Jakarta - Pemerintah Papua Nugini tertarik dengan persenjataan hasil produksi Indonesia. Khususnya kapal patroli cepat yang sangat mereka butuhkan untuk operasi menangkap sindikat pembalakan liar melalui jalur laut.
Ketertarikan ini disampaikan Menhan Papua Nugini, Fabian Fok, usai diterima Menhan Purnomo Yosgiantoro. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (18/6/2013).
"Di negara kami banyak illegal logging, dan kayunya dihanyutkan lewat laut. Kami butuh kapal-kapal cepat untuk mencegat mereka," ujar Fabian Fok.
Tidak dijelaskan selain kapal patroli, apakah Papua Nugini juga tertarik dengan produk lain industri pertahanan nasional. Namun Fabian Fok sempat cukup lama memperhatikan maket pesawat angkut militer produksi PT Dirgantara Indonesia yang dipajang di lobby kantor Kementerian Pertahanan.
Di dalam kesempatan yang sama, Menhan Purnomo Yosgiantoro mengatakan sejauh ini dua negara melakukan patroli bersama di garis perbatasan darat dan laut. Indonesia juga memberikan pelatihan kepada para perwira militer Papua Nugini.
"Kita memiliki hubungan yang bagus," tegas Menhan.
Menhan Fabian Fok ke Indonesia bersama rombongan kunjungan kenegaraan PM Perdana Menteri Papua Nugini Peter O'Neil. Rombongan tamu negara diterima Presiden SBY pada Senin (17/6/2013) lalu.
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
Archive
-
▼
2016
(118)
-
▼
November
(72)
- Dragon Ball Super 67 Subtitle Indonesia
- One Piece 765 Subtitle Indonesia
- Ajin Season 02 Episode 07 Subtitle Indonesia
- Komik Boruto 07 Bahasa Indonesia
- Adobe Acrobat Reader 15.020.20042
- ESET NOD32 Antivirus 10 Full Version
- IObit Malware Fighter 4 Pro Full Version
- The Banner Saga 2
- Beli Typhoon, Eurofighter Siap Bantu Program IFX
- Pesawat F-16 TNI AU Latihan Bersama Pesawat F-18 K...
- Peluncuran KRI Torani-860 dan KRI Lepu-861
- Apache Pertama Indonesia Dikirim 2017, Chinook Neg...
- Indonesia dan Rusia Melakukan Pembicaraan Terkait ...
- Produksi Amunisi, Pindad Bekerjasama dengan Rheinm...
- China Protes Kapal Nelayannya Ditembaki Patroli Ko...
- Serial Number Adobe Photoshop CS6 100% Berhasil
- Rusia Siap Ekspor Kapal Selam Amur dan Sistem AIP ...
- Perkenalkan “Sanca” Buatan PT Pindad
- Memalukan, Menteri Pertahanan dan KSAU Taiwan Sala...
- Pindad Siapkan Smart Bomb LIG Nex1
- One Piece 763 Subtitle Indonesia
- Ajin Season 02 Episode 05 Subtitle Indonesia
- UAS Long-Endurance Rajawali 720, Segera Terbang
- Pembelian Pesawat Su-35 Masih Diproses
- KRI Klewang Dijadwalkan Selesai Tahun Depan
- Kendaraan Amfibi Kasrat X-1 Produksi TNI Angkatan ...
- Indonesia Tanam Modal di Perusahaan Rusnano Rusia
- Inggris Siap Melakukan Transfer Teknologi Pertahan...
- Mungkinkah F-16 Viper Menggeser Su-35 ?
- Indonesia Perkenalkan Konsep Kapal Selam Mini untu...
- Serial Number kaspersky internet security 2016
- Pererat Kerja Sama dengan Indonesia, Rusia Kirim K...
- Rudal Petir, Cikal Bakal Rudal Jelajah Indonesia ?
- Pesawat Tanker KC-10 Kehilangan Selang Booming Pen...
- F-16 Yunani Terbakar Saat Take Off
- Kumpulan AntiVirus Terbaik Untuk PC/Laptop Terbaru...
- Kaspersky Internet Security 2017 17.0.0.611 Final ...
- Indonesia Bisa Mendapatkan Lisensi Produksi BTR-4 ...
- Mungkinkah Sky Dragon 50 Dipilih Indonesia?
- Penampilan Tank Medium Marder di Indo Defence 2016
- Naruto Shippuden 482 Subtitle Indonesia
- Pertarungan Produsen Sistem Pertahanan Udara di In...
- Tata Motors Pamerkan Truk Perang di Indo Defence K...
- Tata Motors dan Pindad Sepakati Produksi Kendaraan...
- Korea Selatan Gandeng Indonesia Jual Pesawat ke Pa...
- Pindad Semakin Menggeliat di Indo Defence 2016
- Rusia Bawa Rudal Kalibr ke Indo Defence 2016
- Tank Medium Pindad Dilengkapi Rudal
- Antasena, Tank Boat Buatan Pindad Seharga Sekitar ...
- Prototype Tank Medium FNSS-Pindad, Diluncurkan Mei...
- PT PAL – Boustead Teken MoU, Bangun Kapal TLDM di ...
- Australia Jajaki Patroli Laut Bersama dengan Indon...
- Tank Boat ‘Swamp Battalion’ Menggebrak di Indo Def...
- Simulator Kokpit N219 di Indo Defence 2016
- FNSS – Pindad Luncurkan Tank Medium di Indo Defenc...
- Tornado Jerman Turbulensi Saat Isi Bahan Bakar di ...
- China Pamerkan MBT Ringan Varian Ekspor VT-5, Minat…?
- Bentuk Anak Usaha, PT Pindad Kembangkan Pertahanan...
- AS Stop Jual Senjata ke Filipina, Duterte Tidak Pe...
- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Setujui Pen...
- F-16 Block 70 Untuk India Tidak Akan Tertandingi F...
- Jet Tempur F-16 dan F-18 Super Hornet Beraksi di L...
- Indonesia Masih Dalam Pembicaraan untuk Membeli Su...
- Norwegia Fasilitasi Tentara AS, Rusia Ancam Serang...
- Jelang Latihan Antar-Percabangan Angkatan Darat 2016
- Rusia Akan Ekspor Su-35 dengan Pod Pengecoh Rudal
- Tank Leopard di Natuna
- Destroyer Rusia Ikut Indo Defence 2016
- Pindad Goes to Indo Defence 2016
- TNI Berdiri Tegak di Atas Semua Golongan
- Simulasi Latihan Perang 4 Dimensi Indonesia – Mala...
- Rats Webgl Hit A Snag Chrome Fix
-
▼
November
(72)
Selasa, 06 Agustus 2013
Priyo tegaksn alutsista TNI ketinggalan zaman
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso mengatakan, alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki TNI sudah out of date atau ketinggalan zaman dibanding negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
"Alutsista TNI sudah bisa dikatakan dan dinilai out of date, ketinggalan dibanding dengan negara lain seperti Singapura. Alutsista TNI sudah tak layak digunakan," kata Priyo di Jakarta, Selasa.
Dikatakan Priyo, postur TNI yang ada sekarang ini terlalu gemuk dan perlu perampingan.
"Perlu dirampingkan jumlah tentara seraya memperbaiki alutsista dengan peningkatan teknologi alutsista TNI," kata dia.
Terkait rencana tersebut disampaikan kepada calon Panglima TNI, Jenderal Moeldoko. Ternyata, Moeldoko mempunyai pandangan yang sama, "Saya bicarakan dengan Pak Moeldoko dan dia menyambut baik, Bahkan Pak Moeldoko mempunyai mimpi untuk membangun tentara yang kuat dengan teknologi canggih," kata Priyo.
Soal pencalonan Moeldoko sebagai calon Panglima TNI oleh Presiden SBY, Priyo menilai, pengajuan tersebut sangat tepat.
"Jenderal Moeldoko, tidak pernah mengomentari politik. Dia adalah figur tentara profesional. Dia bukan jenderal yang suka berpolitik. Saya kira, perjalanan Moeldoko di DPR RI akan berjalan mulus dan tak ada hiruk pikuk," ungkap Priyo.
Pimpinan DPR sendiri telah menerima surat dari Presiden SBY yang mengusulkan calon tunggal Panglima TNI menggantikan Laksamana Agus Suhartono tanggal 23 Juli 2013.(*)
"Alutsista TNI sudah bisa dikatakan dan dinilai out of date, ketinggalan dibanding dengan negara lain seperti Singapura. Alutsista TNI sudah tak layak digunakan," kata Priyo di Jakarta, Selasa.
Dikatakan Priyo, postur TNI yang ada sekarang ini terlalu gemuk dan perlu perampingan.
"Perlu dirampingkan jumlah tentara seraya memperbaiki alutsista dengan peningkatan teknologi alutsista TNI," kata dia.
Terkait rencana tersebut disampaikan kepada calon Panglima TNI, Jenderal Moeldoko. Ternyata, Moeldoko mempunyai pandangan yang sama, "Saya bicarakan dengan Pak Moeldoko dan dia menyambut baik, Bahkan Pak Moeldoko mempunyai mimpi untuk membangun tentara yang kuat dengan teknologi canggih," kata Priyo.
Soal pencalonan Moeldoko sebagai calon Panglima TNI oleh Presiden SBY, Priyo menilai, pengajuan tersebut sangat tepat.
"Jenderal Moeldoko, tidak pernah mengomentari politik. Dia adalah figur tentara profesional. Dia bukan jenderal yang suka berpolitik. Saya kira, perjalanan Moeldoko di DPR RI akan berjalan mulus dan tak ada hiruk pikuk," ungkap Priyo.
Pimpinan DPR sendiri telah menerima surat dari Presiden SBY yang mengusulkan calon tunggal Panglima TNI menggantikan Laksamana Agus Suhartono tanggal 23 Juli 2013.(*)
Pindad pamerkan Sniper SPR-2
Ilustrasi. (Sindophoto)
Sindonews.com - PT Pindad (Persero) memamerkan senjata Sniper jenis SPR-2 kaliber 12,7 mm, di acara pameran dan peluncuran produk teknologi Hankam dan Kedirgantaraan.
"Hari ini kami memamerkan produk baru. Senjata Sniper jenis SPR-2 kaliber 12,7 mm yang memiliki 5 kotak magasin, dan memiliki keakuratan lebih baik ketimbang jenis senjata Sniper lain," kata Hendani Suryo Staff PT Pindad di acara Launching Harteknas di MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2013).
Menurut Hendani, dengan bobot seberat 16 kg, SPR-2 kaliber 12,7 mm ini mampu menjangkau jarak tembak sejauh 1.800 meter.
"Karena memiliki optik untuk menentukan target yang ingin ditembak, sehingga senjata ini lebih akurat," kata Hendani.
Selain itu, SPR-2 keluaran produk dalam negeri ini juga dimodifikasi dengan tambahan peredam suara di ujung selongsong senjata. Hal ini diyakini oleh Hendani untuk memberikan meredam suara tembakan.
"Seorang sniper itu biasanya butuh ketenangan, apalagi waktu mau menambak," tandas Hendani.
Berikut spesifikasi SPR-2 Cal. 12.7 mm:
Cartride: 12.7 x 99 mm
Overall Length: 1550 mm
Operation: Repeater
Feed: 5 Box magazine
Weight: 16 kg
Rifling: 8 Grooves, RH 381 mm (15") twist
Sight: Optical
Max Effective Range: 1800 mm
"Hari ini kami memamerkan produk baru. Senjata Sniper jenis SPR-2 kaliber 12,7 mm yang memiliki 5 kotak magasin, dan memiliki keakuratan lebih baik ketimbang jenis senjata Sniper lain," kata Hendani Suryo Staff PT Pindad di acara Launching Harteknas di MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2013).
Menurut Hendani, dengan bobot seberat 16 kg, SPR-2 kaliber 12,7 mm ini mampu menjangkau jarak tembak sejauh 1.800 meter.
"Karena memiliki optik untuk menentukan target yang ingin ditembak, sehingga senjata ini lebih akurat," kata Hendani.
Selain itu, SPR-2 keluaran produk dalam negeri ini juga dimodifikasi dengan tambahan peredam suara di ujung selongsong senjata. Hal ini diyakini oleh Hendani untuk memberikan meredam suara tembakan.
"Seorang sniper itu biasanya butuh ketenangan, apalagi waktu mau menambak," tandas Hendani.
Berikut spesifikasi SPR-2 Cal. 12.7 mm:
Cartride: 12.7 x 99 mm
Overall Length: 1550 mm
Operation: Repeater
Feed: 5 Box magazine
Weight: 16 kg
Rifling: 8 Grooves, RH 381 mm (15") twist
Sight: Optical
Max Effective Range: 1800 mm
Harteknas, Menristek RI pamer teknologi militer
Ilustrasi. (Sindophoto)
Sindonews.com - Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) tanggal 10 Agustus mendatang, Kementerian Riset dan Teknologi mengadakan kegiatan Pameran dan Peluncuran Produk Teknologi Hankam dan Kedirgantaraan.
Salah satu alat yang dipamerkan, Alat Komunikasi (Alkom) Fiscor-100 yang akan membantu militer tanah air dalam berkomunikasi dengan jarak yang cukup jauh.
Menurut Anggota Pengembangan Software Enginer Jiwando, Alkom Fiscor-100 ini dibuat semirip mungkin dengan alat komunikasi yang digunakan oleh militer dunia barat.
Selain Alkom Fiscor-100, alat komunikasi lain yang dipamerkan adalah Alkom Xiscos-100 yang digunakan untuk berkomunikasi di darat, karena Alkom Xiscor-100 ini hanya bisa digunakan di dalam mobil.
"Alkom Xiscor-100 ini harus disambungkan dulu ke Lencryptosys," kata Jiwando di acara Launching Harteknas 18 dengan tema 'Inovasi Untuk Kemajuan Bangsa' di BPPT, di MT Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2013).
Sementara itu, sejumlah alat komunikasi militer lainnya juga dipamerkan dalam kegiatan ini, seperti HF Radio untuk memantau situasi di lapangan. Karena alat ini hanya bisa digunakan di markas. Mengingat bentuknya yang cukup besar dan berat.
Salah satu alat yang dipamerkan, Alat Komunikasi (Alkom) Fiscor-100 yang akan membantu militer tanah air dalam berkomunikasi dengan jarak yang cukup jauh.
Menurut Anggota Pengembangan Software Enginer Jiwando, Alkom Fiscor-100 ini dibuat semirip mungkin dengan alat komunikasi yang digunakan oleh militer dunia barat.
Selain Alkom Fiscor-100, alat komunikasi lain yang dipamerkan adalah Alkom Xiscos-100 yang digunakan untuk berkomunikasi di darat, karena Alkom Xiscor-100 ini hanya bisa digunakan di dalam mobil.
"Alkom Xiscor-100 ini harus disambungkan dulu ke Lencryptosys," kata Jiwando di acara Launching Harteknas 18 dengan tema 'Inovasi Untuk Kemajuan Bangsa' di BPPT, di MT Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2013).
Sementara itu, sejumlah alat komunikasi militer lainnya juga dipamerkan dalam kegiatan ini, seperti HF Radio untuk memantau situasi di lapangan. Karena alat ini hanya bisa digunakan di markas. Mengingat bentuknya yang cukup besar dan berat.
2014, TNI AU tambah 88 pesawat
Ilustrasi. (Dok. Sindo)
Sindonews.com - TNI AU mentargetkan tahun 2014 akan menambah 88 pesawat baru, baik untuk pesawat tempur, angkut maupun latih. Pesawat-pesawat itu rencananya untuk melengkapi alat utama sistem persenjataan utama (alutsista) yang ada, khususnya pesawat milik TNI AU. Bahkan, untuk merealisasikan hal tersebut, mulai tahun ini beberapa pesawat sudah akan datang.
"Pesawat yang akan datang pada tahun ini, di antaranya pesawat T50 dan pesawat latih Grop," ungkap Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI IB Putu Dunia, usai menutup pendidikan (tupdik) AAU tahun 2013 di gedung sabang merauke, AAU, Kamis (13/6).
Pesawat lain yang akan datang, untuk pesawat tempur, yaitu F16, Sukhoi, dan Supertucano, untuk pesawat angkut CN295 dan Hercules serta Helicopter. Sehingga dengan bertambahnya alutsista ini, tentunya akan semakin meningkatkan kekuatan TNI AU dalam menjaga NKRI. "Pesawat itu, diharapkan sudah ada di Indonesia, tahun depan," katanya.
Selain pesawat, untuk pembangunan struktur dan postur pertahanan, TNI AU juga akan melengkapi alutsista modern, seperti radar hanud, peluru kendali jarak sedang dan pesawat tanpa awak.
Strategi lain dalam membangun kekuatan TNI AU, yakni dengan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang akan mengawaki alutsista itu.
"Konsekuensi dengan bertambahnya alutsista ini, yaitu harsus menyiapkan SDM lebih banyak, terutama penerbang," jelasnya.
Menurut IB Putu Dunia, untuk penerbang ditargetkan tiap tahun dapat meluluskan 40 penerbang. Baik yang berasal dari lulusan AAU maupun prajurit sukarela dinas pendek (PSDP). Guna memenuhi hal ini, selain mendidik di sekolah penerbang (Sekbang) milik TNI AU juga mendidik penerbang di luar negeri.
"Dengan langkah ini, untuk penerbang maupun yang mengawaki alutsista lainnya akan terus bertambah tiap tahunnya," tandasnya.
"Pesawat yang akan datang pada tahun ini, di antaranya pesawat T50 dan pesawat latih Grop," ungkap Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI IB Putu Dunia, usai menutup pendidikan (tupdik) AAU tahun 2013 di gedung sabang merauke, AAU, Kamis (13/6).
Pesawat lain yang akan datang, untuk pesawat tempur, yaitu F16, Sukhoi, dan Supertucano, untuk pesawat angkut CN295 dan Hercules serta Helicopter. Sehingga dengan bertambahnya alutsista ini, tentunya akan semakin meningkatkan kekuatan TNI AU dalam menjaga NKRI. "Pesawat itu, diharapkan sudah ada di Indonesia, tahun depan," katanya.
Selain pesawat, untuk pembangunan struktur dan postur pertahanan, TNI AU juga akan melengkapi alutsista modern, seperti radar hanud, peluru kendali jarak sedang dan pesawat tanpa awak.
Strategi lain dalam membangun kekuatan TNI AU, yakni dengan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang akan mengawaki alutsista itu.
"Konsekuensi dengan bertambahnya alutsista ini, yaitu harsus menyiapkan SDM lebih banyak, terutama penerbang," jelasnya.
Menurut IB Putu Dunia, untuk penerbang ditargetkan tiap tahun dapat meluluskan 40 penerbang. Baik yang berasal dari lulusan AAU maupun prajurit sukarela dinas pendek (PSDP). Guna memenuhi hal ini, selain mendidik di sekolah penerbang (Sekbang) milik TNI AU juga mendidik penerbang di luar negeri.
"Dengan langkah ini, untuk penerbang maupun yang mengawaki alutsista lainnya akan terus bertambah tiap tahunnya," tandasnya.
Jaga kedaulatan maritim, TNI AL perbarui alutsista
Ilustrasi, (SINDOphoto).
Sindonews.com - Membangun kekuatan pokok minimum (MEF) TNI Angkatan Laut (AL), tidak sekadar mempertimbangkan aspek kemampuan pertahanan. Melainkan juga perkembangan strategis yang mungkin terjadi di kawasan dalam beberapa tahun ke depan.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI, Untung Suropati mengatakan, pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AL berkaitan erat dengan proyeksi strategis, kemampuan pertahanan, dan anggaran pertahanan.
“Proyeksi berdasarkan perkiraan strategis lima tahun ke depan,” ujarnya di Jakarta, Jumat (5/7/2013).
Dia menyebutkan, proyeksi strategis yang menjadi perhatian utama adalah menyangkut masalah perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar. Untuk diketahui, wilayah laut Indonesia yang berbatasan dengan 10 negara, sebagian di antaranya masih belum tercapai kesepakatan soal batas-batasnya.
Selain itu, pembangunan MEF juga memperhatikan aspek ancaman separatisme, terorisme, dan bencana alam. “Serta beragam kegiatan ilegal dan keamanan maritim,” kata Untung.
Indonesia bertanggung jawab untuk mengamankan tiga jalur pelayaran internasional yang terbagi dalam alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) satu (di antaranya Selat Malaka), dua (di antaranya Selat Makassar), dan tiga (Papua).
Dia menuturkan, saat ini TNI AL sudah diperkuat oleh kapal selam dan permukaan dengan berbagai jenisnya, seperti dua kapal perusak kawal rudal (PKR), 16 kapal cepat rudal (KCR), dan delapan kapal patroli cepat (PC). Marinir juga telah memiliki 84 unit kendaraan tempur, terdiri dari 49 tank BMF-3F, 14 pansam BTR-80A, 5 BVP-2, dan 16 RM-70 Call-22.
Berbagai alutsista itu akan terus ditambah, misalnya tiga kapal selam, sejumlah KCR, PKR, serta pengganti kapal latih KRI Dewaruci. “TNI AL telah berhasil melaksanakan pengadaan alutsista baru dalam berbagai jenis produksi,” ujarnya.
Program pengadaan kapal perang ini melibatkan industri pertahanan dalam negeri, seperti di Batam, Surabaya, dan Banuwangi. “Pada masa mendatang akan dibangun kapal selam di dalam negeri sebagai bentuk komitmen untuk mendukung terwujudnya kemandirian nasional dalam upaya pemenuhan alutsista pertahanan,” tutur Untung.
Dia menambahkan, saat ini TNI AL sudah diakui dunia internasional sebagai salah satu kekuatan maritim di dunia. Kekuatan ini terus dibangun sehingga cita-cita menjadi World Class Navy bisa terwujud.
Menurut Untung, ada dua program yang harus ditempuh untuk mencapai target itu, yakni sumber daya manusia (SDM) prajurit dan alutsista. Untuk peningkatan kemampuan SDM, sambung dia, dicapai melalui pendidikan umum dan militer di dalam dan luar negeri.
“Tanpa pengecualian, kemampuan melakukan analisis terhadap ancaman yang akan terjadi di kawasan Asia Pasifik harus tetap dikembangkan. Kemampuan bertempur itu tidak hanya menggunakan senjata,” paparnya.
Sementara itu, salah satu Komisaris PT PAL Surabaya Silmi Karim menyatakan, PT PAL tahun ini akan membangun fasilitas pembuatan kapal selam. Ditargetkan fasilitas itu selesai pada 2014. “Tahun 2015 kita mulai membangun kapal selam dan 2018 selesai,” sebutnya.
Satu kapal selam itu dibangun menyusul proyek yang sama untuk dua kapal selam lain di Korea Selatan. “Satu kapal mulai berjalan, disusul kapal kedua. Kapal kedua berjalan, disusul kapal ketiga di Indonesia,” lanjut juru bicara Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) itu.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigjen TNI Sisriadi menambahkan, pemerintah optimis akan mampu membangun kapal selam pada masa mendatang. “Kita juga melibatkan industri pertahanan lain, jadi tidak hanya PT PAL. Ini sekaligus untuk membangkitkan industri pertahanan kita,” tukasnya.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI, Untung Suropati mengatakan, pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI AL berkaitan erat dengan proyeksi strategis, kemampuan pertahanan, dan anggaran pertahanan.
“Proyeksi berdasarkan perkiraan strategis lima tahun ke depan,” ujarnya di Jakarta, Jumat (5/7/2013).
Dia menyebutkan, proyeksi strategis yang menjadi perhatian utama adalah menyangkut masalah perbatasan dan pulau-pulau kecil terluar. Untuk diketahui, wilayah laut Indonesia yang berbatasan dengan 10 negara, sebagian di antaranya masih belum tercapai kesepakatan soal batas-batasnya.
Selain itu, pembangunan MEF juga memperhatikan aspek ancaman separatisme, terorisme, dan bencana alam. “Serta beragam kegiatan ilegal dan keamanan maritim,” kata Untung.
Indonesia bertanggung jawab untuk mengamankan tiga jalur pelayaran internasional yang terbagi dalam alur laut kepulauan Indonesia (ALKI) satu (di antaranya Selat Malaka), dua (di antaranya Selat Makassar), dan tiga (Papua).
Dia menuturkan, saat ini TNI AL sudah diperkuat oleh kapal selam dan permukaan dengan berbagai jenisnya, seperti dua kapal perusak kawal rudal (PKR), 16 kapal cepat rudal (KCR), dan delapan kapal patroli cepat (PC). Marinir juga telah memiliki 84 unit kendaraan tempur, terdiri dari 49 tank BMF-3F, 14 pansam BTR-80A, 5 BVP-2, dan 16 RM-70 Call-22.
Berbagai alutsista itu akan terus ditambah, misalnya tiga kapal selam, sejumlah KCR, PKR, serta pengganti kapal latih KRI Dewaruci. “TNI AL telah berhasil melaksanakan pengadaan alutsista baru dalam berbagai jenis produksi,” ujarnya.
Program pengadaan kapal perang ini melibatkan industri pertahanan dalam negeri, seperti di Batam, Surabaya, dan Banuwangi. “Pada masa mendatang akan dibangun kapal selam di dalam negeri sebagai bentuk komitmen untuk mendukung terwujudnya kemandirian nasional dalam upaya pemenuhan alutsista pertahanan,” tutur Untung.
Dia menambahkan, saat ini TNI AL sudah diakui dunia internasional sebagai salah satu kekuatan maritim di dunia. Kekuatan ini terus dibangun sehingga cita-cita menjadi World Class Navy bisa terwujud.
Menurut Untung, ada dua program yang harus ditempuh untuk mencapai target itu, yakni sumber daya manusia (SDM) prajurit dan alutsista. Untuk peningkatan kemampuan SDM, sambung dia, dicapai melalui pendidikan umum dan militer di dalam dan luar negeri.
“Tanpa pengecualian, kemampuan melakukan analisis terhadap ancaman yang akan terjadi di kawasan Asia Pasifik harus tetap dikembangkan. Kemampuan bertempur itu tidak hanya menggunakan senjata,” paparnya.
Sementara itu, salah satu Komisaris PT PAL Surabaya Silmi Karim menyatakan, PT PAL tahun ini akan membangun fasilitas pembuatan kapal selam. Ditargetkan fasilitas itu selesai pada 2014. “Tahun 2015 kita mulai membangun kapal selam dan 2018 selesai,” sebutnya.
Satu kapal selam itu dibangun menyusul proyek yang sama untuk dua kapal selam lain di Korea Selatan. “Satu kapal mulai berjalan, disusul kapal kedua. Kapal kedua berjalan, disusul kapal ketiga di Indonesia,” lanjut juru bicara Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) itu.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan Brigjen TNI Sisriadi menambahkan, pemerintah optimis akan mampu membangun kapal selam pada masa mendatang. “Kita juga melibatkan industri pertahanan lain, jadi tidak hanya PT PAL. Ini sekaligus untuk membangkitkan industri pertahanan kita,” tukasnya.
Kamis, 01 Agustus 2013
Wamenhan minta dubes aktif promosi CN 235
Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meminta Dubes RI di Dakar Andradjati untuk aktif mempromosikan produk industri pertahanan nasional, termasuk pesawat CN 235 dan CN 295.
"Dubes itu harus jadi `salesman`. Menjual produk industri pertahanan bukan berbisnis, tapi membantu BUMN strategis dalam promosi," katanya dalam pertemuan dengan staf KBRI Dakar, Kamis.
Dubes RI di Dakar Andradjati merangkap delapan negara lain di Afrika seperti Kongo, Gambia, Mali, Sierra Leone, Guinea Bissau, Pantai Gading, Gabon.
Dubes mengatakan sejak ditugaskan di Dakar ia telah berusaha membantu memasarkan pesawat buatan PT Dirgantaa Indonesia itu.
"Saya sudah membuat brosur dan majalah yang mempromosikan keunggulan CN 235," ucapnya.
Senegal yang belum membuka perwakilannya di Jakarta sudah membeli dua pesawat CN 235 lewat penjamin dari Belgia. Pesawat itu akan ditinjau Sjafrie dalam kunjungan dua harinya ke Afrika Barat itu.
"Senegal juga berminat tambah alusista, namun kemampuan ekonomi belum cukup. Perlu pihak lain sebagai penjamin seperti Belgia untuk pembelian CN 235," ujar Dubes.
Wamenhan menjelaskan kunjungannya di Afrika untuk akselerasi kerja sama pertahanan internasional.
"Tahun 2014 seluruh benua di dunia sudah tersentuh kerja sama pertahanan dengan Indonesia," tuturnya.
Indonesia juga sudah terlibat "peacekeeping forces" di Kongo. Sjafrie meminta Dubes menemui Kontingen Garuda di Kongo pada HUT TNI 5 Oktober mendatang.
"Mereka sudah berprestasi dan selama 10 tahun membuat jalan sampai puluhan dan ratusan km," katanya.
"Dubes itu harus jadi `salesman`. Menjual produk industri pertahanan bukan berbisnis, tapi membantu BUMN strategis dalam promosi," katanya dalam pertemuan dengan staf KBRI Dakar, Kamis.
Dubes RI di Dakar Andradjati merangkap delapan negara lain di Afrika seperti Kongo, Gambia, Mali, Sierra Leone, Guinea Bissau, Pantai Gading, Gabon.
Dubes mengatakan sejak ditugaskan di Dakar ia telah berusaha membantu memasarkan pesawat buatan PT Dirgantaa Indonesia itu.
"Saya sudah membuat brosur dan majalah yang mempromosikan keunggulan CN 235," ucapnya.
Senegal yang belum membuka perwakilannya di Jakarta sudah membeli dua pesawat CN 235 lewat penjamin dari Belgia. Pesawat itu akan ditinjau Sjafrie dalam kunjungan dua harinya ke Afrika Barat itu.
"Senegal juga berminat tambah alusista, namun kemampuan ekonomi belum cukup. Perlu pihak lain sebagai penjamin seperti Belgia untuk pembelian CN 235," ujar Dubes.
Wamenhan menjelaskan kunjungannya di Afrika untuk akselerasi kerja sama pertahanan internasional.
"Tahun 2014 seluruh benua di dunia sudah tersentuh kerja sama pertahanan dengan Indonesia," tuturnya.
Indonesia juga sudah terlibat "peacekeeping forces" di Kongo. Sjafrie meminta Dubes menemui Kontingen Garuda di Kongo pada HUT TNI 5 Oktober mendatang.
"Mereka sudah berprestasi dan selama 10 tahun membuat jalan sampai puluhan dan ratusan km," katanya.
Sumber : Antara
Kehabisan Speed, Pesawat Latih TNI AU Jatuh Saat Belok ke Landasan
Jakarta - TNI AU belum mengetahui penyebab pasti kecelakaan pesawat Glider G 2101 yang jatuh di Kalijati, Subang, Jabar. Yang jelas, pesawat yang dikemudikan oleh Edward Pale (26) itu sedang belok menuju landasan.
"Hasil pengamatan sementara, pesawat jatuh saat belok menuju landasan," kata Kadispen TNI AU Marsma Supriyadi, saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (4/7/2013).
"Kemungkinan kehabisan speed," sambungnya.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.45 WIB Kampung Krajan RT 08, Tenggulun Timur, Subang. Sang Pilot adalah siswa penerbangan Kalijati di Lanud Suryadarma, Subang.
Menurut Supriyadi, cuaca kala itu cukup cerah. Untuk penyebab pasti kecelakaan, tim TNI AU akan melakukan penyelidikan.
"Sementara ini kita belum ada kesimpulan apa-apa," terangnya.
"Hasil pengamatan sementara, pesawat jatuh saat belok menuju landasan," kata Kadispen TNI AU Marsma Supriyadi, saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (4/7/2013).
"Kemungkinan kehabisan speed," sambungnya.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 08.45 WIB Kampung Krajan RT 08, Tenggulun Timur, Subang. Sang Pilot adalah siswa penerbangan Kalijati di Lanud Suryadarma, Subang.
Menurut Supriyadi, cuaca kala itu cukup cerah. Untuk penyebab pasti kecelakaan, tim TNI AU akan melakukan penyelidikan.
"Sementara ini kita belum ada kesimpulan apa-apa," terangnya.
Sumber : Detik
GALANGAN KAPAL SELAM INDONESIA DIHARAPKAN SIAP TAHUN 2015
Galangan kapal selam akan diselesaikan di akhir tahun 2014, sehingga di awal tahun 2015 telah dapat dimulai pembangunan kapal selam di Indonesia
Berbagai persiapan dilakukan untuk pembangunan kapal selam mulai tahun 2015. Selain pembangunan galangan kapal selam di PT PAL, Kementerian Pertahanan juga merangkul sektor swasta.
"Kami sudah ke Barata, mereka bisa menekuk baja yang tebal. Selain itu juga ada perusahaan baterai yang kami jajaki," kata Silmy Karim, juru bicara Komite Kebijakan Industri Pertahanan, Selasa (2/7).
Galangan kapal selam yang dibangun PT PAL itu membutuhkan anggaran sekitar Rp 1,5 triliun. Galangan tersebut diharapkan bisa selesai akhir 2014 sehingga tahun 2015 bisa digunakan untuk membuat kapal selam jenis 209. Selain itu sedang dijajaki juga penanaman modal dalam negeri.
Rencana pembangunan kapal selam oleh industri pertahanan Indonesia tersebut adalah bagian dari transfer teknologi pembelian tiga kapal selam dari Korea Selatan. Dua kapal selam akan dibangun di Korsel, sementara kapal selam ketiga diharapkan bisa dibangun di Indonesia.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementrian Pertahanan Sisriadi mengatakan, sampai saat ini kontrak untuk ketiga kapal selam itu sudah ditandatangani. Namun, keinginan Indonesia untuk secara utuh membuat kapal selam di Indonesia masih dalam proses.
"Di antaranya, Korsel ingin memastikan dulu fasilitas pembangunan di sini, makanya kita buat galangannya,"ujarnya.
Sisriadi mengatakan, pembangunan kapal selam itu tidak bisa ditangani sendiri oleh PT PAL. Oleh karena itu, Kementerian Pertahanan ingin menggandeng pihak-pihak lain. Dengan demikian, bisa diharapkan memperkuat industri-industri dan BUMN terkait. Yang penting, prinsip kemandirian dalam pembangunan kekuatan pertahanan, baik jangka menengah maupun panjang bisa dilakukan.
"Kalau galangan sudah jadi, kita kan bisa bikin kapal selam lagi. Soalnya, kita butuh 12 kapal selam. Yang ada sekarang itu dibikin tahun 1980," kata Silmy.
Menurut dia, selain persiapan fisik, Indonesia juga telah mengirimkan orang-orang untuk belajar di Korsel yang tengah membangun kapal selam untuk Indonesia. Total ada 200 teknisi dan akademisi serta pengguna dari TNI Angkatan Laut yang telah disetujui untuk dikirim. "Yang penting, kita bisa bersiap untuk membangun kapal selam sendiri yang selesai tahun 2018," katanya.
Silmy mengakui, prosesnya memang tidak serta merta mulus. Namun, dia optimistis, Korsel terbuka untuk berbagai pengaturan lebih lanjut dalam kerja sama ini. Kerja sama Indonesia dan Korsel sangat luas, tidak hanya di bidang kapal selam, tetapi juga di bidang militer dan perdagangan.
Sumber : Kompas
Kolinlamil Akan Ganti Alutsista
JAKARTA – Kepala Staf TNI AL (Kasal), Laksamana Marsetio, mengatakan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) akan memprioritaskan penggantian alat utama sistem senjata (alutsista) yang kondisinya tidak layak pakai.
Upaya yang sudah dilakukan, antara lain memodernisasi alutsista Kolinlamil melalui pengadaan, revitalisasi, rematerialisasi, baik dari pinjaman dalam negeri maupun peningkatan kemampuan dengan APBN.
"Kami akan memprioritaskan penggantian alutsista yang kondisinya tak layak pakai. Saya berharap Kolinlamil semakin baik dalam membina kemampuan peralatan dan perbekalan yang bersifat administrasi taktis maupun strategis," kata Kasal dalam sambutan tertulisnya pada peringatan hari ulang tahun ke-52 Kolinlamil yang dibacakan Panglima Kolinlamil, Laksda TNI SM Darojatim, di Markas Komando Kolinlamil, Jakarta, Rabu (3/7).
Penggantian alutsista juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan tugas-tugas mendesak. Saat ini alutsista yang ada di Kolinlamil dibagi ke dalam dua binaan, yakni Satuan Lintas Laut Militer (Satlinmil) Surabaya dan Satlinmil Jakarta.
"Kami akan memprioritaskan penggantian alutsista yang kondisinya tak layak pakai. Saya berharap Kolinlamil semakin baik dalam membina kemampuan peralatan dan perbekalan yang bersifat administrasi taktis maupun strategis," kata Kasal dalam sambutan tertulisnya pada peringatan hari ulang tahun ke-52 Kolinlamil yang dibacakan Panglima Kolinlamil, Laksda TNI SM Darojatim, di Markas Komando Kolinlamil, Jakarta, Rabu (3/7).
Penggantian alutsista juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan tugas-tugas mendesak. Saat ini alutsista yang ada di Kolinlamil dibagi ke dalam dua binaan, yakni Satuan Lintas Laut Militer (Satlinmil) Surabaya dan Satlinmil Jakarta.
Alutsista di Satlinmil Surabaya meliputi KRI Teluk Ratai-509, KRI Teluk Bone-511, KRI Teluk Parigi- 539, KRI Teluk Lampung-540, KRI Tanjung Fatagar-974, dan KRI Banjarmasin-592.
Sumber : KJ
Perkuat TNI Dan Polri guna Jaga Perbatasan
SURABAYA – Pemerintah memperkuat dan mengembangkan postur militer/TNI dan kepolisian untuk meningkatkan kemampuan melindungi perbatasan dan menghadapi kejahatan transnasional.
Melalui modernisasi utama sistem persenjataan (alutsista), Indonesia lebih siap dalam menjalani operasi militer selain perang maupun melakukan berbagai operasi pertahanan dan keamanan.
"Tujuan modernisasi alutsista semata-mata untuk menegakkan kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia. Benar Indonesia cinta damai, tapi kedaulatan tidak akan pernah bisa ditawar,"kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada upacara Prasetya Perwira TNI-Polri 2013 di Markas Komando Akademi Angkatan Laut, Bumimoro, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (2/7).
Pernyataan tersebut diucapkan Presiden Yudhoyono terkait dengan pentingnya modernisasi alutsista yang dilakukan pemerintah untuk mengemban tugas-tugas negara demi tegaknya kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia. Pada kurun waktu lima tahun ini, Indonesia melaksanakan pembangunan kekuatan dan modernisasi alutsista secara sangat signifi kan.
"Dengan kemampuan yang makin tinggi, pemerintah dapat mengalokasikan porsi anggaran nasional yang lebih besar untuk kepentingan pertahanan dan keamanan,"kata Presiden seraya mengatakan alokasi anggaran besar untuk moderninasi alutsista dikarenakan perekonomian Indonesia semakin membaik hingga berada di peringkat 16.
Seiring dengan modernisasi alutsista yang sedang dilaksanakan, utamanya di jajaran TNI saat ini, lanjut Kepala Negara, tentu diperlukan perwira- perwira muda yang andal untuk mengawaki berbagai alutsista modern yang telah dan akan segera kita miliki.
"Persiapkan diri kalian baik-baik, dan asahlah terus pengetahuan dan kemampuan kalian agar bisa mengemban tugas-tugas yang penting ini,"ujar Presiden.
Kepada perwira Polri yang baru dilantik, Presiden Yudhoyono meminta mereka memiliki kemampuan dan profesionalisme untuk menangani berbagai bentuk kejahatan dan pelanggaran hukum. "Para perwira memiliki tugas yang amat penting, yaitu memberantas tindak kejahatan, memelihara keamanan dan ketertiban publik, serta memberikan perlindungan, pelayanan, dan pengayoman kepada masyarakat dengan baik,"Presiden mengingatkan.
Harus Dituntaskan
Di era global saat ini, tambah Presiden Yudhoyono, kejahatan yang harus dituntaskan bukan hanya kejahatan tradisional dan yang terjadi di dalam negeri, tetapi juga kejahatan yang menggunakan teknologi dan transnasional. Bentuk perilaku dan alat kejahatan semakin beragam dan canggih. Karena itu, Polri harus mengungguli kemampuan para pelaku kejahatan dan mampu menaklukkan kecanggihan peralatannya.
"Semua itu menuntut sumber daya Polri yang andal, cerdas, dan bermental kuat serta menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,"SBY menandaskan. Pada kesempatan tersebut, Presiden Yudhoyono mengatakan sebagai seorang perwira di jajaran TNI dan Polri, ke depannya dituntut untuk memahami perkembangan lingkungan yang strategis, baik global, regional, maupun nasional.
"Kini kita menghadapi lingkungan strategis baru yang unik. Tidak ada negara yang kita anggap sebagai musuh, dan sebaliknya, tidak ada satu pun negara di dunia ini yang memusuhi negara kita,"kata Presiden lagi. Presiden Yudhoyono menjelaskan lingkungan strategis baru yang khas tersebut juga memberikan peluang yang sangat besar bagi Indonesia untuk lebih berperan di dunia internasional.
"Saat ini kita dapat dengan leluasa menjalankan ‘politik luar negeri ke segala arah’ (all directions foreign policy), di mana negara kita dapat menjalin hubungan persahabatan dengan pihak mana pun,"jelas Presiden. Negara Indonesia, tambah Presiden Yudhoyono, juga dapat bebas berkiprah untuk menjalankan diplomasi ‘sejuta kawan, tanpa musuh’ (a million friends, zero enemy). Tentu saja semua itu harus dijalankan atas dasar kemandirian, kedaulatan, kesetaraan, dan prinsip saling menguntungkan
"Tujuan modernisasi alutsista semata-mata untuk menegakkan kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia. Benar Indonesia cinta damai, tapi kedaulatan tidak akan pernah bisa ditawar,"kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada upacara Prasetya Perwira TNI-Polri 2013 di Markas Komando Akademi Angkatan Laut, Bumimoro, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (2/7).
Pernyataan tersebut diucapkan Presiden Yudhoyono terkait dengan pentingnya modernisasi alutsista yang dilakukan pemerintah untuk mengemban tugas-tugas negara demi tegaknya kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia. Pada kurun waktu lima tahun ini, Indonesia melaksanakan pembangunan kekuatan dan modernisasi alutsista secara sangat signifi kan.
"Dengan kemampuan yang makin tinggi, pemerintah dapat mengalokasikan porsi anggaran nasional yang lebih besar untuk kepentingan pertahanan dan keamanan,"kata Presiden seraya mengatakan alokasi anggaran besar untuk moderninasi alutsista dikarenakan perekonomian Indonesia semakin membaik hingga berada di peringkat 16.
Seiring dengan modernisasi alutsista yang sedang dilaksanakan, utamanya di jajaran TNI saat ini, lanjut Kepala Negara, tentu diperlukan perwira- perwira muda yang andal untuk mengawaki berbagai alutsista modern yang telah dan akan segera kita miliki.
"Persiapkan diri kalian baik-baik, dan asahlah terus pengetahuan dan kemampuan kalian agar bisa mengemban tugas-tugas yang penting ini,"ujar Presiden.
Kepada perwira Polri yang baru dilantik, Presiden Yudhoyono meminta mereka memiliki kemampuan dan profesionalisme untuk menangani berbagai bentuk kejahatan dan pelanggaran hukum. "Para perwira memiliki tugas yang amat penting, yaitu memberantas tindak kejahatan, memelihara keamanan dan ketertiban publik, serta memberikan perlindungan, pelayanan, dan pengayoman kepada masyarakat dengan baik,"Presiden mengingatkan.
Harus Dituntaskan
Di era global saat ini, tambah Presiden Yudhoyono, kejahatan yang harus dituntaskan bukan hanya kejahatan tradisional dan yang terjadi di dalam negeri, tetapi juga kejahatan yang menggunakan teknologi dan transnasional. Bentuk perilaku dan alat kejahatan semakin beragam dan canggih. Karena itu, Polri harus mengungguli kemampuan para pelaku kejahatan dan mampu menaklukkan kecanggihan peralatannya.
"Semua itu menuntut sumber daya Polri yang andal, cerdas, dan bermental kuat serta menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,"SBY menandaskan. Pada kesempatan tersebut, Presiden Yudhoyono mengatakan sebagai seorang perwira di jajaran TNI dan Polri, ke depannya dituntut untuk memahami perkembangan lingkungan yang strategis, baik global, regional, maupun nasional.
"Kini kita menghadapi lingkungan strategis baru yang unik. Tidak ada negara yang kita anggap sebagai musuh, dan sebaliknya, tidak ada satu pun negara di dunia ini yang memusuhi negara kita,"kata Presiden lagi. Presiden Yudhoyono menjelaskan lingkungan strategis baru yang khas tersebut juga memberikan peluang yang sangat besar bagi Indonesia untuk lebih berperan di dunia internasional.
"Saat ini kita dapat dengan leluasa menjalankan ‘politik luar negeri ke segala arah’ (all directions foreign policy), di mana negara kita dapat menjalin hubungan persahabatan dengan pihak mana pun,"jelas Presiden. Negara Indonesia, tambah Presiden Yudhoyono, juga dapat bebas berkiprah untuk menjalankan diplomasi ‘sejuta kawan, tanpa musuh’ (a million friends, zero enemy). Tentu saja semua itu harus dijalankan atas dasar kemandirian, kedaulatan, kesetaraan, dan prinsip saling menguntungkan
Sumber : Koranjakarta
TNI Kirim 5 SSK Bantu Evakuasi Korban Gempa di Bener Meriah Aceh
PADA hari Selasa 2 Juli 2013 sekitar pukul. 14:37 WIB terjadi gempa bumi dengan pusat gempa di 4,70 Lintang Utara dan 96,61 Bujur Timur atau 35 kilometer barat daya Kabupaten Bener Meriah dengan kedalaman 10 kilometer di Kabupaten Bener Meriah, NAD.
TNI dalam hal ini Kodam Iskandar Muda sesaat setelah kejadian, telah mengirimkan pasukan berkekuatan lima SSK (kurang lebih 500 personel) gabungan, terdiri dari 2 SSK (200 personel) dari Kodim 0106/Aceh Tenggara dan 3 SSK (300 Personel) Yonif 114/Satria Musara dibantu satuan Denbekang dan Denkes Korem 011/Lilawangsa.
Sesuai Undang-Undang tentang Tentara Nasional Indonesia No. 34 Tahun 2004 Bab I (Ketentuan Umum) Pasal 7, salah satunya diatur mengenai Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yaitu membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan.
Adapun korban jiwa yang ditimbulkan akibat gempa ini, menurut data sementara yaitu 9 orang meninggal dan 44 orang luka-luka dan masih terus didata karena kemungkinan korban masih bertambah karena kurang lebih 20 orang masih tertimbun di masjid Babul Solihin dan korban lainnya yang belum diketahui. Untuk bangunan terjadi banyak kerusakan sesuai dengan tingkatan rusak ringan, sedang dan berat, dan masih terus dilaksanakan pendataan di lapangan.
TNI selalu berkomitmen akan tetap melaksanakan tugas kemanusian sebaik-baiknya, organisasi TNI sudah tertata dengan baik, diawaki para prajurit yang berdedikasi tinggi, dan dilengkapi peralatan yang tergolong memadai. Bila didukung oleh komponen lain bangsa ini, tragedi kemanusiaan yang sering melanda negara diharapkan dapat ditangani secara cepat, baik, dan lancar.
Sumber : MPI
PM Australia kunjungi Istana Bogor, sniper TNI disiagakan
679 Personel Kepolisian dikerahkan untuk mengamankan kunjungan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd ke Istana Bogor, Jumat 5 Juli mendatang.
Kevin Rudd dijadwalkan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Bogor guna membahas hubungan bilateral.
Kevin Rudd dijadwalkan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Bogor guna membahas hubungan bilateral.
Kapolres Bogor Kota AKBP Bahtiar Ujang Purnama menjelaskan 679 personel itu disebar di sekitar Istana dan Kebun Raya Bogor. "Seluruh unsur satuan Kepolisian kita kerahkan guna mengamankan kunjungan tamu kenegaraan," kata AKBP Bahtiar, Rabu (3/7).
Menurutnya, empat satuan setingkat kompi (SSK) dari Brimob dan petugas penjinak bom juga dikerahkan. "Namun kita hanya mengamankan di ring tiga saja," katanya.
Bahtiar menambahkan sesuai standar prosedur operasional dalam mengantisipasi gangguan keamanan kunjungan tamu VVIP, ditempatkan pula sejumlah sniper (penembak jitu).
"Sniper itu dari jajaran TNI yang ditempatkan di titik-titik rawan sekitar jalur dan Istana Bogor," katanya.
Tak hanya itu, pihaknya tak menampik peningkatan pengamanan ini juga sebagai bentuk antisipasi ancaman terorisme. Terlebih belum lama ini, sebanyak 250 batang dinamit dinyatakan hilang di Cigudeg, Kabupaten Bogor.
"Apalagi sampai sekarang masih belum terungkap. Maka dari itu diperlukan peningkatan pengamanan dan penjagaan sejumlah obyek vital, khususnya di Istana Bogor," tandasnya.
Sumber : Merdeka
Tim OEI Inspeksi Operasional Konga XX-J di Kongo
KEBERHASILAN pencapaian dalam tugas erat hubungannya dengan perencanaan dan persiapan yang baik, bahkan ada istilah yang menyebutkan bahwa setengah dari keberhasilan adalah perencanaan dan persiapan yang baik.
Guna mengukur efektifitas operasional Kontingen Garuda (Konga) XX-J/MONUSCO, sebanyak dua orang yang tergabung dalam Tim OEI (Operational Effectiveness Inspection) MONUSCO (Mission de I’Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo) melakukan inspeksi terhadap kondisi personel, material serta alat perlengkapan yang dimiliki dan kegiatan latihan-latihan yang dilaksanakan oleh Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Konga XX-J di Republik Demokratik Kongo.
Kedatangan Tim OEI yang diketuai oleh Mayor Sajjad Pervez (Pakistan Army) disambut langsung oleh Wadansatgas Konga XX-J/MONUSCO Mayor Czi Adi Ilham beserta beberapa perwira staf di Aula Sudirman, Bumi Nusantara Camp, Dungu-Kongo, Selasa (2/7/2013).
Tim OEI merupakan staf khusus yang dimiliki Force Commander (Pimpinan Militer Tertinggi MONUSCO) bertugas untuk memeriksa dan menilai tingkat effektifitas operasional dari setiap kontingen militer yang berada dibawah jajaran MONUSCO.
Diawali dengan menerima paparan singkat tentang kondisi Satgas Kizi TNI Konga XX-J/MONUSCO dan kegiatan yang telah dilaksanakan selama di daerah misi, selanjutnya Tim OEI melaksanakan inspeksi, dimulai dari pengecekan dokumen-dokumen kegiatan berupa protap satgas, rencana latihan dan kelengkapan administrasi materiil.
Tim OEI juga meninjau langsung ke lapangan untuk melihat kondisi seluruh materiil yang dimiliki oleh Satgas Kizi TNI Konga XX-J/MONUSCO, juga menyaksikan demonstrasi penanggulangan bahaya kebakaran dan alarm stelling apabila mendapat gangguan dari musuh.
Seusai pelaksanaan inspeksi, Tim OEI menyatakan kepuasannya atas hasil penilaian kegiatan ini. Disampaikan bahwa secara umum pelaksanaan pemeriksaan tersebut dinyatakan lulus dan memenuhi standar sesuai ketentuan PBB terhadap kesiapan operasional.
Sumber : MPI
Perlunya Pemetaan Industri Pertahanan Untuk Capai Kemandirian Alutsista
Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letjen TNI Budiman mengatakan, dalam rangka mencapai cita - cita kemandirian dalam memenuhi kebutuhan Alustsista dan Non Alustsista TNI, maka perlu dibuat suatu road map yang jelas yaitu dengan memetakan industri pertahanan dalam negeri secara benar dan akurat.
“Kalau kita melihat industri pertahanan dan teknologinya, maka kita melihat berbagai hal yang masih kita rasakan masih mengalami kendala untuk menuju mandiri”, ungkap Sekjen Kemhan saat membuka Rapat Koordinasi Pemangku Kebijakan, Pengguna dan Produsen Bidang Alutsista dan Non Alutsista, Rabu (3/6) di kantor Kemhan, Jakarta.
Sekjen Kemhan berharap, melalui Rakor ini akan dapat dirumuskan berbagai solusi, komitmen maupun keputusan dalam mewujudkan sinergitas antara pemangku kebijakan, pengguna dan produsen bidang Alutsista dan non Alutsista melalui pemberdayaan industri pertahanan dalam negeri.
Lebih lanjut dikatakan Sekjen Kemhan bahwa sinergitas dan kerja keras dari semua pihak pemangku kepentingan sangat diperlukan dalam rangka memberdayakan dan mendorong kemajuan industri pertahanan dalam negeri.
Kemhan bersama kementerian terkait lainnya selaku penentu kebijakan memiliki tantangan untuk bekerja lebih optimal lagi. Pihak produsen baik dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun perusahaan swasta memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja lebih keras guna menghasilkan Alutsista yang terbaik dan termurah. Selain itu, partisipasi dari kalangan perguruan tinggi juga dibutuhkan.
Rakor pemangku kebijakan, pengguna dan produsen bidang Alutsista dan Non Alutsista merupakan media koordinasi pelaku industri pertahanan guna mengevaluasi dan menindaklajuti program / kegiatan yang sedang berjalan serta merencanakan kegiatan ke depan dalam rangka pembinaan dan pemberdayaan industri pertahanan.
Rakor membahas permasalahan program kegiatan bidang industri pertahanan dan perlunya keputusan – keputusan yang dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan di lapangan, terkait pembinaan industri pertahanan menuju kemandirian Alutsista.
Selain dihadiri oleh pejabat dari Kemhan, BUMN dan BUMS serta TNI, Rakor juga dihadiri sejumlah pejabat perwakilan dari kementerian terkait antara lain Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Kementerian Perindustrian, Kementerian Ristek dan Bappenas.
“Kalau kita melihat industri pertahanan dan teknologinya, maka kita melihat berbagai hal yang masih kita rasakan masih mengalami kendala untuk menuju mandiri”, ungkap Sekjen Kemhan saat membuka Rapat Koordinasi Pemangku Kebijakan, Pengguna dan Produsen Bidang Alutsista dan Non Alutsista, Rabu (3/6) di kantor Kemhan, Jakarta.
Sekjen Kemhan berharap, melalui Rakor ini akan dapat dirumuskan berbagai solusi, komitmen maupun keputusan dalam mewujudkan sinergitas antara pemangku kebijakan, pengguna dan produsen bidang Alutsista dan non Alutsista melalui pemberdayaan industri pertahanan dalam negeri.
Lebih lanjut dikatakan Sekjen Kemhan bahwa sinergitas dan kerja keras dari semua pihak pemangku kepentingan sangat diperlukan dalam rangka memberdayakan dan mendorong kemajuan industri pertahanan dalam negeri.
Kemhan bersama kementerian terkait lainnya selaku penentu kebijakan memiliki tantangan untuk bekerja lebih optimal lagi. Pihak produsen baik dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun perusahaan swasta memiliki kesempatan yang sama untuk bekerja lebih keras guna menghasilkan Alutsista yang terbaik dan termurah. Selain itu, partisipasi dari kalangan perguruan tinggi juga dibutuhkan.
Rakor pemangku kebijakan, pengguna dan produsen bidang Alutsista dan Non Alutsista merupakan media koordinasi pelaku industri pertahanan guna mengevaluasi dan menindaklajuti program / kegiatan yang sedang berjalan serta merencanakan kegiatan ke depan dalam rangka pembinaan dan pemberdayaan industri pertahanan.
Rakor membahas permasalahan program kegiatan bidang industri pertahanan dan perlunya keputusan – keputusan yang dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan di lapangan, terkait pembinaan industri pertahanan menuju kemandirian Alutsista.
Selain dihadiri oleh pejabat dari Kemhan, BUMN dan BUMS serta TNI, Rakor juga dihadiri sejumlah pejabat perwakilan dari kementerian terkait antara lain Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, Kementerian Perindustrian, Kementerian Ristek dan Bappenas.
Rakor juga dihadiri oleh Tim Pokja dan Tim Asistensi Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) serta kalangan perguruan tinggi.
Sumber : Kemhan
Radio RT-314KE/C Satgas FPC TNI Unjuk Kemampuan di Lebanon
BERDASARKAN frago 10-06-13 CIS Semper Collegatum Exercise I-13, UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) melaksanakan latihan sistem komunikasi dan informasi secara bersama dengan LAF (Lebanese Armed Forces) yang dilaksanakan di Green Hill, Naqoura, Lebanon, Rabu (3/7/2013).
Latihan bersama ini bertujuan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan satuan-satuan penugasan kontingen UNIFIL seperti Sector East, Sector West, Maritime Task Forces (MTF), Force Commander Reserve (FCR) dari Perancis serta unit-unit yang berada langsung dibawah Force Commander, diantaranya Satgas FPC (Force Protection Company) TNI Kontingen Garuda XXVI-E2/UNIFIL yang diberi kepercayaan oleh pihak UNIFIL untuk menampilkan salah satu alat komunikasi yang di miliki dalam penugasan.
Menyikapi hal tersebut, seksi komunikasi Satgas FPC TNI yang dipimpin Serka Muhammad Nazar menampilkan Radio RT-314KE/C. Radio ini merupakan salah satu alat komunikasi yang dimiliki oleh Satgas FPC TNI Konga XXVI-E2/UNIFIL dan merupakan pengganti dari PRC 77 yang sudah populer dikalangan pasukan Indonesia.
Radio buatan China berlisensi Amerika ini tidak kalah dengan radio yang dimiliki oleh negara-negara besar Eropa, yang turut serta juga dalam pagelaran dimana salah satu kelebihannya dapat disambungkan dengan antena Global Positioning System (GPS) dan tetap dapat berkomunikasi walaupun di jammer.
Latihan yang dihadiri oleh Force Commander Mayjen Paolo Serra ini berlangsung selama satu hari. Dalam sambutannya Jenderal asal Italia menyampaikan rasa bangga dan ucapan terima kasih atas partisipasinya dalam kegiatan ini. “Semua satuan yang berada dibawahnya untuk memanfaatkan latihan ini dengan maksimal agar dapat memelihara serta meningkatkan kemampuan kerja sama antar setiap unit”, ujarnya.
Sementara itu, Dansatgas FPC TNI Konga XXVI-E2/UNIFIL Letkol Inf Yuri Elias Mamahi melalui sambungan jarak jauh mengucapkan banyak terimakasih kepada Serka Muhammad Nazar yang telah dapat mengikuti latihan bersama sistem komunikasi dan informasi antara kontingen UNIFIL dan LAF dengan baik, sehingga RT-314KE/C mendapat apresiasi dari kontingen lainnya.
Sumber : MPI
Jatuh di perkebunan, pilot pesawat latih milik AU tewas
Pesawat latih jenis Glader G 2101 milik TNI Angkatan Udara (AU) jatuh di Desa Tanggulun Timur, Kecamatan Kalijati, Subang, Jawa Barat. Akibat kecelakaan itu, sang pilot dinyatakan tewas.
"Atas nama Edward Pale (26) angkatan 24. Sudah dievakuasi, masih dalam proses," kata petugas Polsek Kalijati Brigadir Yayat saat dihubungi merdeka.com, Kamis (4/70.
Menurutnya, pesawat nahas tersebut jatuh di area perkebunan. Pesawat ditemukan sekitar pukul 08.45 WIB.
"Sudah dievakuasi, masih dalam proses," katanya.
Sumber : Merdeka
"Atas nama Edward Pale (26) angkatan 24. Sudah dievakuasi, masih dalam proses," kata petugas Polsek Kalijati Brigadir Yayat saat dihubungi merdeka.com, Kamis (4/70.
Menurutnya, pesawat nahas tersebut jatuh di area perkebunan. Pesawat ditemukan sekitar pukul 08.45 WIB.
"Sudah dievakuasi, masih dalam proses," katanya.
Sumber : Merdeka
Pesawat latih milik AU jatuh di Subang
Sebuah pesawat latih jatuh milik Angkatan Udara (AU) di Desa Tanggulun Timur, Kecamatan Kalijati, Subang. Pesawat itu jatuh di kawasan perkebunan sekitar pukul 08.45 WIB.
"Betul, pesawat latih yang jatuh di Kalijati. Pesawat itu diketahui jatuh pukul 08.45 WIB," ujar Brigadir Yayat, petugas Polsek Kalijati kepada merdeka.com, Kamis (4/7).
Yayat mengatakan, pesawat sedang proses evakuasi oleh petugas Lanut Suryadarma Kalijati.
"Muspida (Musyawarah Pimpinan Daerah) sudah datang ke lokasi dan sedang proses evakuasi oleh petugas lanud," kata Yayat.
Sumber : Merdeka
Terbukti Kuat Ditimpa Helikopter, TNI Pesan Land Rover Defender
| Land Rover Defender juga dipakai tentara Inggris |
Kendaraan 4X4 asal Inggris itu tentu akan banyak membantu para tentara di Indonesia.
"TNI pesan Defender. Saya tidak bisa sebutkan berapa unit. Jadi Defender ini memang untuk off road super berat," kata Chief Operating Officer PT Grandauto Dinamika, Darwin Maspolim di Sukabumi, Jawa Barat.
Menurut Darwin, Defender sangat kuat mulai dari mesin, kaki-kaki hingga menggunakan bodi alumunium. Spesifikasi yang disediakan pada kendaraan tersebut diklaim mumpuni untuk melintasi medan berat seperti lumpur, tanah kering, kerikil dan jenis medan berat lainnya di Indonesia.
Darwin menjelaskan, keunggulan Defender tidak sampai disini. Kendaraan yang didatangkan dari Inggris ini menggunakan rangka yang kuat bahkan tertimpa helikopter sekalipun mobil dua alam ini masih bisa berjalan.
"Pakai helikopter lalu dibanting (tertimpa) jalan sendiri itu mobil," yakin Darwin.
Di Indonesia, Defender dibanderol di kisaran Rp 800 juta. Harga yang diklaim relatif terjangkau ini diyakini akan sangat digemari, bahkan spesifikasinya akan mendongkrak penjualan Land Rover di Indonesia.
"Defender Rp 800 juta. Ini menurut kita, ini akan sukses," pungkas Darwin.
Prinsipal sendiri seperti yang dikatakan Darwin tidak akan sembarangan mengeluarkan generasi terbaru dari Defender, ditakutkan tidak akan memukau konsumen.
"Model mirip-mirip saja dari sebelumnya. Mereka super hati-hati, jangan sampai kelurain baru tapi enggak dicintai konsumen. Modelnya yang baru tak jauh berbeda dengan yang lama. Dan karakteristik itu yang akan dipertahankan. Ini akan booming," tutupnya.
Land Rover Defender disokong mesin 2.200 cc tenaga 122 Ps pada 3.500 rpm dan torsi 360 Nm pada 2.000 rpm. Mobil dua alam ini memiliki 12 varian dengan daya jelajah 11,7 liter per 100 km untuk kapasitas tangki 60 liter dan 13,6 liter per 100 km untuk kapasitas tangki 75 liter.
Land Rover Defender bisa berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam hitungan waktu 15,8 detik dengan kecepatan maksimal 145 km/jam.
Sumber : Detik
Publik Berhak Tahu Operasi Militer
JAKARTA – Publik berhak tahu data anggaran dalam pengadaan dan operasi militer. Selama ini ada anggapan kalau masyarakat mengetahui tentang jumlah batalyon atau pergerakan operasi militer akan mengurangi bobot operasi tersebut.
Padahal, kalau publik mengetahui atau diberi tahu tentang informasi tersebut malah dapat membantu dengan memberikan informasi yang dibutuhkan.
"Contohnya dalam operasi keamanan di Poso, pemerintah menganggap dirinya sebagai pihak yang paling tahu sehingga timbul gap atau kesenjangan antara Densus dan masyarakat," kata Direktur Institute for Defence, Security and Peace Studies (IDSPS), Mufti Makaarim, dalam diskusi "Peluncuran Tsawane Principle: Arti Penting bagi Keamanan Nasional dan Akses Informasi di Indonesia", di Jakarta, Rabu (3/7).
Menurut Mufti, bila informasi yang dimiliki Densus dengan yang dimiliki masyarakat di-match-kan akan menuju ke arah yang lebih baik. Untuk itu, buku panduan yang memuat informasi apa saja yang dapat diketahui dan yang dapat dikecualikan oleh publik harus segera dibuat pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertahanan.
Dengan adanya buku panduan tersebut, tambah Mufti, dapat mempermudah pemerintah dan pencari informasi dalam mengklasifi kasi mana data yang boleh dan tidak boleh diketahui masyarakat.
Sumber : Koranjakarta
Padahal, kalau publik mengetahui atau diberi tahu tentang informasi tersebut malah dapat membantu dengan memberikan informasi yang dibutuhkan.
"Contohnya dalam operasi keamanan di Poso, pemerintah menganggap dirinya sebagai pihak yang paling tahu sehingga timbul gap atau kesenjangan antara Densus dan masyarakat," kata Direktur Institute for Defence, Security and Peace Studies (IDSPS), Mufti Makaarim, dalam diskusi "Peluncuran Tsawane Principle: Arti Penting bagi Keamanan Nasional dan Akses Informasi di Indonesia", di Jakarta, Rabu (3/7).
Menurut Mufti, bila informasi yang dimiliki Densus dengan yang dimiliki masyarakat di-match-kan akan menuju ke arah yang lebih baik. Untuk itu, buku panduan yang memuat informasi apa saja yang dapat diketahui dan yang dapat dikecualikan oleh publik harus segera dibuat pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertahanan.
Dengan adanya buku panduan tersebut, tambah Mufti, dapat mempermudah pemerintah dan pencari informasi dalam mengklasifi kasi mana data yang boleh dan tidak boleh diketahui masyarakat.
Sumber : Koranjakarta
Pakar: Indonesia adalah negara yang paling siap untuk mengembangkan nuklir di Asia Tenggara
Demam nuklir saat ini tengah melanda Asia. Kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi dunia itu memilih membangun reaktor untuk kebutuhan energi.
Indonesia juga semakin dekat dengan nuklir. Tapi apakah Indonesia siap dengan resiko nuklir?
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyebut, ada 41 reaktor yang sedang dibangun di Asia, 98 lainnya direncanakan dibangun dekade mendatang.
Cina adalah negara yang kini paling banyak membangun nuklir untuk memenuhi kebutuhan listrik yang terus melesat seiring pertumbuhan ekonomi.
Vietnam akan membuat delapan reaktor. Malaysia berencana memiliki paling sedikit dua. Sementara, pemerintah Indonesia berencana membangun empat reaktor nuklir pada tahun 2025.
Sulfikar Amir, sosiolog Indonesia yang mengajar di Nanyang Technological University, Singapura sangat konsen tentang isu ini.
Belakangan dia bergelut dengan isu nuklir dan mengkampanyekannya lewat akun Twitter: @sociotalker kepada lebih dari 12 ribu followernya. Akhir 2012, dia meluncurkan “Nuklir Jawa“, sebuah film dokumenter yang berisi kritik atas rencana Indonesia membangun reaktor di Gunung Muria, Jawa Tengah.
“Sebenarnya Indonesia adalah negara yang paling siap untuk mengembangkan nuklir di Asia Tenggara” kata Sulfikar Amir (SA) kepada Deutsche Welle (DW).
Berikut wawancara DW dengan SA.
DW
Apa yang membuat negara Asia kini berpaling ke nuklir?
Apa yang membuat negara Asia kini berpaling ke nuklir?
SA
Kalau melihat tren dunia, hingga 20 tahun setelah bencana Chernobyl, nuklir menjadi tidak populer. Awal tahun 2000 muncul apa yang disebut nuclear renaissance atau kebangkitan kembali nuklir. Ini wacana yang dikonstruksi industri nuklir global.
Kalau melihat tren dunia, hingga 20 tahun setelah bencana Chernobyl, nuklir menjadi tidak populer. Awal tahun 2000 muncul apa yang disebut nuclear renaissance atau kebangkitan kembali nuklir. Ini wacana yang dikonstruksi industri nuklir global.
Mereka memakai dua alasan: pertama adalah perubahan iklim yang terjadi akibat penggunaan energi fosil dan kedua adalah cenderung meningkat dan tidak stabilnya harga minyak dunia.
Nah, nuklir ditawarkan karena pertama tidak mengeluarkan efek rumah kaca (yang menyebabkan perubahan iklim-red) dan kedua, secara ekonomi jangka panjang jauh lebih murah, meski butuh dana investasi awal sangat besar.
Hitung-hitungan ekonominya: untuk sebuah reaktor yang bisa berproduksi hingga 50 tahun harga listrik yang dihasilkan 4 sen per kilowatt hour, sementara energi fosil hampir dua kali lipat, apalagi energi terbarukan yang harganya bisa berkali lipat, sangat mahal. Inilah yang menyebabkan nuclear renaissance menyebar ke Asia termasuk Indonesia.
DW
Bagaimana sejarah perkenalan Indonesia dengan nuklir?
Bagaimana sejarah perkenalan Indonesia dengan nuklir?
SA
Sejarah Indonesia dengan nuklir cukup tua. Indonesia membangun Lembaga Tenaga Atom tahun 1958, yang kelak tahun 1964 menjadi Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN). Era Soekarno, Kepala BATAN adalah jabatan penting setingkat menteri.
Sejarah Indonesia dengan nuklir cukup tua. Indonesia membangun Lembaga Tenaga Atom tahun 1958, yang kelak tahun 1964 menjadi Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN). Era Soekarno, Kepala BATAN adalah jabatan penting setingkat menteri.
Ketika itu, Soekarno sangat serius mengembangkan nuklir antara lain karena politik: dia ingin mengembangkan bom atom untuk menakuti-nakuti Malaysia yang saat itu sedang berkonfrontasi dengan Indonesia. Indonesia saat itu sempat meminta bantuan ke Cina untuk membangun senjata nuklir. Tapi rencana itu gagal karena tahun 65, Soekarno keburu digulingkan.
DW
Setelah itu apa yang terjadi dengan program nuklir Indonesia?
Setelah itu apa yang terjadi dengan program nuklir Indonesia?
SA
Pada era Orde Baru, BATAN dikembangkan untuk tujuan damai penelitian. Kita punya 3 reaktor: di Bandung yang dibangun atas bantuan Amerika, di Yogya bantuan Rusia dan di Serpong atas bantuan Jerman yang merupakan reaktor terbesar di Asia Tenggara.
Pada era Orde Baru, BATAN dikembangkan untuk tujuan damai penelitian. Kita punya 3 reaktor: di Bandung yang dibangun atas bantuan Amerika, di Yogya bantuan Rusia dan di Serpong atas bantuan Jerman yang merupakan reaktor terbesar di Asia Tenggara.
Meski desain awalnya Jerman, tapi sebagian besar reaktor, kecuali bagian intinya, kini sudah dimodifikasi oleh para ahli nuklir Indonesia.
DW
Apakah kita memang butuh nuklir?
Apakah kita memang butuh nuklir?
SA
Masalahnya itu sudah diputuskan pemerintah. Tahun 2025 kita akan membangun empat reaktor dengan kapasitas masing-masing seribu megawatt, yang jika dibandingkan dengan total suplai listrik nasional 2025, maka kontribusinya hanya dua persen.
Masalahnya itu sudah diputuskan pemerintah. Tahun 2025 kita akan membangun empat reaktor dengan kapasitas masing-masing seribu megawatt, yang jika dibandingkan dengan total suplai listrik nasional 2025, maka kontribusinya hanya dua persen.
Itu sangat kecil jika dibanding dengan resiko.
DW
Bisa Anda jelaskan resiko itu?
Bisa Anda jelaskan resiko itu?
SA
Para teknokrat selama ini hanya menghitung aspek teknologi dan ekonomi. Tapi tidak bicara resiko sosial. Karena mengoperasikan sebuah sistem yang canggih seperti nuklir membutuhkan sistem kelembagaan yang kuat dan disiplin sangat tinggi.
Para teknokrat selama ini hanya menghitung aspek teknologi dan ekonomi. Tapi tidak bicara resiko sosial. Karena mengoperasikan sebuah sistem yang canggih seperti nuklir membutuhkan sistem kelembagaan yang kuat dan disiplin sangat tinggi.
Bahkan dalam kasus tragedi Fukushima, Jepang, kesimpulan akhir menyebut tragedi itu terjadi bukan karena bencana alam, tapi bencana akibat manusia, karena kalangan industri nuklir tidak cukup mengantisipasi situasi darurat (seperti bencana alam-red).
Sumber: Indonesiamedia
Langganan:
Postingan (Atom)
Wikipedia
Hasil penelusuran



