hackerandeducation

Blog ini berisi berbagai macam informasi pertahanan, hiburan, tips dan yang lainnya

  • Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit

widgeo.net

Select Language

Pages

  • Beranda
Diberdayakan oleh Blogger.

Archive

  • ▼  2016 (118)
    • ▼  November (72)
      • Dragon Ball Super 67 Subtitle Indonesia
      • One Piece 765 Subtitle Indonesia
      • Ajin Season 02 Episode 07 Subtitle Indonesia
      • Komik Boruto 07 Bahasa Indonesia
      • Adobe Acrobat Reader 15.020.20042
      • ESET NOD32 Antivirus 10 Full Version
      • IObit Malware Fighter 4 Pro Full Version
      • The Banner Saga 2
      • Beli Typhoon, Eurofighter Siap Bantu Program IFX
      • Pesawat F-16 TNI AU Latihan Bersama Pesawat F-18 K...
      • Peluncuran KRI Torani-860 dan KRI Lepu-861
      • Apache Pertama Indonesia Dikirim 2017, Chinook Neg...
      • Indonesia dan Rusia Melakukan Pembicaraan Terkait ...
      • Produksi Amunisi, Pindad Bekerjasama dengan Rheinm...
      • China Protes Kapal Nelayannya Ditembaki Patroli Ko...
      • Serial Number Adobe Photoshop CS6 100% Berhasil
      • Rusia Siap Ekspor Kapal Selam Amur dan Sistem AIP ...
      • Perkenalkan “Sanca” Buatan PT Pindad
      • Memalukan, Menteri Pertahanan dan KSAU Taiwan Sala...
      • Pindad Siapkan Smart Bomb LIG Nex1
      • One Piece 763 Subtitle Indonesia
      • Ajin Season 02 Episode 05 Subtitle Indonesia
      • UAS Long-Endurance Rajawali 720, Segera Terbang
      • Pembelian Pesawat Su-35 Masih Diproses
      • KRI Klewang Dijadwalkan Selesai Tahun Depan
      • Kendaraan Amfibi Kasrat X-1 Produksi TNI Angkatan ...
      • Indonesia Tanam Modal di Perusahaan Rusnano Rusia
      • Inggris Siap Melakukan Transfer Teknologi Pertahan...
      • Mungkinkah F-16 Viper Menggeser Su-35 ?
      • Indonesia Perkenalkan Konsep Kapal Selam Mini untu...
      • Serial Number kaspersky internet security 2016
      • Pererat Kerja Sama dengan Indonesia, Rusia Kirim K...
      • Rudal Petir, Cikal Bakal Rudal Jelajah Indonesia ?
      • Pesawat Tanker KC-10 Kehilangan Selang Booming Pen...
      • F-16 Yunani Terbakar Saat Take Off
      • Kumpulan AntiVirus Terbaik Untuk PC/Laptop Terbaru...
      • Kaspersky Internet Security 2017 17.0.0.611 Final ...
      • Indonesia Bisa Mendapatkan Lisensi Produksi BTR-4 ...
      • Mungkinkah Sky Dragon 50 Dipilih Indonesia?
      • Penampilan Tank Medium Marder di Indo Defence 2016
      • Naruto Shippuden 482 Subtitle Indonesia
      • Pertarungan Produsen Sistem Pertahanan Udara di In...
      • Tata Motors Pamerkan Truk Perang di Indo Defence K...
      • Tata Motors dan Pindad Sepakati Produksi Kendaraan...
      • Korea Selatan Gandeng Indonesia Jual Pesawat ke Pa...
      • Pindad Semakin Menggeliat di Indo Defence 2016
      • Rusia Bawa Rudal Kalibr ke Indo Defence 2016
      • Tank Medium Pindad Dilengkapi Rudal
      • Antasena, Tank Boat Buatan Pindad Seharga Sekitar ...
      • Prototype Tank Medium FNSS-Pindad, Diluncurkan Mei...
      • PT PAL – Boustead Teken MoU, Bangun Kapal TLDM di ...
      • Australia Jajaki Patroli Laut Bersama dengan Indon...
      • Tank Boat ‘Swamp Battalion’ Menggebrak di Indo Def...
      • Simulator Kokpit N219 di Indo Defence 2016
      • FNSS – Pindad Luncurkan Tank Medium di Indo Defenc...
      • Tornado Jerman Turbulensi Saat Isi Bahan Bakar di ...
      • China Pamerkan MBT Ringan Varian Ekspor VT-5, Minat…?
      • Bentuk Anak Usaha, PT Pindad Kembangkan Pertahanan...
      • AS Stop Jual Senjata ke Filipina, Duterte Tidak Pe...
      • Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Setujui Pen...
      • F-16 Block 70 Untuk India Tidak Akan Tertandingi F...
      • Jet Tempur F-16 dan F-18 Super Hornet Beraksi di L...
      • Indonesia Masih Dalam Pembicaraan untuk Membeli Su...
      • Norwegia Fasilitasi Tentara AS, Rusia Ancam Serang...
      • Jelang Latihan Antar-Percabangan Angkatan Darat 2016
      • Rusia Akan Ekspor Su-35 dengan Pod Pengecoh Rudal
      • Tank Leopard di Natuna
      • Destroyer Rusia Ikut Indo Defence 2016
      • Pindad Goes to Indo Defence 2016
      • TNI Berdiri Tegak di Atas Semua Golongan
      • Simulasi Latihan Perang 4 Dimensi Indonesia – Mala...
      • Rats Webgl Hit A Snag Chrome Fix
    • ►  Oktober (46)
  • ►  2015 (341)
    • ►  Oktober (16)
    • ►  September (19)
    • ►  Agustus (5)
    • ►  Juni (32)
    • ►  Mei (145)
    • ►  April (124)
  • ►  2014 (1507)
    • ►  Oktober (32)
    • ►  September (106)
    • ►  Agustus (145)
    • ►  Juli (105)
    • ►  Juni (153)
    • ►  Mei (189)
    • ►  April (155)
    • ►  Maret (128)
    • ►  Februari (183)
    • ►  Januari (311)
  • ►  2013 (2559)
    • ►  Desember (206)
    • ►  November (171)
    • ►  Oktober (386)
    • ►  September (388)
    • ►  Agustus (264)
    • ►  Juli (249)
    • ►  Juni (288)
    • ►  Mei (214)
    • ►  April (178)
    • ►  Maret (80)
    • ►  Februari (44)
    • ►  Januari (91)
  • ►  2012 (210)
    • ►  Desember (15)
    • ►  November (41)
    • ►  Oktober (13)
    • ►  September (40)
    • ►  Agustus (8)
    • ►  Juni (7)
    • ►  Mei (21)
    • ►  April (37)
    • ►  Maret (18)
    • ►  Februari (10)
  • ►  2011 (28)
    • ►  Maret (10)
    • ►  Februari (8)
    • ►  Januari (10)
  • ►  2010 (153)
    • ►  Desember (71)
    • ►  November (55)
    • ►  Oktober (13)
    • ►  September (9)
    • ►  Agustus (3)
    • ►  Juli (2)

widget

Kamis, 08 November 2012

Nysa P-30 B/C : Generasi Awal Radar Pertahanan Udara di Indonesia


Jauh-jauh hari sebelum hadirnya radar berkualifikasi mobile macam Thomson TRS2215 yang dimiliki TNI AU dan radar Giraffe milik Arhanud TNI AD, di awal tahun 60-an, tepatnya pada masa kampanye operasi Trikora, Indonesia juga telah menggunakan radar pendeteksi dini yang cukup maju pada jamannya. Radar yang dimaksud adalah Nysa P-30 B/C buatan Polandia.
Radar mobile yang dapat dipindah-pindahkan dengan platform trailer ini dipersiapkan untuk mendukung Komanda Pertahanan Udara Gabungan (Kohanudgab) (sekarang Kohanudnas-red) sebagai unsur penting dari Komanda Mandala yang dipimpin Mayjen Soeharto. Proyeksi penempatan radar ini tak lain untuk digelar pada daerah perbatasan. Komando Mandala ingin menempatkan peralatan pengindera itu secepatnya di front dan langsung dioperasikan. Satu unit ditempatkan di Sangwo, Morotai, satu unit lagi di Pulau Saparua, satu unit ditempatkan di Pangkalan Udara Langgur, dan satu unit lagi di Bula, Seram Timur. Dimana kesemua lokasi tersebut merupakan pangkalan aju yang langsung berhadapan dengan kekuatan militer Belanda di Irian Jaya.
Dalam gelar operasinya, Nysa P-30 ditarik oleh truk yang dikirimkan ke perbatasan melalui kapal-kapal LST (landing ship tank). Dari segi fungsionalitas, Nysa P-30 berperan sebagai ground control interception/early warning (GCI/EW) atau pusat kendali dan peringatan dini dengan jarak tangkap hingga radius 450 km. Radar ini juga dimanafaatkan untuk menuntun jet tempur AURI menuju sasaran udara. Sistem radar ini mempunyai dua antena, yakni Nysa B dan Nysa C, masing-masing untuk mengukur ketinggian dan jarak dan pencegahan serangan elektronik (jamming) dari lawan.
Meski mudah digelar, radar ini punya kelemahan, dimana Nysa hanya mampu mendeteksi sasaran-sasaran yang terbang menengah atau tinggi. Bila sasaran terbang rendah (low level flying) maka bisa lolos dari deteksi. Dengan kemampuan deteksi obyek yang terbang tinggi, maka radar inilah yang berhasil mengendus keberadaan pesawat intai strategis U-2 Dragon Lady yang tengah melintas di atas Teluk Jakarta. Nysa juga lah yang membuat rudal SAM (surface to air missile) SA-2 TNI AU punya kinerja yang benar-benar menggetarkan NATO.
Untungnya pada masa Trikora, radar hanud milik Belanda juga punya spesifikasin yang sama, dimana juga tidak dapat mendeteksi obyek yang terbang rendah. Hal ini juga kerap dimanfaatkan sebagai peluang oleh para penerbang tempur dan transport C-130 AURI dalam tugas-tugas inflitrasi.
Nysa P-30 punya peran yang sangat besar dalam masa Trikora, radar ini berperan besar dalam mengendalikan pesawat-pesawat AURI, baik yang sedang melakukan penerjunan pasukan maupun yang sedang melakukan patrol udara. Terbukti tidak pernah ada lagi pesawat penerjun yang bisa dijatuhkan oleh Belanda. Secara keseluruhan, radar ini dioperasikan bersama-sama jet tempurMiG-17, P-51 Mustang, B-25 Mistchel, dan B-26 Invader. Di darat, radar ini memandu kanon-kanon penangkis serangan udara dari berbagai kaliber.
Setelah Nysa pensiun, radar hanud mobile TNI AU menggunakan jenis Thomson TRS buatan Perancis
Ditilik dari sejarahnya, Nysa P-30 sudah hadir di Indonesia sejak 1959, selain pada tahun 1962-1963 digelar dalam opeasi Trikora, pada tahun 1963 – 1966 radar ini juga dipersiapkan dalam mendukung operasi Dwikora. Pengabdian radar ini terbilang panjang, disebutkan baru pada tahun 1982 radar buatan Polandia ini mulai digantikan oleh radar mobile buatan Perancis yang lebih mutakhir. 
Spesifikasi Nysa P-30 B/C
Negara asal         : Polandia
Tipe                       : NB/Height finder
Jenis                      : Mobile radar
Berat                      : 5.000 kg
Diameter antena    : 440 cm
Tinggi kabin        : 185 cm
Daya             : 800 kw
Pulse width        : 1 micro SLc
PRF            : 200
GA               : 28 dB
Ketinggian deteksi max    : 50.000 kaki
Jangkauan         : 450 km
Diposting oleh Unknown di 01.07 0 komentar

Ranjau Anti Heli : Jebakan Maut Untuk Infiltran


Ranjau anti helikopter pengembangan Dislitbang TNI AL
Ranjau anti helikopter atau AHM (anti helicopter mine) terbilang kalah populer jika dibandingkan ranjau laut dan ranjau darat. Tapi pada kenyataan jenis ranjau yang satu ini sudah lumayan lama dikembangkan, yakni sejak era Perang Dingin, baik kubu NATO dan Pakta Warsawa sama-sama memproduksi senjata maut penghancur helikopter.
Dalam rancangannya, ranjau anti heli dimaksudkan untuk menjegal langkah infiltrasi pasukan musuh yang di daratkan lewat helikopter yang terbang rendah diatas permukaan tanah. Ada beragam sensor yang dikembangkan seputar ranjau anti helikopter, mulai yang sederhana dengan basis hembusan angin sampai sensor gerak dengan teknologi infra merah.
Yang cukup sederhana prosesnya adalah dengan basis hembusan angin dari baling-baling heli. Konsep ini pernah dikembangkan oleh Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbangal) TNI AL pada tahun 1993. Ranjau heli prototipe ini dilengkapi semacam antena kecil sebagai pemicu bila terkena hempasan angin dari helikopter yang mendekat. Bila antena kecil dengan penampang ini bergerak, maka otomatis dapat memicu ledakan fragmentasi yang bisa berakibat fatal di area helikopter tersebut. Tidak hanya heli yang hancur, tapi pasukan yang di daratkan pun bisa jadi korban.
Pola penempatan ranjau anti helikopter
Jenis ranjau anti helikopter yang lebih maju, bahan peledak pun lebih berat
Berbeda dengan ranjau darat, ranjau heli tidak ditanam di dalam tanah, melainkan corak dan warnanya saja yang umumnya di kamuflase. Metode sensor hembusan angin ini dalam prakteknya punya beberapa kelemahan, seperti di khawatirkan antena pemicu yang tidak sengaja tersenggol oleh binatang atau warga sipil. Untuk itu, ranjau heli ini belum digunakan secara resmi hingga kini.
Padahal bila mendengar kisah infiltrasi selama jejak pendapat di Timor Timur dan kerusuhan di Maluku, kerap terdeteksi black flight berupa helikopter ke wilayah NKRI, seandainya ranjau heli ini ditempatkan di area rawan pendaratan, semisal pantai, tentu heli penyusup bisa dihancurkan tanpa repot-repot jet temput TNI AU melakukan intercept. Agar lebih memberi efek hancur, dalam gelarnya, ranjau heli ditempatkan dalam pola melingkar pada suatu titik.
Jenis lain yang lebih canggih, mengandalkan sensor infra merah, memang lebih akurat namun biaya pembuatannya juga lebih mahal
Diposting oleh Unknown di 01.04 0 komentar

Hack Password WiFi / Hotspot


1. Menembus hotspot yang diproteksi WEP (Wired Equivalent Privacy) atau WPA (WiFi Protected Access)
~ Menggunakan WirelessKeyView 
   Untuk menggunakan aplikasi ini matikan dulu antivirus anda karena akan dianggap sebagai aplikasi yang mengganggu privasi.
Spesifikasi yang dibutuhkan :
* Windows XP with SP1 atau lebih.
* Anda harus login sebagai admin user.


~ Juga bisa menggunakan WEP & WPA keygenerator download di sini
Spesifikasi yang dibutuhkan :

* Windows 98, ME, NT, 2000, XP, Vista atau lebih.
* NET Framework 2.0 atau lebih


 ~ Atau menggunakan WZCOOK 
  1. Buka aplikasi wzcook.exe
  2. Tunggu beberapa saat hingga muncul beberapa password dan nama dari koneksi WIFI nya
  3. Tekan [CTRL]+[C] untuk memindah data ke directory C:\wepkeys.txt
  4. Passwordnya ada pada bagian WEP KEY itu,
  5. Copy Paste passwordnya
  6. Klik Connect
    Apabila muncul banyak password, pilih password yang berwarna merah tanpa tanda panah, itulah password nya dan anda pun bisa menjebol password Wifi dan siap ber-internet gratis.

2. Wifi yang menggunakan MAC Address Filtering.
   Salah satu proteksi wireless adalah dengan membatasi akses internet berdasarkan MAC Address. MAC Address adalah nomor yang membedakan setiap perangkat jaringan seperti komputer atau bisa disebut juga sama seperti ip address. Seperti hotspot yang membatasi penggunaan Internet gratis hanya selama 3 Jam, setelah itu tidak dapat mengakses internet lagi, dan baru akan dapat mengakses lagi di hari esok. Jenis proteksi yang digunakan adalah MAC Address Filtering.
Untuk menjebol Proteksi dengan MAC Address bisa menggunakan K-MAC 
   Caranya cukup mengubah MAC-Address komputer anda setiap jatah waktu akses habis lalu lakukan koneksi kembali, biasanya Alamat MAC Address terdiri dari 12 digit. Contoh diatas MAC Addressnya adalah 00-26-18-GF-59-B4.
Pilih jaringan mana yang mau diubah MAC Addressnya, setelah itu isikan pada kolom dibawah dengan MAC Address yang kita inginkan.

3. Mencari password hotspot yang menggunakan kartu prepaid.
   Sebelumnya silahkan download dulu :
1. IP Scanner 

2. Technitium MAC Address Changer 
Caranya sebagai berikut :
  • Hidupkan wifi lalu connect ke wireless hotspot yang dinginkan.
  • Setelah connect, klik kanan sistem tray icon wireless network,klik status >tab detail > lihat IP dan catat IP tersebut di notepad.
  • Buka IP Scanner dan isikan IP range yang akan kita scan menggunakan IP yang dicatat tadi pada bagian atas. Misalnya : IP yang kita dapat 125.125.1.14 kemudian masukkan pada kolom range pertama IP kita sesuai dengan IP yang tadi namun ganti angka di bagian akhir dengan 1 menjadi 125.125.1.1 dan pada kolom kedua tuliskan sama namun angka satu diakhir itu ganti dengan 255 menjadi 125.125.1.255. hasilnya 125.125.1.1 jadi 125.125.1.255 lalu klik start atau tombol merah.
  • Setelah melakukan scanning maka kita akan mendapatkan data IP yang hidup dan terkoneksi dengan hotspot tersebut.Kemudian lihat IP yang hidup (alive host) yang warna biru. Lalu klik kanan pada IP yg hidup tadi warna biru hasilnya –> Show–> Mac Address jika berhasil maka akan muncul kode Mac Address (Catatan : Terkadang Tidak Muncul Kode Mac Addressnya coba lagi IP lainnya) Jika anda berhasil mendapatkan kode Mac Address . Catat Kodenya.
  • Buka Technitium MAC Address Changer yang sudah di install. Cari tombol Change MAC maka akan muncul kolom untuk tempat sobat memasukkan kode Mac Adrress yang di catat tadi. Kemudian tekan Change Now.
  • Tunggu karena mac kita akan diganti dan koneksi sementara terputus dan konek lagi otomatis sendiri.
  • Selesai.
   Supaya langsung dapat mengakses internet tanpa menumpang lagi, masuk halaman status login hotspotnya, lihat nomor sandi prepaid card dan catat lalu log out, dan masuk kembali ke halaman login hotspot tersebut.
   Semua software diatas berjalan memakai sistem operasi Windows masih ada beberapa sofware yang menggunakan sistem operasi Linux dan akan kita bahas lain kesempatan. Terima kasih atas kunjungannya.
Diposting oleh Unknown di 00.55 0 komentar

Sabtu, 03 November 2012

KSAL Puas dengan Hasil Tes Rudal Koleksi Indonesia


KRI OWA saat meluncurkan rudal Yakhont. (SPAO Kogab AJ XXXI/2012)


REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA--Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno menyatakan puas dengan hasil uji coba beberapa peralatan tempur dan senjata strategis. Uji coba itu dilakukan saat latihan Armada Jaya ke-31 di Perairan Kawasan Indonesia Timur, 9-22 Oktober 2012.

Ditemui usai upacara penutupan latihan perang Armada Jaya 2012 di Koarmatim, Surabaya, Selasa (23/10), KSAL menegaskan, kegiatan latihan perang tahunan berskala besar tersebut berlangsung sukses, kendati ada beberapa kekurangan yang masih perlu disempurnakan.

"Tadinya kami ingin mencoba empat senjata strategis baru, tetapi sasaran terbatas. Apalagi satu kapal yang disiapkan sebagai sasaran langsung tenggelam hanya sekali tembakan rudal sehingga tiga senjata lainnya tidak jadi digunakan," katanya.

Adapun senjata strategis yang rencananya diujicobakan dalam latihan tersebut, antara Rudal Yakhont, Excocet MM-40 dan Rudal C-802 dari kapal atas air.

Selain itu, juga ada senjata Torpedo SUT (Surface and Underwater Target) dari kapal selam dan kapal perang atas air dengan sasaran permukaan.

"Nanti pada latihan AJ (Armada Jaya) berikutnya, senjata-senjata itu kita uji coba lagi. Yang jelas, saya puas dengan latihan AJ yang berlangsung sukses sesuai rencana, baik secara materiil maupun prosedur," tambah Laksamana TNI Soeparno.

Suparno meyakini hasil latihan menjadi salah satu indikasi bahwa TNI AL siap melaksanakan tugas mengamankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari masuknya intervensi pihak asing.

"Latihan AJ ini juga sebagai persiapan menghadapi Latihan Gabungan TNI yang berlangsung pada November mendatang. Hal-hal yang kurang sempurna di AJ, akan kami sempurnakan di Latgab nanti," ujarnya.
Diposting oleh Unknown di 02.35 0 komentar

Skadron Pesawat Intai Tanpa Awak Juga Akan Ditempatkan di Medan


Selain menggunakan pesawat tanpa awak/UAV pesanan dari luar negeri, produk UAV buatan dalam negeri juga akan melengkapi skadron UAV TNI (photo : Media Indonesia)
  
Bandara Polonia Akan Menjadi Pusat Pertahanan
MEDAN – Komandan Lapangan Udara (Lanud) Soewondo Medan, Kolonel (PNB) SM Handoko memastikan, fungsi Bandara Polonia akan diganti menjadi pusat pertahanan udara di wilayah Utara Sumatera, jika fungsi bandara umum telah dipindahkan ke bandara baru di Kuala Namu Deli Serdang.
Menurutnya, penetapan fungsi utama tersebut sesuai dengan amanat baru presiden bahwa Lanud Soewondo tidak ikut dipindahkan seiring dioperasikannya Bandara Kuala Namu.
Handoko menyebutkan, lahan seluas 144 hektare yang menjadi wilayah Bandara Polonia dan Lanud Soewondo sepenuhnya merupakan milik TNI Angkatan Udara (AU). Sehingga jika lahan tersebut tidak lagi dijadikan sebagai bandara umum, maka sudah seharusnya kembali ke TNI AU untuk digunakan sebagai fasilitas pertahanan.
"Sekarang kan memang Bandara Polonia ini Dwifungsi, satu fungsi bandara umum, satu lagi fungsi pertahanan. Kita pun tidak memiliki armada pesawat disini. Hanya sebagai tempat persinggahan pesawat tempur saja. Nah ke depan kita akan dilengkapi dengan satu skuadron pesawat intai dan pesawat tanpa awak. Lokasi kita yang berbatas dengan negara-negara tetangga tentunya sangat vital, sehingga kehadiran pesawat-pesawat itu sangat dibutuhkan," kata Handoko, di Medan, Selasa (23/10/2012).
Penetapan Lanud Soewondo sebagai pusat pertahanan udara, kata dia, telah mendapatkan persetujuan presiden beserta Kepala Staf TNI AU. Rencananya realisasi penetapan itu akan dilakukan dalam waktu dekat, seiring beroperasinya Bandara Kuala Namu.
"Maret ini targetnya proses peralihan sudah selesai. Disesuaikan dengan target operasional Bandara Kuala Namu lah. Ini akan juga menunjukkan pada negara-negara tetangga kita jika kita memiliki kualitas pertahanan udara yang baik. Sehingga mereka tak lagi memandang sebelah mata kekuatan udara kita. Dengan keberadaan pesawat-pesawat tempur di wilayah ini, tentunya pelanggaran wilayah udara yang dilakukan negara asing ke depannya tak lagi perlu terjadi. Sehingga fungsi TNI sebagai penjaga kedaulatan negara dapat berjalan lebih maksimal," jelasnya.
Diposting oleh Unknown di 02.33 0 komentar

PINDAD: Pesanan dari TNI Meningkat


Panser pendobrak rancangan Pindad (image : istimewa)
JAKARTA– Pesanan peluru dari TNI tahun ini meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun lalu kebutuhan peluru TNI bisa 100, kalau tiga kali berarti 300 peluru,” kata Direktur Utama Pindad Adik Avianto Soedarsono di Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Menurutnya, perseroan telah memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk senilai Rp156 miliar untuk mesin amunisi kaliber 5,56 milimeter. Mesin tersebut baru dapat diperoleh dalam 18 bulan ke depan. Kini, BUMN senjata itu tengah mengerjakan pesanan peluru SS109.
“Kita diberi tenor 10 tahun, sehingga masih banyak waktu bagi kami untuk menyelesaikan kewajiban kepada BRI,” tuturnya.
Ia menekankan bahwa pinjaman tersebut dilakukan karena penyertaan modal negara senilai Rp300 miliar dari Rp700 miliar yang diajukan belum cair. Apabila suntikan dana dari pemerintah dapat digulirkan, maka perseroan akan segera melunasi fasilitas kredit tersebut.

Panser pengusung rudal Mistral (photo : Defense Studies)
“Kita tidak bisa selalu tergantung dan menunggu kapan cairnya PMN itu, makanya kita minta izin dari Menteri BUMN untuk dapat meminjam,” tambahnya.
Pindad saat ini juga tengah mengerjakan enam unit Komodo, sebuah kendaraan tempur lapis baja yang memiliki kemampuan bermanuver sangat baik, pesanan Kopassus, TNI AD, dan Brimob.
Enam unit pesanan itu yakni, dua Komodo varian pendobrak untuk 10 personel pesanan Kopassus, tiga Komodo varian Armored (tahan peluru) Personnel Carrier (APC) atau pembawa pasukan untuk 10 personel dan satu versi rudal mistral (anti serangan udara) untuk TNI AD. Prototipe Komodo sudah diperkenalkan di RITech Expo di Bandung pada September 2012.
Komodo seberat 4 ton dan berdaya jelajah 450 km ini, ujarnya, selain mesin, seluruhnya buatan Pindad yang selesai prototipenya sejak Maret 2012 dan bisa dipesan dan dimodifikasi sesuai keinginan. 
Diposting oleh Unknown di 02.31 0 komentar

MEMANDANG DIRI SENDIRI


Reformasi persenjataan dan perkuatan milter Indonesia merupakan salah satu yang tercepat di dunia selama tiga tahun terakhir ini.  Itulah sebabnya tiba-tiba saja negeri ini berubah wajah menjadi sosok gadis manis berambut sebahu yang banyak ditaksir negara produsen alutsista, menawarkan madu, ginseng, membawa seikat kembang merah, menyematkan seuntai kalung berlian, agar si gadis manis yang anggun itu bersedia menerima lamarannya berupa order alutsista atau bahkan bersekutu dengannya lewat aliansi pertahanan.

Namun kecerdasan gadis manis itu memberikan nilai tambah dalam tatacara bergaul yang mencerminkan kedewasaan bersikap untuk tidak gampang terbuai dalam rayuan manis. Lebih memilih bersahabat dengan semua yang menjual senyum rayuan, lebih memilih semua adalah teman, tidak ada yang khusus di hati.  Yang lebih penting adalah si gadis ingin lebih mandiri dalam membangun eksistensi dirinya terutama dari sisi pengadaan alutsista dengan mengedepankan pola transfer teknologi atau buat sendiri jika sudah mampu.  Kalau belum bisa keduanya ya beli murni saja tanpa ada ikatan bathin berupa persekutuan militer atau yang sejenis dengannya.
MBT Leopard Revolution yang ditunggu
Perkuatan militer Indonesia tidak lepas dari pantauan intelijen asing utamanya dari kiri kanan rumah tetangga.  Uji coba peluncuran roket saja menimbulkan kehebohan di ruang intelijen mereka apalagi ketika mengetahui ada pendirian “sekolah rudal” antara Indonesia dan Cina.  Bisa dipastikan hal itu menjadi bahan diskusi yang hangat di kalangan mereka bahkan mungkin saja ada disposisi agar sekolah rudal itu dihambat atau bahkan digagalkan dengan berbagai cara yang softly tentunya.  Itulah yang mesti kita waspadai karena salah satu upaya intelijen adalah memecah kekompakan barisan kita, menghasut dan mengadu domba di kalangan internal.  Kalau cara ini tak berhasil biasanya lalu memakai tangan adidaya lewat tekanan diplomasi.  Ah kayak gak tau aja.

Soalnya walaupun sekolah rudal itu baru setingkat “madrasah ibtidaiyah” setidaknya dari kacamata negeri-negeri penghasil rudal di dunia, namun uji kreativitas dan diversifikasi produk yang dilakukan ilmuwan RI pada tingkat “tsanawiyah” dan “aliyah” sudah mampu menggetarkan lingkungan dengan kemampuan jarak tembak diatas 150 km dan daya ledak satu kampung.  Apalagi jika ilmuwan tingkat “kuliyah” mampu mengedepankan dan mengembangkan jarak tembak menjadi 300 km dengan katagori anti kapal permukaan, darat ke darat, darat ke udara dan udara ke darat, sungguh memberikan nilai getar dan gentar bagi siapapun yang hendak mengganggu kewibawaan teritori NKRI.

Berbagai dinamika dalam pengadaan alutsista selama tiga tahun ini semakin memberikan kedewasaan peran bagi kita sekaligus hikmah.  Salah satu contohnya adalah pembelian MBT Leoprad yang menghebohkan ranah publik beberapa waktu yang lalu.  Namun dibalik keriuhan pengadaan MBT itu hikmah yang didapat sungguh diluar prediksi kita semua yang selama ini “berkonsentrasi penuh” dengan 100 MBT Leopard. Setelah berbulan-bulan hujan argumen akhirnya tibalah saat yang dinantikan, menunggu kedatangan 163 Tank dari Jerman dengan rincian 61 MBT Leopard Revolution, 42 MBT Leopard 2A4, 50 Medium Tank Marder 1A3 dan 10 MBT support berupa tank jembatan dan tank penarik.   Nilai kontraknya mencapai US$ 280 juta.
Tank medium Marder 1A3 Jerman
Oleh sebab itu sudah saatnya kita memandang diri sendiri dengan percaya diri, tidak merasa tidak setara dengan rumah jiran.  Toh ekonomi kita menunjukkan kinerja terbaik kedua di dunia dengan pertumbuhan ekonomi 6,4 persen, sementara terbaik pertama diraih Cina dengan pertumbuhan 7,2%.  Kekuatan beli yang terkandung dalam APBN kita tahun 2013 mencapai 1.658 trilyun, sementara APBN berjalan tahun ini mencapai 1.548 trilyun rupiah.  Rasio utang dengan PDB hanya 24 %, cadangan devisa mencapai diatas 100 milyar dollar AS, pendapatan perkapita saat ini mencapai US$ 4.000, merupakan kekuatan ekonomi terbesar di ASEAN dan nomor 16 di dunia.  Yang membanggakan negeri ini masuk dalam kategori negara idola baru dari sisi kemajuan pertumbuhan ekonomi, namanya kelompok negara MIST (Meksiko, Indonesia, South Korea dan Turki).

Yang masih kurang greget dalam perjalanan bangsa ini adalah masalah penegakan hukum dan korupsi. Untuk masalah korupsi meski sudah banyak yang dijatuhi hukuman namun masih lebih banyak juga yang belum tersentuh penyelesaian hukum. Tetapi percayalah, nilai perjalanan bangsa ini akan semakin berkilau dengan kemajuan ekonomi dan tingkat kesejahteraan yang makin baik.  Dan sejalan dengan itu kita meyakini bahwa KPK dan institusi penegak hukum lainnya mampu membawa dan menjalankan amanah yang diemban di bahu mereka untuk menegakkan hukum, memberantas korupsi yang menimbulkan efek jera.

Dari sisi militer perkuatan alutsista TNI merupakan kewajiban yang harus terus dikumandangkan dan dikembangkan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kita ingin menegakkan kewibawaan teritori negara kita sekaligus sebagai payung kekuatan diplomasi untuk memberikan rasa aman bagi kawasan regional.  Dengan kekuatan militer yang setara dan disegani, upaya diplomasi untuk mendamaikan konflik di Laut Cina Selatan misalnya, akan memberikan nilai tambah kebagusan dalam etika pergaulan, sekaligus kewibawaan diplomasi RI karena dalam konflik ini RI tidak berpihak ke siapapun.  Ini posisi yang sangat kuat.
2 KRI di Sail Morotai September 2012
Meskipun ada berbagai upaya diplomasi dari Cina dan AS serta Australia dengan membawa seikat kembang merah agar  negeri ini masuk dalam pelukan aliansinya namun sejauh ini RI tetap berdiri di tengah dengan senyum dan sapa.  Menerima tamu diplomasi yang datang berkunjung dengan ramah, kalau pun ada yang bawa kado ya diterima saja, namanya juga diberi.  Kalau ada yang mau ngajak latihan militer bersama, ya dilakoni saja hitung-hitung menambah ketrampilan milter kita sekaligus memperbanyak sahabat.  Inilah kecerdasan yang digenggam erat dalam setiap upaya diplomasi disamping terus memperkuat alutsista TNI untuk mengantisipasi kondisi terburuk.

Bagaimanapun kondisi terburuk mesti diskenariokan dalam menyambung perjalanan eksistensi bangsa.  Ketika konflik Laut Cina Selatan berkembang menjadi gesekan militer antara Cina dan AS atau antara Cina dan negara anggota ASEAN, maka pilihan perkuatan militer itu yang sudah dimulai dari sekarang diniscayakan akan menjadi pagar pelindung bagi kedaulatan teritori NKRI.  Pagar pelindung itu boleh jadi menjadi bumper jua untuk tidak masuk dalam konflik perang terbuka karena jika sampai militer Indonesia ngamuk, dipastikan peta kekuatan militer dua blok yang berseteru itu akan berubah drastis.  Cina akan menahan diri jika RI masuk blok ASEAN dan AS demikian juga sebaliknya jika RI masuk persekutuan dengan Cina, ASEAN akan tahu diri dan AS berhitung ulang.
Diposting oleh Unknown di 02.27 0 komentar

Menggagahkan Diri Di Wajah Rakyat


Episentrum peringatan HUT TNI ke 67 di Air Force Base Halim Jakarta Jumat tanggal 05 Oktober 2012 yang lalu sesungguhnya ada dalam pernyataan lugas Presiden SBY yang menyebut perkuatan alutsista TNI dengan kedatangan berbagai jenis alutsista yang dijelaskan secara rinci. Episentrum ini semakin bergema manakala tampilan kemampuan personil dan defile brigade upacara melintas dan “menari” di hadapan seluruh hadirin di pagi yang cerah itu.  Sementara berbagai alutsista sebagai background upacara memberi kesan pemandangan yang gagah dan gahar, belum lagi kemampuan berjoget Collibri Subang dan manuver lincah Tim Yupiter Yogya.

Harga diri berselendang dan bersemangat alutsista sepanjang Oktober ini memang sangat menghangatkan dan membanggakan. Mulai dari pernyataan Presiden di berbagai kesempatan termasuk di hadapan para veteran RI yang menyatakan bahwa pertambahan dan pertumbuhan alutsista TNI sedang menuju ke perubahan siginikan.  Bahasa petaninya adalah sedang mengalami panen raya.  Meski sedang memulai panen raya namun persemaian bibit-bibit baru berbagai genre alutsista tetap dipesan dan diadakan untuk panen raya berikutnya sehingga lumbung alutsista kita kelak menjadi sebuah keniscayaan bersamaan dengan makin berkilaunya kesatrian-kesatrian pengawal republik di seluruh Indonesia.
Defile Pasukan Kostrad dengan Uniform baru
Selain pernyataan itu kenyataan di lapangan pun seia sekata.  Pernyataan jelas, kenyataan jelas pula dengan kedatangan berbagai jenis alutsista baru seperti Super Tucano, Astross, Caesar, Mistral, Kapal Rudal buatan dalam negeri.  Astross, Caesar dan Mistral ikut dipamerkan di Monas Jakarta tanggal 6-9 Oktober 2012.  Bahkan yang tak terekspos sejatinya adalah produksi yang terus menerus dari Panser Anoa buatan Pindad yang sudah mencapai 250 unit, 40 diantaranya sudah wira wiri di perbatasan Libanon-Israel. Demkian juga produksi kapal rudal di Batam sudah masuk penyerahan kapal ketiga.  

Bulan-bulan mendatang dan tahun-tahun mendatang kita akan disuguhkan berita yang mampu membusungkan dada berupa penyerahan beragam alutsista buatan dalam negeri seperti kapal rudal Palindo, kapal rudal PAL, kapal rudal Lundin, panser Anoa, panser Anoa Canon, UAV / UCAV, kapal LST, kapal BCM, pesawat CN235 MPA, roket Rhan, kendaraan Rantis, berbagai jenis senjata personil mulai dari satu laras sampai multi laras.  Yang mengembirakan tentu saja dalam segudang proyek alutsista itu industri pertahanan dalam negeri ikut tersenyum dan berkeringat karena banyak mendapat order pengadaan alutsista baik produk murni maupun produk kerjasama.

Yang mau datang dari luar negeri misalnya pesawat latih Grob Jerman, jet tempur ringan T50 Korea, kapal selam Korea, kapal perusak kawal rudal Belanda, kapal latih pengganti Dewaruci Spanyol, berbagai rudal Cina, MBT Leopard Jerman, medium tank Marder Jerman, kapal light fregat ex Brunai, F16 AS, Sukhoi Rusia, Hercules Australia, CN295 joint product PT DI, Heli Cougar Perancis, Heli Mi17 Rusia, Heli Bell 412Ep joint product PT DI, Heli anti kapal selam, Heli serang AD dan lain-lain.  Kenapa disebut “dan lain-lain” karena tentu saja ada beberapa jenis alutsista yang tak perlu disampaikan ke media untuk kepentingan strategi militer.  Kan tidak semua rahasia dapur harus diketahui publik.
Alutsista strategis yang sedang diincar itu
Setidaknya itu yang sudah jelas alamat pengirimannya, waktunya, dan sudah jelas kontraknya. Yang menarik tentu saja, masih adakah alutsista lain selain yang mau datang itu. Apakah masih ada alutsista yang mau dipesan lagi.  Jawabnya pasti ada dong.  Kalau mau diambil jangka waktu yang paling pendek saja dari pemerintahan SBY masih ada 2 tahun anggaran (2013, 2014) yang memberi ruang adanya kesempatan beli atau produksi bersama alutsista RI. Kemhan sebagaimana pernyataan Menhan beberapa waktu lalu sedang fokus untuk penambahan alutsista strategis selain yang sudah dipesan.  Nah prediksi kita adalah sangat dimungkinkan adanya penambahan 1 skuadron  Sukhoi atau 1 skuadron Typhoon bersamaan dengan tambahan minimal 2 kapal selam U214 Jerman. Tanda-tandanya kan sudah jelas, Kanselir Jerman pertengahan tahun ini berkunjung ke Jakarta, sementara Presiden kita mau berkunjung ke Inggris dalam waktu dekat. Ah masak masih gak jelas juga sih.

Kalau mau berasumsi lagi tahun 2014 itu baru 30 % target MEF TNI tercapai, artinya setelah itu pertambahan alutsista masih akan berlangsung terus. Target MEF yang selalu diberitakan adalah tahun 2024 dimana saat itu kita sudah masuk pada tahapan kemampuan milter yang memliki kekuatan pukul dan bantingan.  Sekarang memang sudah punya kekuatan pukul tapi belum sampai bisa membanting.  Makanya jika tahapan sudah sampai kesitu, istilah PPRC nya bisa tetap sama, cuma istilah pemukulnya diganti sehingga menjadi Pasukan Pembanting Reaksi Cepat.

Penambahan alutsista MLRS Astross II Mk6 buatan Brazil untuk 2 batalyon TNI AD, Howitzer Caesar Nexter Perancis untuk 2 batalyon TNI AD dan 1 batalyon rudal Mistral Perancis untuk Arhanud AD adalah contoh jelas pertumbuhan itu.  Belum lagi penambahan batalyon tempur di Kalimantan, penambahan skuadron heli Penerbad, tambahan brigade Marinir di Batam dan Sorong, penyebaran skuadron tempur untuk F16 di Pekanbaru, skuadron UAV baru di Pontianak dan Pekanbaru, Berpuluh radar pantai di jalur ALKI sudah operasional, mau nambah pangkalan AL di selatan Jabar.  Isian berita itu tentu sangat menghangatkan ruang dada dan mampu menyemangatkan olahpikir bagi kita yang menginginkan sebuah kebanggaan bertanah air yakni memiliki hulubalang yang tangguh dan gahar.
MLRS Astross II milik TNI AD
Bukan bermaksud menghiperbolakan sebuah tema tentang alutsista, namun pagar yang hendak dibangun dalam semangat berkebangsaaan adalah ketika semua menjadi nisbi, semua menjadi “sandiwara” di setiap pemberitaan yang menyangkut tawuran, kerusuhan, bakar membakar, hasut menghasut, pesta korupsi gugur satu tumbuh seribu, ghibah infotainment, kebanggaan sebagai anak bangsa tidak lantas harus tersungkur manakala menyaksikan semua harubiru yang di blow up sedemikian rupa.  Maka membesarkan dan mendandani pengawal republik adalah sebuah kearifan dan kebijakan bernilai cum laude untuk meracik nilai gagah diri yang memberikan sebuah “rasa merdeka pada hati nurani”.  Sekaligus agar tidak kualat pada pendiri republik dan pejuang kemerdekaan yang sudah menitipkan perjalanan bangsa ini pada kita.

Testimoni dari semua rasa bangga dan wibawa memiliki TNI yang gagah itu bisa dilihat dari kerumunan ribuan warga di Halim ketika menyaksikan HUT TNI ke 67 tanggal 5 Oktober 2012.  Kemudian di Monas selama 3 hari berikutnya, ribuan orang menyemut menyaksikan pengawal republiknya memamerkan beragam alutsista, dan itu baru yang dimiliki TNI AD.  Testimoni itu adalah gambaran rekonstruksi dari sebuah kebanggaan melihat postur tentaranya yang gahar dan berotot untuk mengawal eksistensi NKRI.  Maka kita bisa melihat berjubelnya massa untuk menyaksikan, melihat, mengambil foto, menaiki, meraba, menanya, menggenggam beragam alutsista seakan itu menjadi miliknya.  Dan memang itu miliknya, milik rakyat kita yang dititipkan pada hulubalangnya yang terlatih untuk mengawal republik ini.  Testimoni kunjungan itu adalah evidence tak terbantahkan betapa sesungguhnya rakyat bangsa ini bangga dengan tentaranya. 
Diposting oleh Unknown di 02.23 0 komentar

Kaiser M715 : Truk Militer Lawas Yang Serba Guna


M715 hasil retrofit Ditpalad TNI AD
Yang jelas sosok kendaraan militer ini bukan rantis (kendaraan taktis), bahkan juga bukan ranpur (kendaraan tempur). Tapi kalau dilihat sekilas dan diamati lebih dalam, kendaraan yang masuk dalam golongan truk/jeep ini tampagnya memang sangar, terutama tongkrongan sisi depan mesin yang garang dan kokoh. Ya, inilah Kaiser M715, sang kendaraan angkut yang dioperasikan oleh TNI AD sejak tahun 70-an.
Terlahir sebagai kendaraan militer, maka sosok truk ini punya spesifikasi yang mumpuni untuk mendukung operasi militer. Versi awalnya adalah model pick up, kegunaannya banyak mulai dari untuk angkut personel, patrol bersenjata, logistik sampai ambulance militer. Karena kemampuan yang tinggi, M715 juga banyak digunakan oleh kalangan sipil, contohnya untuk kendaraan pemadam kebakaran, telephone maintenance,  dan keperluan peminat kegiatan off road. Tugasnya yang cukup berat membuat M715 diproduksi dengan bagian-bagian part ekstra kuat. Seperti gardan Dana 60 (depan) dan Dana 70 full floating (belakang). Juga dilengkapi dengan hidraulik PTO (power take off) yang canggih dan siap menarik apa saja.
Sedikit tergenang air tak jadi masalah, truk ini sudah dilengkapi standar fitur off road, salah satunya deep snorkel
Truk buatan Kaiser Jeep ini diproduksi antara tahun 1967 – 1968, dan versi yang digunakan TNI AD besutan tahun 1968. Truk dengan berat tempur 3.860 kg ini sudah mengalami retrofit oleh Direktorat Peralatan TNI AD, dari yang tadinya menggunakan jenis mesin bensin 231 ci (3.8L) OHC Tornado I6, kini sudah diganti menggunakan mesin diesel jenis Colt 4D31 4 langkah 3 silinder. Truk cargo tiga perempat ton yang handal dengan penggerak roda 4×4 ini mengusung transmisi A-4613, dengan 5 kecepatan (5 maju dan 1 mundur).
M715 versi ambulance militer, versi ini juga dimiliki oleh TNI AD
Jadi truk damkar pun jadi
Tampil untuk misi pasukan PBB
Saat ini, M715 juga banyak digunakan oleh kalangan penghobi mobil klasik. Di lingkungan TNI AD, sampai saat ini truk ini masih digunakan, terutama oleh satuan batalyon artileri medan (Yon Armed) untuk menarik kanon M-48 kaliber 76 mm, atau yang akrab disebut sebagai meriam gunung. Soal battle proven, jelas M715 dilibatkan secara luas dalam perang Vietnam, boleh jadi M715 yang diterima Indonesia berasal dari sisa perang Vietnam. Bila Anda rajin menonton film Tour of Duty, sosok truk ini kerap muncul dalam wujud versi ambulance.
M715 hingga kini menjadi penarik setia meriam gunung Yon Armed TNI AD
Dalam pameran alutsista TNI AD 2012 awal Oktober lalu, M715 juga ikut dipamerkan. Dan pihak TNI AD memberikan paparan hasil retrofit yang telah dilakukannya.
Versi Asli
Daya tanjak        : 60%
Kemiringan jalan    : 30%
Kecepatan maksimum    : 110 km/jam
Kapasitas BBM        : 130 liter
Konsumsi  BBM        : 4 liter per km
Jarak jelajah         : 520 km
Bahan bakar         : Bensin
Versi Retrofit
Daya tanjak        : 60%
Kemiringan jalan    : 30%
Kecepatan maksimum    : 80 km/jam
Kapasitas BBM        : 200 liter
Konsumsi  BBM        : 6 liter per km
Jarak jelajah         : 750 km
Bahan bakar         : Solar
Daya             : 100 PS (=98 HP) 3500 RPM dan torsi 24 KGM/2200 RPM
Diposting oleh Unknown di 02.08 0 komentar

5 Alutsista Terbaru TNI (2012)


 Menginjak usia yang ke-67 tahun, Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus berbenah meningkatkan semua Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista)-nya, dimasing-masing matra hingga mendekati kondisi ideal. TNI berencana membeli beragam alutsista ke berbagai negara, seperti Rusia, China, dan Amerika. Selain itu, juga membuat persenjataan sendiri. Anggaran pun sudah dialokasikan sekitar Rp 150 triliun untuk tahun 2010-2014. Berikut 5 alutsista TNI yang sudah diterima di tahun 2012 ini:

1. Tank Leopard 2A6

Leopard 2 adalah tank tempur utama (main battle tank, MBT) Jerman yang dikembangkan oleh Krauss-Maffei pada awal 1970-an dan mulai digunakan pada 1979. Lebih dari 3,480 Leopard 2 telah diproduksi. Leopard 2 pertama kali digunakan Angkatan Darat Jerman pada Perang Kosovo serta pasukan Kanada dan Denmark yang tergabung dalam ISAF di medan tempur Afghanistan.
Ada dua pengembangan utama pada tank ini, dari model pertama hingga Leopard 2A4 yang memiliki kubah tembak vertikal berlapis baja dan model yang lebih maju Leopard 2A5 serta versi yang lebih baru lagi, yang memiliki kubah tembak menyudut seperti anak panah dengan appliqué armour serta beberapa pengembangan lainnya. Seluruh model dilengkapi dengan sistem pengontrol penembakan digital dan rangefinder Laser, meriam utama 120 mm dengan kestabilan tinggi, senapan mesin koaksial, serta perlengkapan untuk melihat dan membidik dalam kegelapan night vision yang lebih maju (Leopard adalah kendaraan tempur pertama yang menggunakan alat pembidik low-light level TV system atau LLLTV; sementara thermal imaging baru diperkenalkan setelah itu). Tank ini memiliki kemampuan untuk bertempur menghadapi sasaran bergerak walaupun melewati medan yang sangat sulit dan tidak rata. Varian yang aktif antara lain 2A4, 2A5, 2A6, dan 2A7 (paling baru). Banyak Leopard 2 yang diupgrade untuk memperpanjang masa tugasnya dan memperkuat persenjataanya, umumnya ke varian 2A5 dan 2A6. Angkatan Darat  Indonesia memperkuat divisi infantrinya, dengan membeli 30 unit yang semuanya akan diserahkan pada bulan Oktober dan sisanya akan dikirim pada tahun 2013 nanti dari rencana 100 unit tank.

2. EMB-314 (Super Tucano)

EMB-314 (Super Tucano) merupakan pesawat latih berkemampuan COIN (Counter Insurgency) atau pesawat serang antigerilya buatan Embraer Defense System, Brasil. EMB-314 Super Tucano merupakan pengembangan dari EMB-312 Tucano yang telah terjual 650 unit untuk 15 negara dengan Brasil sebagai pemakai utama memiliki 130 unit. Penyempurnaan yang dilakukan dari pesawat sebelumnya meliputi sistem avionik, sistem persenjataan dan sistem komunikasi data. Sejak diperkenalkan dan dipakai AU Brasil pada tahun 2004, EMB-314 terbukti berhasil melakukan misi penjagaan perbatasan di kawasan Amazon yang terkenal sangat rawan dengan aktivitas penyelundupan dan perdagangan narkotika.
Super Tucano memiliki 2 senapan mesin yang berada di sayap kiri dan kanan, 5 buah cantelan dengan komposisi masing-masing 2 buah di sayap kiri dan kanan dan 1 buah di badan pesawat dengan beban total 1550 kg. Semua cantelan bisa dipasang bom sejenis Mk 81 dan Mk 82, peluncur roket, dan bom berpemandu laser.
Angkatan Udara Indonesia menerima empat unit pesawat pada Agustus 2012 ini. Dari 16 pesawat yang direncanakan pada tahun 2011 lalu. Pengiriman berlangsung pada tahun 2012 dan 2014. Departemen Pertahanan Indonesia menginformasikan kemungkinan bersama di masa depan untuk memproduksi dan memmodernisasi, lebih lanjut berikut penjualan di kawasan Asia-Pasifik.

3. CN-295
CN-295 adalah pesawat angkut militer twin-turboprop taktis yang diproduksi oleh Airbus Militer di Spanyol. Pesawat ini merupakan pesawat pengembangan dari tipe CN-235 yang sukses dibuat oleh CASA Spanyol/ PT. Dirgantara Indonesia. Kemampuan muatan 50% lebih dan mesin baru turboprop PW127G. CN-295 berkemampuan untuk membawa rudal anti-kapal Marte. Sebuah peringatan dini udara dan kontrol versi juga direncanakan. Angkatan Udara Indonesia telah merencanakan peremajaan pesawat angkutnya dengan membeli sembilan pesawat jenis ini untuk transportasi taktis dan logistik. Tiga pesawat akan dirakit di Indonesia oleh PT Dirgantara Indonesia, perusahaan yang sama yang membangun CN-235. Kedua pesawat pertama dikirim pada bulan September 2012 dan semua pesawat direncanakan sampai pada musim panas 2014.

4. KCR Trimaran/KRI Klewang 625

Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran KRI Klewang 625 yang merupakan kapal siluman pertama di dunia, secara resmi dimiliki oleh TNI AL. Kapal yang memiliki panjang 63 meter ini menggabungkan sejumlah kecanggihan teknologi sehingga memiliki berbagai keunggulan dan diklaim sebagai kapal perang tercanggih di dunia karena sulit terdeteksi oleh radar. KRI Klewang akan melengkapi alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI Angkatan Laut.
KRI Klewang merupakan kapal jenis combatan yang sulit dideteksi oleh radar karena dibuat dari bahan komposit yang ringan sehingga memiliki kecepatan sampai 35 knot. KCR Trimaran merupakan kapal perang tercanggih yang dikembangkan sejak tahun 2009 oleh TNI AL dan PT Lundin, akan dilengkapi  rudal jarak tembak 120 km membuat kapal ini menjadi kapal perang kebanggaan Indonesia. KRI Klewang tersebut akan diawaki oleh 27 ABK tersebut rencananya akan memperkuat Armatim TNI AL di Surabaya.

5. Sukhoi Su-30MK2

Sukhoi Su-30MK2 merupakan modifikasi dari SK Su-27 diproduksi sejak tahun 1999 oleh KnAAPO dan Corporation Shenyang Aircraft yang kini dikembangkan bersama oleh Rusia dan Cina, mirip dengan Su-30MKI. Pesawat ini masuk kedalam jenis pesawat tempur kelas berat yang dapat beroperasi di semua cuaca,  jarak tempur sangat jauh, yang sebanding dengan pesawat tempur Amerika F-15E. Su-30MK2 adalah perbaikan lebih lanjut untuk SU-30MKK dengan avionik ditingkatkan dan kemampuan pemogokan maritim. Sukhoi Su-30MK2 saat ini dioperasikan oleh Republik Rakyat China, Angkatan Udara Indonesia, Angkatan Udara Vietnam, Angkatan Udara Uganda, dan Angkatan UdaraVenez
Diposting oleh Unknown di 02.05 0 komentar
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Wikipedia

Hasil penelusuran

Followers

Total Tayangan Halaman

hackerandeducation © 2008 Template by:
SkinCorner