Select Language

Minggu, 05 Januari 2014

Kenali Iptek Nuklir, Gunakan Manfaatnya

Keberadaan teknologi nuklir, oleh sebagian masyarakat dipersepsikan sebagai senjata, bom, atau hal-hal lain yang negatif.



“Padahal, keberadaan nuklir, pemanfaatan dan penerapannya di berbagai sektor, kesehatan, pertanian, rumah sakit dan lain-lain,” demikian diungkapkan oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Prof. Dr. Ir. Djarot Sulistio Wisnusubroto, pada acara pembukaan ATOMOS EXPO 2013, di Stadion Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Jumat, 29 Nopember 2013.

Oleh karena itu, kata Djarot, pentingnya menggelar pameran ATOMOS EXPO 2013 agar masyarakat dapat memahami secara fakta bahwa bangsa Indonesia sudah mampu menguasai teknologi nuklir dan mengem­bangkan­nya untuk tujuan kesejahteraan. “Melalui berbagai hasil karya nyata yang diperagakan, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa nuklir dapat digunakan untuk memajukan dan mensejahterakan kehidupan manusia, dan tidak selalu digunakan untuk senjata atau bom,” papar Djarot.


Dijelaskan juga oleh Djarot bahwa event ATOMOS EXPO khusus menggelar produk-produk teknologi hasil karya anak bangsa di bidang nuklir dan pemanfaatannya yang sudah meluas di berbagai sektor pembangunan. Kegiatan ini sebagai media sosialisasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat luas tentang kemampuan bangsa sendiri yang sudah menghasilkan banyak karya di bidang nuklir dan memiliki peran dalam pembangunan nasional.

Penyelenggaraan ATOMOS EXPO 2013 ini bertepatan dengan ulang tahun ke-55 BATAN, tepatnya tanggal 5 Desember. ”Kalau disamakan dengan manusia angka 55 ini, usia yang cukup matang. Artinya sesuatu yang sangat senior dan professional,” ujar Djarot, yang disambut tepuk tangan para tamu yang hadir di antaranya Menristek Prof. Dr .Ir .H. Gusti Muhammad Hatta, MS, perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Balitbang Kementerian Pertanian dan para tamu dari berbagai instansi lainnya.

Untuk memberi gairah dan semangat baru, BATAN meperkenalkan logo BATAN yang baru. ”Diharap­kan dengan logo baru yang lebih kinclong dengan warna-warni yang ramah dan disukai, BATAN dan nuklir bisa lebih ingin dikenali, lebih bersahabat terhadap masyarakat,” tutur Djarot, sembari menayangkan logo baru BATAN yang lebih cerah dengan warna 'ngejreng' paduan warna kuning, merah, hijau dan biru.

Pada kesempatan itu, Djarot juga menyampaikan hasil jajak pendapat nasional yang dilakukan selama tiga tahun terakhir tentang pemanfaatan teknologi nuklir. Hasil jajak pendapat nasional itu 76,5 persen responden setuju pemanfaatan iptek nuklir di Indonesia. ”Khusus untuk energi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), 60,4 persen responden menyatakan setuju,” jelasnya.

Khusus jajak pendapat tentang pemanfaatan iptek nuklir yang dilakukan di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), hasilnya lebih tinggi yakni 75 persen, sedangkan untuk PLTN 64,1 persen. “Angka ini bias menjadi acuan pemerintah dalam mengembangkan iptek nuklir dan pembangunan PLTN,” tegasnya lagi.

Mengenai logo BATAN yang baru lebih 'kinclong' dibandingkan yang lama, diamini oleh Menristek Prof. Dr .Ir .H. Gusti Muhammad Hatta, MS. Menurutnya, lambang BATAN yang baru ini lebih ramah dan lebih enak dilihat. Menristek juga mengungkapkan kebanggaannya terha­dap BATAN yang sangat professio­nal dan disiplin mengelola limbah nuklir selama 20 tahun. “Karena itu saya mendapatkan hadiah dari Wina berupa alat detektor,” katanya dengan nada bangga.

Meskipun dambaan untuk memiliki PLTN belum terealisasi, namun BATAN secara berkesinambungan melakukan riset dengan menggunakan iptek nuklir untuk digunakan di bidang lainnya. ”Seperti di bidang pertanian, padi kita yang biasanya hanya menghasilkan lima sampai enam ton perhektar, dengan menggunakan iptek nuklir produksi padi mencapai Sembilan bahkan sepuluh ton perhektar. Iptek nuklir juga digunakan bagi bidang kesehatan, semisal terapi penyakit kanker,” ungkapnya.

Bahkan katanya, dia merasa kagum ketika mendengar ipktek nuklir juga bisa dipergunakan untuk lebih mengawetkan makanan semacam makanan rendang, gudeg dan pepes. ”Kegiatan pemanfaatan seperti ini, diharapkan bias lebih mengakrabkan lagi nuklir kepada masyarakat,” tuturnya. Dan, dijelaskannya bahwa makanan itu aman untuk dikonsumsi, dengan begitu pemahaman masyarakat akan iptek nuklir lebih baik lagi.

Pada kesempatan itu Menristek menceritakan pengalamannya ketika dia menjadi Menteri Lingkungan Hidup yang lalu. Pada satu acara di televisi, dia dihadapkan dengan Menristek yang menjelaskan tentang pemanfaatan teknik nuklir. ”Sepertinya saya akan diadu, dan dikiranya saya akan mengeluarkan statement anti nuklir. Tapi, host atau moderator itu kecewa karena sebagai Menteri Lingkungan Hidup ketika itu saya mendukung penggunaan iptek nuklir. Dan, entah sudah rencanaTuhan, mungkin, saya sekarang malah ditunjuk sebagai Menristek,” ujar Gusti menceritakan pengalamannya yang unik itu.

Menrisitek memberi apresiasi yang besar bagi terselenggaranya ATOMOS EXPO 2013 ini. Diharapkan dengan terselenggaranya ATOMOS EXPO ini dapat membuka mata masyarakat Indonesia lebih luas lagi bahwa iptek nuklir sangat bermanfaat bagikemajuan bangsa dan meningkatkan taraf hidup manusia. Lebih jauh lagi dia mengutip kalimat dari kitab suci al-Quran bahwa segala sesuatu yang diciptakan Tuhan itu tidak ada yang sia-sia.“Yang penting apa yang sudah diciptakan Tuhan yang disediakan di alam ini digunakan untuk kemaslahatan umat manusia,” tegasnya.

Pada kesempatan itu Menristek beserta staffnya, didampingi oleh Kepala BATAN, meninjau beberapa booth di arena ATOMOS EXPO 2013. Dia pun sangat antusias mendengarkan penjelasan dari penjaga booth yang dihampirinya. “Saya senang melihat anak-anak sekolah yang berkunjung kesini. Masa depan ada di tangan mereka, termasuk pengelolaan dan pengembangan iptek nuklir di masa depan,” katanya sembari memperhatikan generasi muda, anak-anak SLTA, yang berkunjung berombongan dan meramaikan pameran ATOMOS EXPO 2013.

Penyelenggaraan ATOMOS EXPO 2013 bertema 'Perkembangan dan Peran Teknologi Nuklir dalam Pembangunan Indonesia' berlangsung pada 29 Nopember – 1 Desember, diikuti oleh 28 instansi dan perusahaan. Kegiatan ini mengajak ma­sya­rakat untuk lebih mengenal nuklir dengan konsep yang populer 'ATOMOS DAY' dalam bentuk pameran produk dan jasa teknologi nuklir, pameran interaktif sains nuklir, pameran foto teknologi, nuklir, mini games, ICT nuklir dan pameran sejarah dan masa depan nuklir. Juga diselenggarakan aerobic dan flash mob serta pembagian door prize bagi semua pengunjung dari masyarakat umum.  (Viva)

Opersi Tameng Hiu-13 TNI AL Gagalkan Penyelundupan Senapan MP5

Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono menerima senjata hasil penyelundupan yang berhasil digagalkan oleh pasukan Gugus Tempur Laut Armada RI Kawasan Timur (Guspurlatim).

Opersi Tameng Hiu-13 TNI AL Gagalkan Penyelundupan Senapan MP5
Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono menerima senjata hasil penyelundupan yang berhasil digagalkan oleh pasukan Gugus Tempur Laut Armada RI Kawasan Timur (Guspurlatim). Foto: ISTIMEWA

Penyerahan senjata hasil penyelundupan itu dilakukan Danguspurlatim, Laksamana Pertama TNI Aan Kurnia dalam suatu upacara militer gabungan yang berlangsung di Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya, Senin (02/12/2013).

Dispenarmatim dalam surat elektroniknya kepada LICOM mengungkapkan, jajaran Koarmatim yang tergabung dalam Operasi Tameng Hiu-13 berhasil mengagalkan upaya penyelundupan senjata api lewat laut di perairan perbatasan Republik Indonesia dengan Malaysia, Minggu (28/07/2013).


Opersi Tameng Hiu-13 digelar Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmatim mengintegrasikan seluruh komponen kekuatan yang tergabung dalam Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) TNI AL, baik dari unsur-unsur kapal perang maupun kekuatan pangkalan di daerah perbatasan.

Terintegrasinya operasi Tameng Hiu dengan satuan tugas lain terbukti efektif dan membuahkan hasil dengan ditemukannya dua pucuk senjata api pabrikan (Home Industri) mirip MP-5/UZI oleh Tim Satgas Intelijen Pangkalan Angkatan Laut Nunukan.

Kejadian bermula ketika tiga tim Satgas Intel Lanal Nunukan dipimpin Kapten Laut (KH) Dominikus Tedju menggunakan perahu Patroli Keamanan Laut (Patkamla) Pos Angkatan Laut (Posal) Sei Nyamuk dan perahu nelayan, melakukan patroli di perairan Suar Karang Unarang, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur.

Tim Satgas berusaha mendekati dua speed boat yang sedang melakukan aktivitas mencurigakan di perairan perbatasan RI Malaysia tersebut. Melihat adanya petugas datang patroli TNI AL datang, kedua speed boat langsung pergi dengan kecepatan tinggi kearah Pulau Sipadan Ligitan. Petugas mendeteksi speed boat mencurigakan itu membuang suatu benda ke laut dengan maksud mengalihkan perhatian petugas.

Sasaran berhasil lolos ke perairan negara tetangga, namun tim satgas fokus terhadap benda yang di buang ke laut tersebut dan memberi tanda sekitar lokasi kejadian pada posisi 04 00 633 U – 118 04 965 S, sekitar perairan Karang Unarang, pada pukul 05. 30 Waktu Indonesia Bagian Tengah (WITA).

Setelah diadakan penyelaman ditemukan paket berupa bungkusan warna kuning. Setelah dibuka isi bungkusan tersebut berisi dua pucuk mirip MP-5/UZI kaliber 9mm, dua magzine tanpa peluru, satu popor lepasan (portabel) serta satu peredam.

Kedua senjata tersebut nomor serinya telah dirusak atau dihilangkan oleh para pelaku. Secara fisik senjata selundupan itu diperkirakan buatan home industri.

Sampai saat ini tim yang dibentuk Koarmatim telah mendeteksi beberapa tempat dari negara asal pembuat senjata tersebut, serta meneliti lebih jauh maksud dari upaya penyelundupan senjata api di perairan perbatasan tersebut. Kedua senjata hasil operasi saat ini telah dibawa ke Mako Koarmatim dan diserahkan secara resmi kepada Pangarmatim.

Pangaramatim Agung Pramono menyampaikan sambutan terkait dengan pelaksanaan Opersi Tameng Hiu-13. Operasi di bawah kendali Danguspularmatim yang melibatkan beberapa komponen SSAT Koarmatim.

Dengan keberhasilan tersebut, Pangarmatim menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Komandan Gugus Tempur Laut Koarmatim beserta para prajurit yang ikut serta terlibat dalam Opersi Tameng Hiu-13.

“Terungkapnya upaya yang diduga sebagai aksi penyelundupan senjata ini memberikan indikasi bahwa keamanan wilayah perairan yurisdiksi nasional harus terus dijaga. Karena tidak menutup kemungkinan hal ini terjadi di wilayah dan waktu yang lain. Keberhasilan ini patut dipertahankan dan ditingkatkan, karena eskalasi ancaman ke depan akan semakin kompleks dengan modus operandi yang beragam,” kata Pangarmatim Agung Pramono.

Agung Pramono menekankan, dalam operasi-operasi yang akan datang agar terus dilaksanakan koordinasi yang ketat dan terintegrasi di antara satuan di pangkalan dengan unsur yang beropersi di laut. Dengan demikian, pelaksanaan operasi akan dapat membuahkan hasil yang optimal.

Saat ini, jajaran Koarmatim terus meningkatkan operasi di perairan timur Indaonesia, khususnya di perbatasan dengan negara tetangga.

Skala operasi akan terus ditingkatkan melibatkan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang tergabung dalam SSAT mulai dari unsur kapal perang, pesawat udara dan helikopter TNI AL, Marinir dan Pangkalan.

Target operasi juga dikembangkan tidak hanya fokus pada aksi pencurian ikan (Illegal Fishing) namun juga difokuskan pada aksi penyelundupan senjata, Narkoba dan kegiatan infiltrasi lewat laut.

“Dampak penyelundupan senjata, jika sampai ketangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dapat menimbulkan kerawanan sosial, ganguan kemanan dan separatisme yang sengaja di lakukan oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan pemerintah RI,” kata Pangarmatim. (LensaIndonesia)

Menhan Berharap Presiden Mendatang Mengerti Militer

MENTERI Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, juga menyoroti Pemilu 2014 yang akan datang dan sangat berharap jelang Pemilu 2014, presiden mendatang mengerti permasalahan TNI. Supaya pembangunan alat utama sistem senjata (alutsista) berlanjut.

Menhan Berharap Presiden Mendatang Mengerti Militer
foto : kompasiana.com

"Kalau presidennya tidak mengerti militer, bisa saja tidak berlanjut, komitmennya harus kuat," ujar Purnomo dalam diskusi panel bersama Forum Pemred dan Pusat Pengkajian Strategi Nasional di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2013).

"Rencana strategi pembangunan pertahanan TNI sudah pasti bersifat jangka panjang dan harus lintas kabinet. Karena itu diharapkan sistem pertahanan tetap dilanjutkan pada kabinet berikutnya," Jelasnya.


Dengan rencana strategis pembangunan pertahanan TNI memang menjadi pertanyaan besar bagi kami, adalah pada waktu pergantian rezim kepemimpinan antara yang mempunyai visi misi berbeda dengan apa yang berlangsung sekarang ini. Ini juga yang saya khawatirkan," jelas Purnomo.

Dia pun mengusulkan ada landasan hukum berbentuk undang-undang agar menjadi komitmen dalam pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia.

"Diperlukan adanya landasan peraturan perundang-undangan dari eksekutif agar ada kekuatan pertahanan melanjutkan Renstra (Rencana Strategis) I dan II. Selain itu, landasan politik keputusan politik paripurna DPR dan legislatif sebagai pemegang hak budget untuk dukungan pada rencana strategis yang ada,"jelas Purnomo. (POL)

TNI Tingkatkan Kemampuan Untuk Hadapi Berbagai Trouble Spot

Panglima TNI, Jenderal Moeldoko, mengatakan membaca prediksi tantangan nasional ke depan, TNI dituntut terus memelihara dan meningkatkan kesiapsiagaan guna menghadapi berbagai trouble spot yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor) TNI harus memiliki kemampuan taktis dan strategis serta mobilitas dan daya tempur yang efektif.

TNI Tingkatkan Kemampuan Untuk Hadapi Berbagai Trouble Spot

"Latihan Satgultor TNI harus dilakukan melalui latihan secara bertahap dan berlanjut dengan mengedepankan interoperability Sat-81, Denjaka, dan Satbravo ‘90 serta unsur-unsur bantuan lainnya," kata Moeldoko dalam pernyataan tertulisnya yang diterima Koran Jakarta, Minggu (1/12).


Moeldoko dan rombongan melihat secara langsung aksi para prajurit TNI yang terlibat Latihan Satgultor TNI, yaitu Satgultor 81/Kopassus, Denjaka/Marinir, Denbravo’90/ Paskhas.

Dalam skenario latihan, ada kapal milik Indonesia yang dibajak oleh kelompok teroris di perairan Batam. Dengan profesional dari kekuatan Tri Matra (AD, AL, AU) serta didukung dengan manuver dari pesawat yang menerjunkan di laut maupun di kapal sasaran, Sea Rider yang bergerak cepat mendekati sasaran, serta gerakan helikopter yang menerjunkan prajurit TNI ke sasaran, akhirnya teroris yang menguasai kapal dapat dilumpuhkan. (KJ)

Thailand Tampilkan Varian Baru Peluncur Roket DTI-1

Peluncur roket multi laras DTI-1 (all photos (TAF)

Defence Technology Institute (DTI) suatu badan riset dari Kementrian Pertahanan Thailand baru-baru ini mengeluarkan varian baru kendaraan peluncur roket multi laras DTI-1 kepada publik. DTI-1 merupakan kerjasama antara DTI dan China National Precision Machinery Import & Export Corporation (CPMIEC) dengan basis peluncur roket WS-1 buatan China.


Perbedaan yang nyata dari tampilan kendaraan ini dari serie sebelumnya terletak pada kabin pengemudi yang telah dilindungi secara penuh dengan pelat baja. Tersedia pula tempat bagi awak tambahan untuk peluncuran roket sebaris di belakang kursi pengemudi. Kendaraan yang dipakai diduga tetap menggunakan Volvo FM-400 6x6. Tidak dijelaskan Level STANAG dari lapisan baja untuk proteksinya.


Seperti halnya peluncur roket WS-1, maka DTI-1 juga mempunyai diameter roket 302 mm dan dapat menjangkau sasaran sejauh 180 km. Diameter roket dan jarak jangkau tersebut merupakan yang terbesar di kawasan. Sebagaimana diketahui, korps artileri Angkatan Darat Thailand memang sangat powerful dalam persenjataan.


Rokets DTI-1 dapat dilepaskan dengan kecepatan 5.2 mach, respon waktu yang dibutuhkan untuk penembakan adalah 20 menit. Berat kotor hulu ledaknya mencapai 150 kg, jenis hulu ledak yang dipakai ZDB-2B sama seperti seperti WS-1B yang digunakan China. 




DTI masih mempunyai satu agenda riset terkait DTI-1, dengan tetap dibantu oleh CPMIEC negeri ini akan mengembangkan "DTI-1G [Guided]", dengan memakai roket kendali maka presisi penembakan DTI-1 akan lebih baik lagi.

Agenda Geopolitik Presiden Ke-7 RI

Belajar dari pengalaman kita memiliki 6 presiden dalam 69 tahun bernegara modern Republik Indonesia, kita tentu tidak ingin mengulangi kesalahan dan kekeliruan masa lalu. Marilah kita melakukan pilihan eklektik, dengan sadar menilai baik-buruk, positif-negatif, kinerja maupun blunder dari presiden pertama hingga keenam. Agar presiden ketujuh dapat bercermin dan belajar arif, bijak dan cerdas untuk mengambil putusan yang positif, proaktif dan kreatif serta bermanfaat bagi bangsa dan Negara ini.

Agenda Geopolitik Presiden Ke-7 RI

Target utamanya tentu harus mengembalikan harkat dan martabat bangsa ini agar berkualitas nomor 4 sedunia secara substansial. Bukan hanya sekedar nomor 4 secara kuantitas numerik.  Karena penyakit dan kekeliruan masa lalu, barangkali target itu memerlukan satu generasi, tiga dasawarsa atau tiga orang presiden yang berkualitas dan sanggup bertahan 2 termin hingga 2044. Sehingga tepat usia seabad dibawah presiden ke-10, Indonesia akan menjadi adidaya nomor 4 sesuai kuantitas penduduknya. Tentu saja semua itu mengisyaratkan presiden ke-7, ke-8 dan ke-9 harus berkualitas prima, berkelas negarawan global yang canggih, cermat dan piawai menakhodai kapal induk RI, menjelajah transformasi geopolitik abad 21 yang secara kualitatif berbeda dari abad 20.
 


Tugas utama Presiden ketujuh adalah berdamai dengan masa lalu, dengan diri sendiri, dan dengan bangsa sendiri dalam semangat kemanusiaan dan kenegarawanan langka gaya Nelson Mandela. Indonesia harus berdamai dengan keturunan PKI, Masyumi, DI/TII dan segala elemen bangsa yang di masa lampau terlibat kekerasan dan permusuhan politik secara brutal, beringas dan nyaris tak beradab. Tentu saja pada dataran kontemporer kita tetap harus menumpas anarki dan terorisme dengan dalih apapun yang memperlakukan sesama manusia secara sadis, biadab terkadang dengan dalih agama, SARA, pertentangan kelas atau sekedar kriminal kejam tanpa motif politik, yang tetap harus memperoleh hukuman pidana yang setimpal.

Dengan rekonsiliasi nasional ini pemerintah harus berjiwa besar mengakui kesalahan masa lalu , meminta maaf dan berusaha tidak mengulangi democide terhadap rakyatnya sendiri. Maka  seluruh potensi bangsa ini dapat mulai membangun, bersatu padu dan percaya diri akan ketangguhan bangsa ini yang sudah terbukti mampu membangun Borobudur di abad 9.

Paralel dengan rekonsiliasi maka prinsip meritokrasi harus memberikan pahala kepada mereka yang berprestasi. Sehingga kinerja bangsa ini secara kualitatif meningkat setara dengan kemajuan bangsa lain, tetangga kita maupun bangsa lain di seluruh muka bumi ini.

Mengingat manusia bukan robot, maka dalam proses persaingan global itu dimana kekuatan sumber daya manusia tercanggih di Indonesia harus mampu bersaing ketat dengan bangsa lain, jelas masih akan ada kelompok manusia yang tercecer dalam proses pembangunan multidimensi abad 2. Disinilah kepemimpinan Indonesia harus mampu menyediakan sistem yang memelihara kebutuhan dasar dan pemeliharaan kesejahteraan minimal bagi elemen yang tidak termasuk kelompok produktif kreatif  kelas unggulan.

Inilah yang dimaksud dengan negara menyantuni mereka yang memang tercecer karena pelbagai faktor. Kelas menengah harus diperbanyak, sedang yang miskin ditekan secara alamiah. Harus dijaga penyakit kemanjaan bila orang mengganggur dibiayai negara. Alhasil banyak orang malas tidak mau bekerja, hanya ingin memperoleh bantuan langsung tunai atau subsidi dari negara dan pemerintah. Bangsa yang seperti itu tidak akan maju seperti yang dialami Yunani sekarang ini. Manja, malas dan mengandalkan utang atau subsidi dari Negara lain dan pemerintah yang meninabobokkan rakyat dengan dana gampang hasil pinjaman yang tak terbayar.

Itulah akar krisis Yunani dan  krisis derivative AS. Karena kemudahan memberikan kredit dengan alasan semua orang berhak memperoleh kredit perumahan atau mortgage. Maka muncullah kredit ninja, dimana orang dengan no income, no job and no asset diberi kredit perumahan secara murah meriah. Semua bangkrut tidak mampu membayar dan melelehlah raksasa seperti Lehman Brothers. Karena terjebak derivative yang jadi fiktif dari kredit perumahan yang bodong, assetnya tergadai utang lalu lenyap tak berbekas dalam kehancuran bursa.

Bangsa ini harus bersaing dengan bangsa lain yang posisinya sudah jauh leibh maju dalam dunia yang semakin multipolar dan merata sehingga tidak ada lagi hegemoni atau dominasi satu negara adi daya.

Dalam 4 abad terakhir sejak Eropa (Barat) meninggalkan Asia (Timur) maka dunia mengenal dominasi 4 imperium global.

Pertama Pax Hispanica, Spanyol menjadi kaya raya karena menguras harta karun emas perak Amerika Latin yang mengakibatkan inflasi dan pelemahan diri sendiri.

Belanda memonopoli perdagangan rempah-rempah dan sumber daya alam Indonesia sehingga menjadi yang terkaya diabad XVII sebagai Pax Neerlandica.

Inggris melampaui Belanda dengan revolusi industro yang memberi loncatan nilai tambah ekonomi secara eksponensial dan merajai dunia dengan Pax Britannica abad XVIII-XIX. Terakhir Pax Americana menggantikan Pax Britannica setelah Perang Dunia I. Kini dunia berada pada era Pax Consortis G20 karena tidak mungkin lagi hanya satu kekuatan menjadi imperium global. Tidak Pax Sinica ataupun Pax Islamica.

Indonesia beruntung sudah masuk dalam jajaran imperium global multilateral G20. Presiden Indonesia tentu harus memahami posisinya sebagai anggota G20, sebagai jangkar ASEAN dan sebagai nation state terbesar ke-4 sedunia dalam kuantitas.

Belajar dari pengalaman presiden pertama hingga keenam dengan pelbagai jatuh bangun, kinerja dan blunder,  perlu diingatkan bahaya kultus individu dan ketertutupan dalam diplomasi internasional. Apalagi bila tersandera oleh kepentingan sektarial, partisan dan malah terbajak oleh preman, kriminal dan teroris anarkis atau kelompok ekstremis radikal sok populis, Xenophobia dan primordial primitif.



Sumber : Indonesia 2014

Roket Indonesia Ini Mulai Bikin Cemas Negara Tetangga

Teknologi Roket Indonesia yang mulai di kuatirkan oleh negara Tetangga. Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan atas kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur Indonesia ini dijegal justru oleh orang Indonesia sendiri (biasa) para ekonom-ekonom Pemerintah yang sering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu mahal dan hanya buang-buang uang saja untuk riset ….!

Roket Indonesia Ini Mulai Bikin Cemas Negara Tetangga
Roket LAPAN - RX 420

 "Inilah musuh yang sebenarnya. Waspadailah kawan-kawan insinyur Indonesia"

Meski sudah berlangsung, peluncuran roket RX-420 Lapan ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di Indonesia yang lebih senang cerita politik, tetapi di Australia, Singapura dan tentu saja di negara tetangga yang belakangan ini suka menganggap remeh Indonesia.

Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara. Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa mencapai 190 km bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya nilai tambah tinggi ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia. Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan kendali dikembangkan sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya komponen subsistem mikroprosesor yang masih diimpor. Anggaran yang dikeluarkan untuk peluncurannya pun “cuma” Rp 1 milyar. Kalah jauh dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller checks pemenangan Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari Rp. 50 milyar. Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari Rp. 700 trilyun.
 


Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia? Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama Nano Satellite sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti akan berada pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik. Bila ini terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa menerbangkan satelit sendiri dengan produk buatan sendiri. Indonesia dengan demikian akan masuk member “Asian Satellite Club” bersama Cina, Korea Utara, India dan Iran.

roket-rx-2500Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk akal, bukan? Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km untuk keperluan damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan rakyat Indonesia. Maka otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk mampu meluncurkan roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal sangat mengancam mereka sekarang ini pun juga!!! Kalau tempat peluncurannya ditempatkan di Batam atau Bintan, maka Singapura dan Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket Indonesia. Dan kalau ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan Indonesia dengan Malaysia Timur, maka si OKB Malaysia tak akan pernah berpikir ngerampok PULAU . Akan hal Australia, mereka ada rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada musuh dari utara yakni Indonesia itu memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh ancaman nyata di masa depan dekat.

CN 235 Versi Militer

Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama paham bahwa insinyur-insinyur Indonesia tidak bisa diremehkan begitu saja. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan roket RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN235 versi Militer buatan PT. DI. Juga mencermati perkembangan PT. PAL yang sudah siap dan mampu membuat kapal selam asal dapat kepercayaan penuh dan dukungan dana dari pemerintah.

Kalau para ekonom Indonesia yang Pro World Bank dan IMF menyebut pesawat-pesawat buatan PT DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi terlalu banyak (“cuma” Rp. 30 trilun untuk infrastruktur total, SDM dan lain-lain) dan hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN 235 terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 versi militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.

Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak orang Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil. Karya insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista dibilangin orang Indonesia sendiri terutama para ekonom pro Amerika Serikat dan Eropa: “Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa karena harganya lebih murah”. Mereka tidak berpikir jauh ke depan bagaimana Indonesia akan terus tergantung di bidang teknologi, Indonesia hanya akan menjadi konsumen teknologi dengan membayarnya sangat mahal terus menerus sampai kiamat tiba.

Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa sendiri, harus dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya para ahli pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan dalam team work. Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter produksi sebuah pesawat tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah pesawat itu berbeda dengan menjual sebuah Honda Jazz. Kalau ada kendala dalam pengadaan Kredit Ekspor sebagai salah satu bentuk pembayaran, tolong dipecahkan dan didukung oleh dunia perbankan, agar jualan produk sendiri bisa optimal karena akan menarik bagi calon pembeli asing yang tak bisa bayar cash.



SUmber : The Global Review

Empat Pesawat Hercules Bekas AU Australila Masih Sangat Layak Untuk dioperasikan

EMPAT pesawat C-130H bekas pakai milik Angkatan Udara Australia (RAAF) yang ditawarkan kepada Indonesia masih sangat layak untuk dioperasionalkan. Kondisi pisiknya bagus. Bahkan sudah semi glass cockpit artinya sudah separuh sistem digital dan separuhnya masih analog (manual).

Empat Pesawat Hercules Bekas AU Australila Masih Sangat Layak Untuk dioperasikan
Pesawat Hercules C-130H bekas pakai Angkatan Udara Australia (RAAF) yang ditawarkan kepada Indonesia masih sangat layak untuk dioperasionalkan (pelitaonline)

Empat pesawat tersebut dipensiunkan dari Skadron ke-37 RAAF tahun 2008-2009 masing-masing bernomor seri A97-001, A97-003, A97-010 dan A97-012. Kini tersimpan di pangkalan udara Richmond New South Wales Australia.

Kelayakan pesawat tersebut diutarakan tim tehnis Indonesia yang dikirim ke Australia yang  memang ahli di bidangnya masing-masing.

Untuk bidang mesin (engine) Letkol Tek Semri Bija dari Depohar (Depo Pemeliharaan) 30 Lanud Abdulrachman Saleh, bidang structure (air frame/rangka) Letkol Ferly Irnando yang merupakan supervisor air frame dari Depohar 10 lanud Husein Sastranegara.


Kol. Teguh dari Mabes TNI AU sekaligus sebagai ketua tim dan ahli di bidang avionik saat ia masih bertugas di Depohar 20 lanud Iswahyudi serta satu personil dari Kementerian Pertahanan yang melihat dari sisi kelaikan.

Menurut Letkol tek Semri Bija yang kini menjabat Kepala Dinas Logistik (Kadislog) Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh Malang, hercules yang dimiliki TNI AU masih full analog (manual:red), sehingga pembacaan instrumen masih didasarkan pada kemampuan operatornya dan sifatnya subyektif.

“Kalau sudah digital ataupun semi digital, angka atau petunjuk yang terbaca dari depan ataupun samping tetap akan sama tidak ada deviasi," katanya.

Semula memang jadi tanda tanya besar kenapa dijual apakah pernah mengalami musibah. “Ternyata alasan utama karena pemerintah Australia sudah tidak mau lagi menanggung biaya perawatannnya,” kata Letkol Semri.

Yang sangat menarik, tambahnya, sekalipun pesawatnya di-off-kan tapi tetap dirawat dengan baik. Ada alat avioniknya yang sengaja dilepas dan dibungkus dengan rapi.

Perawatan pesawat milik RAAF, untuk pemeliharaan ringan ditangani oleh masing-masing skadron.

Tapi untuk pemeliharaan sedang dan berat diserahkan pada pihak swasta yakni QDS Qansas Defense Service yang bangunannya berada di komplek pangkalan udara Richmond. Termasuk juga re-engineering untuk pesawat herculesnya.

Meski sempat menjadi polemik di kalangan anggota DPR RI, namun tim tehnis sendiri sempat meyakinkan kondisi hercules milik RAAF yang akan dihibahkan ke Indonesia dalam kondisi sangat layak dioperasionalkan.

Hasil inspeksi dilaporkan ke manajemen TNI Angkatan Udara dilanjutkan ke Mabes TNI dan diteruskan ke Kemhan.

TNI AU Terlibat dalam Misi Modifikasi Cuaca di wilayah Jakarta dan Sekitarnya

HARI ini (27/12013) diperkirakan akan muncul pasang surut air laut dan curah hujan tinggi yang berpotensi banjir di Jakarta.

Untuk mengurangi resiko itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerjasama dengan Badan Penelitian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan TNI Angkatan Udara melakukan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya menggunakan Hercules C-130 dan Skadron Udara 31.


BNPB dan TNI AU Lakukan Misi Teknologi  Modifikasi Cuaca di wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Dan Lanud Halim, Marsma TNI A. Asep Adang Supriyadi, didampingi Kadisops Lanud Halim saksikan loading 4 ton garam ke pesawat Hercules di axy Way Echo Lanud Halim Perdanakusuma.  (pelitaonline)

Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC ini bertujuan mengurangi hujan sehingga banjir dapat diredam.

“Ada dua upaya yang dilakukankan yaitu menghambat pertumbuhan awan, dan menjatuhkkan hujan di luar daerah rawan banjir,” ujar Ketua pelaksana rekayasa cuaca Dr Tri Handoko Seto,


Pertama “mempercepat proses awan  menjadi  terhadap awan-awan yang sedang tumbuh di daerah ‘upwind’  yang bergerak memasuki Daerah Aliran Sugai (DAS).

Kedua mengganggu proses pertumbuhan awan di dalam DAS yang bergerak meninggalkan DASagar awan tidak menjadi hujan di dalam DAS.

 “Lanud Halim sebagai pelaksana operasional  siap melaksanakan tugas dan membatu apaun yang bisa”  ujar Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI A. Asep Adang Supriyadi, saat menyaksikan loading 4 ton garam di  Taxy Way Echo Lanud Halim Perdanakusuma .

Pesawat yang digunakan dalam kondisi siap dan baru selesai dimodifikasi khusus untuk  rekayasa cuaca.

“Awak pesawatnya sudah  professional,” tegasnya.

Ia berharap. mudah-mudahan selama pelaksanakan rekayasa cuaca ini dapat berjalan dengan aman dan lancar karena kita berkerja dan berbuat untuk kepentingan masyarakat, Negara dan bangsa.



Sumber : Pelita Onlie

Rudal K-77M Absolute Killer, Sukhoi

F-22 Raptor fighter jet (Reuters / U.S. Air Force / Staff Sgt. Christopher Hubenthal / Handout)
F-22 Raptor fighter jet (Reuters / U.S. Air Force / Staff Sgt. Christopher Hubenthal / Handout)
Para produsen pesawat tempur terus berusaha menciptakan pesawat tempur generasi kelima, dimana para pengamat dirgantara menyatakan, “The future is now. There is a new era in military aviation: the F-22 Raptor, the F-35 Lightning II and the T-50 PAk FA– the world’s only 5th Generation Fighters.” Jadi kesimpulannya persaingan utama pesawat tempur generasi kelima sementara ini hanya akan terjadi antara pesawat F-22 dan F-35 buatan Amerika Serikat dengan T-50 PAK FA produksi Rusia.
Pesawat generasi kelima dirancang untuk menggabungkan berbagai kemajuan teknologi di atas jet tempur generasi keempat. Karakteristik yang tepat dari jet tempur generasi kelima yang kontroversial dan hanya samar-samar diketahui detail datanya. Pabrik pesawat Lockheed Martin mendefinisikannya memiliki semua aspek-siluman (stealth) termasuk ketika pesawat itu lengkap dipersenjatai. Dengan kelengkapan teknologi Low Probability of Intercept Radar (LPIR), high-performance air frames, advanced avionics features dan highly integrated computer systems, pesawat akan terintegrasi dalam sebuah sistem yang memudahkan penerbang dalam melaksanakan tugasnya dalam teater pertempuran udara.
Test flight of the fifth generation fighter aircraft T-50 designed by Sukhoi OKB (RIA Novosti/Alexei Druzhinin)
Test flight of the fifth generation fighter aircraft T-50 designed by Sukhoi OKB (RIA Novosti/Alexei Druzhinin)
Kini satu-satunya pesawat generasi kelima saat ini yang sudah siap tempur dan beroperasi adalah F-22 Raptor, yang dipergunakan Angkatan Udara AS (US Air Force) sejak tahun 2005. F-22 Raptor kini adalah unggulan USAF yang oleh Lockheed dikatakan sebagai “advanced stealth, extreme performance, information fusion and advanced sustainment.” Pemerintah AS tidak mengijinkan F-22 dijual kepada negara manapun karena itulah tulang punggung pertahanan udara mereka. Sementara F-35 kini sudah dijual kepada sekutu-sekutunya dan dipersiapkan sebagai fighter bomber canggih yang dipersiapkan akan mampu menyusup hingga kegaris belakang musuh.
Dilain sisi, pesawat tempur generasi kelima Rusia dan Cina diharapkan akan memasuki tahap operasional pada tahun 2017 dimana kini dalam pengembangan lebih lanjut akan sukses bersama-sama dengan kemajuan dari F-35. Bahkan F-35 yang dipergunakan oleh USMC (Marinir AS) kini sudah dikembangkan berkemampuan STOL (Short Take Off and Landing).
Absolute Killer K-77M Missile
Menghadapi persaingan keunggulan di udara, para produsen di Rusia memunculkan design rudal baru dengan kode K-77M, disebutkan oleh Russia Today sebagai “absolute killer.” K-77M mempunyai keunggulan dibandingkan air to air missile lainnya karena implementasi dari “active phased array antenna (APAA),” yang pada dasarnya memecahkan masalah lock-on dengan membahas masalah esensial bidang pandang dari radar. Menurut Rusia Today, K-77M pada dasarnya menerapkan solusi yang mirip dengan sistem rudal SAM (Surface to Air Missile) Patriot buatan Raytheon.

Rudal K-77M pada dasarnya disiapkan untuk melengkapi pesawat tempur Rusia T-50 PAk FA, yang akan membuat pesawat generasi kelima Rusia itu semakin diminati pembeli. K-77M adalah rudal yang paling akurat di kelasnya. Gabungan antara kemampuan “fire-and-forget” dan “single-shot kill.” Sistem ini bertujuan untuk menggagalkan setiap manuver penghindaran pesawat musuh dari ancaman K-77M hingga tidak memungkinkan target dapat melarikan diri.
‘Absolute killer’ air-to-air missile readied for Russian 5G fighter jet
‘Absolute killer’ air-to-air missile readied for Russian 5G fighter jet
Rusia Times mencatat bahwa Mikhail Vershinin, chief engineer dari biro desain Detal, perusahaan negara Rusia yang berbasis di kota Kamensk – Uralsky di Ural berharap akan memulai produksinya pada tahun 2015 setelah didirikannya fasilitas produksi. Dengan dilengkapi K-77M, maka T-50 PAK FA akan menjadi pembunuh yang sulit ditandingi. Para pengamat militer menyebutkan bahwa Amerika Serikat tampaknya saat ini tidak memiliki rudal udara ke udara ataupun yang sedang dalam pembuatan yang dapat bersaing dengan akurasi K-77M tersebut.
Yang menarik, K-77M juga dilaporkan kompatibel untuk dipasang pada pesawat tempur Sukhoi generasi sebelumnya. Sistem rudal canggih sepenuhnya kompatibel dengan sistem komunikasi digital dari jet tempur generasi kelima, tetapi dikatakan K-77M dipastikan bisa digunakan pada jet tempur modern dari generasi sebelumnya. Ini berarti absolute killer dapat dipergunakan untuk melengkapi persenjataan pesawat Sukhoi yang kini dimiliki oleh TNI AU.
Dengan demikian, maka dalam menjaga kedaulatan negara di udara, nampaknya apabila K-77M siap beroperasi dan Sukhoi TNI AU diberi persenjataan ini, maka Sukhoi TNI AU akan menjadi pemangsa udara teratas yang mematikan. Apabila dibandingkan, akan semakin sulit bagi pesawat-pesawat tempur yang dimiliki negara-negara tetangga di Asia Tenggara, termasuk Australia dapat meloloskan diri dari sergapan penerbang-penerbang TNI AU. Hanya dengan satu tembakan rudal diluncurkan, kemudian tinggal pergi, lupakan, pesawat lawan akan runtuh tanpa mampu menghindarinya.
(Tulisan Prayitno Ramelan, dalam Kompasiana/Hankam atau kunjungi www.ramalanintelijen.net)

Frigate Nasional Rasa Steregushchy

Kunjungan Kasal Laksamana Marsetio ke Galangan Kapal Severnaya Verf  Saint Petersburg - Rusia September 2013, melihat Korvet 20380 Steregushchy
Kunjungan Kasal Laksamana Marsetio ke Galangan Kapal Severnaya Verf Saint Petersburg – Rusia September 2013, melihat Korvet 20380 Steregushchy
Kantor Galangan Kapal Severnaya Verf (Northern Shipyard) Saint Petersburg – Rusia mendapat kunjungan dari pejabat teras TNI AL yang dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Marsetio, 20 September 2013.
Dalam kunjungan ini Kasal Laksamana Marsetio melihat kemampuan line-produksi dari galangan pembuat kapal perang Severnaya Verf, termasuk pengerjaan dinding dermaga modern yang dimiliki mereka.
kasal-Strereguschy-2
Kunjungan Kasal Laksamana TNI Marsetio ke Galangan Kapal Severnaya Verf, pembuat Korvet 20380 Stereguschchy, Saint Petersberg, Rusia.
Rombongan KASAL juga menyaksikan presentasi dari Direktur Jenderal Galangan Kapal Severnaya Verf, A.V.Ushakova, serta Kepala Desain Korvet 20380. Mereka mempresentasikan korvet I.N.Ivanova TTX tipe “Guarding”.
Korvet 20380 didisain oleh Central Marine Design Bureau “Almaz”, sebagai kapal perang multipurpose zona maritim, untuk berperang menghadapi kapal permukaan, kapal selam serta menyediakan pertahanan udara dan artileri untuk operasi pendaratan pasukan maupun serangan amphibi.
Seluruh Kepala Staff Angkatan, TNI AD, AU dan AL tahun 2013 adalah peraih  trophy Adi Makayasa (lulusan Akmil terbaik), termasuk Laksamana TNI Marsetio
Seluruh Kepala Staff Angkatan, TNI AD, AU dan AL tahun 2013 adalah peraih trophy Adi Makayasa (lulusan Akmil terbaik), termasuk Laksamana TNI Marsetio
Proyek 20380 Steregushchy
Korvet 20380 class dibangun galangan kapal JSC Severnaya Verf dan Amur Shipbuilding Plant untuk Angkatan Laut Rusia. Korvet 20380 dimaksudkan untuk menggantikan korvet Grisha Class, untuk patroli pantai, pengawalan dan operasi perang anti-kapal selam (ASW).

Korvet 20380 pertama diberi nama Steregushchy dan diproduksi bulan Desember 2001 serta diluncurkan Mei 2006. Korvet 20380 Steregushchy mulai ujicoba laut pada bulan November 2006 dan bergabung dengan Armada Baltik Rusia, November 2007.
Korvet  20380 Steregushchy Class  buatan Galangan kapal  JSC Severnaya Verf, Rusia
Korvet 20380 Steregushchy Class buatan Galangan kapal JSC Severnaya Verf, Rusia
Korvet kedua 20380 class bernama Soobrazitelny, diproduksi Mei 2003 dan diluncurkan pada bulan Maret 2010 dan mulai digunakan Angkatan Laut Rusia pada bulan Juli 2011.
Korvet ketiga, bernama Boyky diproduksi bulan Juli 2010, diluncurkan April 2011 dan beroperasi di militer Rusia tahun 2013.
Sovershenny diproduksi Juni 2006 dan diharapkan dapat diluncurkan pada tahun 2013 untuk commissioning pada tahun 2014. Stoyky diproduksi bulan November 2006, diluncurkan pada Mei 2012 untuk commissioning pada tahun 2013. Pembangunan kapal keenam dari Korvet 20380 Class diberinama, Gromky dan dimulai pada Februari 2012.

Pada bulan Juni 2011, United Shipbuilding Corporation (USC) menandatangani kontrak dengan eksportir resmi persenjataan Rusia Rosoboronexport, untuk memasok dua korvet Tiger Kelas untuk Aljazair Navy. Tiger Class adalah varian ekspor korvet Steregushchy Class.
Korvet  20380 Steregushchy Class, Rusia
Korvet 20380 Steregushchy Class, Rusia
Fitur Desain Steregushchy Class
Steregushchy Kelas dirancang oleh Biro Desain Pangkalan Utama Angkatan Laut Almaz. Corvette ini menggabungkan lambung baja, komposit dan suprastruktur bulbous bow. Bagian hull kapal dibagi menjadi sembilan subdivisi kedap air.

Desain siluman secara signifikan mengurangi jejak radar kapal. Sistem akustik kapal, infra-merah, magnetik dan jejak visual juga dikurangi dengan menggabungkan teknologi siluman dalam pembangunan kapal perang .
Steregushchy Class memiliki panjang 105 meter, lebar 13 m dan draft 3.7m. Kapal dengan muatan penuh 2100 ton ini, dapat berlayar dengan kecepatan maksimum 27 knot. Steregushchy mengangkut 100 personel, termasuk kru pemeliharaan helikopter.
Command and Control Systems
Korvet Steregushchy Class dilengkapi sistem manajemen informasi tempur “Sigma”. Sistem ini mengumpulkan informasi dari radar dan sensor dan menyediakan keadaaan situasional secara real-time. Sistemnya juga memungkinkan kapal untuk bertukar informasi intelijen dengan unit angkatan laut lainnya dalam pertempuran kelompok.

Senjata dan rudal Steregushchy Kelas
The Steregushchy Class dipersenjatai kombinasi sistem rudal, termasuk rudal Kh-35 dan Rudal 3M-54 Klub. Dua sistem anti-pesawat on-board Kashtan untuk close-in air defence terhadap: rudal anti-kapal, pesawat dan target permukaan kecil. Mulai dari korvet Soobrazitelny, kapal-kapal baru di kelas ini, sedang dipersenjatai dengan REDUT-K SAM system, menggantikan di Kashtan sistem .

Senjata utama di depan dipasang Arsenal A- 190 100mm naval gun. Dua CIWS otomatis enam laras 30mm jenis AK-630M, juga terpasang di kapal.
CIWS AK-630M dapat menembakkan 5.000 peluru/menit untuk jangkauan maksimum 5.000 meter. Steregushchy dilengkapi tabung torpedo 2×4 E/NK antitorpedo missile.
CIWS Korvet 20380 Steregushchy
CIWS Korvet 20380 Steregushchy
Sensor/Radar dan Helikopter Deck
Peralatan sensor dilengkapi: Furke-E 3D, E/F band air search radar, Garpun-B/3Ts-25E/Plank Shave surface search radar, Hot Flash radar, Ratep 5P-10E Puma fire control radar and a Monument targeting radar. Korvet ini juga dilengkapi Zarya-ME sonar suite dan Vinyetka-EM towed sonar array.

Steregushchy Class memiliki dek helikopter di buritan dan hanggar, untuk mendukung operasi dari helikopter Ka-27 untuk pengintaian dan misi anti-kapal selam.
Countermeasures and propulsion
Peralatan Countermeasures mencakup sistem ECM TK-25E-5 dan PK-10E decoy sistem. TK-25E-5 dapat menekan/mereduksi radar akusisi target udara dan permukaan, radar pengendalian tembakan serta radar pencari anti-ship missile (ASM).

Sistem Decoy PK-10E dilengkapi sistem peluncuran KT-216-E, dengan cara menembakkan 50 butir AZ-SO-50/AZ-SOM-50 untuk menipu radar dan optik rudal musuh.
Persenjataan Korvet/ Frigate Steregushchy Class
Persenjataan Korvet/ Frigate Steregushchy Class
Empat mesin diesel 16D49 menghasilkan daya output total 23.320 hp dan 4 set diesel on-board menghasilkan 2.520 kW listrik untuk penerangan kapal. Mesin dipasang pada platform teredam dan diesel gen-set di dek kedua untuk mengurangi kebisingan kapal.
Sistem propulsi menyediakan kecepatan maksimum 27kt dan daya jelajah 4.000 mil pada kecepatan 14kt. Steregushchy memiliki kemampuan operasi 15 hari, tanpa mengisi ulang logistik.
Saya berharap kunjungan petinggi TNI AL bukanlah untuk membeli Steregushchy atau Tiger Class (export), melainkan mengajak Galangan Kapal Severnaya Verf Rusia, untuk bekerjasama membangun Frigate Nasional yang sudah berjalan dengan DSNS Belanda. Thanks Bung Wie Ariwibowo untuk post-nya (JKGR).

KCR-60 Diluncurkan PT PAL

Peluncuran KCR-60 di Surabaya, Jawa Timur (photo;BUMN.go.id)
Peluncuran KCR-60 di Surabaya, Jawa Timur (photo;BUMN.go.id)
PT PAL meluncurkan Kapal Cepat Rudal 60 Meter (KCR-60) yang merupakan kapal pertama dari 3 kapal yang dipesan TNI AL. Acara peluncuran kapal pertama  di Surabaya Jawa Timur ini, dihadiri Asisten Logistik KASAL, Laksamana Muda TNI Suyitno, Jajaran Perwira Tinggi Markas Besar TNI AL, Baranahan Kemhan, para petinggi Komando Armada Timur dan LANTAMAL V Surabaya.
Setelah penandatanganan berita acara peluncuran Kapal, acara dilanjutkan dengan peninjauan proses produksi kapal KCR 60 Meter yang kedua dan ketiga, yang telah mencapai pengerjaan hampir 80 persen dan 70 persen. Menurut Asisten Logistik KASAL, Laksamana Muda TNI Suyitno, kebutuhan KCR 60 Meter sangat diperlukan karena kapal ini akan diandalkan dalam meningkatkan keamanan dan kedaulatan Bangsa.
KCR-60 PT PAL
KCR-60 PT PAL
“Kedepan bukan hanya Kapal ukuran 60 Meter saja. Akan terus ditingkatkan. Selanjutnya akan diproduksi Kapal 105 meter dengan keunggulan yang berbeda dan secara terus menerus akan meningkatkan kemampuan Bangsa” ujar ASLOG KASAL. Kapal Cepat Rudal ini adalah hasil karya anak Bangsa sebagai upaya untuk meningkatkan industri galangan dalam negeri agar tidak bergantung pada Kapal Produk luar.
Model Kapal Cepat Rudal 60 meter KCR 60 TNI AL
Model Kapal Cepat Rudal 60 meter KCR 60 TNI AL
Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero), Firmansyah Arifin dalam sambutannya menuturkan beberapa keunggulan produk KCR 60 meter yang akan digunakan dalam mengamankan batas wilayah Indonesia. “Kapal ini sepenuhnya dikerjakan oleh anak bangsa di bawah bimbingan dan supervisi dari MABES TNI AL. PT PAL Indonesia berkarya sebaik-baiknya bahwa produk-produk anak bangsa tidak kalah dengan produk-produk import lainnya” tandasnya.
Konsistensi PT PAL Indonesia (Persero) dalam mendukung kemandirian bangsa untuk pengadaan Alutsista maupun modernisasi Alutsista terus ditingkatkan. Baik dalam bidang teknologi, fasilitas maupun SDM yang telah memiliki kebanggaan dalam menciptakan produk yang berperan dalam menciptakan keamanan dan martabat bangsa serta penghematan Devisa Negara. (sumber: BUMN.go.id)

Roket Lapan Meluncur di Morotai, Maluku Utara

Roket Rhan 1210 (photo: Lapan)
Roket Rhan 1210 (photo: Lapan)
MOROTAI — Delapan  unit roket pengorbit satelit (RPS) diluncurkan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) dari Pulau Morotai, Maluku Utara, Rabu (18/12/2013). Peluncuran ini merupakan tahap uji coba  oleh Lapan atas nama Konsorsium Roket Nasional, untuk kesekian kalinya. Delapan roket itu adalah roket jenis RX 2020 sebanyak dua unit, R-han 1210 sebanyak empat unit, dan R-han 1220 sebanyak dua unit.
Roket-roket ini merupakan roket ukuran kecil karena rata-rata memiliki diameter 12-20 sentimeter dengan jarang tempuh antara 14-32 kilometer. “Roket jenis RX 2020 ini memiliki panjang 3,2 meter, berdiameter 20 sentimeter dengan jarang tempuh 32 kilometer selama dua menit dengan berat 170 kilogram,” ujar Rika Andiarti, Ketua Panitia Peluncuran Roket.
Peluncuran roket dilakukan di Tanjung Sangowo, Kecamatan Morotai Timur. Titik koordinat peluncuran berada pada satu kilometer dari permukiman penduduk, yakni Desa Sangowo dan Desa Mira, Kecamatan Morotai Timur.
Sasaran peluncuran dikerahkan menuju kawasan timur Pulau Morotai. Kepala Lapan RI, Bambang Setiawan Tejasukmana, mengatakan, roket-roket yang diuji coba tersebut sering kali dilakukan uji coba peluncuran oleh Lapan di berbagai tempat di Indonesia.
Roket Rhan Indonesia
Roket Rhan Indonesia
Sebelumnya, Lapan melakukan uji coba peluncuran dengan jenis roket yang sama di wilayah selatan Indonesia. Tepatnya di Garut selatan. Kali ini, Lapan mencobanya di Morotai.
Pulau Morotai merupakan salah satu pulau terluar di Indonesia yang terletak di kawasan utara Indonesia bagian timur. Pulau yang telah dimekarkan menjadi daerah otonom baru pada 2009 ini berada di Provinsi Maluku Utara.
Uji coba peluncuran roket ini karena Pulau Morotai berhadapan langsung dengan lautan Pasifik. “Sebelumnya kita uji coba di Garut selatan karena di sana berhadapan dengan Samudra Hindia, kita coba di Morotai ini karena Pasifik-nya,” ujar Bambang S Tejasukmana.
Roket-roket ini  dibuat atas kerja sama konsorsium roket nasional yang melibatkan berbagai pihak, di antaranya Lapan, Kementerian Riset dan Teknologi, Kementreian Pertahanan, dan beberapa lembaga lainnya, termasuk industri teknologi. Roket-roket ini akan dimanfaatkan oleh TNI,” ujar Bambang S Tejasukmana.
Penulis: Kontributor Halmahera, Anton Abdul Karim
Editor:  Editor : Glori K. Wadrianto
Kompas.com

Helikopter Bell 412-EP, AS365 N3+ Dauphin dan CN-295 PTDI

Bell 412-EP TNI - AL
Bell 412-EP TNI – AL
Enam helikopter serbu Bell 412-EP dan tiga pesawat CN-295 diserahkan PT Dirgantara Indonesia (PTDI)kepada Kementerian Pertahanan. Penyerahan pesawat ini ditandatangani Direktur Utama PT DI, Budi Santoso dan Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan, Laksamana Muda TNI Rahmat Lubis di PT DI, Bandung, Jawa Barat (17/12/2013).
Bell 412-EP TNI - AD
Bell 412-EP TNI – AD
Kontrak pengadaan pesawat CN-295 dilakukan 14 Februari 2012 lalu dan pesawat ini akan dioperasikan oleh TNI AU. Sementara Helikopter serbu Bell 412 EP oleh TNI AD. Pesawat CN-295 nantinya mengisi skadron 2 Lanud Halim Perdana Kusumah sebagai pengganti pesawat Fokker F-27. Sementara Bell-412 EP akan melengkapi heli sejenis yang telah diterima dan dioperasikan TNI-AD.
Helikopter AS-365 N3+ Dauphin Basarnas dirakit PT DI (photo: Basarnas)
Helikopter AS-365 N3+ Dauphin Basarnas dirakit PT DI (photo: Basarnas)
Selain itu satu Helikopter varian angkut sedang Bell 412-EP juga diserahkan PT-DI kepada Kepolisian yang kontrak pemesanan ditandatangani pada 1 Juli 2013. PT DI juga menyerahkan dua unit Helikopter SAR AS365 N3+ Dauphin kepada Basarnas. Penandatanganan kontrak dua helikopter SAR AS365 N3+ Dauphin dilakukan 28 November 2012 lalu.
CN 295M TNI AU
CN 295M TNI AU
“Kami harap semakin banyak pesawat buatan dalam negeri yang terbang di angkasa Indonesia,” ujar Dirut PT DI, Budi Santoso. Menurut Dirut PT DI, penyerahan pesawat dan helikopter kepada tiga institusi (TNI, Kepolisian dan Basarnas) merupakan sesuatu hal yang membanggakan. Di satu sisi menunjukkan komitmenPT DI untuk dapat memenuhi kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista), di sisi lain instansi pemerintah sudah mulai memakai produk PT DI. (beritasatu.com).
hackerandeducation © 2008 Template by:
SkinCorner