Select Language

Kamis, 01 Agustus 2013

Sistem Safety dan Security Nuklir Indonesia Jadi Percontohan

Jakarta—Bicara nuklir tentu saja tidak melulu tentang bahaya bom atom, kebocoran radiasi atau pemanfaatan teknologi bagi aspek kehidupan manusia di berbagai bidang. 
Satu hal mesti diketahui adalah masalah safety dan security di mana letak reaktor nuklir dan bahan nuklir itu berada.
Bagaimanapun,safety dan securityuntuk mencegah agar bahan nuklir tidak disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. 
Demikian pula dengan keberadaan fasilitas nuklir seperti reaktor nuklir harus dijaga keamanannya 24 jam dalam sehari. Tidak bisa dan tidak boleh diakses oleh orang-orang yang tidak berkepentingan apalagi dengan maksud yang tidak baik.
Safety di bidang nuklir sangat terkait hubungannya dengan security. Safety adalah salah satu komponen utama yang selalu yang ditekankan di dalam pelaksanaan permanfaatan teknologi nuklir. “Masalah safety dan security pada penggunaan teknologi nuklir, akhir -akhir ini menjadi perhatian dari masyarakat dunia yang mengelola dan bergerak memanfaatkan teknologi nuklir.
Intinya safety dan security ini dimaksudkan bagaimana melindungi masyarakat dan lingkungan dari bahaya radiasi,”ungkap Kepala Pusat Kemitraan Teknologi Nuklir (PKTN) Ferly Hermana yang ditemui di kantornya di kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Banten.
Lebih jauh dijelaskan Ferly, security adalah menjaga agar sumber radioaktif dan bahan nuklir tidak berpindah tangan ke orang yang tidak bertanggung jawab. Keterkaitan safety dan security, intinya bila security lemah otomatis akan berdampak padasafety-nya.
Masalah safety dan security itu sudah diatur dalam peraturan International Atomic Energy Agency (IAEA) yang mengikat bagi setiap anggotanya. Dan, Indonesia juga telah mengatur hal yang sama dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Perka BAPETEN) No.1 Tahun 2009 tentang Sistem Proteksi Fisik untuk InstalasidanBahanNuklir. 
BAPETEN selaku badan pengawas yang intinya mengatur keamanan sumber radiasi dan keamanan fasilitas nuklir. ”Untuk fasilitas nuklir itu adanya di Serpong, Bandung, dan Yogyakarta. Sedangkan bahan nuklir adanya di BATAN Pasar Jumat, Jakarta,”tutur Ferly yang baru saja pulang dari Malaysia. Di sana dia mempresentasikan tentang safety dan security fasilitas dan bahan nuklir.
Ferly juga memaparkan bahwa tugas dari PKTN mengkoordinasi-kan keamanan di kawasan nuklir Serpong bila ada kedaruratan nuklir. “Sistem keamanan dan keselamatan di kawasan ini termasuk yang terbaik di regional Aseandan akan menjadi percontohan di kawasan Asia Pasifik. Bahkan, para pengamat nuklir mengatakan bahwa infrastruktur di Kawasan Nuklir Serpong sudah menyelenggarakan sistem proteksi fisik yang baik sebagai pusat nuklir di Indonesia,”ungkap Ferly. Diibaratkan oleh para ahli nuklir dan pengamat nuklir, infrastruktur Kawasan Nuklir Serpong seperti Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dalam skala yang kecil.
Sejauh ini di kawasan Puspiptek Serpong diterapkan physical protection atau proteksi fisik yang memiliki tiga fungsi yakni Detection,Delay, dan Response. Deteksi dengan menggunakan alat-alat deteksi diperuntukkan melihat ruangan berbagai kegiatan dan aktifitas baik indoor maupun outdoor. Dari sebuah ruangan yang berisi belasan monitor terpantau berbagai kegiatan di sana.
Sedangkan Delay, pagar- pagar yang dibuat sesuai dengan aturan dan dibuat berlapis. Ketika memasuki Kawasan NuklirSerpong, maka disebut zona atau limited area. Bila sudah memasuki kawasan BATAN disebut protected area. Protected area yang dibatasi pagar kuning hanya orangorang yang berkepentingan saja yang bisa memasuki area itu dan dengan menggunakan kartu khusus yang tidak dimiliki semua orang. 
Area lebih ke dalam lagi yaitu area yang lebih dekat ke pusat bahan nuklir, yang disebut inner area. Untuk bisa masuk ke area ini pengawasan keamanan lebih ketat lagi.”Jadi, pengamanan berlapis-lapis, kelihatannya kaku dan keras, tapi lebih baik kami mencegah dari pada menanggulangi jikasudah ada kejadian,”ungkap Ferly.
Fungsi physical protection yang ketiga adalah Respon yang diselenggarakan oleh Unit Pengamanan Nuklir (UPN). “Kita punya tim-tim UPN tim rescue, tim damkar, tim medis, tim lingkungan,tim keteknikan,”jelas Ferly. Ferly juga menjelaskan ketika memasuki area Puspiptek, siapa saja yang akan memasuki kawasan yang dikelolanya akan ditanyakan keperluan dan mau bertemu dengan siapa.
”Nah ketika mobil berhenti, sebelum masuk ke dalam, di perhentian mobil atau kendaraan motor itu sudah ada kamera pemantau hingga ke bagian bawah kendaraan. Jadi, di bawah mobil itu tersedia kamera,”paparnya. Jalur jalan pun tidak dibuat lurus tapi berbelok-belok agar tidak langsung, dan menghambat ke tempat tujuan, agar apabila ada yang bermaksud tidak baik bisa dicegah terlebih dahulu.
Prosedur keamanan, setiap kendaraan baikmobil maupun motor yang masuk diperiksa dan harus mempunyai pass ranmor yang mencantumkan nama pemilik kendaraan dan nomor plat kendaraan. Demikian juga setiap pegawai harus menggunakan badge selama di dalam kawasan.
Untuk yang masuk lokasi pagar kuning ada alat magnetic card reader yang dapat memonitor keluar masuk karyawan, masuknya kapan dan jam berapa? Jadi bila ada kejadian, bisa didetek siapakah pegawai tersebut masih ada di dalam pagar kuning atau sudah ada di luar. Dan, tidak semua yang bisa masuk pagar kuning kemudian bisa masuk reaktor nulklir. Ada pagar dan lapisan lagi yang harus dilewati dengan ketentuan yang makin ketat. 
Kondisi yang agak ribet itu disadari oleh Ferly sebagai penanggung jawab. Namun, demi safety dan security tadi harus ditegakkan.”Semua itu kami lakukan demi keamanan dan keselamatan kita semua, termasuk kami yang menjadi pengelola di kawasan sini maupun masyarakat di luar sana,”tutur Ferly lagi.
Untuk tetap waspada dengan keamanan dan keselamatan setiap tahunnya Tim Respon melakukan latihan dengan rutin dan sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan."Alhamdulillah sejak reaktor riset ini berdiri hingga dua puluh enam tahun kemudian, kita tetap aman dan selamat. Bahkan mendapat pujian dari berbagai negara untuk masalah safety dan security” Ferly mengungkapkan.(adv. media ind)
Sumber : Batan

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) gencar menggarap pasar di Asia Pasifik.

Bandung - BUMN produsen pesawat terbang asal Bandung, PT Dirgantara Indonesia (PT DI) gencar menggarap pasar di Asia Pasifik. Sejumlah kontrak pembuatan pesawat NC212, CN-235 dan CN-295 akan diteken tahun ini dengan Filipina, Thailand, dan Malaysia.

Hal itu disampaikan Manajer Pemasaran PT DI, Teguh Graito di Kantor PT DI, Jalan Pajajaran, Bandung, Selasa (2/7/2013).

Ia menuturkan, pasar Asia Pasifik menjadi salah satu pasar yang fokus digarap PT DI karena jarak yang lebih dekat dan hubungan diplomatik yang baik.

"Di wilayah Asia Pasifik, kita punya sejarah yang kuat. Hanya sedikit produsen pesawat terbang di Asia," ujar Teguh.

Berdasarkan market studi bersama Airbus Military (CASA), kebutuhan pesawat kelas NC212 di Asia Pasifik sekitar 100 unit, CN-235 sekitar 75 unit dan CN 295 sekitar 75 unit. Dengan market studi yang ada, PT DI pun melakukan penetrasi dengan melakukan market survei secara langsung untuk mengetahui indikasi kebutuhan yang sebenarnya.

Teguh menyebutkan khusus untuk NC212 sejumlah negara saat ini tengah intens komunikasi untuk melakukan kerjasama. Kebutuhan NC212 diantaranya 2 unit untuk Air Force Filipina, sebanyak 6-8 unit untuk Ministry of Agriculture and Cooperatives (MoAC) Thailand, 6 unit untuk Myanmar Airforce, 2 unit untuk Nepal Army, 2 unit untuk Papua Nugini, 2 unit untuk Timor Leste Air Force, 2 unit untuk Biman Airlines Bangladesh dan 2 unit untuk Air Madagaskar.

"Untuk Thailand, dari kebutuhan 6-8 unit, mereka menginginkan pengiriman 1 setiap tahun. Kita sudah mengerjakan 1 tahun 2012 lalu, harapannya, tahun ini akan ada kontrak lagi," katanya.

Sementara untuk CN-235 PT DI tengah intens berkomunikasi dengan sejumlah negara seperti Filipina, Malaysia, Brunai Darusalam, Thailand dan Myanmar.

"Malaysia berencana mengkonversi 3 unit CN-235 nya menjadi maritim patrol. Selain itu Filipina juga diharapkan akan kontrak dengan kami tahun ini," tutur Teguh.

Sumber : detik

PT.DI Produksi Heli Super Puma NAS 332 Dan Nbell

Sejumlah pekerja menyelesaikan bagian dalam saat pembuatan helikopter Super Puma NAS 332 untuk TNI AU di hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Selasa (2/7). 

PT Dirgantara Indonesia sampai tahun 2015 akan menyelesaikan seluruh pesawat dan heli pesanan TNI untuk melengkapi Alutsista negara dengan produk buatan dalam negeri. 
 

Sumber : Tribun

Uganda mau beli panser dan pesawat militer dari Indonesia

Menteri Pertahanan Uganda Kiyonga Cripus menyatakan tertarik dengan produk industri militer Indonesia. Termasuk panser dan pesawat angkut militer CN 295. Mereka pun berniat membelinya.

"Industri militer Indonesia sudah maju. Saya tertarik dengan apa yang dipamerkan tadi," kata Kiyonga seusai pertemuan dengan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Kampala, Uganda, Selasa. Demikian dikutip dari antara.

Setelah pertemuan dilakukan pameran kecil tentang produk-produk industri pertahanan Indonesia seperti rompi antipeluru, helm prajurit, makanan tentara, senapan serbu SS1, dan model pesawat CN 235 dan CN 295 produksi PT Dirgantara Indonesia.

Kiyonga yang didampingi Panglima Angkatan Bersenjata Uganda Katumba Wamala, tampak antusias memeriksa barang-barang yang dipamerkan.

"Saya akan datang ke Indonesia untuk melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana barang-barang militer itu diproduksi," kata Kiyonga.

Ia bersama timnya juga akan melihat bagaimana pusat pelatihan pasukan penjaga perdamaian dan kontra terorisme.

"Pasukan penjaga perdamaian Indonesia sangat dikenal di Afrika," ucapnya merujuk pada perang Kontingen Garuda di Kongo yang dinilainya melegenda.

Sjafrie didampingi Dirjen Industri Pertahanan Mayjen TNI Sonny Prasetyo, Direktur Pemasaran PT DI Budiman Saleh, Direktur Afrika Kemlu Lasro Simbolon serta Dubes RI di Kenya dan Uganda Sunu Sumarno.

Kiyonga juga memuji Indonesia yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang bagus.

Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan tujuan ke Uganda adalah untuk melanjutkan hubungan sejarah Indonesia dan Uganda sebagai anggota negara Non-Blok.

"Tujuan utama kami untuk meningkatkan hubungan kerja sama pertahanan," tutur Sjafrie.

"Kita proaktif komunikasi dengan negara-negara termasuk yang jauh seperti Uganda. Kita bisa buka pintu untuk kerjasama," katanya, menambahkan.

Sjafrie mengundang mitranya untuk datang ke Indonesia.

"Kita punya Universitas Pertahanan ditawarkan untuk belajar para perwira," tukasnya.


Sumber : merdeka

Wakil Mentri Pertahanan Pasarkan CASA 212 dan CN 235 ke Afrika

Di Kampala, Uganda, Selasa, Sjafrie mengadakan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Kiyonga Crispus dan menyampaikan presentasi mengenai produk-produk industri pertahanan Indonesia termasuk pesawat angkut militer buatan PT DI kepada para pejabat kementerian pertahanan setempat.

"Pesawat angkut militer Indonesia kini sudah digunakan dua unit di Senegal dan satu unit di Burkina Faso. Kita proaktif pasarkan ke negara-negara Afrika lain seperti Uganda sekarang ini," kata Sjafrie yang didampingi Dirjen Strategi Pertahanan Mayjen Sonny ES Prasetyo dan Direktur Pemasaran PT DI Budiman Saleh.

PT DI sampai saat ini sudah memproduksi pesawat angkut jenis CASA sebanyak 102 unit dan sudah terbang di berbagai negara untuk berbagai keperluan militer dan sipil. Pesawat CN 235 misalnya diproduksi dalam beberapa varian, baik militer, medis, patroli maritim, atau penumpang.

"Untuk Afrika kami belum menjual secara langsung, melainkan melalui penjamin di Belgia. Ada juga pesawat kami yang dioperasikan di Afrika yang berasal dari donasi para pembelinya seperti untuk keperluan misi PBB," kata Budiman.

Atase Pertahanan KBRI di Pretoria, Afrika Selatan, mengakui pasukan penjaga perdamaian PBB di Afrika ada yang menggunakan pesawat CASA buatan Indonesia.

Pernah suatu ketika, saat Erwin akan terbang dari Bandara Entebbe, Uganda, ke Kenya, dia naik pesawat angkut militer. Pilotnya yang berasal dari negara Eropa Timur sebelum masuk ruang kemudi berdiri menyampaikan pengumuman.

"Selamat datang di pesawat angkut CASA buatan Indonesia," kata si pilot sambil menyampaikan ada perwira Indonesia yang juga naik pesawat tersebut.

"Saya bangga betul menjadi orang Indonesia. Kita sudah mampu membuat pesawat yang dipakai sampai di Afrika," kata Erwin.

Pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia (DI) sudah melanglang buana. Menurut catatan, secara keseluruhan ada 44 pesawat CN 235 buatan PT DI terbang di luar negeri. Pesawat ini melayang di Malaysia (2 varian VIP dan 6 untuk transportasi militer); di Brunei 1 unit; di Pakistan 4 unit; di Thailand 2 unit; di Uni Emirat Arab 3 unit VVIP, 1 unit VIP, dan 3 unit kendaraan angkut militer.

Selain itu ada juga 12 unit untuk Korea Selatan, 8 unit sudah diserahkan sejak 2000, sisanya 4 unit sudah diberikan awal tahun

Sumber : Antara

Indonesia Kembali Kirim Tim Pengamat ke Filipina Selatan

Indonesia kembali mengirim Tim Pengamat Indonesia (TPI) ke Filina Selatan. TPI akan memantau implementasi perjanjian damai antara pemerintah Filipina dengan Moro Islamic Liberation Front (MILF).

Arko Hananto Budiadi, Acting Dirjen Multilateral, pada acara Penyambutan dan Pelepasan Tim Pengamat Indonesia (TPI) - IMT  unsur sipil dan militer, di Kemlu RI, Jakarta, Senin pagi (1/07) mengatakan, partisipasi Indonesia dalam International Monitoring Team  (IMT) di Filipina Selatan merupakan bentuk nyata upaya-upaya Indonesia dalam menyebarluaskan nilai-nilai dialog dan perdamaian di tingkat regional dan internasional.

Berdasarkan catatan, partisipasi TPI dalam IMT di Filipina Selatan telah dimulai sejak tahun 2012, atas undangan Pemerintah Filipina dan MILF kepada Pemerintah Indonesia.

Masa tugas TPI unsur militer tahap pertama (Juni 2012-Juni 2013) dan unsur sipil tahap kedua (Januari 2013-Juni 2013) dalam IMT di Filipina Selatan dinyatakan selesai pada akhir bulan Juni 2013. Untuk itu  Indonesia akan mengirimkan kembali TPI-IMT yang terdiri dari 5 orang unsur sipil dan 10 orang personil militer ke Filipina Selatan pada tanggal 1 Juli 2013.

Lebih lanjut, Acting Dirjen Multilateral mengatakan, partisipasi TPI telah membawa nama baik bangsa Indonesia yang senantiasa berkomitmen penuh dalam mencapai perdamaian yang komprehensif di Filipina selatan. Lebih jauh dinyatakan juga bahwa pengiriman TPI merupakan wujud nyata komitmen Indonesia untuk terus memajukan dan memperkuat hubungan RI-Filipina. Selain itu partisipasi Indonesia dilandasi komitmen untuk berjuang menciptakan kawasan yang aman, adil dan damai.

"TPI tidak hanya menjalankan misi memantau perjanjian perdamaian antara pemerintah Filipina dan MNLF, tetapi juga menindaklanjuti pelaksanaan aspek-aspek keamanan, kemanusiaan, rehabilitasi dan pembangunan, bantuan sosio-ekonomi, dan komponen perlindungan sipil” tambah Acting Dirjen Multilateral.

Menurutnya, keterlibatan Indonesia dalam IMT sejak tahun 2012 dan untuk kedepannya, memberikan kontribusi penting dalam pengawasan gencatan senjata antara Pemerintah Filipina dan MILF, yang lebih lanjut akan mendorong pencapaian perdamaian menyeluruh di Filipina Selatan.

Pada kesempatan tersebut Acting Dirjen Multilateral mewakili  pimpinan Kemlu RI menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh anggota  TPI yang baru saja berakhir  penugasannya seraya menyampaikan selamat bertugas kepada anggota TPI yang akan segera memulai tugasnya ke Filipina Selatan. Ditambahkan bahwa pengiriman TPI tersebut merupakan sinergi yang baik antara Kemlu, Kemhan dan Mabes TNI.

Wakil Asisten Operasi Panglima TNI, Laksamana Pertama Widodo S.E pada acara ini menyampaikan arti penting TPI dalam IMT. “Penugasan TPI merupakan suatu kepercayaan dan kehormatan bagi kita di forum internasional untuk mengemban misi pemeliharaan perdamaian di wilayah Filipina Selatan”.

TPI tahap pertama telah menyelesaikan tugasnya dalam kurun waktu 1 tahun, untuk unsur militer, dan 6 bulan, untuk unsur sipil. Sedangkan Tim pengganti telah menyelesaikan  Pre Deployment Training  yang diselenggarakan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian(PMPP), Sentul, Jawa Barat tanggal 1-13 Februari 2013. Direncanakan Tim ini akan bertolak dari Jakarta menuju Filipina pada Senin malam, 1 Juli 2013.

TPI – IMT akan ditempatkan di 5 Team Site yaitu Cotabato City, Iligan City, Zamboanga City, General Santos City, dan Davao City. Selain Indonesia, IMT juga beranggotakan personil militer dan sipil dari 5 negara lainnya dengan jumlah personil 55 orang, yaitu Malaysia (19 orang), Brunei Darussalam (15 orang), Jepang (2 orang), Norwegia (2 orang) , dan Uni Eropa (2 orang). (TGR/Kemlu)

Sumber : global

Kevin Rudd Ingatkan Oposisi Australia Jangan Picu Konflik dengan Indonesia

Canberra, - Perdana Menteri (PM) baru Australia Kevin Rudd menuding sikap pemimpin oposisi Australia Tony Abbott mengenai para pencari suaka berisiko menimbulkan insiden diplomatik dengan Indonesia. Dikatakan Rudd, Australia harus berhati-hati jika menyangkut hubungan internasional.

Hal tersebut disampaikan Rudd terkait rencana Abbott untuk memulangkan para pencari suaka ke Indonesia jika koalisi oposisi memenangkan pemilihan umum nasional. Dikatakan Rudd, rencana itu bisa menimbulkan konflik dengan Indonesia.

"Saya benar-benar heran apakah dia mencoba menimbulkan konflik dengan Indonesia," kata Rudd kepada wartawan di Canberra, Australia seperti dilansir News.com.au, Jumat (28/6/2013).

"Anda benar-benar perlu memiliki tangan-tangan yang tenang pada kemudi saat Anda berurusan dengan hubungan Indonesia," imbuhnya.

Australia terus dihadapkan pada aliran para pencari suaka yang tiba dengan perahu-perahu, yang kebanyakan singgah di Indonesia sebagai pusat transit mereka. Abbott telah mengusulkan untuk menolak para manusia perahu itu dan mengembalikannya ke Indonesia. Namun hal ini ditolak keras oleh pemerintah Indonesia.

Dikatakan Rudd, jika hal tersebut dipaksakan Australia sementara pemerintah Indonesia tak bisa menerima, maka sudah pasti akan terjadi konflik diplomatik kedua negara.

Pernyataan Rudd ini sontak menuai kemarahan dari kubu oposisi Australia. "PM negeri ini telah secara keliru, jahat, semborono dan tak bertanggung jawab menyatakan bahwa koalisi akan memicu konflik dengan Indonesia," cetus juru bicara oposisi, Julie Bishop.

"Bukan kebijakan kami untuk melanggar kedaulatan wilayah Indonesia, juga bukan kebijakan kami untuk memicu konflik dengan Indonesia. Itu statemen yang benar-benar keterlaluan untuk disampaikan Kevin Rudd," tandasnya berang.

Rudd hari ini rencananya akan berbicara dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono via telepon mengenai sejumlah isu keamanan bersama. Masalah pencari suaka ini juga akan dibahas.

Sumber : detik

Uganda Tertarik Produk Militer Buatan Indonesia

KAMPALA, UGANDA-- Menteri Pertahanan Uganda Kiyonga Cripus menyatakan tertarik dengan produk industri militer Indonesia termasuk pesawat angkut militer CN 295.

"Industri militer Indonesia sudah maju. Saya tertarik dengan apa yang dipamerkan tadi," kata Kiyonga seusai pertemuan dengan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Kampala, Uganda, Selasa (2/7).

Setelah pertemuan dilakukan pameran kecil tentang produk-produk industri pertahanan Indonesia seperti rompi antipeluru, helm prajurit, makanan tentara, senapan serbu SS1, dan model pesawat CN 235 dan CN 295 produksi PT Dirgantara Indonesia.

Kiyonga yang didampingi Panglima Angkatan Bersenjata Uganda Katumba Wamala tampak antusias memeriksa barang-barang yang dipamerkan.

"Saya akan datang ke Indonesia untuk melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana barang-barang militer itu diproduksi," kata Kiyonga.
Ia bersama timnya juga akan melihat bagaimana pusat pelatihan pasukan penjaga perdamaian dan kontra terorisme.

"Pasukan penjaga perdamaian Indonesia sangat dikenal di Afrika," katanya merujuk pada perang Kontingen Garuda di Kongo yang dinilainya melegenda.

Sjafrie didampingi Dirjen Industri Pertahanan Mayjen TNI Sonny Prasetyo, Direktur Pemasaran PT DI Budiman Saleh, Direktur Afrika Kemlu Lasro Simbolon serta Dubes RI di Kenya dan Uganda Sunu Sumarno.

Kiyonga juga memuji Indonesia yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang bagus.

Sumber : republika

Alutsista Makin Canggih, Perwira TNI dan Polri Harus Makin Handal

Surabaya, - Negara telah meningkatkan secara signifikan anggarannya untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan bagi jajaran TNI dan Polri yang makin canggih. 

Di saat bersamaan, jajaran perwira TNI dan Polri dituntut untuk terus meningkatkan kehandalan mereka agar dapat mengoperasikan persenjataan baru mereka.

Demikian diingatkan Presiden SBY dalam upacara pelantikan 735 orang lulusan perwira remaja TNI dan Polri. Upacara berlangsung di Akademi Angkatan Laut (AAL), Bumimoro, Surabaya, Selasa (2/7/2013).

"Dalam waktu lima tahun, pembangunan kekuatan dan alutsista sangat signifikan. Tentu diperlukan perwira yang handal untuk mengawaki alutsista modern yang telah dan akan dimiliki," wanti Presiden SBY.

Khusus untuk perwira Polri, SBY juga mengharapkan agar perwira terus mengasah kemampuannya. Terlebih lagi aksi kejahatan semakin canggih saja.

Sumber : detik

Kemhan: Bangun Galangan Kapal Selam Butuh Rp 1,5 Triliun

JAKARTA--Kementerian Pertahanan menyatakan sedikitnya dibutuhkan 150 Juta Dollar Amerika atau Rp1,5 triliun untuk membangun fasilitas galangan kapal selam ketiga, yang rencananya akan dibangun di PT PAL, Surabaya.

"Galangan kapal selam akan dibangun di Surabaya melalui PT PAL sesuai yang direncanakan. Pembangunan tahap awal membutuhkan 150 juta dollar (sekitar 1,5 triliun rupiah)," kata Juru Bicara Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP), Kementerian Pertahanan, Silmi Karim, di Jakarta, Selasa.

Pemerintah membutuhkan fasilitas galangan yang memadai sebagai konsekuensi dari pemesanan tiga kapal selam ke Korea Selatan. Pasalnya, kapal ketiga akan dibangun di Indonesia setelah dua kapal selam pertama dibangun di Korea Selatan melalui skema alih teknologi.

Menurut dia agar pembangunan galangan tak membutuhkan biaya banyak, KKIP berencana memanfaatkan perlengkapan yang ada di sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).Indonesia, kata dia, sedikitnya membutuhkan sebanyak 12 kapal selam untuk menjaga wilayah perairan.

Kapal selam pertama hasil kerja sama dengan Korea Selatan ditargetkan selesai pada 2014. Tak berapa lama kapal kedua juga akan diselesaikan di galangan kapal Korea Selatan.

"Sedangkan pembuatan kapal selam ketiga rencananya dilakukan di Indonesia pada awal 2015. Kami menargetkan pada 2018 kapal selam buatan Indonesia sudah selesai," kata Silmi.

Saat ini, Kemhan berusaha mengirimkan sebanyak 200 teknisi ke Korea Selatan untuk menyelesaikan pembangunan kapal selam pertama. "Baru disetujui sebanyak 190 teknisi. Teknisi tersebut antara lain dari TNI Angkatan Laut sebagai pengguna, Kementerian Riset dan Teknologi, dan industri-industri terkait dalam pembangunan kapal," kata Simli.

Sumber : Republika

Pindad Target Tingkatkan Penjualan 2013 Jadi Rp 2 T

JAKARTA -- PT Pindad menargetkan penjualan di akhir 2013 sebesar Rp 2 triliun. Direktur Utama Pindad Adik A Soedarsono mengungkapkan, nilai ini meningkat signifikan dari penjualan tahun sebelumnya. "Tahun lalu penjualan Pindad sekitar Rp 1,3-1,5 triliun," kata Adik di Jakarta, Senin (1/7).
 
Di semester pertama, ujarnya, penjualan Pindad belum meningkat tajam. Karena perseroan baru menandatangani kontrak penjualan di semester pertama sehingga realisasi penjualan belum dapat dihitung. Sekitar 80 penjualan berasal dari kontrak dengan TNI dan Kementerian Pertahanan.  

Ditambah lagi, perubahan anggaran negara 2013 yang dikabarkan mengurangi porsi untuk pertahanan. Padahal anggaran 2012 perseroan sangat optimistis. Adik mengatakan hal ini akan berpengaruh pada penjualan perseroan. "Ada rencana pengurangan, tapi itu belum terealisasi ke dalam kontrak," ujar Adik.

Tahun ini perseroan akan mendatangkan beberapa mesin pembuat amunisi dari Eropa. Mesin-mesin tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi perseroan sekaligus menambah variasi amunisi yang diproduksi. Mesin tersebut didatangkan dari Jerman dan Belgia. Untuk mendatangkan mesin ini, Pindad mengalokasikan dana dalam belanja modal yang totalnya Rp 360 miliar.

Sekitar Rp 50 miliar telah digelontorkan untuk uang muka mendatangkan mesin amunisi tersebut. Dana belanja modal sendiri sebesar Rp 300 miliar berasal dari penyertaan modal negara (PMN). Sisanya dari kas internal.

Selain ke pertahanan, perseroan juga menjual produk komersial, seperti mesin industri dan kendaraan dan kereta api. Saat ini perseroan tengah meningkatkan produksi kendaraan pertambangan. Perseroan ingin membuat mesin berkualitas Eropa namun seharga produk Cina. Akan tetapi produk komersial ini hanya berkontribusi 20 persen terhadap total penjualan perseroan.

Terkait dengan ekspansi ke luar negeri, Pindad mengaku telah melakukan hal tersebut sejak 20 tahun yang lalu. Secara volume, Pindad merupakan pemain terbesar di Asia Tenggara. Meski pun secara kualitas perseroan masih kalah.

Ke depan, Pindad tengah menjajaki tender senjata di Prancis. Pindad ditawarkan untuk membuat senjata bagi negara di Eropa Barat tersebut. Untuk dapat masuk ke Prancis, Pindad bekerja sama dengan sebuah perusahaan konsultan Belgia yang memberi masukan soal kualitas senjata standar Prancis. 

"Kami ditawarkan masuk ke Prancis yang memiliki sistem kualitas tinggi. Jadi kami bekerja sama dengan konsultan Belgia untuk cek kualitas," kata Adik. Tender tersebut baru akan mulai tahun depan.

Sumber : Republika

Presiden Minta Lanjutkan Postur Pertahanan MEF

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono berharap postur pertahanan saat ini berupa kebijakan Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essential Force/MEF) dilanjutkan oleh pemerintahan yang akan datang.

Menurut Presiden SBY, kebijakan tersebut penting untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan teritorial Indonesia. 


“Harapan saya ini bisa dilanjutkan oleh pemerintahan yang akan datang, saya yakin presiden yang akan datang, pemerintahan yang akan datang juga ingin negaranya kuat, tentaranya kuat bisa menjalankan tugas-tugas pertahanan,

” kata Presiden saat menjawab pertanyaan calon perwira remaja (capaja) Akademi Militer saat memberikan Pembekalan kepada capaja Akademi TNI-Polri Tahun 2013 di Gedung Graha Samudera Bumimoro Morokrembangan, Komplek Kodikal, Surabaya, Senin malam (1/7).

Presiden mengatakan, kepala pemerintahan atau presiden memiliki strategi dan kebijakan pertahanan. Pada era Orde Baru, postur pertahanan kekuatan TNI dikenal dengan “ABRI kecil, efektif, efisien”. Pada era Kabinet Indonesia Bersatu, dimulai pada 2005, kekuatan pertahanan TNI yang dibangun adalah MEF. MEF adalah melakukan stabilisasi kekuatan Angkatan Darat, pengembangan dan modernisasi Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Setiap tahun pemerintah berusaha meningkatkan kemampuan untuk pertahanan dan keamanan negara. Diakui Presiden, selama lima tahun pertama sejak kebijakan tersebut berjalan, pemerintah belum bisa mengalokasikan anggaran pertahanan yang besar untuk mewujudkan MEF.

Perekonomian Indonesia saat itu terkena imbas krisis ekonomi global. Akibatnya, pemerintah belum cukup mengalokasikan kekuatan dan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista). 


“Alhamdullilah setelah 2009 kekuatan kita makin besar, ketika dunia mengalami krisis, ekonomi kita tumbuh tinggi, demikian juga kemampuan anggaran kita,government spending (belanja pemerintah), kita tingkatkan kekuatan darat, laut, dan udara,” ujar SBY.

Presiden mengakui, dua puluh tahun berlalu, Indonesia belum bisa melaksanakan modernisasi dan pembangunan kekuatan secara maksimal. Kekuatan pertahanan Ri jauh tertinggal dibandingkan kekuatan negara-negara sahabat. 


Karena itu, pemerintah bertekad meningkatkan kekuatan pertahanan dalam kurun waktu lima hingga delapan tahun dengan harapan Indonesia siap menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah.

Presiden SBY berkomitmen melanjutkan kebijakan tersebut dan akan menyampaikan komitmen tersebut kepada pemimpin yang akan datang. “Di negara mana pun kalau kalian belajar strategi, itu akhirnya harus dihitung berapa kemampuan ekonomi yang kita miliki, berapa anggaran yang kita miliki. 


Kita bisa saja punya angan-angan membangun postur kekutan yang kuat tapi ketika dihitung kocek kita, anggaran rupiah kita belum mampu. Karena itu harus ada policy khusus dan timeline yang kita susun agar yang kita bisa bangun ya yang bisa kita biayai oleh ekonomi dan anggaran kita,” ujar SBY.

Sumber : Jurnas

Yuk Beli, 'Hummer' Made in Bandung Ini Dijual Bebas Rp 2 M

By Kenyot10
PT Pindad (Persero) telah mengembangkan varian kendaraan tempur militer Humvee versi Indonesia atau 'Komodo perang' mirip mobil Hummer yang selama ini lebih populer. 

Kendaraan yang mulai diperkenalkan kepada publik sejak 2012 ini, direncanakan diproduksi untuk keperluan sipil.

"Kalau ada permintaan, kami akan produksi," ucap Direktur Utama Pindad Adik Soedarsono usai acara Business Executive Gathering 2013 Kementerian BUMN di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (1/7/2013).

Adik menegaskan varian Komodo akan diperbanyak ketika telah terbukti dan teruji di lapangan. Terutama terbukti oleh TNI sebagai pemakai. Menurutnya, Pindad hingga saat ini baru memproduksi sebanyak 5 unit varian Komodo.
 

"Kalau kita stabil di military, kita produksi. Seperti hummer (versi sipil Humvee Amerika Serikat) baru diproduksi untuk sipil setelah 1.000 unit. Jangan uji coba di sipil. Di militer disempurnakan, kayak Anoa (Panser) baru di ekspor agar image terjaga," tambahnya.

Untuk harga, Humvee versi sipil yang dirakit dan diproduksi di Bandung Jawa Barat ini, bisa dilepas dengan harga lebih murah ketimbang harga jual versi militer. Menurutnya, varian sipil lebih sederhana ketimbang militer.

"Harga versi sipil ada pengurangan spesifikasi, nggak ada water proofing. Sekarang dilepas mulai harga Rp 2 miliar. Tapi itu tergantung konfigurasi," jelasnya.

Sumber : Detik

PT Len Targetkan Pendapatan Rp 2,6 Triliun

PT Len Industri (Persero) tahun ini optimis dapat meningkatkan pendapatan, serta membangkitkan kemandirian teknologi yang berdaya saing. Di tahun 2012 perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 2,3 triliun dan memperoleh laba bersih sebesar Rp 67 miliar.

"Pencapaian pendapatan tersebut melebihi target yang ditetapkan dalan RKAP tahun 2012 sebesar Rp 1,8 triliun," ujar Direktur Keuangan PT Len Industri Andra Yoga Agussalam di Jakarta, Minggu (30/6).

Atas pencapaian itulah, PT Len memprediksi keberhasilan itu akan terulang kembali di tahun ini. "Kami memprediksi pendapatan akan berlanjut di tahun 2013 dengan target pendapatan sebesar Rp 2,6 triliun," jelasnya.

Sampai bulan Mei lalu, perseroan kata Andra telah berhasil memperoleh kontrak (contract on hand) sebesar Rp 2,25 triliun.

Keberhasilan pendapatan perseroan tahun 2012-2013 ditopang oleh salah satu lini bisnis andalannya, yaitu di bidang Railway Signalling. "Yang sedang melakukan pembangunan paket persinyalan double track lintas utara Pulau Jawa sepanjang lebih dari 400 km dari Stasiun Cirebon sampai Stasiun Pasarturi Surabaya," jelas Andra.

Selain itu, perseroan juga tengah melaksanakan penyelesaian paket persinyalan lainnya untuk lintas Jogja-Solo, Duri-Tangerang dan Parung-Maja.

Dalam bidang renewable energy, dijelaskan Andra bahwa grup perseroan juga telah mendapatkan dan menyelesaikan kontrak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari Kementerian ESDM maupun PT PLN (Persero) dengan baik.

Sementara di bidang Defence Electronics ada peningkatan order untuk pekerjaan Alians Alongis, Combat Management System (CSM) dan alat komunikasi (Alkom). Dengan kontrak-kontrak itu, pihaknya yakin dapat meraup pendapatan mencapai target, yakni Rp 2,6 triliun.

Sumber : JPNN

Maintenance Pesawat Militer dan Keamanan Dibahas di Jakarta

JAKARTA (Pos Kota) – TNI AU bekerjasama dengan Tangent Link Ltd menggelar workshop  Military Maintenance Repair and Overhaul (MRO) di hotel Sultan, Jakarta, Senin (1/7).

Kegiatan yang dihadiri para pakar manajemen MRO puluhan  negara dan perwakilan dari TNI (AU, AL, AD), Polri serta pelaku penerbangan nasional ini menampilkan beberapa pembicara antara lain, David Wallace  Director Future  Business  & Marketing, RUAG Australia,  Air Comodore Saeed Hussain Malik  (ret) Officer Commanding Engineering  Wing Pakistan Air Force,  Mike Machee, marketing executive , Marshall Aerospace  and defence Group Inggris.  

Selain itu juga tampil David Jones  General Manager Malaysia RUAG Malaysia,
Workshop di buka oleh Presiden Direktur Tangent Link Ltd Rear Admiral Terry Laughran dan bertindak sebagai keynote adalah Kasau Marsekal TNI IB Putu Dunia yang diwakili oleh Komandan Koharmatau Marsekal Muda (Marsda) TNI  Sumarno.

Dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Dankoharmatau, Kasau mengatakan melalui workshop diharapkan para peserta dapat saling tukar pengetahuan dan pengalaman dibidang perawatan dan perbaikan pesawat terbang.   “Kita berharap para perwailan peserta worshop dapat mendapatkan keuntungan dalam hal maintenance, repair dan oerhal pesawat” kata Kasau.

Tema yang diangkat dalam workshop kali ini adalah “challanges and changes in maintenance and is sustainability” dengan kegiatan menitik beratkan pada berbagai pengetahuan  dan pengalaman dalam pengelolaan logistik  dan manajemen moderen  dibidang perawatan dan perbaikan pesawat dan alutsista  militer dan keamanan.

Selain workshop, juga akan dilaksanakan konferensi kedirgantaraan militer pada 2 – 3 Juli 2013.   Dalam kegiatan ini akan di bahas  Airborne Special Mission.  Para perwakilan dari negara akan membahas pengalaman dan tantangan serta teknologi terkini dalam melaksanakan misi operasi udara khusus.

 Sumber : Poskota

Pesawat Hawk Pantau Titik Api di Provinsi Riau

IMG_4705-n

PEKANBARU – TNI AU mengerahkan pesawat angkut berat jenis C-130 Hercules dan Helikopter Colibry, dalam memantau keberadaan titik api yang terjadi karena kebakaran hutan dan lahan di provinsi Riau

TNI AU jg mengerahkan alutsista pesawat tempur jenis Hawk 100/200, Skadron Udara 12, Lanud Roesmin Nurjadin .

Danlanud Roesmin Nurjadin, Kolonel Pnb Andyawan. M.P, S.IP mengungkapkan, setiap hari Satgas udara melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca berupa penaburan NaCl pada awan guna menciptakan hujan buatan, sementara helikopter melaksanakan Water Bombing dilokasi titik api

Selain itu satgasud juga melibatkan alutsista pesawat tempur hawk 100/200 dalam membantu penaggulangan bencana asap di Riau.

Khusus pesawat Hawk 100/200 di fokuskan pada pemantauan lokasi titik api untuk selanjutnya dilaporkan ke satgas guna dipadamkan.

Pelaksanaan pemantauan yang dilaksanakan pesawat tempur Hawk 100/200 apabila helicopter tidak dapat memantau titik api pada ketinggian rendah

Sedangkan Hawk 100/200 dapat melaksanakan pemantauan dari ketinggiang yang cukup tinggi dan dapat menurunkan ketinggiannya pada spot titik api tersebut.

 Sumber : Poskota

Wamenhan Tawarkan Produk Industri Pertahanan ke Afrika

Dubai: Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memulai perjalanan untuk menawarkan produk industri pertahanan Indonesia ke negara-negara Afrika.

Ada tiga negara yang mengundang Indonesia untuk menawarkan produk industri pertahanannya yaitu Uganda, Kenya, dan Senegal.

Dalam kunjungan empat hari ke Afrika, Wamenhan menyertakan dua pejabat badan usaha milik negara di bidang industri pertahanan yaitu Direktur Pemasaran PT Dirgantara Indonesia Budiman Saleh dan Direktur Produk Manufaktur PT Pindad Tri Hardjono.

Sebagai bagian diplomasi, ikut dalam rombongan Direktur Jenderal Strategi Pertahanan Mayjen Sonny Prasetyo dan Direktur Afrika Kementerian Luar Negeri Lasro Simbolon.

"Kalau kita ingat pidato Presiden di depan Pertemuan Puncak Forum Pemred di Bali, ada empat hal yang harus menjadi perhatian bangsa Indonesia ke depan, yaitu masalah politik, ekonomi, sosial, dan hubungan internasional. Kunjungan ini bagian dari penerjemahan masalah hubungan internasional itu," kata Sjafrie seperti dilaporkan wartawan Metro TV Suryopratomo dari Dubai, Senin (1/7).

Industri Pertahanan Indonesia saat ini terus mengukuhkan dirinya. Produk senjata buatan PT Pindad maupun pesawat angkut produk PT DI diakui banyak negara memiliki kualitas yang baik.

Menurut Sjafrie, dua produk andalan itulah yang akan ditawarkan kepada negara-negara Afrika. Menteri Pertahanan Uganda, Kenya, dan Senegal dijadwalkan menemui rombongan delegasi Indonesia.

"Tugas Kemhan hanya membuka jalur. Selanjutnya proses observasi, negosiasi, dan produksi sepenuhnya berada di wilayah produsen," kata Wamenhan.

Sebelumnya, proses yang sama dilakukan ke negara-negara ASEAN bulan lalu. Sejauh ini tanggapan yang diberikan Filipina dan Vietnam terhadap produk senjata buatan PT Pindad dan pesawat C295 buatan PT DI dan Casa, Spanyol sangat positif.

Sumber : metrotv

Agustus 2013 4 Unit Super Tucano Kembali Tiba Indonesia

Malang: Untuk merencanakan hal-hal yang berkaitan dengan alutsista yang baru maupun yang mengalami pergantian pada saat alutsista tiba dan diserahkan, perlu memikirkan pemeliharaan. 

Baik itu dari segi pembinaan personel maupun dari segi pembinaan materiel. Demikian penjelasan Wakil Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, saat meninjau Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abd Saleh, Jum’at, (28/6).

Oleh karena itu dalam skema anggaran 2014 untuk merencanakan 2015 hal-hal yang berkaitan dengan alutsista TNI AU yang baru maupun yang mengalami pergantian itu sudah masuk di dalam kerangka perencanaan anggaran. 


hal ini perlu menjadi pemikiran karena di dalam perencanaan ada hal yang menjadi bagian perlu dipersiapkan dari sekarang dan koordinasi yang tepat agar tidak terjadi gab dari kesiapan kita.

Lanjut Wamenha, intinya bahwa optimalisasi dan modernisasi ini harus diikuti dengan pembinaan pemeliharaan baik personil maupun perawatan materiel, ini adalah esensi yang perlu menjadi perhatian kita sehingga tidak seperti kembang api sudah mengadakan kemudian kuncup lagi tidak bisa memelihara alutsista yang ada.

Dijelaskan Wamenhan, secara bertahap pesawat Super Tucano akan digenapkan sebanyak 16 unit . Saat ini sudah ada 4 pesawat Super Tucano selanjutnya Bulan Agustus mendatang akan dikirim kembali 4 unit Super Tucano, 8 unit berikutnya akan dikirim tahun 2014 dan diperkirakan terakhir bulan September 2014 Skadron Udara 21 sudah memiliki 16 unit pesawat Super Tucano. 

Untuk memenuhi tugas yang dibebankan bagi pesawat Super Tucano kedepan akan diupayakan sistem perawatan personil yang meliputi penerbang dan crew pesawat, hal tersebut disampaikan Wamenhan dihadapan para penerbang dan crew Skadron Udara 21 yang disaksikan langsung oleh Dirjen Renhan Kemhan Marsda TNI F.H.B. Sulistyo, Kabaranahan Kemhan Laksda TNI Ir. Rachmad Lubis, Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Gutomo, S. IP beserta para pejabat lainnya.

Wamenhan mengatakan, bahwa alutsista yang diawaki para penerbang bernilai miliaran rupiah, sedangkan tanggung jawab untuk pelaksanaan tugas para penerbang dan crew sangat berat dan berisiko tinggi, dengan alasan tersebut maka perawatan personil perlu dibenahi ulang, sehingga kedepan TNI AU benar-benar dapat melaksanakan tugas yang diemban secara maksimal.


Sumber: Lanud Abdulrahman Saleh

Foto News : Ini Dia Wajah Kapal Perang Karya Anak Bangsa.Landing Ship Tank (LST) dan BCM (Bantu Cair Minyak)

Perusahaan pelat merah, PT DOK dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero) saat ini tengah membangun kapal perang pesanan TNI AL dan Departemen Pertahanan RI. 

Seperti yang terlihat miniaturnya di acara BUMN Innovation Expo & Award 2013 di JCC Senayan Jakarta.


                                                    LST
BCM
Sumber : Detik

Mobil Tempur Buatan RI Diborong Malaysia

Jakarta : PT Pindad (Persero) semakin sibuk menerima tawaran atau pesanan mobil tembur panser jenis Anoa, salah satunya dari Malaysia. Negeri Jiran ini berharap bisa segera memboyong 32 unit seharga miliaran rupiah itu.

Panser Anoa merupakan salah satu produk kendaraan berlapis baja unggulan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berbasis di Bandung. Pindad sendiri merupakan perusahaan manufaktur yang menyediakan berbagai produk mesin seperti generator, senjata, kendaraan tempur, amunisi untuk militer.

Menurut Direktur Utama Pindad, Adik Avianto Soedarsono, proses kesepakatan order dengan Malaysia telah melewati tahapan mulai dari konsep, pengiriman delegasi Malaysia ke Indonesia, uji coba, sertifikasi hingga tahapan negosiasi.

"Jadi tinggal satu proses lagi, yaitu proses administrasi. Kami tinggal menunggu legal binding, dan kontrak penawaran tanpa syarat (unconditional letter of offer) dari pihak Malaysia," ungkap dia saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, seperti ditulis Minggu (30/6/2013).

Lebih jauh Adik menjelaskan, pihaknya tidak bisa memproduksi Panser Anoa pesanan Malaysia bila proses terakhir itu belum terlaksana. Pasalnya ini menyangkut prosedur atau perizinan dalam pembelian perlengkapan militer antar negara.

"Malaysia memang minta 32 unit Panser Anoa tersebut bisa dikirim tahun ini. Tapi kami tidak mau kalau proses administrasi belum dipenuhi, sebab produksi Panser paling cuma perlu waktu 2 bulan. Yang lama itu mendatangkan onderdil, pelek dengan waktu 8 bulan," papar dia.

Selain Malaysia, Adik bilang, Afghanistan pernah memesan Panser Anoa buatan Bandung. Dia mengaku, kebutuhan spesifikasi Panser masing-masing negara sangat beragam tergantung strategi penyerangan yang dianut.

"Kebutuhan setiap negara berbeda satu sama lain. Afghanistan misalnya, di dalam Panser yang mereka pesan, kami harus tambahkan dengan alat yang bisa memproduksi air minum. Adapula yang perlu radio tape dan lainnya," tandasnya.

Lantaran perbedaan kebutuhan itulah, dia menyebut, harga jual yang dibanderol untuk kendaraan tempur ini pun beragam. "Tapi kami tidak bisa disclose harganya karena berbeda-beda. Yang pasti harga Panser Anoa untuk kebutuhan Tentara Nasional Indonesia (TNI) saja sebesar Rp 8 miliar per unit," pungkas Adik.

Panser Anoa memiliki beberapa varian tipe. Contohnya saja Panser Anoa 6x6 diproduksi dengan sistem penggerak 6 roda simetris dan dirancang khusus untuk kebutuhan ALUTSISTA TNI Angkatan Darat khususnya satuan kavaleri.

Didesain dan diproduksi oleh anak bangsa, ukuran dan operasional Panser disesuaikan dengan bentuk tubuh TNI, doktrin dan taktik tempur TNI. Panser yang dilengkapi dengan mounting sejata 12,7 milimeter (mm) dan dapat berputar 360 derajat ini dapat mengangkut 10 personil dengan 3 kru, 1 driver, 1 commander dan 1 gunner.

Sumber : Liputan6

Pesawat Latih TNI Bertambah Lagi

JAKARTA---Kualitas penerbang tempur TNI AU akan semakin baik.  Sebab, pesawat latih yang digunakan juga semakin canggih.  Mabes TNI AU memborong 16 pesawat latih Super Tucano dari Brasil yang akan datang bertahap ke Indonesia.

"Sekarang sudah ada empat di Skadron 21 Lanud Abdul Rachman Saleh Malang. Bulan Agustus nanti akan datang empat lagi," ujar Dirjen Perencanaan Pertahanan Kemhan Marsekal Muda Henry B Sulistyo, Sabtu (29/6).

Jumat (28/06) lalu rombongan tim Kemhan yang dipimpin Wamenhan Sjafrie Sjamsoedin datang ke Malang melihat pemeliharaan Super Tucano sekaligus melakukan cek persiapan kedatangan armada baru.

Menurut Sulistyo, TNI AU menargetkan 16 unit sudah bisa beroperasi secara full pada tahun depan. "Jadi delapan " delapan, tahun ini delapan, tahun depan paling lambat September sudah pas jumlahnya," katanya.

Total nilai kontrak pembelian  16 buah Super Tucano itu mencapai Rp 2, 7 triliun rupiah. "Kita yakin para penerbang di Malang termasuk crew daratnya bisa menjaga asset negara yang cukup mahal ini," kata mantan Kadispen AU itu.

TNI Angkatan Udara dan Embraer Brasil  menandatangani kontrak pembelian delapan Super Tucano di Pameran Dirgantara Farnborough, Inggris, pada 10 Juli 2011. Termasuk di dalam kontrak satu unit simulator untuk pelatihan para pilot Angkatan Udara.  

Empat pesawat dengan cocor merah bergerigi yang sekarang sudah stand by di Malang  sudah memakai nomor regristrasi TT-3101, 3102, 3103 dan 3104.

Sebelum dikirim ke Indonesia, tim gabungan Kementerian Pertahanan dan TNI AU yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Alit Erbawa tiba di fasilitas produksi Embraer untuk memeriksa pesawat pesanan. 

Pemeriksaan meliputi dokumen, pencocokan komponen pesawat, interior pesawat, pengecatan dan uji terbang. Khusus uji terbang dilaksanakan oleh pilot Embraer dan Komandan Skadron Udara 21 Mayor Penerbang James Yanes Singal.

Pemeriksaan di darat mencakup kondisi fisik pesawat, pemeriksaan instrumen pesawat sebelum dan sesudah mesin dinyalakan, serta pemeriksaan kendali pesawat selama proses lepas landas dan mendarat.

Uji terbang dilakukan di ketinggian 25.000 kaki untuk pemeriksaan beberapa sistem pesawat yang meliputi sistem bahan bakar, tekanan udara, auto pilot, mesin, navigasi, komunikasi, landing gear, serta pendaratan pesawat yang didahului dengan beberapa manuver.

Nama Super Tucano melejit sejak Operasi Phoenix Angkatan Udara Kolombia pada 2008. Pesawat Super Tucano milik Kolombia berhasil menewaskan pimpinan pemberontak FARC, Raul Reyes, dalam suatu serangan lintas perbatasan ke Venezuela.

Pesawat ini memang digunakan di sejumlah negara Amerika Latin. Misalnya, Republik Dominika, Kolombia, Ekuador, dan Chile. Selain Indonesia, Brasil pun mengekspor pesawat ini ke Angola, Burkina Faso, dan Mauritania.

Dilengkapi mesin tunggal turboprop, Super Tucano memiliki kemampuan mengenai target dengan sempurna.  Dua senapan mesin dipasangkan pabrikan Embraer  Brasil, pada sayap serta 5 hardpoint di sayap dan fuselage untuk mengangkut rudal, roket atau bom seberat 1,5 ton. Pesawat ini pun didesain untuk melakukan serangan anti-gerilya, pengintaian, dan patroli.

Pesawat tempur turboprop memiliki fungsi yang berbeda dengan pesawat jet seperti F 16 atau Sukhoi SU 30. Pesawat turboprop mampu terbang rendah dalam waktu yang lama, sehingga cocok untuk anti-gerilya. Biaya operasi tidak tinggi, perawatan murah, dan bisa mendarat di landasan pacu sederhana .

Sumber : JPNN

TNI AD Ajukan Rp6 Triliun Beli Helikopter Serang dari AS

SEMARANG – Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan Mabes TNI AD telah mengajukan tambahan anggaran khusus senilai Rp6 triliun untuk pembelian sejumlah helikopter serang Apache dari Amerika Serikat beserta persenjataannya.
 
”Pemerintah Amerika Serikat sudah menyetujui pembelian helikopter Apache. Sekarang sedang proses negosiasi harga,” ungkap di Semarang, Sabtu (29/6/2013).

Sebab harga satu unit helikopter Apache sangat mahal yakni senilai US$40 juta atau sekitar Rp388 miliar. ”Saat ini tim khusus dari Kementerian Pertahanan dan Mabes TNI AD, sedang melobi pemerintah Amerika Serikat mengenai harga helikopter Apache,” imbuhnya.

Keberadaan skadron Apache itu, kata Menhan, untuk melengkapi kekuatan militer Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara.

”Selain TNI AD, TNI Angkatan Laut juga menyiapkan helikopter antikapal selam dan membuat armada perusak kapal rudal,” ujarnya.

Sumber : Solopos
hackerandeducation © 2008 Template by:
SkinCorner