Select Language

Selasa, 30 Juli 2013

Dibalik Penyadapan Inteligen Inggris Dan Amerika (3)

BIN Cari Bukti Penyadapan G20 Di London

JAKARTA-(IDB) : Anggota Komisi Hubungan Luar Negeri DPR, Nurul Arifin, mengatakan penyadapan yang menimpa delegasi Indonesia dalam pertemuan G20 di London, pada 2009 lalu menandakan posisi Indonesia yang kian dianggap sebagai ancaman di kawasan. 

"Negara-negara yang melakukan penyadapan terhadap Indonesia merasa terancam dengan kondisi tanah air," kata politikus Golkar ini, Senin 29 Juli 2013. Menurut dia, kondisi keamanan Indonesia yang relatif damai dan pertumbuhan ekonomi yang lumayan tinggi membuat negara lain khawatir.

"Pergerakan yang kita (Indonesia) capai tentu saja dianggap ancaman bagi negara lain," ucap Nurul ketika ditemui di Kompleks Parlemen Senayan. Dia menuturkan, Indonesia yang mulai maju ditambah kekayaan alam yang melimpah membuat para negara-negara tetangga ingin selalu mengganggu Indonesia.

Menurut Nurul, kondisi Indonesia saat ini menjadi ancaman bagi hegemoni Amerika, Australia, Ingris atau negara-negara maju lainnya. Mereka khawatir Indonesia akan lepas dari pengaruh Barat dan semakin dekat dengan Cina. "Apalagi saat ini ada perebutan pengaruh antara Cina dan negara barat," ucap Nurul. 

Pemerintah Inggris dilaporkan menyadap telepon delegasi Indonesia saat mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi G20 di London. Informasi penyadapan Indonesia justru dikabarkan dua media di Australia yaitu The Age dan The Sydney Morning Herald yang berada di bawah Fairfax Media. Dalam pemberitaannya, dikabarkan bahwa pemerintah Australia mengambil keuntungan terhadap hasil penyadapan Indonesia oleh agen intelejen Inggris.

Selain SBY, Inggris juga menyadap Perdana Menteri India Manmohan Singh dan Presiden Cina (waktu itu) Hu Jintao.

BIN Jamin Tak Balas di APEC

Kepala Badan Intelijen Nasional Marciano Norman mengaku lembaganya tidak akan melakukan penyadapan terhadap semua pemimpin negara dan delegasi yang hadir dalam pertemuan tingkat tinggi Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) pada Desember 2013 di Bali. BIN menghormati dan menjamin keamanan informasi dan komunikasi selama pertemuan kepada para negara tamu.

"Kami memberi jaminan insiden penyadapan di Konferensi Tingkat Tinggi G20 pada 2009 di London tidak akan terjadi di Indonesia," kata Marciano Norman saat ditemui di kantor Presiden, Senin, 29 Juli 2013.

Sesuai dengan tata hubungan internasional, menurut dia, setiap pemimpin dan delegasi negara harus mendapatkan jaminan keamanan dalam kunjungan ke negara lain. Keamanan tidak hanya meliputi kegiatan, tetapi juga pemberitaan dan informasi.

Berkaitan dengan penyadapan SBY di London, BIN sendiri mengklaim sedang melakukan evaluasi terhadap tingkat keamanan informasi. BIN berupaya terus meningkatkan kemampuan dan teknologi mereka agar dapat mengimbangi perkembangan teknik penyadapan negara-negara tetangga.

"Kalau tidak dilakukan, kita dengan mudah akan mengalami kebocoran informasi," kata dia. Peningkatan kemampuan dan keamanan ini, menurut Marciano, dilakukan dengan kerja sama dan pengembangan bersama kementerian terkait, seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika. "Saya rasa kita memang harus meningkatkan kembali," kata Marciano.

SBY dan delegasi Indonesia dikabarkan menjadi korban penyadapan intelijen Inggris saat KTT G20 di London. Data tersebut kemudian tersebar dan dimanfaatkan pemerintah Australia untuk kepentingan politik, terutama dalam proses pencalonan Australia menjadi anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pemerintah mengetahui informasi penyadapan terhadap Presiden melalui dua media Australia, yaitu The Age danThe Sydney Morning Herald yang berada di bawah Fairfax Media. Dalam pemberitaan media itu, dikabarkan pemerintah Australia mengambil keuntungan terhadap hasil penyadapan Indonesia oleh agen intelijen Inggris. Ketika itu, Perdana Menteri Australia Kevin Rudd memperoleh hasil penyadapan atas SBY, Perdana Menteri India Manmohan Singh, dan Presiden Cina (waktu itu) Hu Jintao.






Sumber : Tempo

Dibalik Penyadapan Inteligen Inggris Dan Amerika (2)

JAKARTA-(IDB) : Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan, pemerintah telah meminta konfirmasi dari pemerintah Inggris mengenai informasi penyadapan yang terjadi selama  Konferensi Tingkat Tinggi G20 di London 2009. Pemerintah belum mau bertindak lebih detail sebelum mendapat penjelasan dan bukti.  

"Kebenaran itu harus kita konfirmasi, ini beritanya masih dari pihak ketiga," kata Marty Natalegawa saat ditemui di Kantor Presiden, Senin, 29 Juli 2013.

Ia juga menyatakan, hingga saat ini pemerintah belum mengetahui kerugian dan tingkat penyadapan yang dilakukan intelijen Inggris. Pemerintah juga belum mengetahui secara detail alasan dan arah penggunaan penyadapan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan delegasi Indonesia di G20.

Pemerintah mengetahui informasi penyadapan terhadap Presiden SBY melalui dua media Australia yaitu The Agedan The Sydney Morning Herald yang berada di bawah Fairfax Media. Dalam pemberitaannya dikabarkan bahwa pemerintah Australia mengambil keuntungan terhadap hasil penyadapan Indonesia oleh agen intelijen Inggris.

Dalam dokumen yang diterimanya, Perdana Menteri Kevin Rudd memperoleh hasil penyadapan beberapa pemimpin Asia-Pasifik yaitu SBY, Perdana Menteri India Manmohan Singh dan mantan Presiden China Hu Jintao. "Seandainya betul, ini sesuatu yang sangat memprihatinkan dan sangat melanggar tata krama hubungan internasional," ucap dia. 

Media Inggris The Guardian sendiri sebelumnya melaporkan Edward Snowden yang membocorkan dokumen intelijen Amerika Serikat dan Inggris. Keduanya menargetkan penyadapan kepada para pemimpin dunia saat menghadiri KTT G20 di London.

Dokumen yang dibocorkan Snowden tersebut mengungkap informasi intelijen Inggris, Government Communication Headquarters (GCHQ) telah menerobos dan menyadap komunikasi ke jaringan keamanan Blackberry atau telepon seluler pintar untuk memantau email dan panggilan masuk para delegasi.

GCHQ dilaporkan juga menyadap jaringan di kafe Internet dengan program penyadapan email dan perangkat lunak mata-mata untuk kata sandi email yang digunakan para delegasi. "Saya belum mendengar ada reaksi dari beliau (SBY). Belum ada reaksi dari beliau," kata Marty. 

DPR : Indonesia Jadi Ancaman

Anggota Komisi Hubungan Luar Negeri DPR, Nurul Arifin, mengatakan penyadapan yang menimpa delegasi Indonesia dalam pertemuan G20 di London, pada 2009 lalu menandakan posisi Indonesia yang kian dianggap sebagai ancaman di kawasan. 

"Negara-negara yang melakukan penyadapan terhadap Indonesia merasa terancam dengan kondisi tanah air," kata politikus Golkar ini, Senin 29 Juli 2013. Menurut dia, kondisi keamanan Indonesia yang relatif damai dan pertumbuhan ekonomi yang lumayan tinggi membuat negara lain khawatir.

"Pergerakan yang kita (Indonesia) capai tentu saja dianggap ancaman bagi negara lain," ucap Nurul ketika ditemui di Kompleks Parlemen Senayan. Dia menuturkan, Indonesia yang mulai maju ditambah kekayaan alam yang melimpah membuat para negara-negara tetangga ingin selalu mengganggu Indonesia.

Menurut Nurul, kondisi Indonesia saat ini menjadi ancaman bagi hegemoni Amerika, Australia, Ingris atau negara-negara maju lainnya. Mereka khawatir Indonesia akan lepas dari pengaruh Barat dan semakin dekat dengan Cina. "Apalagi saat ini ada perebutan pengaruh antara Cina dan negara barat," ucap Nurul. 

Pemerintah Inggris dilaporkan menyadap telepon delegasi Indonesia saat mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi G20 di London. Informasi penyadapan Indonesia justru dikabarkan dua media di Australia yaitu The Age dan The Sydney Morning Herald yang berada di bawah Fairfax Media. Dalam pemberitaannya, dikabarkan bahwa pemerintah Australia mengambil keuntungan terhadap hasil penyadapan Indonesia oleh agen intelejen Inggris.

Selain SBY, Inggris juga menyadap Perdana Menteri India Manmohan Singh dan Presiden Cina (waktu itu) Hu Jintao.





Sumber : Tempo

Dibalik Penyadapan Inteligen Inggris Dan Amerika (1)

JAKARTA-(IDB) : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum memberikan reaksi terhadap penyadapan pada Indonesia saat mengikut Konferensi Tingkat Tinggi G20 di London. Hal ini terjadi meski pemerintah sudah menerima informasi mengenai penyadapan sejak Juni lalu. 

"Belum kami ketahui reaksi presiden. Dari segi etika hubungan antarnegara, penyadapan memang harus dihindari. Informasi dapat melalui mekanisme dan cara yang wajar dalam hubungan antarnegara," kata Staf Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah saat ditemui di Istana Negara, Senin, 29 Juli 2013.
 

Ia menyatakan pemerintah memang sudah mengetahui bahwa ada tindakan penyadapan yang dilakukan Amerika dan Inggris sebagai tuan rumah pada beberapa negara tertentu. Akan tetapi, menurut dia, informasi subtansi alasan penyadapan terkait dengan pencalonan sebagai Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB). "Substansi beragam sekali, apakah substansi di G20 atau yang lainnya. Kita harus lihat kembali," kata Faiz.
 

Informasi penyadapan Indonesia justru dikabarkan dua media di Australia yaitu The Age dan The Sydney Morning Herald yang berada di bawah Fairfax Media. Dalam pemberitaannya, dikabarkan bahwa pemerintah Australia mengambil keuntungan terhadap hasil penyadapan Indonesia oleh agen intelejen Inggris.
 

Dalam dokumen yang diterimanya, Perdana Menteri Kevin Rudd memperoleh hasil penyadapan beberapa pemimpin Asia-Pasifik, yaitu SBY, Perdana Menteri India Manmohan Singh, dan mantan Presiden Cina Hu Jintao.


Faiz menyatakan, presiden sendiri belum berencana membahas informasi ini dengan Kevin Rudd yang dikabarkan sering berkomunikasi melalui telepon. Pemerintah masih berupaya untuk menyelidiki kerugian informasi seperti apa yang dihasilkan dari penyadapan di London tersebut.
 

"Harus dikaji kembali derajat kebocorannya, apakah esensi atau tentang pencalonan DK PBB. Kita sudah memiliki posisi yang jelas negara mana yang kita pilih atau dukung. Tanpa disadap juga sudah bisa lewat jalur normal," kata Faiz.

Ketua MPR Protes Keras

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sidarto Danusubroto meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mengirimkan nota protes diplomatik kepada pemerintah Inggris karena melakukan penyadapan pada delegasi Indonesia pada Konferensi Tingkat Tinggi G20 di London. Menurut Sidarto, sikap Inggris ini tidak beretika.

"Saya prihatin, harus ada protes," kata Sidarto ketika ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Senin, 29 Juli 2013. Menurut dia, informasi mengenai Indonesia pasti tak hanya dimanfaatkan oleh Inggris, tetapi juga dengan negara-negara sekutunya seperti Australia dan Selandia Baru.

Sidarto menuturkan, saat ini pemerintah Indonesia memang lazim disadap. Menurutnya, gedung-gedung kedutaan Indonesia di luar negeri juga banyak yang disadap. Penyadapan di gedung kedutaan Indonesia, kata Sidarto, biasanya bekerjasama dengan kontraktor yang membangun atau menempatkan instalasi di kantor tersebut.

"Ini harus dihentikan, Indonesia harus menunjukan wibawanya," ucap mantan ajudan Presiden pertama ini. Pemerintah Indonesia tidak boleh diam saja dan harus mengantisipasi agar penyadapan tidak terjadi lagi.

Informasi penyadapan delegasi Indonesia dikabarkan dua media di Australia yaitu The Age dan The Sydney Morning Herald yang berada di bawah Fairfax Media. Dalam pemberitaannya, dikabarkan bahwa pemerintah Australia mengambil keuntungan terhadap hasil penyadapan Indonesia oleh agen intelejen Inggris.





Sumber : Tempo

Pengamat : Pengamanan Ring-1 Pihak Yang Paling Bertanggung Jawab

JAKARTA-(IDB) : Pengamat militer, Andi Widjajanto mengungkapkan, dalam ranah intelijen--operasi intelijen berupa aksi sadap lumrah dilakukan. Termasuk tindakan intelijen Australia menyadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Namun, jika Presiden SBY disadap yang salah dan bertanggung-jawan itu regu pengamanan Presiden. karena harusnya mereka membuat ring1 steril. 


"Jika SBY disadap yang salah itu regu pengamanan presiden yang bertanggung jawab membuat ring1 steril," tegas dia saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Senin (29/7/2013).
 

Atas tindakan tersebut, kata dia, Indonesia melakukan aksi balasan. Berupa balasan kontra intelijen yang lain terhadap Autralia. Misal, usir agen intel Australia yang diketahui ditanam di Indonesia. Atau, perkencang upaya menyadap Australia. 


Tapi, opsi kontra intelijen ini terutama dalam kurun itu jangan dibahas di ranah publik. Harus tetap menjadi kerja intelijen yang bersifat rahasia.
 

Sebelumnya, Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd, dikabarkan mendapatkan manfaat dari laporan intelijen Pemerintah Inggris dan Amerika Serikat (AS), tentang sejumlah pemimpin negara Asia, termasuk Presiden SBY, dalam pertemuan puncak G20 di London, Inggris pada 2009.
 

Menurut pemberitaan The Age, laporan itu kemudian digunakan Kevin untuk mendukung tujuan diplomatik Australia termasuk kampanye untuk memenangkan kursi di Dewan Keamanan PBB.
 

Dokumen intelijen yang sifatnya sangat rahasia itu, pertama kali dikirim ke Fairfax Media di bawah undang-undang kebebasan informasi, dan sempat juga disinggung oleh whistleblower intelijen AS Edward Snowden.
 

Snowden mengatakan, bahwa saat itu intelijen Inggris dan Amerika mentargetkan para pemimpin asing dan pejabat yang menghadiri pertemuan G20 2009 di London.
 
Mantan Perdana Menteri Australia, Julia Gillard juga telah diinformasikan mengenai informasi tersebut.
 

Kepala Divisi Pertahanan, Intelijen dan Berbagi Informasi Australia, Richard Sadleir pada 17 Juni 2013, bertemu dengan Gillard untuk melaporkan bahwa dokumen yang dibocorkan oleh Snowden merupakan bukti bahwa Markas Komunikasi Pemerintah Inggris (GCHQ), mengoperasikan Pemecah kemampuan intelijen untuk mencegat komunikasi.
 

Kemampuan pengumpulan intelijen GCHQ di pertemuan G-20 itu diantaranya dapat menembus sistem keamanan smartphone BlackBerry delegasi untuk memantau email dan panggilan telepon.
 

Selain itu mendirikan warung internet yang memiliki program intersepsi email dan program mata-mata pasword akses dunia maya para delegasi. 





Sumber :Tribunnews

AIR FORCE ONE DIJUAL!

Air Force One DC-9

Sayangnya, judul tidak mengacu pada Boeing 747 full modifikasi (VC-25 bagi Angkatan Udara AS) yang digunakan oleh Presiden Obama saat ini dan mungkin akan terus melayani administrasi AS untuk waktu yang lama sebelum pensiun atau diganti.

Namun, jika Anda memiliki 50.000 USD atau sekitar 486 juta rupiah di saku, Anda bisa membeli pesawat yang dimaksud. Pesawat ini sebelumnya digunakan sebagai Air Force One (presiden) dan Air Force two (wakil presiden). Lelang dimulai pada 15 Mei dan ditutup pada 30 Mei.

Pesawat apa yang kita bicarakan?

DC-9C dengan nomor registrasi N681AL, bagian dari 89th Airlift Wing yang terbang sejak Februari 1975 hingga September 2005. Pesawat ini setidaknya telah melayani 5 Presiden Amerika Serikat yaitu Gerald Ford, Jimmy Carter, Ronald Reagan, George H.W. Bush, Bill Clinton dan George W. Bush dan banyak delegasi asing dari negara lain.

Mengapa menggunakan DC-9 ketika Anda sudah memiliki Boeing 747?
 Karena DC-9 tidak memerlukan landasan pacu yang panjang seperti Boeing 747. Itulah alasan AS menggunakan pesawat ini.

DC-9 memiliki 32 kursi di kabin utama, dan 10 kursi di kabin VIP. Tidak seperti VC-25, DC-9 tidak memiliki ruang kantor dan ruang konferensi. Para profesional media sebenarnya banyak yang tidak menyukai DC-9 karena kursinya yang tidak nyaman. Bagi para wartawan, tidak ada tempat yang nyaman di DC-9, kabin wartawan tidak seperti Boeing 747 yang luas.

Jika Anda berencana untuk membeli pesawat tua ini (terserah untuk apa) sebelum bidding dimulai, segeralah tinggalkan deposit 50.000 USD di Phoenix / Mesa Gateway, AS. Saat ini DC-9 diparkir di hanggar bandara Phoenix di Mesa, Arizona. Pembeli sebelumnya harus mengatur janji untuk melihat pesawat tersebut. Pembeli nantinya juga harus menanggung biaya pemindahan pesawat itu dari hanggar.

Jika Anda tidak memiliki dana yang cukup atau tidak tertarik dengan pesawat ini, Anda mungkin berminat dengan kendaraan yang satu ini.

Kredit foto : aviationlive.org

DAFTAR RUDAL KOREA UTARA

Korea Utara diyakini memiliki lebih dari 1.000 rudal dengan berbagai kemampuan, termasuk rudal jarak jauh yang suatu hari bisa mencapai daratan Amerika Serikat. Program rudal Pyongyang telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir dari awalnya hanya berupa roket artileri taktis jarak pendek pada tahun 1960 dan 70-an menjadi rudal balistik jarak menengah pada tahun 1980 dan 90-an.

Insititut Analisis Pertahanan Korea Selatan (KIDA) mengatakan bahwa sesuai dengan laporan yang disampaikan oleh Pentagon kepada Kongres AS, Korea Utara setidaknya telah memiliki hingga 200 Transporter Erector Launcher (TEL)*, 100 rudal Scud jarak pendek, 50 rudal Nodong jarak menengah dan 50 rudal Musudan jarak jauh. Sebelumya Seoul juga memperkirakan bahwa negara komunis yang dikenal secara resmi sebagai Republik Demokrasi Rakyat Korea (DPRK) itu memiliki tidak lebih dari 94 TEL mobile (bergerak). 
 
Daftar rudal KoreaUtara

Laporan AS juga menunjukkan bahwa Korea Utara bertekad memperluas program rudalnya meskipun ekonominya sedang sulit. Hal ini terutama difokuskan pada wilayah-wilayah tertentu yang asimetris dapat menimbulkan ancaman bagi korea Selatan dan pasukan AS yang ditempatkan di Korea Selatan.

Ketegangan di Semenanjung Korea telah meningkat tajam sejak Desember lalu, ketika Korea Utara menguji coba rudal jarak jauh Taepodong-2, diikuti tes nuklir ketiga (underground) pada Februari 2013.

PBB menanggapinya dengan sanksi. Latihan militer baru-baru ini antara Korea Selatan dan Amerika Serikat telah membuat marah Korea Utara, yang mengancam akan melakukan serangan nuklir di daratan Amerika, serta pasukan AS di wilayah tersebut.

KEKUATAN RUDAL KOREA UTARA

Kekuatan rudal Korea Utara terdiri dari berbagai rudal jarak pendek seperti KN-02, yang memiliki jangkauan 120 km dan dapat menargetkan instalasi militer di Korea Selatan. Ada juga Hwasong-5 dan Hwasong-6, yang juga dikenal sebagai rudal Scud-B dan C, memiliki jangkauan masing-masing 300 km dan 500 km. Rudal ini berhulu ledak konvensional, tetapi tidak menutup kemungkinan bisa dipersenjatai dengan hulu ledak biologis, kimia, bahkan nuklir.

Rudal Hwasong-5 dan 6 keduanya sudah diuji coba dan disebarkan. Ahli persenjataan sudah meyakininya dan memungkinkan bagi Korea Utara untuk menyerang wilayah manapun di Korea Selatan. Menurut beberapa media barat, rudal Hwasong-6 juga telah dijual Korea Utara ke Iran, di mana rudal ini dikenal di Iran dengan nama Shehab-2.

Hwasong-5
Hwasong-5 adalah rudal balistik taktis permukaan-ke-permukaan jarak pendek yang terlahir dari rudal Elbrus R-17 Uni Soviet dan berdasarkan rudal balistik Scud-B buatan Rusia.

Hwasong-6
Hwasong-6 adalah rudal balistik taktis yang diproduksi oleh industri pertahanan Korea Utara. Uji coba pertama dari rudal Hwasong-6 telah sukses pada Juni 1990 (tiga kali penembakan). Rudal ini dibuat berdasarkan teknologi rudal Scud-C Rusia.

Hwasong-13
Sistem rudal balistik ini masih tergolong baru. Diresmikan saat parade militer Pyongyang 15 April 2012. Sistem rudal ini tiga tahap dengan sistem propulsi berbahan bakar cair. Rudal ini memiliki berat lepas landas 45 ton, dan mampu terbang balistik dengan jangkauan 7.500 km. Sistem peluncur rudal ini dipasang pada truk 16 roda (8 as) yang dirancang dan diproduksi di China.
 
Rudal Hwasong-13
Rudal Hwasong-13 yang dikenal juga sebagai KN-08 dan Nodong-C (Foto : Pedro Ugarte/Getty via WP)
Pada akhir 1980-an, Korea Utara telah meluncurkan sebuah program untuk mendesain dan memproduksi rudal balistik baru jarak menegah yang akhirnya dikenal sebagai Nodong yang memiliki jangkauan 1.000 km, bisa menargetkan Jepang. Rudal ini didasarkan pada desain rudal Scud-D, tetapi 50% lebih besar dan memiliki mesin yang lebih powerfull.

Nodong-A
Nodong-A yang disebut juga Nodong 1 atau juga Rodong 1 adalah rudal balistik jarak menengah yang dibuat berdasarkan teknologi rudal balistik Scud-D Rusia. Sistem ini dikembangkan oleh industri pertahanan Korea Utara. Keberadaannya mulai terdeteksi dunia saat di landasan peluncuran pada Mei 1990.

Rudal Nodong memiliki jangkauan sekitar 1.000-1.300 km. Kekuatan rudal diyakini 2.000-4.000 m CEP untuk jarak maksimum.

Nodong-B (BM-25 Musudan)
Nodong-B (BM-25 Musudan) adalah rudal balistik darat-ke-darat jarak menengah yang desainnya berbasis pada teknologi rudal balistik Scud-C buatan Rusia. Sistem ini dikembangkan oleh Industri Pertahanan Korea Utara dan diresmikan pertama kali saat parade militer 10 Oktober 2010, dalam perayaan ulang tahun ke-65 Partai Pekerja.

Intelijen Israel meyakini rudal ini memiliki jangkuan 2.500 km sedangkan Badan Pertahanan Rudal AS (MDA) memperkirakan rudal ini memiliki jangkuan 3.200 km, dan sumber intelijen lain menyebutkan 4.000 km.
 
Rudal Nodong-B
Rudal Nodong-B (Foto via leaksource.wordpress.com)
Langkah selanjutnya pengembangan rudal Korea Utara adalah Taepodong-1 dan Taepodong-2 (dikenal sebagai Paektusan di Korea Utara).

Taepodong adalah rudal besar berbahan bakar cair. Perlu beberapa konfigurasi untuk meluncurkannya, seperti halnya roket ruang angkasa. Waktu persiapannya (perakitan) cukup lama, diluncurkan dari lokasi statis (non-mobile) dengan bantalan peluncuran di tanah.

Akurasi rudal tetap menjadi penting, namun bukan lagi hal utama karena satu ton hulu ledak kimia atau biologi dari rudal ini akan memiliki efek yang dahsyat. Korea Utara dikenal barat memiliki kemampuan untuk memproduksi senjata biologis dan kimia.

Taepodong-1
Taepodong-1 atau juga lebih dikenal oleh Korea Utara sebagai Paektusan-1, adalah rudal multi tahap pertama buatan dalam negeri. Jangkauannya sekitar 2.200 km, namun diyakini rudal ini kurang akurat ketimbang Nodong.

Taepoong-1 telah sukses uji coba terbang pada tanggal 31 Agustus 1998 sebagai roket ruang angkasa, tidak membawa muatan hulu ledak seperti rudal balistik biasanya, rudal ini membawa tahap ketiga dan kemungkinan berbahan bakar padat. Ini dimaksudkan untuk menempatkan satelit kecil ke orbit rendah Bumi.

Taepodong-2
Perkiraan kinerja Taepodong-2 jauh lebih spekulatif. Sebelum Desember 2012, Taepodong-2 sudah diuji coba sebanyak tiga kali, pada tahun 2006, 2009 dan April 2012.

Taepodong 2 atau Paektusan-2 juga merupakan rudal balistik tiga tahap, namun sudah jauh lebih maju daripada Taepodong-1. Jangkauannya diperkirakan 5.000 km hingga 15.000 km. Jika jangkauan ini memang benar, maka AS yang berjarak 9.693 km dari Korea Utara sudah bisa menjadi target Taepodong-2.
 
Taepodong-2
Taepodong-2 (Foto : ibtimes.com)
*Kendaraan yang membawa satu atau lebih rudal dan mampu memposisikannya dan kemudian meluncurkannya.

TNI HUJANI PERTAHANAN MUSUH DENGAN RATUSAN ARTILERI

Penembakan artileri Latgab 2013

Para prajurit Batalyon Artileri Medan (Armed) 12/105 yang tergabung dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI 2013 menghujankan ratusan peluru artileri medan berkaliber 105 mm ke benteng pertahanan musuh yang telah mencengkeram wilayah Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Jumat, 17 Mei 2013.

Menurut Komandan Batalyon Armed 12/105 Letkol Arm Putranto Gatoto, S.H., pihaknya terpaksa membombardir wilayah Kaubun, karena di wilayah tersebut telah terdeteksi adanya artileri medan musuh yang telah berupaya untuk menggagalkan pasukan TNI lainnya yang tergabung dalam Komando Tugas Darat Gabungan (Kogasratgab) dalam melaksanakan siaga fajar.

Berikut ini percaturan Kogasratgab dalam melancarkan siaga fajar serta skenario penembakan dengan menggunakan 6 pucuk senjata berat berkaliber 105 mm tersebut.

Batalyon Tim Pertempuran (BTP) 509 bergerak menuju Titik Berkumpul (TB) Serangan Permukiman (Sermukim) Garis Taraf (GT) 2 di Karvak 9313.

Kegiatan bekal ulang kepada satuan manuver dilakukan di GT 1 poros kanan yakni BTP 515 dan Kompi Mekanis di Karvak 9709. Sementara itu Yonif 1 Marinir bergerak ke Daerah Persiapan (DP) Aju.

Dari udara, Bantuan Tembakan Udara (BTU) 4 pesawat Hawk dengan 8 bom jenis MK-82 menembak sasaran Meriam 105 musuh selama 10 menit di kordinat 86778-15788 dan 87043-15153.

Untuk melindungi satuan manuver dalam melaksanakan konsolidasi, Batalyon Armed 12/105 pimpinan alumnus Akmil 1996 tersebut memberikan bantuan tembakan 90 butir peluru yang terdiri dari 12 butir White Phospor (WP) dan 27 butir High Exclusive (HE) ke arah sasaran di koordinat 87402-15370.

Setelah BTP 509 tiba di TB Sermukim dan Yonif 1 Marinir melaksanakan konsolidasi tindakan taktis administrasi di DP aju serta Kompi Mekanis bergerak menuju TB Sermukim BTP 509, selanjutnya BTP 509, Yonif 1 Marinir, dan Kompi Mekanis melaksanakan pengintaian di sasaran Sermukim.

Sementara itu, pada malam harinya, Kompi C Yonif 1 Marinir terus melaksanakan Pendaratan Khusus (Ratsus) untuk merebut sasaran di pulau Senupak.

Seluruh kejadian tersebut merupakan bagian dari drama perang-perangan TNI yang bertajuk Latgab TNI 2013, yang digelar di-4 tempat, yakni di Asembagus, Situbondo, Jatim, di Sangatta, Kutai Timur, Kaltim, di Tarakan, Kalimantan Utara, dan di Bima, NTB. Selain itu, untuk latihan perang laut juga telah dihelat di laut Jawa maupun di laut Sulawesi.

Puspen TNI


Pasukan Darat Gabungan Bergerak Ke Sasaran Berikutnya
(Berita sejenis dari Dispenad)
Pasukan bergerak ke GT-2

Setelah berhasil menguasai sasaran pertama (GT-1) dan memukul mundur pasukan musuh, Komando Tugas Darat Gabungan (Kogasratgab) TNI melaksanakan perencanaan dan persiapan untuk merebut dan menguasai sasaran berikutnya (GT-2). Sementara itu pasukan panyerang dan pasukan perkuatan melaksanakan gerak maju ke titik berkumpul sasaran (TB SAS) di Kaliorang, Kutai Timur, Kalimantan Timur, Kamis, 16 Mei 2013.

Pasukan bergerak dari kedudukan dengan formasi seperti serangan pertama, yaitu melalui tiga poros serangan. Yonif-509 Kostrad bergerak di poros kiri serangan diperkuat oleh Tank Scorpion Yonkav-8 Kostrad yang siap sedia untuk memberikan bantuan tembakan, bila terjadi kontak dengan pasukan musuh. Di poros tengah, bergerak pasukan Yonif-515 Kostrad yang diperkuat satu kompi Yonif Mekanis-202 Dam Jaya. Sedangkan di poros kanan, bergerak pasukan dari Yonif Linud-501 Kostrad dan pasukan dari Batalyon Marinir TNI-AL.

Untuk pasukan perkuatan, satu Baterai Yonarmed-12 Kostrad melaksanakan pemindahan stellingmelalui sling load dua pucuk Meriam 105 mm dengan menggunakan Helly Penerbad, kemudian menempatkannya pada posisi stelling untuk memberikan bantuan tembakan saat serangan dari pasukan penyerang. Sementara itu, pasukan perkuatan lainnya, yaitu Penerbad, Arhanud dan Zipur melaksanakan kegiatan taktis serta membuat perencanaan dan persiapan untuk merebut sasaran selanjutnya.

Serangan gencar direncanakan akan dilaksanakan esok hari dalam rangka menghancurkan dan merebut kedudukan musuh yang sebelumnya berhasil di pukul mundur.

Dispenad

MARINIR SERBU GPK DI PELABUHAN BIMA

Pasrat Latgab 2013
 
Berawal dari kekuatan musuh berjumlah 1 Kompi dengan jumlah personil 1 Batalyon terdiri dari 1 Kompi minus GPK (Gerakan Pengacau Keamanan) diperkuat telah menduduki wilayah Bima, maka TNI dari Batalyon Infanteri Marinir-7 Brigif 3 Mar Lampung, dipimpin Letkol (Mar) Agus Setya Warman (Danyonif), mengobrak abrik dan melakukan Pendaratan Khusus (Ratsus) Amfibi, di pinggiran pantai Kedo, Lawata, dalam rangka perebutan Pelabuhan dan kantor PT. Pertamina Bima NTB, Jumat dini hari, 17 Mei 2013.

Musuh dengan disposisi dan komposisi Komando Kompi dengan satu Peleton diperkuat MO (Mortir) 60 menduduki Pelabuhan Bima dan sekitarnya serta gudang perbekalan. Kemudian satu Peleton minus diperkuat dua pucuk MO-60 GBNM (Gerakan Bersenjata Nusa Merdeka) menduduki Pertamina di Teluk Lawata Bima. Musuh satu Peleton dengan dua pucuk SMS (Senjata Mesin Sedang) juga menduduki SMK Jatiwangi, satu regu dengan 2 pucuk SMS sedang menjaga gudang amunisi di Kampung Surilampe dan satu Regu berikutnya menduduki kampung Rontu Bima.

Melihat situasi sudah tidak kondusif TNI berkekuatan 284 personil terdiri dari 270 prajurit Marinir dan 14 Taifib (Pengintaian Amfibi) segera mengambil langkah untuk kembali merebut sasaran Pelabuhan dan Pertamina yang telah dikuasai musuh tersebut. Satu Batalyon Tim Pendarat (BTP) Pasukan Pendarat (Pasrat) dengan menggunakan 3 (tiga) KRI yakni 2 KRI jenis Frosch dan satu KRI jenis Parchim yaitu KRI Teluk Sangkurilang, KRI Teluk Gilimanuk, dan KRI Teuku Umar. Pukul 02.00 satu demi satu prajurit TNI melakukan renang rintis sampai ke bibir pantai, kemudian memberikan tanda taktis agar prajurit lain menyusul. Prajurit yang lain menyusul menggunakan perahu karet (LCR) kemudian melaksanakan pendaratan Amfibi memakai teknik Ratsus dengan 21 perahu karet kemudian melaksanakan serbuan ke Pelabuhan dan Pertamina.

Pasrat akan bergerak dengan kerahasiaan tinggi dan merebut sasaran satu demi satu yang pada akhirnya Pasrat akan menduduki dan menguasai Kota Bima Komplek selama 2 hari dari tanggal 17 sampai 18 Mei 2013.

DUA SUKHOI SU-30 MK2 TAMBAH KEKUATAN TNI AU

Dua Sukhoi Su-30 MK 2 milik TNI AU diturunkan dari pesawat angkut Antonov AN-124-100 setibanya di Lapangan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis malam, 16 Mei 2013 (Foto : ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/wt)
Dua pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 sesuai rencana tiba pada hari kamis, 16 Mei 2013, pukul 17.57 Wita landing di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar. Dua Sukhoi ini diangkut dengan menggunakan pesawat angkut Antonov AN-124-100 Flight Number VDA 6212 dengan Pilot Maksimov V. beserta 17 kru.

Pesawat angkut AN-124-100 yang berangkat dari Bandara Dzemgi Rusia, Rabu, 15 mei 2013, pukul 06.30 UTC take off dari bandara Ninoy Aq Manila menuju Makassar, dengan rute penerbangan Bandara Dzemgi Rusia- Bandara Ninoy Aq Manila- Lanud Sultan Hasanuddin. Makassar.

Kedatangan dua pesawat tempur Sukhoi Su-30 MK2 tersebut menjadikan 4 dari 6 pesawat tempur sukhoi pesanan pemerintah Indonesia tahun 2013 telah tiba, yang akan menambah kekuatan Skadron Udara 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin sebagai home base pesawat tempur Su-27 SKM dan Su-30 MK2 buatan KNAPO (Komsomolsk-na Amure Aircraft Production Association) Rusia, yang saat ini sudah ada 12 unit pesawat tempur Sukhoi Su-27 SKM dan Su-30 MK2 yang datang secara bertahap yaitu semenjak tahun 2003 di Lanud Iswahjudi Madiun selanjutnya di Lanud Sultan Hasanuddin pada tahun 2009 dan 2010.
 

DRONE SILUMAN BARU CHINA "LIJIAN"

Lijian

Beberapa jam sebelum Angkatan Laut AS meluncurkan pesawat tempur tak berawak (UCAV) Northrop Grumman X-47B (demonstrator) dari dek kapal induk (USS Bush) untuk yang pertama kalinya, muncul gambar (angle baru yang lebih jelas) dari drone siluman pertama China "Lijian" (pedang tajam) beberapa situs China.

Drone ini cukup menarik, karena fitur karakterisitik cat gelap (kemungkinan semacam material penyerap radar atau RAM), air intake frontal besar, "normal" landing gear yang diperlukan untuk meredam hentakan dari pendaratan yang berat, dan drone ini berkode "001" yang mengindikasikan ini adalah pesawat pertama dari jenisnya.

Bagian lain yang menarik adalah semacam kanopi palsu (seperti yang diaplikasikan pada beberapa pesawat tempur), biasanya ini sebagai pembingung musuh sehingga musuh tidak tahu ke arah mana pesawat itu berputar. Belum ada data karakteristik yang diperoleh untuk drone ini.

LAND ROVER 4X4 MILITER YANG MELEGENDA

Land Rover Seri Pertama
Land Rover Seri I (Standar)
Salah satu kendaraan yang identik dengan operasi militer di seluruh dunia adalah Land Rover Seri II dan III dan Defender (90 SWB atau 110 LWB). Kendaraan 4×4 segala medan ini pertama kali diproduksi pada tahun 1948, berdasarkan desain dari kendaraan Willys / Jeep Bantam yang tenar saat Perang Dunia II ketenaran (di desain oleh Maurice Wilks).

Awalnya Inggris mendesain sebagian besar konstruksi Land Rover dengan aluminum, yang akhirnya melambungkan reputasi Land Rover sebagai kendaraan yang panjang umurnya dan tahan terhadap korosi, bahkan saat kondisi terberat.

Land Rover diproduksi di pabrik Solihull, dekat Birmingham, Inggris. Land Rover kini menjadi milik Tata Motors dari India, yang membeli Land Rover dan Jaguar dari Ford pada tahun 2008. Apakah akuisisi Land Rover oleh India ini akan berimbas pada kontrak pasokan militer untuk kendaraan baru, atau suku cadang? Tidak tahu.

LAND ROVER MILITER

Land Rover militer digunakan sebagai kendaraan ringan dan telah dimodifikasi menjadi berbagai fungsi kendaraan seperti pemadam kebakaran, excavator, kendaraan komunikasi, ambulans, snowplough (pembersih salju), six-wheel drive, amfibi dan versi track-propelled.

Kendaraan ini telah digunakan oleh militer Inggris serta sejumlah angkatan bersenjata negara-negara persemakmuran, Angkatan Bersenjata Italia dan juga telah digunakan oleh Angkatan Darat AS di Korea dan baru-baru di Irak dan Afghanistan (Special Air Service AS telah menggunakan Seri II A dan Seri III untuk pengintaian gurun jarak jauh di Irak - Pink Panther).
Land Rover seri III
Land Rover Seri III
Land Rover telah dianggap sebagai kendaraan "tahan banting" yang dapat diandalkan Angkatan Darat Inggris, juga digunakan untuk misi penyelamatan di perbukitan. Meskipun saat ini sudah ada kendaraan alternatif, namun Land rover masih sangat banyak digunakan. Land Rover pasukan Inggris berdasarkan model Series dan Defender, dan umumnya menggunakan mesin 300TDi 2,5l empat silinder (111 hp. 83 kw) yang sederhana dan tidak dikontrol secara elektronik.

Land Rover sebelumnya juga digunakan untuk tugas patroli di Irak dan Afghanistan, tetapi karena besarnya kemungkinan serangan di pinggir jalan (bom dan ranjau), sekarang kendaraan ini diganti dengan kendaraan lapis baja ringan (meskipun masih sangat berguna untuk tugas pengintaian).

MODIFIKASI LAND ROVER MILITER

Modifikasi Land Rover untuk penggunaan militer meliputi : suspensi heavy-duty, upgrade rem, sistem kelistrikan 24 volt, snorkel, lampu black-outpower take-off (PTO) shafts, derek, lampu konvoi, kompas matahari, electronic suppression untuk sistem pengapian, senjata ringan seperti senapan mesin, senapan recoil dan baru-baru ini dimodifikasi dengan peluncur granat otomatis Heckler dan Koch.

Ada juga jenis Land Rover Wolf yang merupakan desain kustom yang saat ini digunakan oleh pasukan Inggris dan Marinir Kerajaan Belanda.
Land Rover Wolf
Land Rover Wolf
Kendaraan ini dibuat berdasarkan Defender 90 dan 110 yang merupakan truk ringan (TUL) dan truk kelas menengah (TUM). Ada 23 versi dan spesifikasi yang ditujukan untuk penggunaan militer sebagai tugas tambahan (modifikasi untuk musim dingin/salju dan tugas di daerah tropis).

Tum versi long-wheelbase dilengkapi dengan kit senjata yang disebut sebagai WMIK (Weapons Mount Installation Kit) yang dikembangkan oleh Ricardo Vehicle Engineering. Sasis Land Rover jenis ini sudah diperkuat, menggunakan senapan mesin berat 12,7 mm, juga cocok untuk menggunakan senapan mesin 7,62 mm, ATGM Milan dan juga peluncur granat otomatis Heckler dan Koch.

Land Rover Defender 110
Land Rover 110 yang digunakan pasukan Inggris di Basra, Irak

KARAKTERISTIK LAND ROVER WOLF
Asal: Inggris
Berat: 1,6 t
Panjang: 4,55 m
Lebar: 1,79 m
Tinggi: 2,03 m
Kru: 2+6 penumpang
Senjata utama: Senapan mesin 12,7 mm
Senjata sekunder: Senapan mesin 7,62 mm
Mesin: Land Rover 300Tdi (111hp)
Suspensi: Wheel 4x4
Jangkauan operasional: 510 km
Kecepatan: 160 km/jam

All photos : Wikimedia

CHINA MILIKI LEBIH DARI 40 HANGAR BAWAH TANAH !

Hangar bawah tanah China
Salah satu jet tempur China Shenyang J-8 Finback yang ditarik masuk ke salah satu hangar bawah tanah
Korea Utara bukanlah satu-satunya negara di Asia Timur yang membangun fasilitas pangkalan/hangar bawah tanah. China juga memiliki hangar bawah tanah dengan jumlah yang fantastis, yaitu sekitar 40 atau lebih dan mungkin menjadi yang terbanyak di dunia. Kapasitas dari seluruh hangar bawah tanah China ini setidaknya bisa untuk "melindungi" 1.500 pesawat.

Pada tahun 2011, kapasitas 1.500 ini mewakili lebih dari jumlah pesawat tempur modern yang dioperasikan oleh China, yang berarti memberikan China kemampuan untuk melindungi aset terbaiknyadalam setiap konflik besar di mana pesawat lawan akan berusaha untuk menyerang pangkalan udara China. 

China memulai pembangunan 40 atau lebih hangar bawah tanah ini pada tahun 1950 (kemungkinan dengan bantuan ilmuwan Uni Soviet). Disinilah China banyak menyimpan armada-armada terbarunya, meskipun beberapa diantara pangkalan ini tidak lagi difungsikan sebagai fasilitas militer dan dibuat sebagai museum yang dibuka untuk umum.

Tentu saja pesawat-pesawat yang disimpan tersebut tidak langsung terbang ketika sudah keluar dari pintu hangar. Untuk lepas landas dan mendarat, masih dilakukan seperti biasa yaitu harus keluar dulu dari hangar. Pangkalan semacam ini lebih sebagai area penyimpanan, pemeliharaan, stok bahan bakar, amunisi, dan pemeliharaan dan perbaikan semua peralatan di lapangan terbang. Untuk ukuran pintu masuknya pun beragam, mulai dari belasan meter hingga 40-an meter. Pesawat tempur modern umumnya sudah memiliki sayap lipat, jadi pintu hangar yang belasan meter sudah cukup untuk dilaluinya.

Keberadaan hangar-hangar bawah tanah ini tentu akan menyulitkan bagi siapa pun untuk menghancurkan pesawat-pesawat China yang tidak sedang terbang. Landasan pacu dan fasilitas lapangan terbang lainnya memang bisa rusak/hancur karena serangan dari udara, namun teknisi lapangan udara berikut peralatan perbaikannya dari dalam hangar akan dengan cepat memperbaiki kerusakan tersebut.

Hangar bawah tanah China

Infrastruktur bawah tanah semacam ini memang terbukti sangat survivable saat Perang Dunia II, kala itu Jerman membangun sejumlah lini produksi bawah tanah untuk bahan kritis rudal balistik dan pesawat tempur. Fasilitas ini terbukti sangat tahan terhadap pemboman yang menggunakan amunisi terarah standar.

Untuk alasan inilah Amerika Serikat dan beberapa negara lain seperti Inggris mengembangkan sejumlah bom tanah yang bisa menembus fasilitas bawah tanah, biasanya bom semacam dijuluki dengan "bunker buster" atau juga "earthquake (gempa)" . Bom "bunker buster" selama ini hanya sering dikaitkan dengan fasilitas-fasilitas bawah tanah milik Iran, namun sesungguhnya Korea Utara dan China memiliki fasilitas militer bawah tanah yang jauh lebih dalam dari permukaan tanah. Hingga kini AS terus mengembangkan bom penetrasi tanah dan terus berupaya memperoleh data baru mengenai pembangunan fasilitas-fasilitas bawah tanah China.

Pintu hangar bawah tanah China

Basis-basis bawah tanah seperti ini tentunya akan memberikan perlindungan yang baik dari serangan-serangan mendadak skala besar, sekaligus memberikan China keunggulan dalam perang yang lama. Kalau AS biasa meggunakan pangkalan udara bisaa (tidak bawah tanah) dan tidak semua pesawat juga berada di situ. China juga banyak memproduksi rudal balistik yang membawa hulu ledak seberat setengah ton dengan rentang 300-700 kilometer. Ada hampir 2.000 rudal jenis ini yang kapanpun bisamenghantam lapangan-lapangan udara negara-negara tetangga. Rudal-rudal ini mudah dimobilisasi dan juga memiliki tempat penyimpanan di bawah tanah. Banyaknya tempat-tempat penampungan bawah tanah seperti ini jelas telah meningkatkan kemampuan kekuatan udara China.

All Photos : Chinese Internet via Aus Air Power
hackerandeducation © 2008 Template by:
SkinCorner