landing crafts. Rusia berlatih melakukan pendaratan pasukan dan mesin perang, di saat meningkatnya suhu politik di Eropa dan juga Suriah. Rusia melakukan berbagai simulasi pendaratan pasukan ke garis pantai, mengantisipasi jika pasukan ini harus bergerak, jika di minta pusat komando di Moskow, Rusia.
sumber: jakartagreater.com

SU-27 TNI AU Usir Pesawat Asing di Natuna

image
Kepulauan Riau – Satu thunder flight Sukhoi Su-27/30MKI Flanker dari Skuadron Udara 11 TNI AU mengusir pesawat terbang asing yang tanpa ijin masuk di koridor udara Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, hari ini.
Penerbangan tanpa ijin di wilayah udara ini sudah beberapa kali terjadi namun bisa diusir jajaran TNI AU.
“Satuan radar mendeteksi pesawat tidak dikenal di wilayah Natuna. Kami mengejar mereka,” kata Komandan Skuadron Udara 11 TNI AU, Letnan Kolonel Penerbang Vincentius Endy HP, usai kembali mendarat di Pangkalan Udara TNI AU Hang Nadim, Batam, Jumat.
Untuk sementara waktu, beberapa Sukhoi Su-27/30MKI Flanker Skuadron Udara 11 TNI AU ditempatkan di sana untuk bersiaga. Dalam keseharian, mereka memiliki home base di Pangkalan Udara Utama TNI AU Hasanuddin, Makassar.
Informasi penerbangan gelap itu, kata dia, diterima petugas piket sekitar pukul 11.30 WIB.
Endy langsung memimpin pengejaran bersama dua anak buahnya, yaitu Letnan Dua Penerbang Nur Wachid, dan Kapten Penerbang Idris.
Sekitar satu jam pengejaran, dua pesawat tempur buatan Rusia itu mendarat di Batam.
“Pesawatnya memotong jalur di Natuna. Setelah mengetahui kami mengejar, pesawat tidak dikenal tersebut keluar dari ruang udara Natuna dan menggunakan jalur semestinya,” kata dia.
Ia mengatakan, belum mengetahui secara pasti jenis pesawat terbang itu, karena posisi terakhir masih jauh dari titik pesawat terpantau radar. “Mereka tahu kalau dikejar. Sehingga langsung meninggalkan udara Natuna sebelum sempat kami dekati,” kata Endy.
Indonesia sebetulnya memberi beberapa koridor udara untuk keperluan penerbangan damai pesawat-pesawat terbang militer negara-negara lain.
Walau begitu, mereka atau perwakilan resmi negara-negara yang akan menggunakan koridor udara itu tetap harus mengajukan ijin resmi kepada pemerintah Indonesia.
Pemberitahuan tertulis dan pengajuan ijin resmi itu ditujukan, antara lain, kepada Markas Besar TNI dan TNI AU, Badan Intelijen Strategis TNI, Kementerian Luar Negeri, dan beberapa instansi lain. Ketidakpatuhan pada prosedur ini bisa berujung pada insiden diplomatik dan militer secara serius.
Wilayah Natuna, kata dia, termasuk paling rawan dilanggar penerbangan gelap mengingat kondisi geografisnya yang luas.
“Posisinya pada sisi utara. Sementara pesawat-pesawat itu ingin ambil jalur lurus sehingga bisa lebih hemat bahan bakar dan cepat sampai. Makanya mereka melintasi udara Natuna khususnya yang ke Malaysia dan Singapura,” kata dia.
Editor: Ade Marboen
ANTARA

Stabilitas Maritim Indonesia Jadi Kunci di Asia Pasifik

KRI Bung Tomo (Tom-357)
KRI Bung Tomo (Tom-357)
London – Utusan Khusus Indonesia pada International Maritime Organization (IMO), Laksamana TNI Purn. Dr Marsetio, mengatakan, stabilitas keamanan maritim Indonesia menjadi salah satu kunci penting stabilitas keamanan Asia Pasifik.
Satu hal pokok penyebabnya adalah dengan posisi geografis Indonesia sebagai negara maritim.
Marsetio menyatakan ini dalam presentasi bertemakan “Mengembalikan Kejayaan Maritim Bangsa Indonesia melalui Poros Maritim Dunia”, di hadapan masyarakat Indonesia dan kepala perwakilan Bank serta BKPM para staf Kedutaan Besar Indonesia di London, PPI London, Kamis.
Dikatakan mantan kepala staf TNI AL (periode 2012-2014) itu, Indonesia juga harus tetap antisipatif terhadap segala bentuk ancaman pemanfaatan sumber daya alam oleh pihak asing, yang akan merugikan kepentingan nasional.
Oleh sebab itu, Indonesia harus memiliki kekuatan TNI AL yang berkemampuan menjaga sumber kekayaan alam laut di seluruh wilayah yurisdiksi nasional Indonesia secara baik, sesuai aturan nasional maupun internasional yang telah diratifikasi.
Kunjungan kerja ke London pada 20-25 September guna melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal IMO, Koji Sekimizu, dalam rangka pencalonan kembali Indonesia sebagai anggota Dewan IMO.
KRI Bung Tomo (TOM-357) melaksanakan uji tembakan meriam 76 milimeter di Pulau Gundul, Jateng, (Antara / Joko Sulistyo)
KRI Bung Tomo (TOM-357) melaksanakan uji tembakan meriam 76 milimeter di Pulau Gundul, Jateng, (Antara / Joko Sulistyo)
Dalam paparannya, Marsetio menyebutkan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, yaitu 5,8 juta kilometer persegi sebagaimana diakui UN Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.
Dengan wilayah perairan yang demikian luas, sangatlah pantas bila Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) kelautan sangat besar, baik SDA hayati maupjn SDA non hayati.
TNI AL, dalam peran diplomasi internasional, telah dua kali menggelar simposium internasional kemaritiman. Marsetio menggagas pertama kali pada 2013. Belum lagi latihan bersama angkatan laut lingkar Asia Pasifik, baik yang rutin ataupun di luar rutin.
ANTARA News

Minggu, 20 September 2015

Pengembangan Helikopter Berkaki Belalang

heli-berkaki-belalang
Helikopter biasanya akan kesulitan mendarat di permukaan yang tidak rata. Beda halnya dengan serangga terbang macam belalang yang bisa “nemplok” hampir di mana saja karena punya kaki-kaki yang mampu disesuaikan dengan kontur benda tempatnya hinggap.
Oleh sebab itulah, badan riset departemen pertahanan AS (DARPA) mengembangkan kaki-kaki robot untuk dipasang di bawah tubuh helikopter.
Tujuannya adalah membantu helikopter agar bisa mendarat di permukaan yang tidak rata, seperti yang mampu dilakukan oleh belalang tadi.
Dalam sebuah video demonstrasi yang dirangkum Nextren dari The Verge, Jumat (18/8/2015). DARPA terlihat sudah mulai coba-coba menerapkan kaki robot di helikopter mainan radio control.
Si helikopter tampak benar-benar mampu mendarat di permukaan benda yang memiliki tinggi berbeda. Sebagian kaki robot menginjak tanah, sementara lainnya menapak di balok kayu yang diletakkan di atas tanah.
Rahasianya terletak pada sensor khusus yang mampu menentukan sudut pendaratan terbaik ketika akan landing. Kaki-kaki robot lantas digerakkan agar mengikuti bentuk permukaan tempat mendarat.
Menurut DARPA, kaki-kaki robot yang dikembangkan bersama dengan Georgia Institute of Technology ini juga bisa dipakai membantu helikopter mendarat di kapal laut yang sedang terombang-ambing di tengah lautan berombak, atau daerah bencana untuk operasi SAR.
Kaki-kaki robot tersebut masih harus dikembangkan lebih lanjut sebelum bisa dipakai di helikopter sungguhan. Tapi tak ada salahnya menyimak teknologi yang terinspirasi dari serangga di alam ini. Demonstrasi selengkapnya bisa dilihat dalam video di bawah.
SRIPOKU.com

Minggu, 13 September 2015

TNI Butuh Tambahan Anggaran Tahun 2016

lada-class
Jakarta – Dalam rapat penetapan anggaran TNI dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan, TNI memerlukan tambahan dana sebesar Rp 35 triliun. Dana tersebut dipakai buat mengembangkan kebijakan poros maritim, dan menangkal gangguan dari Laut China Selatan.
Penambahan dana itu menurut Panglima TNI berdasarkan beberapa program kerja yang belum dilaksanakan TNI, dan dalam menghadapi potensi ancaman akan mengganggu kedaulatan NKRI.
“Meminta tambahan dana sebesar Rp 35 triliun. Mengapa Rp 35 triliun? Karena ada beberapa hal dari 2014 belum terakomodasi dan harus dilakukan lagi,” kata Jenderal Gatot di Gedung DPR, Jakarta, Senin (7/9/2015).
Panglima TNI menyampaikan, dana tersebut diperlukan guna mengembangkan poros maritim nusantara dan melindungi negara dari ancaman di Laut China Selatan.
“Itu kebijakan pertama dan keduanya. Maka perlu ada evaluasi atas poin poin yang mana menjadi prioritas,” ujar Gatot.
Panglima TNI menyebutkan, sarana dan prasarana diperlukan dalam menghadapi ancaman itu dan persiapan menjadi negara maritim yang unggul.
“Dari anggota AD perlu radar, proteksi udara, pesawat tempur, dan pesawat angkut. Untuk AL perlu frigate, kapal selam, radar, alat ini jadi prioritas. Untuk memperoleh keunggulan poros maritim laut dan udara sekaligus. Menindak karena banyak celah-celah kita yang masih bolong terpayungi dengan adanya radar ini yang jadi prioritas,” ucapnya.
Menurut Panglima TNI, Permintaan tambahan dana telah diperhitungkan berdasarkan kebutuhan dan aturan yang ada. Dia berharap pemerintah melakukan evaluasi sistem penganggaran instansi TNI berdasarkan tiap pergantian presiden.
“Adapula keputusan presiden nomer 87 tahun 2012 tentang belanja pegawai dan tunjangan kinerja. Sedangkan tunjangan kinerja masih lama dan belum ada peningkatan. Dan ini adalah salah satu faktor lagi. Jadi sesuai aturan tiap lima tahun atau pergantian pemerintah harus dievaluasi, program terus berjalan tetapi terus dilakukan evaluasi berasalkan ancaman juga,” tutup Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.
Merdeka.com

Kontrak Gripen NG dengan Brasil Telah Efektif

Gripen NG, Saab, Swdia
Gripen NG, Saab, Swdia
Saab  Swedia mengumumkan kontrak dengan pemerintah Brasil mengenai pengembangan dan produksi 36 pesawat tempur Gripen NG, sudah sah dan efektif, karena semua syarat sudah dipenuhi.
Nilai kontrak yang mencapai 39.3 miliar SEK sudah ditandai oleh Saab sebagai sebuah pemesanan. Pengiriman Gripen NG ke Angkatan Udara Brasil akan dimulai dari 2019 ke 2024.
Kontrak kerjasama industri (termasuk transfer teknologi ke industri strategis di Brasil), yang juga ditandatangani pada bulan Oktober 2014 sudah mulai efektif pada saat ini.
“Melalui program Gripen NG ini, kami meneruskan relasi industri antara Brasil dan Swedia. Saya sangat yakin bahwa program penting ini bisa menjadi wadah untuk bisnis yang baru dan berkontribusi kepada perkembangan industri di Brasil dan Swedia,” kata Marcus Wallenberg, Chairman di Board of Directors di Saab.
“Dengan ini, kami secara resmi menandakan bahwa program Gripen NG milik brasil dimulai. Kami akan mengerjakan proyek ini dengan kecepatan penuh untuk memastikan penyelesaian Gripen NG ke Brasil tepat waktu. Kemitraan kami dengan industri di Brasil menguatkan posisi Saab di Amerika Latin dan mendukung strategi kami untuk terus bertumbuh lewat kerjasama industri,” kata HÃ¥kan Buskhe, Presiden dan CEO di Saab.
Program transfer teknologi akan berkontribusi untuk pengembangan kemandirian teknologi industri pertahanan yang mutakhir di Brasil. Insinyur dan teknisi di Brasil akan datang ke Saab untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan di Swedia pada Oktober 2015.
“Akuisisi Gripen NG ini akan memberikan keuntungan lebih dari pembesaran kapasitas operasional Angkatan Udara Brasil. Selain mempersenjatai mereka dengan salah satu pesawat tempur paling modern di dunia, pengembangan Gripen NG memberikan sebuah terobosan baru untuk industri di Brasil,” kata Brigadir Letnan Nivaldo Luiz Rossato, Komandan Angkatan Udara Brasil.
Gripen dari Saab adalah pesawat tempur multiperan yang mampu melakukan segala misi di udara dan misi udara-ke-darat, termasuk misi intelijen, pengawasan, pengakuisisian target, pengintaian (ISTAR) dan peperangan elektronik. Gripen dilengkapi sensor dan sistem misi paling canggih, termasuk radar active electronically scanned array (AESA) dan sistem infra-red search and track(IRST).
Gripen dapat dipersenjatai dengan air-launched weapon apapun dan pemasangan kapabilitas baru yang sangat cepat dan hemat biaya. Gripen sangat mudah untuk diluncurkan dengan pemeliharaan yang minim dan mempunyai keandalan yang sudah diuji.
SAAB Swedia

TNI Berencana Beli Pesawat Pemadam Kebakaran

Beriev Be-200 Altair
Beriev Be-200 Altair
Jakarta – Kebakaran hutan yang terjadi di Kalimantan dan Sumatera membuat prihatin TNI. Oleh karena itu, TNI berencana membeli pesawat yang memiliki kemampuan membawa ribuan liter air untuk memadamkan api di titik sumber terjadinya kebakaran.
“Kami telah merencanakan membeli pesawat yang bisa dijadikan water tractor. Bisa ambil air dan dituangkan ke daerah kebakaran,” kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/9/2015).
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara, Marsma Dwi Badarmanto mengamini keinginan TNI untuk membeli pesawat untuk menangani kebakaran hutan.
Kendati demikian, Badarmanto mengaku belum mengetahui jenis dan spesifikasi pesawat yang akan dibeli itu. “Belum tahu jenisnya tapi kami ingin yang terbaik,” katanya.
Sebelumnya, TNI AU sempat mengutarakan ingin membeli pesawat amphibi yang bisa mendarat di air. Dua pesawat amphibi yang juga bisa dijadikan pemadam kebakaran hutan, antara lain Beriev Be-200 buatan Rusia dan Bombardier 415 MP buatan Kanada.
Sindonews.com

Program Pengadaan Alutsista Renstra II 2015-2019 TNI AU

Radar Weibel
Radar Weibel
Pembelian satu skuadron Su-35 sebagai pengganti pesawat F-5 Tiger II merupakan salah satu program Renstra II 2015-2019. Selain itu, pembelian radar Weibel juga perlu dicermati. Berikut ini adalah rencana program pengadaan alutsista TNI AU dalam kurun 2015-2019 :
1. Melaksanakan program perpanjangan usia struktur ”Falcon Star” dan peningkatan kemampuan avionik ”Mid-Life Upgrade” untuk armada pesawat F16 A/B Block 15 Skadron Udara 3 lanud Iswahjudi.
2.Pengadaan peralatan kamera dan radar surveillance untuk pesawat B-737 MPA (Patroli Intai Maritim).
3.Mengajukan pengadaan pesawat Tanker kelas MRTT (Multi Role Tanker Transport)
4.Pengadaan pesawat Airborne Early Warning & Control (radar terbang),
5.Pengadaan pesawat Pengintai Maritim Strategis.
6.Pengadaan 1 unit radar rudal MLAAD (Medium and Low Altitude Air Defense),
7.Pengadaan 2 unit Radar Weibel 
8.Melakukan proses refurbisment dan pengadaan rudal jarak pendek AIM-9 Sidewinder baru, serta berbagai pengadaan alutsista modern lainnya
9.Pengadaan pesawat pengganti F-5.
10.Usulan pengadaan pesawat intai Amfibi.
Serah Teirma radar Weibel ke Indonesia (photo; IndoMiliter.com)
Serah Teirma radar Weibel ke Indonesia (photo; IndoMiliter.com)
Radar Weibel adalah buatan perusahaan Weibel Scientific asal Denmark yang memproduksi radar dengan prinsip doppler. Radar buatan mereka termasuk yang terdepan di Dunia. Weibel menyediakan berbagai radar untuk memenuhi kebutuhan pengukuran dan pelacakan yang berbeda.
Radar portable yang diincar TNI AU ini bersifat mobile dan dapat diangkut dengan mudah oleh pesawat angkut sekelas C-130 Hercules. Radar ini dapat beroperasi di segala cuaca. Moda operasinya dapat melacak terus-menerus suatu kawasan dalam putaran 360 derajat. Jarak pelacakannya antara 550 sampai lebih dari 1000 Km dan pengintaian pada jarak 250 sampai 400 Km.
Radar ini juga dilengkapi sistem Tx Synthetic Aperture untuk membuat gambar dari obyek, seperti lanskap dalam tampilan 2D atau 3D, memberikan resolusi spasial yang lebih baik daripada radar konvensional. Radar Weibel juga dilengkapi Rx Digital Multi Beam Phased array.
Semua radar Weibel memiliki muzzle velocity radar system, active protection radar system, sistem doppler, tracking Radar Systems, multi frekuensi, ranging radar untuk platform pihak ketiga, pelacakan multi sensor, dan sistem pengintai dan pelacak.
Seperti halnya satuan radar militer lainnya, radar Weibel dioperasikan oleh personel TNI AU, namun jalur komandoi untuk penggunaanya berada di bawah Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional).
Penempatan radar Weibel segera dilaksanakan mengingat kecenderungan permasalahan perbatasan dengan Negara Tetangga dan kondisi geografis Indonesia yang masih terdapat blank area yang belum optimal tercover oleh radar, sehingga kerap memicu pelanggaran wilayah udara Indonesia oleh black flight.
Kini Radar Weibel Doppler akan mengawasi 17.508 pulau di Indonesia. Selain ke Indonesia, perusahaan Denmark ini, juga memasok radar Weibel ke NASA.
Namun, selama radar Indonesia masih buatan luar negeri, tetap saja akan ada kelemahannya yang bisa dieksploitasi negara pembuat dan sekutunya. Kecuali radar negara ini buatan dalam negeri.
Indomiliter.com

Perakitan Pesawat Tempur Sukhoi SU-35

su-35-8
Angkatan Udara Rusia menerima 12 pesawat tempur Su-35S. Upacara serah terima pesawat digelar di Komsomolsk-na-Amure tepatnya di pabrik pesawat Y.A. Gagarin. Pabrik ini juga merakit pesawat tempur multiperan generasi 4++ yang tampaknya akan menjadi kekuatan dasar aviasi Rusia pada tahun-tahun mendatang.
su-35-115
Yang Muda dan Yang Menjanjikan
Ada banyak pemuda-pemudi yang bekerja di bengkel perakitan pesawat ini. Mereka dengan sigap mengelola mesin kompleks bernilai jutaan dolar. Salah satu operator mesin penggilingan kategori 4, Yana Cherepok, bahkan baru berusia sekitar 20 tahun. Dalam satu hari dia mampu menghasilkan 12 belas potongan pesawat. Gadis ini beharap suatu hari nanti dia bisa mendapatkan kategori 5, mengasuh anaknya, dan membeli rumah sendiri.
Sekitar 2.800 potongan pesawat yang diproduksi setiap hari akan dirakit ke dalam berbagai macam bentuk. Bahan yang digunakan untuk detail ini pun beragam, yaitu duralumin, titanium, dan campuran bahan-bahan komposit.
Badan pesawat tempur, termasuk lambung dan bagian belakang pesawat akan dirakit di bengkel perakitan. Ada lebih banyak pemuda yang bekerja pada bagian ini. Biasanya,  mereka berprofesi sebagai perakit, pemutar skrup, dan ahli mekanik.
Seorang lulusan universitas politeknik bernama Aleksey (23) saat ini bekerja sebagai mandor produksi. Ada sekitar 13 pekerja di bawah arahan insinyur muda ini. Aleksey yakin ia telah memilih profesi yang tepat. Memimpin perakitan pesawat adalah pekerjaan yang membutuhkan tanggung jawab tinggi, tapi di saat yang sama sangat menarik.
su-35-10
Dalam sebulan, bengkel ini mampu merakit tiga “ekor” dan tiga lambung pesawat. Untuk merakit satu pesawat tempur, para pekerja dapat menghabiskan puluhan ribu paku sumbat (rivet). Waktu yang dibutuhkan sejak awal perakitan hingga selesai berkisar lima sampai enam bulan.
“Setelah badan pesawat dirakit dan semua bagian terhubung, pesawat tempur masuk ke tahapan selanjutnya. Dalam tubuhnya diisi komponen elektronik, pemasangan mesin dan sistem lainnya. Tentu saja setiap sistem akan diuji,”ujar Ketua Bengkel Perakitan Igor Leshyev.
Setelah memperbaiki sejumlah kesalahan pada sistem, serangkaian tes lain akan dilanjutkan. Pertama akan dilakukan tes darat, lalu baru kemudian akan diterbangkan. Hanya ketika setelah lulus seluruh rangkaian pengujianlah, sebuah pesawat akan diberi warna dan dikirimkan ke AU Rusia.
Pada tahun 2015 ini, angkatan militer dijadwalkan menerima 48 pesawat tempur Su-35S. Para ahli mekanik menjamin bahwa perakitan akan selesai pada tenggat waktu yang telah ditetapkan.
Masa bakti Su-35S adalah sekitar 30 tahun. Pesawat tempur ini diharapkan akan mendukung kemampuan tempur tentara selama masa transisi. Untuk sementara waktu, AU Rusia tidak akan menerima pesawat tempur generasi kelima T-50. Menurut kepala United Aircraft Corporation Mikhail Pogosyan, Pemasokan secara berseri akan dimulai pada tahun 2016.
Karakteristik taktis penerbangan Su-35S
Karakteristik taktis penerbangan Su-35S mendekati pesawat tempur generasi kelima. Teknologi siluman diterapkan dalam pembuatan pesawat tempur ini, yaitu dengan menggunakan lapisan peredam radar dan material komposit.
Kecepatan maksimum pesawat 1.400 km/jam dengan jarak penerbangan sejauh 3.600 km. Jangkauan deteksi target dalam mode “udara-ke-udara” adalah sekitar 400 km. Radar pesawat secara bersamaan dapat melacak hingga 30 target dan melakukan penembakan terhadap delapan target udara.

TNI Berupaya Datangkan 12 Kapal Selam Kelas Kilo

paltus
Jakarta –Dalam upaya mewujudkan visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, diperlukan keunggulan kekuatan pertahanan di laut dan udara. Salah satu langkah yang diambil TNI untuk mengembangkan kekuataan laut adalah dengan rencana mendatangkan kapal selam kelas kilo.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengungkapkan, jika TNI AL memiliki kapal selam kelas kilo tentu akan menghadirkan detterence effects yang luar biasa. Tidak hanya itu, kapal selam kelas kilo itu merupakan salah satu impian dari TNI AL. “Itu mimpi TNI AL. Semoga pemerintah dan DPR bisa mewujudkan mimpi itu. Efek detterence-nya pasti ada” kata Jenderal Gatot, Jumat (11/9).
TNI berniat mendatangkan 12 kapal selam kelas kilo. Hal ini lantaran melihat kondisi luasnya wilayah perairan Indonesia. Salah satu alasan utama dari penambahan dan keberadaan kapal selam kelas kilo di armada TNI AL adalah agar bisa menimbulkan detterence effect (efek gentar) dari Indonesia di antara negara-negara di kawasan.
“Hitungan-hitungan idealnya 12 kapal selam dan yang diharapkan panglima TNI itu kelas kilo. Karena itu, memiliki kemampuan yang lebih dalam untuk mengover wilayah kita yang luas. Selain itu, memiliki faktor deteren yang cukup besar,” ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Endang Sodik.
Kapal selam kelas kilo memang menjadi salah satu primadona dalam kekuatan pertahanan laut di dunia. Kapal selam ini dikenal memiliki teknologi yang cukup canggih, yaitu mampu beroperasi dengan tenang dan tidak memiliki suara yang gaduh.
Bahkan, kapal selam kelas kilo disebut-sebut sebagai salah satu kapal selam yang menghasilkan suara terlemah di dunia. Hal ini sangat efektif mengingat fungsinya sebagai antikapal permukaan dan antikapal selam.
Kendati begitu, Endang menjelaskan, pengadaan dan pembelian 12 kapal selam kelas kilo itu akan bergantung sepenuhnya kepada kemampuan anggaran pemerintah. Rencana pembelian kapal selam kelas kilo ini juga telah dimasukkan dalam salah satu evaluasi Rencana Strategis (Renstra) Minimum Essential Force (MEF) tahap dua pada 2015-2019.
Sementara, Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI M Zainudin mengungkapkan, kapal selam kelas kilo memiliki kemampuan dan perlengkapan senjata yang lebih baik dibanding dengan kelas Changbogo. `’Kalau kelas kilo punya perlengkapan senjata yang bagus, punya kekuatan yang bagus, punya kemampuan yang lebih baik. Ini adalah kapal selam kelas siluman, menyelam tidak terdeteksi. Makanya, kalau kita punya (kapal selam kelas kilo), kita bakal disegani di kawasan karena efek detterence-nya itu,” kata Zainudin.
Reporter: Irfa Reja Widodo
Editor: Muhammad Hafil
Republika.co.id
hackerandeducation © 2008 Template by:
SkinCorner