Select Language

Minggu, 31 Mei 2015

Angkatan Darat Malaysia Siapkan Tambahan MBT

MBT PT-91 Malaysia (photo: Janes.com)
MBT PT-91 Malaysia (photo: Janes.com)
Tentara Malaysia sedang menyiapkan resimen tambahan tank tempur utama (MBT) dipadukan dengan artileri self-propelled, seperti yang disampaikan Kepala Angkatan Darat Tentara Malaysia, Jenderal Raja Mohamed Affandi Raja Mohamed Noor.
Dalam jawaban tertulis kepada IHS Jane untuk pertanyaan tentang rencana pembangunan militer, Jenderal Raja Affandi mengatakan, Malaysia membutuhkan tank resimen tambahan yang harus dilengkapi dengan baik, dari versi upgrade MBT PT-91M yang kini digunakan atau MBT dengan kemampuan serupa.
Malaysian Army's G5 155 howitzer (photo : panggilan pertiwi)
Malaysian Army’s G5 155 howitzer (photo : panggilan pertiwi)
“Kebutuhan resimen tambahan ini untuk memenuhi pembentukan brigade lapis baja baru, yang masih dalam tahap perencanaan. Perencanaan dan Pengembangan Cabang militer saat ini sedang dipelajari persyaratan dan keperluan yang dibutuhkan brigade lapis baja masa depan.”
defense-studies.blogspot.com

Malaysia Tambah Rudal Jarak Menegah AIM-120

Rudal AIM-120 yang memiliki jangkauan lebih jauh dari rudal Sidewinder
Rudal jarak menengah AIM-120 memiliki jangkauan lebih jauh dari rudal Sidewinder
SHAH ALAM: Departemen Luar Negeri AS mengumumkan pada 5 Mei 2015 bahwa Malaysia membeli rudal 10 AIM-120C7 AMRAAM dan peralatan yang terkait, suku cadang serta dukungan logistik dengan perkiraan biaya $ 21 juta. Rudal-rudal akan dipasang dI Hornet F/A-18D RMAF.
Pembelian Ini akan menjadi kali kedua Malaysia membeli rudal AMRAAM, setelah yang pertama pada tahun 2005 ketika membeli 20 rudal versi C5.
Pesawat Hornet F/A-18D RMAF dibagi dua peran, untuk optimalisasi peran serangan udara-ke-udara dan pesawat lainnya untuk optimalisasi serangan udara ke darat.
Rudal AMRAAM versi C7, merupakan varian terbaru untuk ekspor yang diperkenalkan pada tahun 2003. Adapun model D yang menjadi Varian terbaru dari rudal ini diperkenalkan pada tahun 2014 dan hanya dipakai pasukan AS.
Hornet RMAF dulunya dilengkapi dengan rudal AIM-7 Sparrow dan Sidewinder versi L/M yang dikirim 8 rudal pada tahun 1997.
Sementara itu, AS juga mengumumkan bahwa Indonesia telah membeli 30 rudal Sidewinder AIM-9X-2, peralatan terkait, suku cadang dan dukungan logistik untuk biaya sebesar $ 47 juta.
Malaysia memesan 20 rudal Sidewinder yang sama pada tahun 2013. Rudal kemungkinan besar telah dikirimkan.
Pernyataan DSCM
5 Mei 2015, Departemen Luar Negeri AS menyetujui rencana penjualan rudal AIM-120C7 AMRAAM dan peralatan terkait, suku cadang serta dukungan logistik dengan biaya $ 21 juta. Rencana penjualan ini telah disampaikan ke Kongres AS, untuk mendapatkan persetujuan.
Pemerintah Malaysia meminta penjualan 10 rudal AIM-120C7 Advanced Medium Range Air-to-Air Missiles (AMRAAM), kontainer rudal, suku cadang dan perbaikan, dukungan serta alat uji, dokumentasi teknis, pelatihan personil dan peralatan pelatihan dengan biaya $ 21 juta.
Rencana penjualan ini akan memberikan kontribusi pada kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika Serikat dengan membantu meningkatkan keamanan mitra kunci yang telah, dan terus menjadi kekuatan penting bagi stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Asia Tenggara. Penjualan ini akan meningkatkan interoperabilitas Malaysia dengan Amerika Serikat, meningkatkan latihan bersama yang dijadwalkan secara rutin dan pelatihan. Ini juga menjamin kemampuan berkelanjutan serangan udara-ke-udara untuk pesawat F/A-18D Malaysia.
Malaysia akan menggunakan kemampuan ini sebagai pencegah terhadap ancaman regional dan memperkuat pertahanan tanah air nya. Malaysia, yang sudah memiliki rudal AMRAAM dalam persediaan, tidak akan memiliki kesulitan dalam menyerap ini rudal tambahan ini ke angkatan bersenjatanya.
Usulan penjualan peralatan dan dukungan tidak mengubah keseimbangan militer di wilayah tersebut.
Kontraktor utama dipegang Raytheon Corporation di Tucson, Arizona. Pembeli telah meminta offset namun pada saat ini, perjanjiannya belum ditentukan dan akan ditentukan dalam negosiasi antara pembeli dan kontraktor.
Pelaksanaan rencana penjualan ini tidak akan memerlukan tugas dari perwakilan Pemerintah AS atau kontraktor tambahan untuk Malaysia.
Tidak ada dampak buruk pada kesiapan pertahanan AS sebagai akibat dari rencana penjualan ini.
Pemberitahuan dari potensi penjualan ini diperlukan oleh hukum dan tidak berarti penjualan telah dilakukan
Malaysian Defence

KRI Banjarmasin Hadiri World Expo 2015 Milan

image
Tentara Angkatan Laut Indonesia telah mengirimkan kapal multirole landing platform dock (LPD) Makassar Class, KRI Banjarmasin (592), ke Milan untuk World Expo 2015.
Sebuah sumber yang dekat dengan TNI-AL dikonfirmasi IHS Jane tanggal 4 Mei mengatakan bahwa pengiriman ini menandai pertama kalinya kapal Makassar class TNI-AL dikerahkan ke Eropa. Kapal meninggalkan pangkalan angkatan laut di Ujung, Surabaya, pada tanggal 30 April dan akan membuat perhentian sementara di Cochin, India, Djibouti, dan Alexandria di Mesir dalam perjalanan ke Milan.
Dalam sebuah wawancara media yang menandai pengiriman kapal, juru bicara TNI-AL Armada Timur Kolonel Suradi Agung Slamet menggambarkan pengiriman ini kesempatan bagi Indonesia untuk menampilkan kemampuan galangan kapal angkatan laut. “Acara World Expo akan dihadiri oleh peserta dari 145 negara termasuk Indonesia. Ini adalah kesempatan yang baik untuk menunjukkan apa yang mampu dilakukan orang Indonesia,” katanya.
Menurut data IHS Jane, kapal Banjarmasin adalah LPD pertama yang dibangun Indonesia di Surabaya oleh pembuat kapal milik negara PT PAL; didasarkan pada desain, Dae Sun Korea Selatan. Kapal dengan panjang 122 m ditugaskan pada bulan November 2009 dan memiliki kapasitas untuk mengangkut sampai 507 tentara dan dua kapal pendarat untuk kendaraan dan personil (LCVP).
IHS Jane

Pembelian Rudal Sidewinder oleh Indonesia

AIM-9X-2 Sidewinder Missile (photo : Raytheon)
AIM-9X-2 Sidewinder Missile (photo : Raytheon)
Washington – Departemen Luar Negeri AS menyetujui kemungkinan penjualan rudal AIM-9X Sidewinder-2 ke Indonesia, serta peralatan terkait, suku cadang dan dukungan logistik untuk biaya sebesar $ 47 juta. Defense Security Cooperation Agency mengirim sertifikasi yang diperlukan untuk mendapatkan pengesahan oleh Kongres.
Pemerintah Indonesia telah meminta penjualan 30 rudal AIM-9X Sidewinder-2 Blok II All-Up-Round, 20 AIM-9X-2 Captive Air Training Missiles (CATM), 2 CATM-9X-2 Block II Tactical Missile Guidance Units, 4 CATM-9X-2 Block II Guidance Units, dan 2 Dummy Air Training Missiles, kontainer, alat uji dan peralatan pendukung, suku cadang dan perbaikan, dokumen teknis, pelatihan personil dan peralatan pelatihan, pelatihan teknis dari pemerintah AS dan kontraktor, unsur logistik terkait lainnya dan dukungan Program. Perkiraan biaya adalah $ 47 juta.
Rencana penjualan ini akan memberikan kontribusi pada tujuan kebijakan luar negeri dan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat dengan membuat Indonesia lebih mampu mengalahkan ancaman terhadap stabilitas regional dan memperkuat pertahanan tanah air nya. Ini akan mengurangi kemungkinan bahwa Indonesia akan perlu mengandalkan penyebaran pasukan tempur AS untuk mempertahankan atau memulihkan stabilitas di kawasan itu.
Penjualan yang diusulkan juga akan meningkatkan kemampuan Indonesia dalam upaya koalisi saat ini dan masa depan. Akuisisi rudal AIM-9X mendukung upaya Indonesia untuk menjadi kekuatan pertahanan yang lebih mampu dan juga akan memberikan elemen kunci yang diperlukan untuk interoperabilitas dengan pasukan AS. Indonesia seharusnya tidak memiliki kesulitan menyerap kemampuan baru ini ke dalam angkatan bersenjata.
Usulan penjualan sistem senjata ini tidak akan mengubah keseimbangan militer dasar di wilayah tersebut.
Kontraktor utama akan dipegang Raytheon Missile Systems Company di Tucson, Arizona. Tidak ada diketahui offset requirements sehubungan dengan potensi penjualan ini.
Pelaksanaan rencana penjualan memerlukan penugasan dari Pemerintah AS atau personil tambahan dari kontraktor untuk Indonesia untuk sementara, dalam hubungannya dengan Program pengawasan teknis dan manajemen dan dukungan persyaratan.
Tidak akan ada dampak negatif pada kesiapan pertahanan AS sebagai akibat dari rencana penjualan ini.
Pemberitahuan dari potensi penjualan ini diperlukan oleh hukum dan tidak berarti penjualan telah dilakukan.
(DSCA)

WoW, PBB Pesan 14 Panser Pindad

image
Untuk kesekian kalinya, PT Pindad dipercaya membuat kendaraan tempur yang akan dipakai Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Tahun ini, PBB memesan panser Anoa sebanyak 14 unit.
“Tahun ini, PBB memesan 14 unit panser Anoa. Nantinya kendaraan tempur ini digunakan untuk misi perdamaian PBB,” kata Dirut Pindad Silmy Karim usai peringatan HUT ke-32 Pindad, Rabu (29/4).
Dia menyebut panser khas bercat putih dengan tulisan “UN” buatan Pindad itu sudah terjual sebanyak 46 unit. Silmy menjelaskan, panser Anoa 6×6 itu tergolong kendaraan armoured medium personnel carrier. Kendaraan tempur ini dipergunakan untuk mengangkut personel di medan pertempuran.
Selain kendaraan tempur, Pindad pun melakukan ekspor senjata. Namun, kata dia, persentasenya lebih banyak kendaraan tempur. “Soalnya, untuk ekspor barang alutsista itu tidak mudah. Ini beralasan karena untuk senjata itu harus hati-hati.
Kita tidak mau senjata yang kita pasok itu nantinya disalahgunakan oleh kelompok-kelompok bersenjata,” ucapnya lagi. Selain itu, pada peringatan HUT ke-60 Konferensi Asia Afrika (KAA) diakuinya menghasilkan beberapa peluang di sejumlah negara Afrika. Meski belum ada kesepakatan, kata dia, kebanyakan barang pesanan itu berupa kendaraan tempur.
Selama ini, sejumlah negara tetangga seperti Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, dan Thailand dibidik untuk menggunakan produk Pindad. Untuk pasar Afrika, pihaknya membidik Madagaskar, Mesir, Nigeria, dan Mozambiq. Sedangkan, untuk kawasan Timur Tengah, pasar potensial yang dibidik antara lain Kuwait, Yordania, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

12 Kapal Selam RI pada Tahun 2018

(Foto: Antara / Suryanto)
(Foto: Antara / Suryanto)
TNI Angkatan Laut menghitung Indonesia membutuhkan 12 kapal selam untuk mewujudkan poros maritim seperti yang diimpikan Presiden Joko Widodo. Kini, TNI AL baru memiliki dua buah kapal selam dan tiga buah kapal selam lagi sedang dalam tahap pemesanan dari Korea Selatan.
Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi menargetkan pada 2018 mendatang Indonesia sudah memiliki 12 kapal selam. “Target kita punya 12, kan tiga sedang dipesan dari Korsel,” kata Ade di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/5/2015).
TNI AL, kata dia, memiliki peran yang sangat besar dalam mewujudkan visi pembangunan poros maritim dunia. Apalagi, TNI AL memegang kendali dalam pertahanan Indonesia di sektor laut.
“Sebagai visi pembangunan, kita termasuk ke dalam pertahanan laut,” ujat dia. Lebih lanjut, Ade menegaskan bahwa TNI AL tinggal menunggu Peraturan Presiden terkait rencana pembentukan sektor pengamanan armada tengah, serta penambahan pangkalan utama angkatan laut (Lantamal).
Selain itu, lanjut dia, TNI AL juga akan melakukan validasi terkait perencanaan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan), untuk mendukung terciptanya poros maritim dunia. “Guna mendukung visi maritim, ada peningkatan kompetesi prajurit, pembentukan armada tengah, validasi keseluruhan terkait Kogabwilhan, ada penambahan lantamal. Tinggal nunggu Perpres,” pungkas dia. (Metro TV).

Tank Canggih T-14 Armata Rusia

image
Moskow – Rusia memamerkan tank terbaru dan paling canggih yang pernah diproduksi negeri itu sejak Perang Dingin berakhir dalam sebuah latihan militer yang disaksikan Presiden Vladimir Putin.
Tank T-14 Armata muncul di hadapan publik untuk kali pertama, Senin (4/5/2015), saat menyusuri jalan-jalan kota Moskwa untuk menuju ke Lapangan Merah untuk ambil bagian dalam latihan parade Victory Day yang akan digelar pada Sabtu (9/5/2015).
Dalam parade untuk memperingati 70 tahun kemenangan Rusia atas Nazi Jerman itu, sebanyak 200 alat tempur dan 16.500 personel militer akan ambil bagian.
Tank baru ini dilengkapi dengan menara yang bisa digerakkan dengan pengendali jarak jauh dan sistem pengisian peluru ulang secara otomatis. T-14 Armata adalah produk dari program yang menghabiskan biaya 254 miliar poundsterling atau sekitar Rp 5.000 triliun selama 10 tahun terakhir untuk menciptakan berbagai persenjataan baru.
Tank ini juga merupakan tank pertama yang memiliki kapsul persenjataan internal yang memberikan perlindungan tambahan bagi tiga orang kru di dalamnya. Sejumlah pakar militer Rusia dan Barat memprediksi T-14 Armata dalam waktu singkat akan jauh melampaui kemampuan berbagai jenis tank buatan negara-negara Barat.
image
image
Salah satu kelebihan produk baru ini adalah pada menara meriam (turet). Menara meriam T-14 Armata ternyata bisa digunakan untuk mesin perang lainnya, termasuk kendaraan lapis baja infanteri berat, meriam howitzer, dan kendaraan pendukung tempur lainnya. Fleksibilitas ini bisa memangkas biaya produksi serta pemeliharaan.
Produksi perdana T-14 Armata ini memiliki potensi untuk berkompetisi dengan tank-tank produksi Barat. Namun, sejauh ini belum jelas apakah industri persenjataan Rusia mampu memenuhi ambisi produksi untuk tank baru ini.
Di bawah program modernisasi persenjataan, militer Rusia dilaporkan harus menerima 2.300 unit T-14 Armata pada 2020. Namun, rencana itu kemungkinan besar akan direvisi karena ekonomi Rusia yang memburuk akibat anjloknya harga minyak dunia dan sanksi ekonomi dari Barat.
Perang Dingin baru
Oleg Bochkaryov, deputi komisi industri militer, sebuah panel pemerintah yang mengurusi masalah pembelian senjata, pada pekan lalu mengatakan, tank baru ini akan mulai digunakan AD Rusia tahun depan.
Oleg menambahkan, tank baru ini, yang pertama sejak produksi tank terakhir Rusia, yaitu T-90, pada 1993, tidak akan dijual ke luar negeri selama lima tahun ke depan.
Pembaruan persenjataan militer Rusia telah memicu kekhawatiran akan munculnya Perang Dingin baru, ditambah perseteruan Presiden Putin dengan AS, NATO, dan Uni Eropa dalam beberapa bulan terakhir.
image
image
Dengan program pembaruan persenjataan berbiaya besar ini, dalam beberapa tahun ke depan, militer Rusia akan memiliki banyak pesawat baru, rudal, dan berbagai persenjataan baru lain untuk pertama kali sejak runtuhnya Uni Soviet pada 1991.
Pada 2014, Rusia memiliki 38 misil balistik dengan hulu ledak nuklir. Tahun ini, militer Rusia akan mendapatkan 50 rudal balistik dengan hulu ledak nuklir yang baru. Hal ini membuat militer Rusia memenuhi ambisinya untuk menggantikan rudal-rudal nuklir yang dibuat pada masa Uni Soviet yang nyaris mencapai masa pensiunnya.
AL Rusia sudah mendapatkan dua kapal selam baru yang diperlengkapi Bulava, sistem rudal balistik antarbenua yang berbasis kapal selam, dan kapal selam ketiga direncanakan sudah diterima AL Rusia tahun depan.
Sementara itu, AD Rusia sudah mendapatkan pasokan rudal Iskander dalam jumlah besar. Rudal ini bisa dilengkapi dengan hulu ledak nuklir atau konvensional dan bisa digunakan untuk menghancurkan sistem pertahanan rudal milik NATO. (Kompas.com).

Drone NASA Kawinkan Helikopter dan Pesawat

Greased Lightning GL-10 (NASA).
Greased Lightning GL-10 (NASA).
Pesawat dan helikopter punya kekuatan dan kelemahan masing-masing. Pesawat bisa bergerak cepat dan membawa banyak muatan, sementara helikopter bergerak lebih lambat, tetapi tidak butuh landasan pacu besar dan mampu bermanuver lebih baik.
Langley Research Center pada Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) baru-baru ini menguji coba sebuah drone berukuran 6 meter yang dikembangkannya, GL-10 Grased Lightning.
Drone itu unik karena setengah helikopter dan setengah pesawat. Dalam uji coba baru-baru ini, drone itu berhasil menunjukkan kemampuan lepas landasnya dengan gaya helikopter dan mengubah mode terbangnya menjadi “wing-borne” saat di udara.
GL-10 adalah kerabat dari V-22 Osprey, pesawat Vertical Take OFF and Landing (VTOL) yang dikembangkan oleh Angkatan Udara dan Laut Amerika Serikat tahun 1980-an. V-11 Osprey bisa lepas landas dari tengah hutan membawa hingga 9 ton dan sejauh 3.500 kilometer.
Ketangguhan V-22 Osprey kemudian menginspirasi pembuatan drone GL-10. NASA menginginkan agar drone tersebut juga punya kekuatan yang dimiliki V-22 Osprey dengan ukuran yang jauh lebih kecil.
Rancangan GL-10 NASA
Rancangan GL-10 NASA
GL-10 punya empat motor pada masing-masing sayap dan dua motor lagi pada bagian ekor. Totalnya ialah 10 motor. NASA berharap, drone yang dikembangkannya ini bisa melayani beragam macam tugas.
“Ini bisa digunakan untuk mengirim paket kecil, penginderaan jangka panjang untuk pertanian, pemetaan, dan aplikasi lainnya,” kata Bill Frederick, insinyur NASA yang terlibat pengembangan drone ini, dikutip Wired, Selasa (5/5/2015).
Sejauh ini, NASA telah membuat 12 prototipe GL-10, mulai yang berbahan gabus seberat 2 kilogram, berbahan fiberglass seberat 10 kilogram, hingga yang seberat 100 kilogram dari bahan serat karbon.
Sejumlah prototipe telah hancur lewat proses pengujian. Namun, pada saat yang sama, para insinyur semakin bisa belajar menyempurnakan rancangannya. Setelah uji coba pada April lalu, NASA akan kembali menguji coba efisiensi drone itu dalam waktu dekat.
Tim insinyur percaya drone itu empat kali lebih aerodinamis daripada helikopter. Belum jelas kapan NASA menargetkan penyelesaian proyek drone itu. Namun, penyempurnaan terus dilakukan. Prototipe yang terbaru sudah jauh lebih tidak berisik. (Kompas.com).

Museum Media Penerangan TNI Dibuka

image
Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, S.E., dan Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna meresmikan Museum Media Penerangan TNI dan Peluncuran Buku TNI-AirAsia QZ-8501 bertempat di Gedung Media Center TNI Puspen TNI, Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Selasa (5/5/2015).
Panglima TNI dalam sambutannya menyampaikan bahwa, upaya bersama antara TNI dan Media merupakan kolaboratif yang sangat positif. TNI tidak bisa banyak berbuat dan tidak bisa dikenal oleh masyarakat luas kalau tidak diberitakan. TNI membuka akses yang seluas-luasnya kepada wartawan untuk bertanya apa saja, mengkritisi apa saja secara terbuka.
image
image
“Melalui kondisi seperti itu ternyata membuahkan hasil yang sangat positif, semua kegiatan TNI dapat terekam dengan baik dan bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia”, ujar Jenderal TNI Moeldoko.
Panglima TNI menegaskan, di dalam jiwa prajurit yang profesional disitu mengalir tanggung jawab sosial, atas dasar itulah TNI bekerja sungguh-sungguh menjalankan tugas dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Dalam konteks menyelesaikan tugas atas korban Air Asia, dari awal telah saya perintahkan kepada seluruh prajurit agar memberi dukungan sepenuhnya kepada Badan SAR Nasional.
“Tidak ada sedikitpun upaya-upaya dari TNI untuk menggeser peran Badan SAR Nasional, itu sebuah catatan, karena kita paham atas tugas dan tanggung jawab masing-masing”, tegas Panglima TNI.
image
Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan Media Gathering dengan kegiatan Lomba Tembak Antar Wartawan, memperebutkan Piala Bergilir Panglima TNI, di Lapangan Tembak Mabes TNI Cilangkap. Panglima TNI juga mengapresiasi acara Media Gathering sebagai kegiatan yang baik bagi hubungan insan pers dan jajaran Pusat Penerangan TNI.
“Berkumpulnya para insan pers bersama-sama dengan jajaran Puspen TNI memiliki makna yang sangat baik dalam konteks people to people atau dalam konteks hubungan dalam kelembagaan. Melalui Media Gathering inilah kita bisa membangun sebuah komunikasi yang sehat, dan pasti semuanya dapat menunjang kelancaran pada tugas masing-masing”, ungkap Jenderal TNI Moeldoko.
image
image
Keluar sebagai juara I diraih oleh Ebenezer dari SK Progresif Jaya dengan nilai 83, juara II Frans Herdinan dari Majalah Lider dengan nilai 65 dan juara III Chris dari koranmetro.com dengan nilai 61. Sedangkan, juara Harapan I Boy dari Radio Dakta, juara Harapan II Hendro Awi dari Indosiar, dan juara Harapan III Danu dari Rakyat Merdeka.
Turut hadir dalam acara tersebut, antara lain para Perwira Tinggi Mabes TNI dan Angkatan, Kabasarnas, Wagub DKI, beberapa Atase Pertahanan negara sahabat, mantan Kapuspen TNI, serta Pemimpin Redaksi media cetak dan elektronik. (Puspen TNI).
Authentikasi :
Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Czi Berlin G. S.Sos., M.M.

Mabes Polri Tertarik dengan KCR 60

image
PT PAL menerima kunjungan Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia di gedung PIP lantai IV. Sekretaris perusahaan, Elly Dwirat Manto menerima dengan hangat kunjungan tersebut didampingi oleh Kepala Divisi Teknologi, Kepala Divisi Desain, dan Staf Ahli Alutsista. Brigjen S.
Mamandoa selaku Kepala Puslitbang Mabes Polri hadir bersama jajarannya yang diantaranya berasal dari Polisi Air.
Kunjungan ini dilatarbelakangi adanya keingintahuan Puslitbang Mabes Polri mengenai perkembangan PT PAL Indonesia yang terkait dengan tugas-tugas Polri. “Saat ini PT PAL Indonesia sedang dibicarakan banyak pihak. Karena pengaruh misi menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Oleh karena itu kami datang untuk mengetahui seperti apa pengembangan-pengembangan yang telah dilakukan oleh PT PAL Indonesia,” ucap Mamandoa dalam sambutannya.
Acara diawali dengan paparan tentang kesiapan PT PAL INDONESIA yang disampaikan oleh Elly. Elly menyampaikan produk-produk yang telah dihasilkan dan juga mengenai rencana pengembangan PT PAL INDONESIA (Persero) ke Wilayah Timur Indonesia.
“Produksi PAL tidak hanya Kapal Perang dan Kapal Niaga saja, tetapi kami juga sedang dalam proses penyelesaian produk oil and gas dan juga untuk jasa pemeliharaan dan perbaikan yang rencananya akan dikembangkan ke wilayah Indonesia Timur,” tandasnya.
image
Ketika menjelaskan mengenai produk unggulan KCR 60 Meter yang dimiliki oleh TNI Angkatan Laut, Mamandoa sangat tertarik untuk membahas lebih jauh. “Sepertinya untuk kepolisian, KCR 60 Meter ini cocok untuk patroli polisi air kita,” jelas Brigadir Jenderal ini.
Seperti yang diketahui, KCR 60 Meter merupakan pengembangan secara mandiri dari kapal FPB 57 yang dulu dilakukan kerjasama dengan galangan kapal Jerman. “3 buah KCR 60 Meter yang telah kami serahterimakan tahun 2014 kemarin, merupakan renstra Kementerian Pertahanan. Dan rencananya akan ada pengadaan KCR 60 meter untuk batch selanjutnya,” tambah Elly.
Salah satu rombongan menambahkan bahwa karakteristik dari KCR 60 Meter sesuai dengan geografis wilayah laut Indonesia. Sehingga hal ini dapat memberikan kemudahan bagi Polisi Air untuk mengamankan wilayah Indonesia.
Baik PT PAL INDONESIA maupun Puslitbang Mabes Polri berharap akan ada hasil positif dari kunjungan kerja ini. Sebagai bangsa yang besar, sudah seharusnya kita mendukung produksi nasional, dimana secara tidak langsung kita ikut meningkatkan pertumbuhan perekonomian dalam negeri, dan mulai belajar untuk mengurangi ketergantungan terhadap produksi luar negeri.
PT Pal Indonesia

Begini Cara Kapal Selam Berlatih Tempur

Begini Cara Kapal Selam Berlatih Tempur 1
Kapal selam dan kapal perang permukaan terlihat berpatroli bersama, saat latihan Dynamic Mongoose anti-submarine exercise, yang dilaksanakan di perairan laut utara, Norwegia, 4 Mei 2015. NATO mengadakan latihan anti kapal selam terbesar, dan diikuti berbagai negara. REUTERS / Marit Hommedal

Helikopter milik Belanda terbang di dekat kapal selam. Peran heli sangat vital dalam pertempuran laut melawan kapal selam, selain bertugas sebagai sarana intai alutsista ini berfungsi untuk mendeteksi keberadaan kapal selam, menggunakan teknik suonobuoy. Laut Utara, Norwegia, 4 Mei 2015. REUTERS / Marit Hommedal
Helikopter milik Belanda terbang di dekat kapal selam. Peran heli sangat vital dalam pertempuran laut melawan kapal selam, selain bertugas sebagai sarana intai alutsista ini berfungsi untuk mendeteksi keberadaan kapal selam, menggunakan teknik suonobuoy. Laut Utara, Norwegia, 4 Mei 2015. REUTERS / Marit Hommedal

Sebuah kapal selam milik Jerman, terlihat muncul di permukaan. Latihan ini diadakan di tengah ketegangan yang terjadi antara, Rusia dan negara tetangga di sekitarnya. Latihan anti kapal salam sangat penting, karena kapal selam Rusia memiliki kemampuan di atas rata-rata. Laut Utara, Norwegia, 4 Mei 2015. REUTERS / Marit Hommedal
Sebuah kapal selam milik Jerman, terlihat muncul di permukaan. Latihan ini diadakan di tengah ketegangan yang terjadi antara, Rusia dan negara tetangga di sekitarnya. Latihan anti kapal salam sangat penting, karena kapal selam Rusia memiliki kemampuan di atas rata-rata. Laut Utara, Norwegia, 4 Mei 2015. REUTERS / Marit Hommedal

Kapal permukaan milik anggota NATO, dikerahkan dalam latihan kali ini. Tidak mudah bagi kapal permukaan mendeteksi keberadaan kapal selam, selain kedalaman lautan, kadar garam hingga salinitas membuat kapal selam tidak mudah terdeteksi. Laut Utara, Norwegia, 4 Mei 2015. REUTERS / Marit Hommedal
Kapal permukaan milik anggota NATO, dikerahkan dalam latihan kali ini. Tidak mudah bagi kapal permukaan mendeteksi keberadaan kapal selam, selain kedalaman lautan, kadar garam hingga salinitas membuat kapal selam tidak mudah terdeteksi. Laut Utara, Norwegia, 4 Mei 2015. REUTERS / Marit Hommedal

Kru kapal USS Viksburg melihat layar monitor sonar, alat ini berfungsi memanfaatkan gelombang rambat suara untuk mendeteksi keberadaan kapal selam. Alat sonar ini hampir terdapat di setiap kapal permukaan berukuran besar. Laut Utara, Norwegia, 4 Mei 2015. REUTERS / Marit Hommedal
Kru kapal USS Viksburg melihat layar monitor sonar, alat ini berfungsi memanfaatkan gelombang rambat suara untuk mendeteksi keberadaan kapal selam. Alat sonar ini hampir terdapat di setiap kapal permukaan berukuran besar. Laut Utara, Norwegia, 4 Mei 2015. REUTERS / Marit Hommedal

Komandan dan perwira berada di atas dek komando USS Vicksburg. Pertempuran laut sangat kompleks dan sulit, karena melibatkan banyak orang dan beragam alutsista, kerja sama dan latihan menjadi kunci kemenangan pertempuran laut. Laut Utara, Norwegia, 4 Mei 2015. REUTERS / Marit Hommedal
Komandan dan perwira berada di atas dek komando USS Vicksburg. Pertempuran laut sangat kompleks dan sulit, karena melibatkan banyak orang dan beragam alutsista, kerja sama dan latihan menjadi kunci kemenangan pertempuran laut. Laut Utara, Norwegia, 4 Mei 2015. REUTERS / Marit Hommedal

Sumber    : tempo.co

Program Pesawat KFX / IFX On The Track

image
Jakarta, Program kerjasama pembangunan pesawat tempur KFX/IFX antara Indonesia dan Korea Selatan merupakan simbol hubungan baik antara kedua negara. Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pertahanan (Kemhan) mempunyai komitmen yang kuat dan sejauh ini kebijakan mengenai kerjasama program tersebut tidak berubah serta akan terus dilanjutkan.
Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Sekjen Kemhan RI) Letjen TNI Ediwan Prabowo saat menerima perwakilan dari Aircraft Program Departement Defense Acquisition Program Administration (DAPA) Korea Selatan, Baek Youn Hyeong, Kamis (30/4) di kantor Kemhan, Jakarta.
Sekjen Kemhan lebih lanjut mengatakan, program kerjasama pembangunan pesawat tempur KFX/IFX merupakan kerjasama yang sangat strategis antara Indonesia dan Korsel, dimana kedua negara memiliki hubungan baik yang panjang.
Untuk itu, kedua negara perlu membangun suatu mekanisme dan sistem yang tidak hanya melalui Business to Business (B to B) tetapi juga Government to Government (G to G). Hal ini diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan dan kendala dihadapi bersama dalam program kerjasama ini.
“Untuk mengatasi permasalahan yang timbul dalam implementasi kerjasama KFX/IFX, perlu adanya supervisi pemerintah dari kedua negara. Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kemhan telah memberikan arahan kepada pihak PT. Dirgantara Indonesia untuk melaksanakan program tersebut dengan baik”, ungkap Sekjen Kemhan.
Selain program kerjasama KFX/IFX, Indonesia dan Korsel juga melakukan kerjasama pembangunan kapal selam. Terkait kerjasama kapal selam ini, Sekjen Kemhan juga berharap kepada pihak DAPA Korsel untuk mengikuti secara seksama kerjasama pembangunan kapal selam yang dilakukan antara PT PAL dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME).
Menanggapi hal diatas, perwakilan dari DAPA Korea Selatan, Baek Youn Hyeong mengungkapkan bahwa Pemerintah Korsel juga berharap kerjasama yang telah terjalin baik antara Indonesia dan Korsel dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan.
Pemerintah Korsel juga memiliki komitmen yang sama terkait kerjasama KFX/IFX. “Korsel tidak hanya ingin menjual Alutsista saja, tetapi juga ingin bekerjasama dalam membangun kemampuan industri pertahanan di kedua negara” ungkapnya.
Diungkapkannya bahwa pihak DAPA Korsel saat ini sedang melakukan negosiasi dengan Korea Aerospace Industries untuk membicarakan berbagai permasalahan terkait dengan program kerjasama KFX/IFX. “DAPA Korsel juga telah melakukan pembicaraan dengan pihak PT. DI yang telah membuahkan hasil yang sangat bermanfaat bagi kelanjutan dan perkembangan program kerjasama KFX/IFX”, tambahnya.
Kemhan.go.id

Jet Tempur Rafale “Menyalip di Tikungan”

image
Presiden Francois Hollande dan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menyaksikan penandatanganan kontrak jual beli 24 jet tempur Dassault Aviation, Rafale, senilai 6,3 miliar euro atau sekitar Rp 91 triliun.
Kontrak ini juga mencakup penjualan misil MBDA serta memberikan pelatihan kepada 36 pilot Qatar dan 100 teknisi oleh militer Prancis.
Kesepakatan jual beli ini diteken Senin, 4 Mei 2015, di Doha, ibu kota Qatar. Prancis juga akan memberikan pelatihan kepada sejumlah pejabat intelijen Qatar. “Ini sebuah pilihan yang bagus,” kata Hollande usai berbicara dengan Sheikh Tamim.
Eric Trappier, Direktur Utama Dassault, menerangkan, setelah Qatar menyusul Kuwait yagn kini sedang mengevaluasi kemampuan pesawat terbangnya. “Penjualan ke Qatar merupakan pertanda bagus bagi seluruh negara di kawasan Timur Tengah,” ucapnya
image
Kabar bagus lainnya buat Prancis, India sepakat membeli setengah dari jumlah awal pesawat Rafale yang dipesan dari Perancis, ungkap seorang sumber di Kementerian Luar Negeri India kepada Sputnik.
Pada tahun 2012, India mengumumkan rencana pembelian 126 jet Rafale dari Dassault Aviation. Menurut sumber Kementerian Pertahanan, India mengubah rencana pembelian awal, dan kini membeli langsung sekitar 60 pesawat dari Perancis.
Surat kabar Le Monde Perancis melaporkan, India berniat membeli 63 jet Rafale dengan nilai $ 7,7 miliar. Kesepakatan pembelian pesawat tempur Rafale diharapkan dibahas Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Prancis Francois Hollande selama tiga hari kunjungan Modi ke Prancis.
Sebelumnya, Perdana Menteri India Narendra Modi meminta Prancis segera memberikan 36 jet Rafale secepat mungkin.
Pemerintah India menyampaikan keperluan Multirole Combat Aircraft untuk Angkatan Udara India, yang bisa terbang secepat mungkin.
Pesawat akan dikirimkan dalam jangka waktu secepatnya untuk Angkatan Bersenjata India, setelah diuji dan disetujui oleh India, dan dengan perawatan tanggung jawab Prancis. Modi dan Hollande juga akan menandatangani 17 perjanjian termasuk tentang energi nuklir.
Selain Qatar dan India, Mesir lebih dulu membeli jet tempur Rafale Prancis, satu bulan ke belakang.
Tempo.co dan SputnikNews.com

Kapal AL AS kunjungi Bali

Ilustrasi. Kapal perusak Amerika Serikat kelas Arleigh Burke, USS Fitzgerald (DDG-62) yang berpangkalan di Yokozuka, Jepang. Dia memiliki sistem penyerangan aktif BGM 109 Tomahawk, sel-sel peluru kendali RIM-156, sistem perlindungan Phalanx CIWS, dan banyak lagi. (wikipedia.org)
Ilustrasi. Kapal perusak Amerika Serikat kelas Arleigh Burke, USS Fitzgerald (DDG-62) yang berpangkalan di Yokozuka, Jepang. Dia memiliki sistem penyerangan aktif BGM 109 Tomahawk, sel-sel peluru kendali RIM-156, sistem perlindungan Phalanx CIWS, dan banyak lagi. (wikipedia.org)
Surabaya – Dua kapal perang canggih Angkatan Laut (AL) AS mengunjungi Perairan Nusa Dua, Pelabuhan Benoa, Bali, 1-4 Mei.
Bagian Penerangan Pangkalan TNI AL (Lanal) V di Surabaya, Senin, melaporkan sedikitnya 80 personel Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar, Lantamal V, yang mengamankan kapal perang milik AL AS tersebut.
Kedua kapal perang AL AS yang datang pada Jumat (1/5) pukul 09.00 WITA adalah USS Sterett (DDG-104) yang dikomandani CDR T.J Nunamakerdan dan USS Deweey (DDG-105) yang dikomandani CDR M.A Rockstad.
Kedua kapal perang itu (USS Sterett/DDG-104 dan USS Deweey/DDG-105) memiliki spesifikasi panjang kapal 155,3 meter dengan bobot sekitar 9.200 ton.
Keduanya dilengkapi dengan peralatan canggih diantaranya ada satu meriam caliber 62 mm, dua senjata caliber 25 mm, empat senjata anti-pesawat udara caliber 12,7 mm, dan dua torpedo.
Selain itu, masih ada juga senjata anti-kapal selam, satu laser weapoon Phalanx Close in weapons system, dua helikopter jenis sea hawk dan dilengkapi dengan empat mesin penggerak pokok. Jumlah ABK dalam satu kapal 380 orang.
Kapal perang milik AL Amerika Serikat itu datang ke Bali dalam rangka kunjungan wisata (port visit). Selama empat hari, para awak kapal melaksanakan kunjungan ke beberapa tempat wisata di Pulau Bali.
Selama kapal perang AS tersebut berada di perairan Nusa Dua, Bali, dua kapal itu berada dalam pengamanan TNI AL (Lanal Denpasar) yang mengerahkan dua KRI yaitu KRI Tongkol-813 dan KRI Weling-822 dengan satu combat boat catamaran dan 80 personel Pam darat.
Dalam waktu yang sama (4/5), Pangkalan TNI AL (Lanal) Malang, Lantamal V, memamerkan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI AL untuk memeriahkan Hari Pendidikan Nasional dan Dies Natalis Ke-33 Polinema di Graha Polinema, Malang (2/5).
“Dalam pameran itu menampilkan berbagai alutsista dari Korps Komando Pasukan Katak (KOPASKA) berupa satu unit kendaraan perang bawah air, dua unit parasut FF, lima unit alat selam, dan lima unit sniper,” kata Palaksa Lanal Malang Letkol Laut (P) B. Arif Yoedianto.
Sementara itu, Lanal Banyuwangi, Lantamal V, mendukung proses seleksi Pendidikan Calon Tamtama Prajurit Karier Tahap II tahun 2015 yang bersih dari pungli, kolusi, dan nepotisme. (ANTARA News)

Up Date Militer dan Alutsista

image
US Army memilih Produk BAE System sebagai integrated night vision & thermal targeting solution.
image
Perang Dunia 2 : 70 tahun yang lalu, pasukan Jerman di Belanda, Denmark dan Norwegia, menyerah kepada Inggris.
image
image
Qatar menyetujui pembelian jet tempur Rafale Prancis, berikut rudal Exocet, Scalp/ Storm Shadow dan Meteor.
image
image
image
Airport Sanaa Yaman yang kembali dibombardir Koalisi Liga Arab pimpinan Arab Saudi.
image
Gerilyawan yang melakukan pertempuran di Kota Aden Yaman, membawa ATGM NLAW buatan Swedia.
image
Armada kapal perang Spanyol di Galicia, mulai menggunakan drone.
image
image
Osprey V22 Marinir AS USMC tiba di Nepal untuk membantu korban gempa.
image
Jet tempur J-15 PLAN (China Navy) mulai beroperasi di kapal induk Liaoning.
hackerandeducation © 2008 Template by:
SkinCorner