Select Language

Selasa, 06 Mei 2014

RI BISA LUNCURKAN ROKET SATELIT SENDIRI 2040

Teknologinya itu tidak bisa dipelajari sendiri



Tak ketinggalan satelit penginderaan jauh dan satelit komunikasi. (ilustrasi/www.astronomi.us)

Jakarta ☆ 
Indonesia akan memiliki bandar antariksa beserta roket peluncur satelit sejauh 700 kilometer dalam 25 tahun ke depan. Tak ketinggalan satelit penginderaan jauh dan satelit komunikasi.

Saat ini Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) tengah menyiapkan rencana induk 25 tahun (2015-2040) yang di dalamnya berisi rencana pembangunan program-program tersebut. Rencana induk ini juga untuk mendukung UU Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan.

Untuk roket peluncur satelit, Lapan kini fokus merancang dan mengembangkan roket muatan atau sonda. Namun pengembangan roket ini mengalami hambatan.

"Cita-cita itu ada, jadi roket untuk peluncur satelit itu menjadi cita-cita pengembangan roket di Lapan," kata Kepala Lapan, Thomas Djamaluddin kepada Liputan6.com saat bertandang ke kantornya di Jakarta baru-baru ini.

Namun tak mudah untuk bisa merealisasikan mimpi membangun roket peluncur itu. Sebab, kata Djamaluddin, tak ada institusi di negara mana pun yang bersedia membagi ilmu pembangunan roket begitu saja. "Teknologinya itu tidak bisa dipelajari sendiri."

"Tidak ada sekolah yang memberikan ilmu pengembangan roket, karena ini sangat sensitif. Roket bisa dimanfaatkan untuk keperluan militer, sehingga negara-negara tidak mungkin memberikan begitu saja teknologi roket itu. Sehingga kita harus mengembangkan sendiri atau mungkin bermitra dengan negara mitra kita," tandas Djamaluddin.

Belum lagi, kata Djamaluddin, kebijakan Missile Technology Control Regime (MTCR) yang juga harus dipertimbangkan. MTCR itu adalah semacam perjanjian internasional terkait pembatasan teknologi misil, roket yang dimuati persenjataan. Saat ini Lapan tengah mempelajari kebijakan MTCR itu.

"Kita belajar bagaimana Brazil misalkan, ketika membuat bandar antariksa termasuk juga eksperimen peluncuran roket itu. Pada tahap awal memang bersikukuh tidak mau ikut dalam MTCR. Tapi dalam perkembangannya, itu tidak bisa bertahan seperti itu. Kemudian ikut dalam perjanjian internasional tersebut, tetapi dengan aturan-aturan yang ketat," papar Djamaluddin.

"Kita belum terpikir masalah yang terkait dengan MTCR seperti itu, apakah kita masuk atau tidak? Masih banyak faktor yang dipertimbangkan di sana" imbuh ahli astronomi ini.

 Meluncur 2040  

Sementara Kepala Pusat Teknologi Roket (Kapustekroket) Rika Andiarti mengatakan, rencana induk ini masih dalam pembahasan. Namun, dia optimistis Indonesia akan mengejar ketertinggalan teknologi peroketan pada 2040 mendatang.

Untuk meluncurkan satelit sendiri sebenarnya sudah diproyeksikan pada 2021, tapi peluncurannya di bawah 700 kilometer sekitar orbit 300-400 kilometer. Sedangkan terget orbit di radius 700 kilometer pada 2040.

"Kami memang sekarang sedang mempersiapkan rencana induk keantariksaan untuk 25 tahun mendatang. Inginnya di tahun 2040 kami sudah mampu meluncurkan satelit remote sensing seberat 1 ton ke orbit 700 kilometer," harap wanita berkerudung ini.

Menurut Rika, saat ini Lapan telah mengembangkan roket besar RX-550 dan RX-420 dengan jangkauan di atas 200 kilometer. Untuk menyempurnakan roket ini, Lapan menggandeng beberapa negara lain, salah satunya Ukraina.


  ★ Liputan 6  

KUNJUNGAN PUTRA MAHKOTA BRUNEI KE PT PINDAD

Kunjungan Putra Mahkota Brunei Darussalam ini merupakan langkah awal untuk menjalin persahabatan dan kerjasama antara dua negara

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhG3EoANEqk_J1Yp67y2WvTh9RuOrX7xNn9d0vo4NWPNxRY9zbBJM66TxZbBiubIbanJvrtBpvlpzkJWOFwQIACbqtAjP0MtzMaMpkm2y3AyVOtouoe5SOzlUbINeHPHWw7K1NLUHgAeBk/s1600/Rantis_4x4_Komodo.jpg

Bandung ☆ Putra mahkota Brunei Darussalam, Duli Yang Teramat Mulia Paduka Seri Pengiran Muda Mahkota Jenderal Pengiran Muda Haji Al-Muhtadee Billah Ibni Kebawah Duli Yang Maha Mulia Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzadin Waddaulah mengunjungi PT Pindad (Persero) pada tanggal 6 Mei 2014. Tujuan kunjungan Putra Mahkota Brunei Darussalam kali ini adalah untuk meninjau fasilitas produksi PT Pindad (Persero) sebagai tindak lanjut ketertarikan pihak Brunei Darussalam akan produk alat utama sistem senjata yang diproduksi PT Pindad (Persero) setelah partisipasi PT Pindad (Persero) dalam Brunei International Defence Expo (BRIDEX) bulan Februari lalu.

Putra Mahkota Brunei Darussalam akan mengunjungi beberapa fasilitas produksi PT Pindad (Persero) seperti Divisi Senjata dengan berbagai macam produk senjata andalan seperti Senapan Serbu, Senapan Runduk, dan Senjata Genggam. Selain itu, Putra Mahkota akan mengunjungi Divisi Kendaraan Khusus dengan produk-produk andalan seperti Kendaraan Tempur Panser 6x6 Anoa dan Kendaraan Taktis 4x4 Komodo. Putra Mahkota juga mencoba performa produk-produk alutsista kebanggaan PT Pindad (Persero) ini secara langsung.

Secara khusus, kunjungan Putra Mahkota ke PT Pindad (Persero) adalah untuk melihat secara langsung salah satu produk kendaraan khusus, yaitu Kendaraan Taktis 4x4 Komodo tipe Intai. Produk kendaraan ini memiliki body yang tidak terlalu besar namun dapat bergerak lincah di medan perang, sehingga cocok sebagai kendaraan intai dan komando. Kendaraan ini menggunakan mesin diesel berkekuatan 215 HP dengan kapasitas maksimum 4700 cc. Kendaraan taktis ini dilengkapi dengan badan kendaraan yang dapat menahan munisi hingga 7,62 mm ball dari jarak 10 m. Selain itu, untuk melengkapi persenjataan, kendaraan ini dapat dilengkapi dengan Remote Control Weapon System (RCWS) atau senjata lain sesuai dengan kebutuhan pengguna. Kendaraan ini dilengkapi dengan rigid axle yang sangat baik untuk menghadapi medan off-roadHeavy duty coil spring suspension juga menambah kemampuan kendaraan ini untuk bermanuver di medan perang.

Kendaraan taktis 4x4 Komodo tipe Intai ini berfungsi untuk pengintaian kavaleri atau operasi infanteri. Kendaraan intai dapat digunakan sebagai kendaraan untuk membaca keadaan peperangan dengan mengintai kondisi lawan seperti kekuatan, jumlah, dan kemampuan perang yang digunakan pihak musuh kemudian melaporkannya kepada komandan pasukan untuk menentukan langkah selanjutnya yang akan diambil.

Kunjungan Putra Mahkota Brunei Darussalam ini merupakan langkah awal untuk menjalin persahabatan dan kerjasama antara dua negara, Indonesia dan Brunei Darussalam. Semoga saja, kunjungan dapat menghasilkan hal yang menguntungkan bagi kedua pihak di masa yang akan datang.

BANDUNG, 5 MEI 2014 
PT PINDAD (PERSERO) 
DEPARTEMEN HUMAS DAN HUKUM


  ★ BUMN  

N219 DIHARAPKAN MAMPU MENGIBARKAN INDUSTRI PENERBANGAN NASIONAL

Program pengembangan N219 adalah program nasional



Bandung □ Program pengembangan pesawat N219 membutuhkan tim kerja yang cukup besar antara pihak pemerintah yang diwakili Lapan dengan pihak industri yang diwakili PT Dirgantara Indonesia (PT.DI). Perbedaan ‘budaya’ antara pemerintah dan industri pasti akan terjadi. Untuk itu, perlu dibangun kekompakan untuk mencapai tujuan bersama. Hal itu disampaikan oleh Kepala Lapan Thomas Djamaluddin dalam rangkaian acara kunjungan ke PT.DI, Bandung, Jawa Barat, pada Senin (28/4).

“Lapan melalui Pusat Teknologi Penerbangan mudah-mudahan bisa menyerap banyak ilmu dari PT.DI. Di samping juga kita tetap berjalan pada norma-norma dan aturan-aturan yang ada. Saling kepercayaan diperlukan, tetapi saling koreksi juga perlu,” Thomas menjelaskan.

Thomas berharap, N219 tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan transportasi udara nasional untuk daerah terpencil, tetapi bagi Lapan secara khusus N219 diharapkan membangun para engineer tangguh yang akan mengibarkan industri pesawat terbang di Indonesia.

“Saat ini memang kemampuan litbangnya masih kecil sekali, oleh karenanya Lapan belajar langsung bersama PT DI mengerjakan N219. Pada saatnya nanti mudah-mudahan litbang dapat berperan besar, sehingga industri itu hanya berkonsentrasi pada produksi,” ujar Thomas.

Total engineer yang terlibat dalam pengembangan N219 sebanyak 150 orang, termasuk 28 peneliti dari Pusat Teknologi Penerbangan Lapan. Mereka dipusatkan di lantai 3 Gedung Pusat Teknologi PT.DI yang merupakan lantai khusus design center N219. Jika digabung dengan unit flight simulatorsales mock-up dan produksi maka jumlah yang terlibat dalam N219 sebanyak 300 orang.

“Seperti layaknya konsep design center, diharapkan para designer bisa berkomunikasi, berdiskusi, dan juga menghasilkan produk yang terintegrasi. Kita tahu bahwa tim ini terdiri dari banyak komponen, ada teman-teman PT DI yang lama, ada generasi baru, ada juga teman-teman dari Lapan. Terlepas apapun, kita bergabung bersama, kita punya satu misi, yaitu menyelesaikan rancang bangun dari N219,” ujar Direktur Teknologi dan Pengembangan PT.DI Andi Alisyahbana.

Andi menambahkan, program pengembangan N219 adalah program nasional yang akan dipimpin oleh Lapan dan ada tiga misi N219 yang harus dicapai. Misi pertama ialah mempersiapkan N219 sebagai pesawat nasional yang bisa mendukung penerbangan perintis. Misi kedua ialah N219 bisa berkiprah di industri penerbangan terutama dengan memiliki local content yang relatif tinggi, sehingga ketergantungan kepada teknologi luar negeri berkurang. “Kemudian misi yang ketiga, jangan lupa bahwa N219 adalah wahana untuk berlatih bagi kita semua untuk kembali mampu merakit, merancang, membangun pesawat terbang, setelah N250 pada dekade 90-an,” kata Andi.

Selain itu, Andi memotivasi agar tim N219 menjadi development engineer (insinyur pengembangan) yang harus mengembangkan suatu inovasi dan mengembangkan apa yang bisa dibangun oleh bangsa kita sendiri. “Kita harus berani merancang bangun, berani melakukan analisa, berani melihat sesuatu yang baru, dan berani mengimplementasikannya pada suatu desain yang brilian. Karena hanya dengan keberanian itulah kita bisa belajar, kita bisa mencoba,” Andi memotivasi.

Pada rangkaian acara tersebut, Kepala Program N219 Budi Sampurno menyampaikan progress report pengembangan pesawat N219. Menurutnya, pekerjaan pengadaan sales mock-up N219 ditargetkan selesai pada September 2014. Sedangkan untuk engineering flight simulator, drop testdan komponen utama ditagetkan selesai pada Desember 2014. Target yang akan dicapai paling lambat Mei 2014 ialah penyelesaian pembuatan dokumen desain tahap 1 yang terdiri dari dokumen3D Design Structure, System & Interior (75%), serta Configuration Design & Analysis Document,Flight Physic Document, Structure Document, System & Propulsion Document, Reliability, Maintenability & Safety Document (83%).

“Kami harapkan teman-teman bekerja sama baik dengan engineer dari lapan maupun denganengineer PT.DI untuk menyukseskan schedule. Kalau dari sisi kemampuan saya sangat yakin bahwa teman-teman pasti bisa mewujudkan pesawat ini. Tapi dari sisi schedule itu yang harus teman-teman lihat, bagaimana target-target yang sudah dibuat oleh Pak Palmana dan Pak Alfanto ini bisa dipenuhi dengan aktif,” Budi menegaskan.

Dalam acara kunjungan tersebut, Thomas Djamaluddin dan jajaran pejabat pendamping dari Lapan meninjau fasilitas hanggar produksi dan fixed wing milik PT.DI. Tinjauan dipimpin langsung oleh Andi Alisyahbana didampingi oleh jajaran pejabat pendamping dari PT.DI. Acara kunjungan kemudian diakhiri dengan seremonial ‘potong tumpeng’ dan doa bersama.


N219 dan INCAS Tampil di Pameran Perencanaan Pembangunan Nasional



Lapan ikut dalam pameran Perencanaan Pembangunan Nasional. Pameran berlangsung pada 29 hingga 30 April di Hotel Bidakara, Jakarta.

Dalam pameran tersebut, Lapan menampilkan miniatur model pesawat N219 dan Indonesian National Carbon Accounting System(INCAS).

INCAS adalah sistem untuk menghitung emisi gas rumah kaca dari sektor yang berbasis lahan di seluruh wilayah Indonesia. Hasil dari sistem ini yaitu informasi mengenai perubahan penutupan lahan.

Dengan informasi itu, maka emisi gas rumah kaca dapat dihitung. Sistem ini merupakan kerja sama pemerintah Indonesia dengan Australia Forest Carbon Partnership (IAFC) untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam membuat sistem pengurangan emisi karbon yang signifikan dan efektif.

N219 adalah pesawat perintis berpenumpang 19 orang. Pesawat yang didesain oleh Lapan ini nantinya akan diproduksi oleh PT Dirgantara Indonesia (DI). N219 memiliki banyak potensi bagi pembangunan wilayah Indonesia. Selain sebagai transportasi penumpang, pesawat ini juga berpotensi sebagai angkutan evakuasi medis, patroli dan pengawasan, dan transportasi kargo.

Ukurannya yang kecil akan menjadikan pesawat ini cocok bagi transportasi di pulau-pulau kecil dan wilayah pegunungan di Indonesia. Selain itu, pesawat ini dapat terbang dengan landasan pendek sehingga tidak memerlukan bandara besar. N219 nantinya akan menjadi sarana untuk meningkatkan perekonomian di wilayah terpencil Indonesia.

Pameran ini bertema Melanjutkan Reformasi Pembangunan bagi Percepatan Pembangunan yang Berkeadilan. Pameran ini merupakan sarana untuk mensosialisasikan keberhasilan yang dilakukan secara inovatif oleh para pemangku kepentingan nasional.

Pameran dibagi menjadi empat subtema. Subtema tersebut yaitu Penyiapan Landasan Pembangunan yang kokoh, Pembangunan Ekonomi yang Berkeadilan, Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia dan Kesejahteraan Rakyat yang Berkeadilan, dan Pemerataan Pembangunan Wilayah. Dalam pameran tersebut, Lapan tergabung dalam subtema kedua yang mencakup isu percepatan pembangunan infrastruktur.

SBY TERBANG PERDANA DENGAN PESAWAT KEPRESIDENAN

Pesawat kepresidenan itu merupakan pesawat milik negara

  Pesawat Kepresidenan jenis Boeing Business Jet (BBJ)-2

Jakarta □ Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan terbang perdana menggunakan Pesawat Kepresidenan baru, Boeing Business Jet 2 yang baru tiba di Halim Perdanakusuma pada 10 April 2014.

"Saya belum bisa jawab karena belum terbang. Satu hal saja yang saya sampaikan, selama 10 tahun jadi presiden, saya bersyukur pada enam bulan terakhir bisa naik pesawat presiden dan itu bisa hematkan anggaran kita," kata SBY di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (5/5), menjawab pertanyaan wartawan.

Presiden SBY menjajal terbang perdana dengan pesawat yang dirakit oleh perusahaan Boeing tersebut, siang ini, ke Bali untuk melaksanakan kunjungan kerja di provinsi tersebut.

Presiden SBY terbang melalui Bandara Halim Perdanakusuma usai menerima Putra Mahkota Brunei Darussalam Haji Al Muhtadee Bilah di Istana Merdeka.

Pesawat kepresidenan itu merupakan pesawat milik negara. Sebelumnya, kunjungan Presiden ke berbagai negara menggunakan pesawat yang disewa dari Maskapai Garuda.

Pesawat yang mulai dibangun sejak lima tahun sebelumnya tersebut memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,5 meter, dan panjang 38 meter dengan dibekali dua mesin CFM 56-7.

Terdapat 4 ruang pertemuan VVIP, 2 ruang VVIP negarawan, 12 area eksekutif, dan 44 staf area. Interior pesawat tersebut dirancang untuk mengakomodasi hingga 67 orang penumpang. Pesawat tersebut menghabiskan dana sebesar Rp 847 miliar.


  ★ Republika  

RI-AUSTRIA KERJASAMA KEMBANGKAN TRANSPORTASI MASSAL

Melalui kerja sama ini diharapkan sistem transportasi nasional bisa lebih maju dengan memanfaatkan pengalaman Austria dalam mengembangkan sistem transportasi di Eropa

Monorel jadi salah satu moda transportasi massal

Jakarta □ Kementerian Perhubungan RI dan Kementerian Transportasi, Inovasi dan Teknologi Republik Austria sepakat menjalin kerja sama sektor transportasi, infrastruktur transportasi, dan pengembangan teknologi transportasi di Tanah Air.

"Kerja sama dengan Austria merupakan bagian dari upaya Pemerintah dalam mengembangkan sistem transportasi massal," kata Menhub EE Mangindaan, usai acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan Menteri Transportasi Inovasi dan Teknologi Austria, Doris Bures di Gedung Kemenhub, Jakarta, Senin.

Menurut Mangindaan, melalui kerja sama ini diharapkan sistem transportasi nasional bisa lebih maju dengan memanfaatkan pengalaman Austria dalam mengembangkan sistem transportasi di Eropa. Proyek yang memungkinkan untuk segera digarap adalah pengembangan moda transportasi kereta api.

"Kita sedang dan terus mengembangkan jalur 'double track' KA. Termasuk pengembangan infrastruktur kereta api di wilayah Sumatera, dan Kalimantan yang pada tahun ini memasuki tahap 'ground breaking'," ujar Mangindaan.

Austria negara yang sarat pengalaman dalam mengintegrasikan transportasi mulai dari kereta api, angkutan darat dan laut yang bisa saling terkoneksi satu sama lain. Bahkan, Austria merupakan negara yang menjadi basis dan persilangan sistem transportasi kereta api di Eropa, tuturnya.

Meski begitu, Mangindaan tidak merinci lebih lanjut berapa besar nilai investasi yang akan dikerjasamakan, karena masih dalam tahap pembentukan Kelompok Kerja Bersama Forum Kerja sama Infrastruktur dan Transportasi Austria-Indonesia.

"Kelompok Kerja Bersama ini nanti akan mengawasi setiap pelaksanaan proyek-proyek dan menghilangkan hambatan yang ada," tegas Mangindaan.

Sementara itu, Menteri Transportasi Inovasi dan Teknologi Austria, Doris Bures menuturkan, Indonesia merupakan negara besar yang memiliki wilayah yang sangat luas. Pada kesempatan itu, Doris juga didampingi delegasi bisnis yang berjumlah sekitar 30 pengusaha Austria berbagai sektor yang tergabung dalam Kadin Austria.

Untuk itu tambahnya, dengan pengalaman di bidang transportasi dan teknologi yang dimiliki, perusahaan-perusahaan Austria siap mengalokasikan investasi untuk mengembangkan infrastruktur di Indonesia. Selain itu lanjutnya, pengusaha asal Austria juga siap meningkatkan kemitraan di sektor lainnya.

Menurut catatan, negara dengan jumlah penduduk sebanyak 8,5 juta jiwa ini pada tahun 2013 memiliki tingkat pendapatan per kapita (GDP) sebesar 33.656 Euro. Nilai ekspor Austria ke Indonesia mencapai sekitar 267,2 juta Euro, sedangkan impor dari Indonesia mencapai sekitar 201,4 juta Euro, dengan kata lain Indonesia mengalami defisit sekitar 65,8 juta Euro per tahun. Adapun negara mitra utama dagang Austria yaitu Jerman yang mencapai 37,6 persen dari total perdagangan negara itu, disusul Italia 6,2 persen, Swiss 5,2 persen, Tiongkok 5,1 persen, Republik Cheko 3,7 persen, Amerika Serikat 3,1 persen, Prancis 2,8 persen.


  ★ Republika  

5 FAKTOR INDONESIA JADI 10 BESAR EKONOMI DUNIA

Sebagai 10 ekonomi besar dunia berdasarkan Purchasing Power Parity


Firmanzah
Jakarta □ Indonesia telah ditempatkan oleh Bank Dunia sebagai 10 ekonomi besar dunia berdasarkan Purchasing Power Parity (PPP). Indonesia pun telah sejajar dengan negara-negara yang selama ini tergolong sebagai negara maju.

Staf khusus presiden bidang ekonomi dan pembangunan, Firmanzah mengatakan Indonesia menempati posisi ke-10 dari 177 negara lainnya. Hanya ada tiga negara Asia yang masuk dalam kategori yang sama yakni Tiongkok, India, dan Indonesia.

Dengan penempatan tersebut juga secara tak langsung menunjukkan besaran GDP berdasar PPP, Indonesia lebih besar dari Meksiko, Italia, Belanda, Korea Selatan, dan Australia. Ia mengatakan keberhasilan tersebut didukung oleh lima factor.

□ Pertama, pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan.
□ Kedua, berjalan baiknya sejumlah kebijakan pengendalian inflasi dalam 5-8 tahun terakhir.
□ Ketiga, percepatan pembangunan infrastruktur dan industrialisasi juga meningkatkan penciptaan lapangan kerja dan multiplier effect ke sektor ekonomi lainnya.
□ Keempat, masifnya program pemberdayaan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) sangat membantu tingkatkan purchasing power dan sektor riil.
□ Kelima, stabilitas politik, keamanan dan ketertiban juga terus terjaga dan semakin baik.

“Kelima sektor inilah yang membuat ekonomi terus tumbuh dan meningkatnya daya beli masyarakat, sehingga ekonomi domestik terus ekspansif,” katanya, Senin (5/5).

Firmanzah menyebutkan, indikasi keberhasilan ekonomi Indonesia juga bisa dibaca dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat (2/5) yang secara umum menunjukkan, tren yang positif dan sinyal afirmatif atas penguatan fundamental ekonomi yang terus berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.

“Penguatan fundamental ekonomi nasional di tengah proses penyelenggaraan Pemilu dan sejumlah tekanan eksternal merupakan refleksi kapasitas ekonomi dan bekerjanya sejumlah instrument kebijakan ekonomi yang telah ditempuh selama ini,” terangnya.

Ia mengatakan pemerintah dalam satu dasawarsa tahun terakhir terus mendorong pengendalian dan stabilisasi harga khususnya barang-barang kebutuhan pokok, memastikan ketersediaan pasokan, dan menjamin kelancaran distribusi pasokan baik produksi dan distribusi.


GDP Masuk 10 Terbesar karena Penduduk Indonesia yang Besar

Arif Budimanta

Masuknya Indonesia sebagai negara yang masuk 10 besar negara yang GDP-nya terbesar di dunia perlu mendapat apresiasi.

Direktur Megawati Institute Arif Budimanta mengatakan share GDP Indonesia terhadap GDP dunia berdasarkan data bank dunia, yang mengacu International Comparison Program (ICP) yakni sebesar 2,3 persen.

Negara dengan peringkat tertinggi secara berturut-turut yakni Amerika Serikat(17,1 persen), China (14,9 persen), India (6,4 persen), Jepang (4,8 persen), Jerman (3,7 persen), Rusia (3,5 persen), Brazil (3,1 persen), Perancis (2,6 persen), Inggris (2,4 persen) dan Indonesia (2,3 persen).

Kondisi ini, kata Arif, patut diapresiasi dan disyukuri karena artinya perekonomian Indonesia memiliki kontribusi yang cukup besar. Ini akan bisa meningkatkan posisi tawar di kancah internasional.

Meningkatnya kontribusi Indonesia dalam perekonomian dunia, kata Arif diikuti kondisi ekonomi masyarakat Indonesia juga harus ikut meningkat. Peningkatan kesejahteraan masyarakat harus lebih diutamakan dibandingkan dengan peringkat-peringkat Internasional. "Seringkali kondisi ini tidak mencerminkan kesejahteraan masyarakat secara riil," kata Arif dalam pers rilis yang diterima Republika Online (ROL), Senin (5/5).

Harus diingat bahwa masuknya Indonesia dan beberapa negara kedalam negara dengan shareGDP terbesar di dunia ini ditunjang oleh jumlah penduduk yang besar. “jadi jika lebih perhatikan data tersebut, share penduduk kita terhadap jumlah penduduk dunia yakni sebesar 3,6 persen lebih besar dari share GDP. Artinya besarnya GDP kita lebih ditunjang oleh jumlah penduduk yang besar atau dengan kata lain jika melihat GDP perkapita Indonesia nilainya relatif kecil dibandingkan negara lain.”

Hal serupa juga terjadi pada China dan India yang share penduduknya masing-masing 19,9 persen dan 18,1 persen. Perekonomian Indonesia akan lebih hebat jika produktivitas tenaga kerja lebih ditingkatkan, percepatan pembangunan infrastruktur dilakukan, kesempatan berusaha diperluas dan dipermudah. Jika pendapatan perkapita masyarakat meningkat maka kontribusi Indonesia akan semakin hebat di dunia.

INDONESIA MAMPU MEMBUAT VAKSIN ANTI CORONA

 Sayangnya, pabrik pembuat vaksin belum bisa digunakan karena dalam proses hukum 

Indonesia mampu membuat vaksin anti corona
Ilustrasi
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono dan Menteri Kesehatan Nafsiah Emboi menegaskan kalau Indonesia bisa membuat vaksin anti Corona. Apalagi Indonesia sudah berpengalaman dalam kasus virus SARS.

Agung Laksono mengatakan, saat ini Indonesia sedang mempertimbangkan untuk memberi bantuan ke pemerintah Arab Saudi.

Sayangnya, pabrik pembuat vaksin yang ada di Indonesia kini belum bisa digunakan karena masih dalam proses hukum.

"Jika bisa dipinjam akan kita usahakan. Terlebih alat-alat tersebut sudah kadarluasa pada bulan Juli mendatang," tegasnya di Kantor Menko Kesra, Jumat 2 Mei 2014.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Kesehatan (Menkes) Nafsiah Mboi juga menegaskan, bahwa sesungguhnya Indonesia mampu membuat vaksin tersebut, namun sampai saat ini belum ditetapkan bahan-bahan dan vaksin tersebut dari WHO.

Kedepanya akan dilakukan kerjasama dengan negara Arab dan lainya dalam pembuatan vaksin.

"Dilihat dari pengalaman kita mampu dalam melakukan pengendalian penyebaran virus flu burung. Maka kita bisa lebih intensif melakukan pengendalian bersama negara lain," tegasnya.(ysw)

 ● Sindo 

PERINGKAT EKONOMI INDONESIA MASUK 10 BESAR DUNIA

Jalan Indonesia untuk menjadi negara maju masih panjang

http://statik.tempo.co/data/2014/04/09/id_279531/279531_275.jpg


Jakarta  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan telah menerima laporan dari Menteri Keuangan Chatib Basri ihwal Bank Dunia yang telah menetapkan peringkat ekonomi negara-negara di dunia tahun ini.

"Alhamdulillah ekonomi Indonesia, oleh World Bank, ditetapkan sebagai ekonomi nomor 10 di dunia," kata SBY, saat meresmikan Rajawali Televisi, di Jakarta Convention Center, Sabtu 3 Mei 2014.

Menurut SBY, peringkat ekonomi Indonesia tahun ini berada di bawah 9 negara, yakni Amerika Serikat, China, India, Jepang, Jerman, Rusia, Brasil, Prancis, dan Inggris. "Tentu ini awal yang baik," ujar mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan ini.

Namun, dia menambahkan, jalan Indonesia untuk menjadi negara maju masih panjang. "Masih banyak yang harus kita benahi, masih banyak permasalahan yang harus kita atasi, di sana-sini masih ada kekurangan kita," ucap SBY.

Menurut dia, segala permasalahan ini bisa diatasi jika semua elemen bangsa memiliki sikap optimistis. "Kalau di antara kita mengatakan, 'Ah, mana bisa Indonesia?' Ubahlah sikap dan pemikiran itu, insya Allah Indonesia bisa," kata SBY.

 Daftar 20 Negara dengan Ekonomi Terbesar di Dunia 

Presiden SBY mengatakan Indonesia berada di peringkat ke-10 ekonomi dunia dari Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan World Bank atau Bank Dunia. Peringkat persentase GDP Indonesia terhadap ekonomi dunia memang naik pesat dibandingkan beberapa tahun lalu, peringkat Indonesia naik dari 16 besar menjadi 10 besar.

Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengatakan, capaian ini menunjukkan kebijakan pemerintah dalam ekonomi sudah sangat tepat.

"Artinya ekonomi Indonesia sudah berjalan on track dan kita membuat progres yang sangat signifikan karena beberapa tahun lalu kita di nomor 16," kata Chatib dihubungi detikFinance Minggu (4/5/2014).

Berdasarkan data World Bank dari The 2011 International Comparison Program (ICP), berikut data share (persentase) perekonomian negara terbesar di dunia.

01 United States (AS) 17,1 %
02 China 14,9 %
03 India 6,4 %
04 Japan 4,8 %
05 Germany 3,7 %
06 Russian Federation 3,5 %
07 Brazil 3,1 %
08 France 2,6 %
09 United Kingdom 2,4 %
10 Indonesia 2,3 %
11 Italy 2,3 %
12 Mexico 2,1 %
13 Spain 1,6 %
14 Korea, Rep. 1,6 %
15 Canada 1,6 %
16 Saudi Arabia 1,5 %
17 Turkey 1,5 %
18 Iran, Islamic Rep. 1,4 %
19 Australia 1,1 %
20 Taiwan, China 1 %

Bandingkan dengan posisi 2 tahun lalu di 2012 :

01 United States
02 China
03 India
04 Japan
05 Germany
06 Russian Federation
07 France
08 Brazil
09 United Kingdom
10 Italy
11 Mexico
12 Spain
13 Korea, Rep
14 Canada
15 Turkey
16 Indonesia
17 Australia
18 Iran, Islamic Rep
19 Saudi Arabia
20 Poland

(hen/dnl


IMF Predictions: Indonesia as the 5th largest economy by 2030
IMF Predictions: Indonesia as the 5th largest economy by 2030
Pengertian GDP
GDP suatu negara dapat didefinisikan sebagai total nilai penjualan barang dan jasa suatu negara dalam setahun. Jadi dalam skala yang lebih kecil, misalnya sebuah toko handphone, maka GDP dari toko handphone tersebut adalah omset total nilai penjualan handphone (barang) dan servis handphone (jasa) dalam setahun. Nah kalau dalam skala ‘Negara’ maka produk berarti semua barang yang dijual / dihasilkan di negara tersebut, dari minyak mentah, kelapa sawit, kopra, bahan mentah, bahan setengah jadi, sepatu, alat pancing, pesawat terbang sampai tusuk gigi. Sedangkan untuk jasa, mencakup dari jasa servis mobil, pijat refleksi di salon kecantikan, sampai jasa transaksi keuangan.
Yang perlu diperhatikan adalah produk dan jasa yang dihitung di sini adalah berdasarkan produk dan jasa yang dikenai pajak, jadi kalau jasa naik becak tidak masuk di sini karena tidak kena pajak (PPN). Kalau begitu nilai GDP nya tidak akurat ? Ya dan Tidak, misalnya di Indonesia dimana masih banyak usaha tidak formal (UKM dsb) yang belum bersinggungan dengan pajak, ada yang mengestimasi nilainya bisa 20-30% dari nilai GDP yang dipublikasi. Tapi bagi negara-negara yang tingkat pelaporan pajaknya tinggi, maka nilai GDP bisa dikatakan akurat, seperti US, atau negara-negara Eropa, Jepang juga.
“Gross” atau “kotor” berarti bahwa nilai barang atau jasa diambil tanpa memandang tahapan produksi atau penggunaan dan juga depresiasi dari barang modal (Capital Stock)  tidak dimasukan dalam perhitungan. Jadi entah barang digunakan untuk konsumsi, investasi atau cadangan tetap dihitung.

Selain pendekatan di atas yaitu dari sisi pendekatan produksi total barang dan jasa, dimana dianggap bahwa total barang dan jasa merupakan nilai total yang dihasilkan suatu negara, maka ada juga pendekatan dari sisipengeluaran yang menggunakan rumus berikut: GDP = Konsumsi + Investasi + Pengeluaran Pemerintah + (Ekspor – Impor).

  ★ Tempo | detik  

★ DAFTAR MOBIL BUATAN MAHASISWA INDONESIA

Jakarta  Selain siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), para mahasiswa di Indonesia juga tidak ingin kalah dalam membuat mobil. Buktinya banyak mobil yang dirakit oleh mahasiswa-mahasiswi dari berbagai Universitas yang ada di seluruh Indonesia.

Bedanya dengan SMK, para mahasiswa ini merakit mobilnya lebih kearah mobil untuk bertanding diajang Shell-Eco Marathon yang digelar setiap 1 tahun sekali.

Nah, mau tahu deretan mobil yang dirakit oleh para mahasiswa itu? Yuk simak ulasannya di bawah ini!

Biko


1. Keris RV dan Kalabia Evo-3

Universitas Indonesia (UI) kembali menunjukkan inovasi dengan meluncurkan dua mobil hemat energi, ramah lingkungan dan ultra-efisien karya para mahasiswa Fakultas Teknik (FT) bernama Keris RV dan Kalabia evo-3.

Mobil tersebut mewakili 2 kategori, pertama Kategori prototype yang kendaraannya berbentuk futuristik yang bertujuan untuk memaksimalkan efisiensi bahan bakar melalui elemen desain yang inovatif.

Sedangkan kategori urban concept lebih memerhatikan desain kendaraan konvensional roda empat yang hemat bahan bakar, sesuai dengan kebutuhan pengemudi saat ini. Keduanya dirancang untuk tujuan yang sama, menempuh jarak terjauh dengan satu liter bahan bakar


2. Mobil Bimasakti

img

Selain Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada juga memiliki mobil hasil rakitan mahasiswanya. Ya, mobil hasil raitan mahasiswanya bernama Bimasakti UGM. Mobil dengan kapasitas 1 penumpang ini pernah ikut serta dalam ajang Studen Formula Japan pada tahun 2013 lalu.

Bimasakti didesain dengan spesifikasi mesin Honda CBR 600RR dengan modifikasi pada air intake sytem, fuel supply, dan knalpot. Dimensi kendaraan 2.500 mm x 1.100 mm x 1.050 mm menggunakan chain-drive system, air-liquid cooling system dan bodi serat fiber yang dibuat sendiri.

Mobil balap itu pernah ikut lomba akselerasi di Jepang (uji kecepatan mobil dalam jarak 75 meter trek lurus. skidpad (uji kemampuan cornering dalam linkaran menyerupai angka 8), autocross (uji kemampuan dalam melewati 1 lap dengan trk lurus dan slalom), endurance dan fuel ecomony (uji ketahanan dalam 22 lap serta konsumsi bahan bakar).


3. Sapu Angin, Mobil dari ITS

img

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memiliki 2 mobil yang dipamerkan di ajang Shell Eco-marathon (SEM) yakni Urban dan Prototype. Mobil tersebut diberinama Sapu Angin.

Sapu Angin yang bergaya urban memiliki mesin diesel dengan Frame terbuat dari 100 persen Acid Methyl Ester. Mobil ini lah didesain sedemikian rupa sehingga bisa menembus angka 1 liter bensin untuk 1.000 kilometer.


4. Mobil Karya ITS

img

Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS) akan unjuk gigi sekaligus mencoba performace 4 mobil hasil karya mahasiswanya dengan menjalani tes jalan ± 700 km.

Keempat mobil yang akan menjalani tes yakni, Empat mobil yang akan mengikuti Tour de Java Mobil Listrik Nasional (Molina), Ezzy 1, Ezzy 2 (mobil listrik), 1 mobil tenaga surya dan Lowo Ireng.


 Ezzy 1  

Mobil listrik buatan ITS yang pernah terbakar dalam perjalanan ke Jakarta tahun lalu kembali menjalani test. "Kelebihan sisi teknologi listrik merah (Ezzy 2) dan putih (Ezzy 1) kita kerjasama dengan Oxford University yang memberikan 1 unit high performance motor yang beratnya ringan tapi dayanya cukup besar 100 KW dengan beratnya 25 Kg dibandingkan dengan motor biasa dengan tenaga 2 kali lipat," kata ketua tim Tour de Java Molina, Nur Yuniarto.

 Ezzy 2  

Dua mobil listrik yang akan menjalani tes performa mampu melahap 100 Km dengan kekuatan baterai yang dimiliki kendaraan. Sedangkan kemampuan charge baterai hanya 3 jam. "Kalau dari spesifikasinya bisa lari 150 Km/jam," imbuh Nur Yuniarto yang juga dosen pembimbing mobil listrik.

 Mobil Tenaga Surya  

Kalau yang mobil tenaga surya dari hasil tes performa mampu berjalan maksimal 90 Km/jam.

 Lowo Ireng  

"Secara teori bisa 250 Km/jam dengan tenaga hampir 300 Hp yang dihasilkan dari mesin 2500 cc ex Mitshubisi. Seluruh disain dan modifikasi kita yang melakukan termasuk ECU yang merupaka hasil karya anak ITS," pungkas Nur.


  ★ detik  

Kiev: Rusia Ingin Hancurkan Ukraina

Warga menunggu untuk diselamatkan saat kebakaran di Gedung Serikat Buruh di Odessa, Ukraina
Warga menunggu untuk diselamatkan saat kebakaran di Gedung Serikat Buruh di Odessa, Ukraina



REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatseniuk mengatakan Rusia berupaya menghancurkan Ukraina dengan merekayasa bentrokan, ini termasuk kebakaran yang menewaskan 42 orang, kebanyakan aktivis pro-Rusia, di Odessa.
Seperti dilansir voanews.com, Senin (5/5), Yatseniuk mengunjungi Odessa, Ahad kemarin, dua hari setelah kebakaran maut di kota pelabuhan di bagian selatan Ukraina yang berpenduduk satu juta orang itu. Ia menuduh Moskow terlibat dalam provokasi yang direncanakan dengan baik terhadap pemerintah interim Ukraina.

Ukraina menyatakan akan melanjutkan serangan militernya terhadap laskar separatis pro-Rusia di Ukraina Timur, sementara Kremlin menyatakan menerima ribuan permintaan tolong dari daerah yang penduduknya berbahasa Rusia itu.

Menteri Dalam Negeri Ukraina Arsen Avakov mengatakan pasukan Ukraina telah merebut kembali sebuah menara televisi dan gedung-gedung pemerintah dari pemberontak di Kramatorsk, kota di dekat Slovyansk, kubu pertahanan laskar pro-Rusia.

Kotabaru Berpeluang Bangun Pelabuhan Internasional

Salah satu pelabuhan internasional. Ilustrasi
Salah satu pelabuhan internasional. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, KOTABARU -- Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, H Sahaidudin menegaskan, Kotabaru memiliki peluang untuk membangun pelabuhan berskala internasional, karena memiliki perairan cukup dalam yang tidak dimiliki daerah lain di Kalsel.

"Apabila Kotabaru membangunan pelabuhan laut berskala internasional, Kotabaru akan menjadi gerbang ekonomi kawasan Indonesia Timur, bahkan Asia Pasifik," ujar kader Partai Keadilan Sejahtera, di Kotabaru, Senin (5/5).

Menurut dia, perairan Kotabaru merupakan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan berada di posisi strategis dengan letak geografis persis di tengah-tengah kepualaun Indonesia.

Jika pelabuhan laut berskala internasional itu dimiliki, maka dapat dipastikan bongkar muat barang, dan jasa dari dalam serta luar negeri, khususnya regional Kalimantan, akan dilakukan di pelabuhan Kotabaru.

Terlebih saat ini pelabuhan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, sudah over load (kelebihan kapasitas), sehingga Kotabaru perlu menyiapkan diri sebagai pelabuhan alternatif.

Menurut dia, konsep yang harus dilakukan oleh pimpinan daerah, untuk kemajuan dan kemakmuran masyarakatnya, salah satunya peningkatan infrastruktur, di antaranya pembangunan Pelabuhan Laut Dalam.

Keberadaan pelabuhan, sebut Syahidudin, dampaknya cukup luas, di antaranya, kelancaran ekspor impor, terciptanya lapangan usaha, tumbuhnya industri-industri kecil dan menengah di daerah, dan efesiensi biaya dan waktu bagi ekportir yang selama ini mengirimkan dan mendatangkan barang melalui pelabuhan di Surabaya.

Dengan terbangunnya pelabuhan laut tersebut, secara otomatis akan berdampak positif pada perekonomian di daerah, apalagi jika dibarengi dengan wacana pembangunan jembatan yang menghubungkan daratan Kalimantan melalui Kabupaten Tanah Bumbu, termasuk peningkatan jalur lingkar Pulau Laut.
hackerandeducation © 2008 Template by:
SkinCorner