Sejumlah siswa dari Pendidikan Intai Amfibi (Diktaifib) Marinir angkatan Ke-40, menjalani pendidikan praktek Intai Amfibi patroli jarak jauh, yang melintasi lautan pasir di kawasan Gunung Bromo, Cemorolawang, Ngadisari, Probolinggo, Jatim, Kamis (1/5).
Patroli jaruk jauh tersebut, merupakan salah materi Latihan Praktek (Latek), yang merupakan rangkaian Pendidikan Intai Amfibi (Diktaifib), dengan tujuan pengaplikasian teori yang diterima di basis, dalam simulasi pengejeran terhadap musuh yang melakukan pelarian.
Sumber : Antara
Pages
Diberdayakan oleh Blogger.
Archive
-
▼
2016
(118)
-
▼
November
(72)
- Dragon Ball Super 67 Subtitle Indonesia
- One Piece 765 Subtitle Indonesia
- Ajin Season 02 Episode 07 Subtitle Indonesia
- Komik Boruto 07 Bahasa Indonesia
- Adobe Acrobat Reader 15.020.20042
- ESET NOD32 Antivirus 10 Full Version
- IObit Malware Fighter 4 Pro Full Version
- The Banner Saga 2
- Beli Typhoon, Eurofighter Siap Bantu Program IFX
- Pesawat F-16 TNI AU Latihan Bersama Pesawat F-18 K...
- Peluncuran KRI Torani-860 dan KRI Lepu-861
- Apache Pertama Indonesia Dikirim 2017, Chinook Neg...
- Indonesia dan Rusia Melakukan Pembicaraan Terkait ...
- Produksi Amunisi, Pindad Bekerjasama dengan Rheinm...
- China Protes Kapal Nelayannya Ditembaki Patroli Ko...
- Serial Number Adobe Photoshop CS6 100% Berhasil
- Rusia Siap Ekspor Kapal Selam Amur dan Sistem AIP ...
- Perkenalkan “Sanca” Buatan PT Pindad
- Memalukan, Menteri Pertahanan dan KSAU Taiwan Sala...
- Pindad Siapkan Smart Bomb LIG Nex1
- One Piece 763 Subtitle Indonesia
- Ajin Season 02 Episode 05 Subtitle Indonesia
- UAS Long-Endurance Rajawali 720, Segera Terbang
- Pembelian Pesawat Su-35 Masih Diproses
- KRI Klewang Dijadwalkan Selesai Tahun Depan
- Kendaraan Amfibi Kasrat X-1 Produksi TNI Angkatan ...
- Indonesia Tanam Modal di Perusahaan Rusnano Rusia
- Inggris Siap Melakukan Transfer Teknologi Pertahan...
- Mungkinkah F-16 Viper Menggeser Su-35 ?
- Indonesia Perkenalkan Konsep Kapal Selam Mini untu...
- Serial Number kaspersky internet security 2016
- Pererat Kerja Sama dengan Indonesia, Rusia Kirim K...
- Rudal Petir, Cikal Bakal Rudal Jelajah Indonesia ?
- Pesawat Tanker KC-10 Kehilangan Selang Booming Pen...
- F-16 Yunani Terbakar Saat Take Off
- Kumpulan AntiVirus Terbaik Untuk PC/Laptop Terbaru...
- Kaspersky Internet Security 2017 17.0.0.611 Final ...
- Indonesia Bisa Mendapatkan Lisensi Produksi BTR-4 ...
- Mungkinkah Sky Dragon 50 Dipilih Indonesia?
- Penampilan Tank Medium Marder di Indo Defence 2016
- Naruto Shippuden 482 Subtitle Indonesia
- Pertarungan Produsen Sistem Pertahanan Udara di In...
- Tata Motors Pamerkan Truk Perang di Indo Defence K...
- Tata Motors dan Pindad Sepakati Produksi Kendaraan...
- Korea Selatan Gandeng Indonesia Jual Pesawat ke Pa...
- Pindad Semakin Menggeliat di Indo Defence 2016
- Rusia Bawa Rudal Kalibr ke Indo Defence 2016
- Tank Medium Pindad Dilengkapi Rudal
- Antasena, Tank Boat Buatan Pindad Seharga Sekitar ...
- Prototype Tank Medium FNSS-Pindad, Diluncurkan Mei...
- PT PAL – Boustead Teken MoU, Bangun Kapal TLDM di ...
- Australia Jajaki Patroli Laut Bersama dengan Indon...
- Tank Boat ‘Swamp Battalion’ Menggebrak di Indo Def...
- Simulator Kokpit N219 di Indo Defence 2016
- FNSS – Pindad Luncurkan Tank Medium di Indo Defenc...
- Tornado Jerman Turbulensi Saat Isi Bahan Bakar di ...
- China Pamerkan MBT Ringan Varian Ekspor VT-5, Minat…?
- Bentuk Anak Usaha, PT Pindad Kembangkan Pertahanan...
- AS Stop Jual Senjata ke Filipina, Duterte Tidak Pe...
- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Setujui Pen...
- F-16 Block 70 Untuk India Tidak Akan Tertandingi F...
- Jet Tempur F-16 dan F-18 Super Hornet Beraksi di L...
- Indonesia Masih Dalam Pembicaraan untuk Membeli Su...
- Norwegia Fasilitasi Tentara AS, Rusia Ancam Serang...
- Jelang Latihan Antar-Percabangan Angkatan Darat 2016
- Rusia Akan Ekspor Su-35 dengan Pod Pengecoh Rudal
- Tank Leopard di Natuna
- Destroyer Rusia Ikut Indo Defence 2016
- Pindad Goes to Indo Defence 2016
- TNI Berdiri Tegak di Atas Semua Golongan
- Simulasi Latihan Perang 4 Dimensi Indonesia – Mala...
- Rats Webgl Hit A Snag Chrome Fix
-
▼
November
(72)
Rabu, 28 Mei 2014
Angkatan Laut Tambah 16 Helikopter Baru
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut akan menerima alat utama sistem persenjataan baru berupa helikopter anti-kapal selam jenis AS565 Panther.
Angkatan Laut sudah mengajukan permohonan pengadaan helikopter tersebut ke Kementerian Pertahanan.
"Kami mintanya satu skuadron (16 buah), dan di Kementerian Pertahanan saya dengar hampir kontrak. Kapan datangnya, kami belum tahu," kata Kepala Pusat Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati kepada Tempo, Senin, 28 April 2014.
Menurut Untung, Angkatan Laut sangat membutuhkan helikopter anti-kapal selam tersebut. Sebab, saat ini TNI AL belum punya helikopter anti-kapal selam yang mumpuni.
Helikopter Panther ini dinilai punya kemampuan yang bagus untuk mendeteksi kapal selam musuh yang bersembunyi di dalam laut. Helikopter buatan Eurocopter ini juga mampu menembakkan torpedo untuk mengandaskan kapal selam musuh dari atas permukaan laut.
Sesuai rencana, helikopter Panther akan ditempatkan di atas dek kapal perang milik TNI AL. Sebab, fungsi helikopter anti-kapal selam ini merupakan perpanjangan mata dan tangan dari sebuah kapal perang. "Jadi bisa dibilang filosofi helikopter kami berbeda dengan Angkatan Udara," katanya.
Sumber : Tempo
Angkatan Laut sudah mengajukan permohonan pengadaan helikopter tersebut ke Kementerian Pertahanan.
"Kami mintanya satu skuadron (16 buah), dan di Kementerian Pertahanan saya dengar hampir kontrak. Kapan datangnya, kami belum tahu," kata Kepala Pusat Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati kepada Tempo, Senin, 28 April 2014.
Menurut Untung, Angkatan Laut sangat membutuhkan helikopter anti-kapal selam tersebut. Sebab, saat ini TNI AL belum punya helikopter anti-kapal selam yang mumpuni.
Helikopter Panther ini dinilai punya kemampuan yang bagus untuk mendeteksi kapal selam musuh yang bersembunyi di dalam laut. Helikopter buatan Eurocopter ini juga mampu menembakkan torpedo untuk mengandaskan kapal selam musuh dari atas permukaan laut.
Sesuai rencana, helikopter Panther akan ditempatkan di atas dek kapal perang milik TNI AL. Sebab, fungsi helikopter anti-kapal selam ini merupakan perpanjangan mata dan tangan dari sebuah kapal perang. "Jadi bisa dibilang filosofi helikopter kami berbeda dengan Angkatan Udara," katanya.
Sumber : Tempo
Melesetnya Target Produksi Migas Bikin APBN Tambah Defisit
(Foto: presstv.ir)
Liputan6.com, Jakarta - Target produksi minyak dan gas (migas) yang diusulkan oleh Pemerintah dalam nota keuangan dan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2014 mengalami penurunan cukup signifikan dari sebelumnya. Penurunan tersebut diperkirakan membuat anggaran semakin defisit.
Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Rofi Munawar mengatakan, APBN tertekan karena nilai tukar rupiah terus melemah sampai di luar koridor. Hal tersebut diperparah dengan melesetnya target produksi migas.
“Lifting migas yang rendah tidak bisa dipungkiri telah menyebabkan defisit pada anggaran negara," kata Rofi dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (27/5/2014).
Realisasi produksi minyak bumi selama periode Desember 2013 hingga Maret 2014 baru mencapai sekitar 797 ribu barel per hari (bph). sedangkan target lifting minyak dalam APBN 2014 ditetapkan sebesar 870 ribu barel per hari diperkirakan hanya akan terealisasi sebesar 818 ribu bph.
"Tentunya akan semakin memperburuk struktur anggaran karena importasi minyak masih cukup tinggi selama ini,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, Satuan kerja Khusus Pelaksana Kegiatan hulu Minyak dan gas bumi (SKK Migas) tidak pernah memenuhi target yang ditetapkan oleh APBN, setiap tahun perolehan lifting migas mengalami penurunan secara berarti.
"Lifting minyak sendiri sudah lama mengalami penurunan, namun janji SKK Migas akan mengkompensasinya dengan kenaikan gas pun tidak kunjung nampak hasilnya," pungkasnya.(Pew/Gdn)
Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Rofi Munawar mengatakan, APBN tertekan karena nilai tukar rupiah terus melemah sampai di luar koridor. Hal tersebut diperparah dengan melesetnya target produksi migas.
“Lifting migas yang rendah tidak bisa dipungkiri telah menyebabkan defisit pada anggaran negara," kata Rofi dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (27/5/2014).
Realisasi produksi minyak bumi selama periode Desember 2013 hingga Maret 2014 baru mencapai sekitar 797 ribu barel per hari (bph). sedangkan target lifting minyak dalam APBN 2014 ditetapkan sebesar 870 ribu barel per hari diperkirakan hanya akan terealisasi sebesar 818 ribu bph.
"Tentunya akan semakin memperburuk struktur anggaran karena importasi minyak masih cukup tinggi selama ini,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, Satuan kerja Khusus Pelaksana Kegiatan hulu Minyak dan gas bumi (SKK Migas) tidak pernah memenuhi target yang ditetapkan oleh APBN, setiap tahun perolehan lifting migas mengalami penurunan secara berarti.
"Lifting minyak sendiri sudah lama mengalami penurunan, namun janji SKK Migas akan mengkompensasinya dengan kenaikan gas pun tidak kunjung nampak hasilnya," pungkasnya.(Pew/Gdn)
Menteri Terguling: Kudeta Militer Bencana bagi Thailand
Mantan Menteri Pendidikan Chaturon Chaisaeng (BBC)
Liputan6.com, Bangkok - Kudeta militer kembali terjadi di Thailand untuk kesekian kalinya. Angkatan Bersenjata Negeri Putih itu mengambil alih kekuasaan negara. Para petinggi negara terguling pun dipanggil militer dan ditahan.
Penangkapan terbaru dilakukan pihak militer terhadap mantan Menteri Pendidikan Chaturon Chaisaeng. Dia ditangkap saat tengah berada di tengah demonstran anti-kudeta militer.
Sebelum ditangkap, Chaturon sempat menyampaikan aspirasinya dalam wawancara dengan BBC. Dia menegaskan, kudeta militer merupakan bencana bagi Thailand.
"Saya masih pada pendirian bahwa kudeta membawa preseden buruk bagi negara. Kudeta telah mencabut demokrasi dan membawa bencana bagi negeri ini. Namun kudeta ini sudah disahkan oleh hukum. Dan mereka mengkudeta berdasarkan kekuatan hukum," ujar Chaturon, seperti Liputan6.com kutip dari BBC, Rabu (28/5/2014).
Chaturon memilih untuk tidak menghadap militer, ketika Angkatan Bersenjata memanggil puluhan pejabat terguling. Namun dia menegaskan tak akan kabur. Dan penangkapannya saat berdemo adalah momen yang tepat.
"Ketika saya memutuskan tidak melapor bukan berarti saya akan melarikan diri. Saya tak akan mempengaruhi warga untuk mengkudeta militer," tegasnya.
Juru bicara militer Werachon Sukhondhadhpatipak mengatakan para petinggi yang ditahan adalah mereka yang terlibat konflik hingga membuat Thailand memanas. Mereka ditahan untuk merenungkan situasi Thailand agar bisa saling berkompromi.
"Semua dari 100 orang lebih terlibat dalam konflik politik di Thailand. Dan untuk memastikan kami tidak memberikan perlakuan lebih baik kepada siapapun atau orang-orang tertentu, kami menekankan bahwa kami netral dan ketidakberpihakan kami seperti yang kami tunjukkan. Jadi kami lakukan hal sama kepada semua pihak," ujar Kolonel Werachon, pekan lalu.
Menurut Werachon, para tahanan, termasuk mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra diperlakukan dengan baik dan tidak akan ditahan lebih dari 1 pekan. Dan Yingluck akhirnya dibebaskan pada Minggu 25 Mei lalu.
Menurut sumber dekat Yingluck kepada kantor berita CNN, adik mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra itu dibebaskan setelah dia melapor kepada junta militer. Yingluck dibebaskan setelah diminta militer untuk membantu mempertahankan perdamaian dan ketertiban.
Penangkapan terbaru dilakukan pihak militer terhadap mantan Menteri Pendidikan Chaturon Chaisaeng. Dia ditangkap saat tengah berada di tengah demonstran anti-kudeta militer.
Sebelum ditangkap, Chaturon sempat menyampaikan aspirasinya dalam wawancara dengan BBC. Dia menegaskan, kudeta militer merupakan bencana bagi Thailand.
"Saya masih pada pendirian bahwa kudeta membawa preseden buruk bagi negara. Kudeta telah mencabut demokrasi dan membawa bencana bagi negeri ini. Namun kudeta ini sudah disahkan oleh hukum. Dan mereka mengkudeta berdasarkan kekuatan hukum," ujar Chaturon, seperti Liputan6.com kutip dari BBC, Rabu (28/5/2014).
Chaturon memilih untuk tidak menghadap militer, ketika Angkatan Bersenjata memanggil puluhan pejabat terguling. Namun dia menegaskan tak akan kabur. Dan penangkapannya saat berdemo adalah momen yang tepat.
"Ketika saya memutuskan tidak melapor bukan berarti saya akan melarikan diri. Saya tak akan mempengaruhi warga untuk mengkudeta militer," tegasnya.
Juru bicara militer Werachon Sukhondhadhpatipak mengatakan para petinggi yang ditahan adalah mereka yang terlibat konflik hingga membuat Thailand memanas. Mereka ditahan untuk merenungkan situasi Thailand agar bisa saling berkompromi.
"Semua dari 100 orang lebih terlibat dalam konflik politik di Thailand. Dan untuk memastikan kami tidak memberikan perlakuan lebih baik kepada siapapun atau orang-orang tertentu, kami menekankan bahwa kami netral dan ketidakberpihakan kami seperti yang kami tunjukkan. Jadi kami lakukan hal sama kepada semua pihak," ujar Kolonel Werachon, pekan lalu.
Menurut Werachon, para tahanan, termasuk mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra diperlakukan dengan baik dan tidak akan ditahan lebih dari 1 pekan. Dan Yingluck akhirnya dibebaskan pada Minggu 25 Mei lalu.
Menurut sumber dekat Yingluck kepada kantor berita CNN, adik mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra itu dibebaskan setelah dia melapor kepada junta militer. Yingluck dibebaskan setelah diminta militer untuk membantu mempertahankan perdamaian dan ketertiban.
Indonesia Butuh Presiden Visioner Teknokrat
Sudah lama kita “mendem jero”, terpuruk dalam bidang teknologi. Spirit kemajuan teknologi yang dibangun Presiden Soekarno “mampet” di tengah jalan. Akibatnya negara yang dulunya senasib seperti: India, Pakistan, Iran dan Korea Utara, sudah melenggang, masuk ke teknologi modern.
Syukurlah Presiden SBY telah memberikan pijakan yang cukup kuat, untuk kembali menguasai kemandirian teknologi, agar Indonesia tidak dilecehkan atau dimangsa negara tetangga atau negara kuat.
Presiden ke depan tidak boleh hanya berpikir “margin”, mencari selisih keuntungan dari sebuah proses jual beli. Lihat saja Indonesia dengan negara penduduk berjumlah 250 juta tidak punya mobil buatan negeri sendiri. Betapa besar devisa yang terbuang ke luar negeri.
Bandingkan dengan negara-negara lain. Belanda, Perancis, Belgia dengan negeri sekecil itu saja, memiiki mobil produksi dalam negeri.
Mengapa kita tidak ?. Ya karena selama ini kita hanya bermental pedagang. Cari margin, merupakan orientasi utama. Malas melakukan riset and development, karena dengan biaya besar, tapi keuntungan belum tentu didapat. Semua berpikir jangka pendek.
Pemerintah menargetkan Indonesia mampu membuat pesawat tempur pada tahun 2020. Sebuah tantangan yang berat sekaligus mengasyikan. Mengasyikan bagi presiden, bila dia punya visi jauh ke depan dan mencintai teknologi.
Negeri ini akan bisa terbang menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia dalam belasan tahun ke depan, jika punya visi dan punya teknologi untuk meraihnya. Tidak bisa lagi hanya sekedar mencari “margin”, politik dagang semata.
Tekad Indonesia untuk dapat membuat Pesawat tempur tahun 2020, harus dituntaskan dan harus direalisasikan. Indonesia tidak bisa hanya menunggu Korea Selatan dengan proyek KFX IFX nya. Arah kemandirian Indonesia ini, mulai terlihat dengan rencana PT DI yang mendorong Kementerian Pertahanan untuk membeli Eurofighter Typhoon, sebagai pengganti F5 Tiger. PT DI berhitung dengan adanya serapan teknologi dari Eurofighter atau Rafale, keinginan mewujudkan pesawat tempur Indonesa pada tahun 2020, semakin terbuka lebar.
Para teknorat sudah membukakan jalan. Kita lihat bagaimana sikap presiden yang terpilih pada Pemilu Presiden 2014. Jayalah Indonesia (JKGR)
Era Baru Kontrol Udara Batam dan Natuna
Pemerintah menetapkan pengelolaan wilayah udara kawasan Batam dan Natuna kembali ke tangan Indonesia pada 2016. Hal ini untuk mendukung pengelolaan penerbangan, termasuk Bandara Internasional Hang Nadim Batam yang terus tumbuh.
“Salah satu tujuan dari dibukanya penerbangan 24 jam dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam ialah agar bisa mengambil alih kembali kontrol ruang udara Natuna yang saat ini dikontrol Singapura,” kata Kepala Bandara Internasional Hang Nadim Batam Suprasetyo di Batam, Kamis.
Saat ini penerbangan di Hang Nadim terus tumbuh sehingga harus memiliki kontrol sendiri terhadap ruang udara hingga wilayah Natuna. “Kita butuh kesiapan pengendalian ruang udara di sana,” kata dia.
Saat ini Bandara Internasional Hang Nadim Batam tengah berbenah menyambut pasar bebas ASEAN dan penerbangan terbuka mulai 2015.
“Dalam jangka menengah, program kami menjadikan Bandara Hang Nadim Batam sebagai penghubung (hub) terbesar Indonesia wilayah barat, yang juga terkoneksi ke berbagai negara di kawasan investasi dunia, untuk wilayah Asia Pasifik,” kata Suprasetyo.
Pembukaan penerbangan 24 jam dari Bandara Internasional Hang Nadim Batam disesuaikan dengan penerbangan serupa di Cengkareng, Surabaya, Denpasar, Makassar, Kuala Namu Medan dan Palembang. Pengoperasian bandara 24 jam juga diharapkan meningkatkan daya saing Batam yang lebih efisien dalam operasi penerbangan.
Pemerintah pusat sendiri menargetkan, hak pengelolaan wilayah udara kawasan Batam dan Natuna sepenuhnya dikelola dalam negeri, mulai 2016. Wilayah udara akan diambil alih dari tangan Malaysia dan Singapura.
“Kami yang berada di kawasan tersebut akan membantu agar target tersebut bisa dicapai. Sehingga Indonesia mampu mengontrol seluruh ruang udaranya sendiri,” kata dia. (republika.co.id)
MEF TNI AU 2010 – 2024
Mohon ijin rekan rekan. Terima kasih diperkenankan bergabung. Terima kasih terutama kepada Bung Jalo yang menyemangati saya.
Berikut ini saya sampaikan data yang saya punya. Data ini merupakan isi dari photo yg saya upload, yaitu mengenai pembangunan MEF TNI-AU. Ya itu fotocopy, tapi otentik lho …hehehe. Tampaknya kejayaan skadron 41 dan 42 akan kembali terulang. Jaya terus TNI-AU.
(by Danendra)
Indonesia – Rusia Kerjasama Luncurkan Roket
20 Mei 2014. Rusia, Indonesia, dan Jerman hendak bekerja sama meluncurkan Polet, sebuah roket carrier dua tingkat berbobot 100 ton. Roket yang merupakan bagian dari proyek Air Launch tersebut akan diluncurkan dari Biak, Papua.
Wakil Menteri Perkembangan Ekonomi Federasi Rusia Aleskey Likhachev menyatakan saat ini koordinasi dasar di Papua sudah dilaksanakan dan negosiasi pembiayaan proyek tengah berlangsung.
Hal itu dinyatakan Likhachev dalam kunjungannya ke Jakarta pada Maret lalu, saat memimpin lawatan delegasi bisnis Rusia ke negara-negara ASEAN. Menurut Likhachev, pelaksanaan proyek Air Launch di Indonesia memang tidak berjalan terlalu cepat, namun Rusia berharap proyek yang penting bagi kedua negara tersebut dapat segera terwujud. “Tidak menutup kemungkinan proyek ini akan melibatkan lingkup kerja sama yang lebih besar yakni antara Rusia dan beberapa negara ASEAN,” terang Likhachev.
Salah satu pencetus Air Launch, Sergey Teselkin, juga hadir dalam pertemuan di Jakarta tersebut.
Polet tidak diluncurkan dari permukaan bumi, melainkan dari ketinggian sepuluh kilometer di atas permukaan laut. Roket tersebut akan diangkut oleh Ruslan, pesawat terbang terbesar di dunia dan kemudian akan diluncurkan saat pesawat itu tengah mengudara. Hal itu akan menekan biaya peluncuran hingga dua kali lebih rendah.
Peluncuran satelit akan dilakukan di Pulau Biak, Papua, yang hanya bersudut dua derajat dari garis khatulistiwa. Dengan kecepatan rotasi bumi 0.4 kilometer per detik, maka biaya pengiriman satelit ke orbit menjadi lebih murah, karena putaran bumi sendiri yang akan mendorong satelit menuju orbit.
Teleskin menyatakan Air Launch dapat berfungsi sebagai sistem tanggap darurat. “Bayangkan saat para astronom menemukan asteroid yang datang mendekati bumi tanpa diduga, Air Launch (jika infrastrukturnya sudah dibangun dan berbekal roket ini) dapat menjadi satu-satunya sistem yang dapat mengatasi ancaman tersebut. Sistem ini akan menghancurkan asteroid berkeping-keping dalam dalam waktu sekitar lima hari setelah penemuan,” terang Teleskin
Peluncuran satelit akan dilakukan di Pulau Biak, Papua, yang hanya bersudut dua derajat dari garis khatulistiwa. (Desain Mikhail Tsyganov)
Selain itu, Teleskin menawarkan sistem yang revolusioner dalam proyek ini. Biasanya, sebelum peluncuran satelit dibawa ke kosmodrom (stasiun peluncuran roket) dan dijaga sepanjang waktu, tapi tak menutup kemungkinan terjadi kebocoran teknologi. Sementara, Polet akan didatangkan (dengan pesawat) kepada klien dengan menggunakan roket upper stage dan perakitannya dilakukan dibawah kontrol penuh klien.
Teknologi Air Launch merupakan milik Pusat Roket Negara (PRN) Rusia Makeyev yang telah bergerak di pasar persenjataan roket selama 60 tahun dan berpengalaman puluhan tahun di bidang teknologi peluncuran roket dari kapal selam.
Teleskin menjelaskan, teknologi milik PRN sangat berguna dalam mempermudah peluncuran roket. “Roket seberat 100 ton yang terjun dari pesawat, dengan berat keseluruhan 400 ton, akan membuat kerusakan spesifik pada dinamika penerbangan. Air Launch membuat peluncuran beban seberat itu di udara menjadi lebih mudah dibanding melepaskan gelembung di hidrosfer,” terang Teleskin. Pesawat An-124 Ruslan sendiri memang dirancang untuk menerjunkan beban yang sangat berat.
Teleskin optimis proyek ini mampu menarik perhatian investor. “Semua investor yang kami temui menyarankan untuk melakukan pencobaan peluncuran roket. Bila kami berhasil melakukannya, investor akan menilai proyek ini berbeda dari sebelumnya. Para pengamat ahli dari Rusia, Eropa, bahkan AS memprediksi banyak klien potensial yang akan mengantri untuk berinvestasi,” kata Teleskin.
Proyek ini telah diajukan ke pemerintah Rusia, tapi Teleskin khawatir reorganisasi kepemimpinan Badan Antariksa Rusia Roskosmos akan menghambat kelancaran proyek. “Keputusan sudah diterima, tapi proyek baru boleh dilaksanakan setelah pembentukan struktur Roskosmos yang baru. Maka kami masih harus menunggu untuk merealisasikannya. Supaya tidak membuang waktu sia-sia, kami melanjutkan pekerjaan kami dengan mitra dari Indonesia dan Jerman.” Ujar Teleskin. (indonesia.rbth.com).
Upaya Tiongkok Kuasai Laut Negara Tetangga
Destroyer Tiongkok yang dipimpin Kapal Wuhan melakukan perjalanan ke Laut Jepang untuk melakukan latihan militer bersama Rusia, 3 Juli 2013
Tiongkok mulai merenggangkan otot menghadapi konflik di Laut Tiongkok Selatan. Presiden Xi Jinping menyerukan pembentukan struktur kerjasama keamanan baru di Asia yang melibatkan Rusia dan Iran, tanpa Amerika Serikat.
“Kita harus memperbaharui kerjasama keamanan dan meracik struktur baru di kawasan,” kata Xi di sebuah konfrensi di Shanghai yang dihadiri oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin dan kepala pemerintah dari negara-negara di Asia Tengah.
Dalam pidatonya Xi tidak menyebut konflik teranyar antara Beijing dan Vietnam terkait pengeboran minyak lepas pantai di Laut Tiongkok Selatan.
Perebutan SDA di Laut Tiongkok Selatan
“Instalasi pengeboran minyak ilegal oleh Tiongkok mengancam perdamaian, stabilitas, keamanan dan kebebasan di laut timur,” ujar Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung seusai bertemu dengan Persiden Filipina, Benigno Aquino III di Manila.
“Instalasi pengeboran minyak ilegal oleh Tiongkok mengancam perdamaian, stabilitas, keamanan dan kebebasan di laut timur,” ujar Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung seusai bertemu dengan Persiden Filipina, Benigno Aquino III di Manila.
“Kedua pihak berniat melawan pelanggaran yang dilakukan Tiongkok dan menyerukan dunia internasional untuk mengecam langkah Beijing,” imbuhnya. Vietnam, Filipina, Malaysia dan Brunei adalah negara yang berselisih faham dengan Tiongkok terkait kedaulatan di Laut Tiongkok Selatan.
Sebab itu pula langkah Tiongkok memanfaatkan aliansi keamanan negara Asia (CICA) alias Conference on Interaction and Confidence Building Measures in Asia, dianggap sebagai ancaman. CICA beranggotakan 24 negara, termasuk Korea, Thailand dan Turki, diharapkan akan mewadahi “dialog keamanan dan kerjasama,” serta “meracik mekanisme konsultasi pertahanan,” kata Xi.
Beijing berupaya menjadikan CICA sebagai “Pusat Pengendalian Keamanan” untuk situasi darurat, semisal konflik bersenjata di Laut Tiongkok Selatan. Analis menilai organisasi multilateral itu akan dimanfaatkan Beijing untuk mecari dukungan dalam situasi perang, layaknya NATO untuk Amerika Serikat.
Tiongkok Peringatkan Sekutu AS di Asia
Wacana tersebut menandai upaya terakhir Tiongkok untuk mengumpulkan sekutu guna membatasi pengaruh Washington di kawasan.
Wacana tersebut menandai upaya terakhir Tiongkok untuk mengumpulkan sekutu guna membatasi pengaruh Washington di kawasan.
Uniknya dalam kesempatan yang sama, Presiden Xi mewanti-wanti negara-negara Asia, bahwa memperkuat aliansi militer untuk melawan Tiongkok tidak akan menguntungkan keamanan regional. Ia juga memperingatkan Amerika Serikat agar tidak mencampuri urusan di kawasan dengan membentuk aliansi keamanan baru.
“Membangun aliansi militer untuk membidik pihak ketiga adalah langkah yang salah untuk menjaga keamanan bersama di wilayah,” kata Xi. Sang presiden merujuk pada langkah Vietnam, Filipina dan Jepang yang memperkuat kerjasama keamanan dengan AS. (dw.de)
KASAU : MISSION FIRST, SAFETY ALWAYS
Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Sri Pulung D.,S.E., MMgt.Stud., sebagai inspektur upacara pada Upacara Bendera di Lanud Halim Perdanakusuma sedang membacakan sambutan Kasau, Senin, (26/5). Upacara Bendera 17-an Bulan Mei di Lanud Halim Perdanakusuma baru dilaksanakan pada 26 September 2014 karena pada 19 Mei lalu, lokasi upacara digunakan Mabes TNI untuk pembukaan Latgab TNI 2014. (Photo Pentak Lanud Halim Perdanakusuma)
|
“Lakukan langka-langka preventif dengan penuh perhitungan dan cerdas dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan safety penerbangan dan kerja, untuk itu, komitmen terhadap upaya pembinaan keselamatan terbang dan kerja melalui program road map to zero accident terus diimplementasikan tanpa mengabaikan pencapaian tujuan dari aspek operasi maupun latihan (Mission First Safety Always)”.
Demikian antara lain sambutan Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia pada upacara bendera 17-an yang baru dapat dapat dilaksanakan pada Senin (26/5) di Echo Taxi Way Lanud Halim Perdanakusuma karena pada 19 Mei 2014 lalu ada event upacara pembukaan Latgab TNI 2014. Upacara diikuti pejabat, Prajurit dan PNS dengan inspektur upacara Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Sri Pulung D.,S.E., MMgt. Stud.
Ditambahkan Kasau untuk mengingatkan dan membiasakan budaya keselamatan terbang dan kerja, anggota TNI AU perlu terus dikontrol melalui pelaksanaan jam komandan secara rutin. “Kepada segenap para panglima dan komandan satuan agar dapat memanfaatkan jam komandan dengan lebih intens lagi untuk mengingatkan berbagai hal yang berkaitan dengan keamanan terbang dan kerja kepada seluruh jajaran TNI AU”, ujar Kasau.
Dalam sambutannya Kasau juga menyampaikan rasa apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Udara karena pelaksanaan pengamanan Pemilu Legislatif pada 9 April 2014 dapat dilaksanakan dengan baik dan konsistensinya memegang netralitas TNI. Keberhasilan pengamanan pemilu legislatif tersebut menurut Kasau merupakan modal utama untuk mengamankan dan menyukseskan pelaksanaan pemilu presiden dan wakil presiden pada 9 Juli 2014 mendatang.
Di akhir sambutannya, Kasau memberikan beberapa penekanan, diantaranya memelihara dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, meningkatkan motivasi, disiplin, dedikasi, dan loyalitas sebagai insan dirgantara yang profesional, mengamalkan secara nyata “Delapan Wajib TNI”, mengedepankan “kepemimpinan lapangan” dengan penuh simpati dan menjaga soliditas serta solidaritas baik dilingkungan internal maupun antar angkatan.
F-22 Raptor, Jet Tempur Siluman Buatan AS
Jet tempur berteknologi stealth (anti radar / pelacakan) F/A-22 atau yang lebih dikenal dengan nama F-22 Raptor dikembangkan untuk menggantikan jet tempur F-15 dan generasi jet tempur lainnya milik Angkatan Udara AS (USAF). F-22 Raptor dikembangkan bersamaan dengan F-23 yang merupakan saingannya dan juga salah satu dari jenis pesawat yang dioptimalkan untuk jet tempur siluman. Keduanya pun dirancang memiliki kemampuan supercruise yaitu mampu melesat dengan kecepatan supersonic tanpa afterburner. F/A-22 memiliki penampilan yang relatif konvensional dengan ekor kembar bersisi datar. Mesin pesawat memiliki nozzle vektor pendorong dua dimensi. Untuk lebih memaksimalkan teknologi stealth yang diterapkan, persenjataan disimpan di dalam tubuh pesawat atau lebih menitik beratkan pada persenjataan internal.
F-22 Raptor pertama kali dioperasikan pada bulan Desember 2005. Awalnya untuk digunakan oleh Angkatan Laut AS guna menggantikan jet tempur F-14. F-22 memang pantas disebut sebagai jet tempur terbaik di dunia karena dilengkapi dengan sensor yang prima sehingga pilot bisa memonitor kondisi pesawat dan keadaan sekitar penerbangan dengan baik. Sistem persenjataan yang melengkapinya bisa memastikan bahwa jet siluman ini yang memiliki kesempatan pertama untuk menyerang dibandingkan dengan lawan.
Sensor pada F-22 memungkinkan pilot untuk melacak, mengindentifikasi, dan menembak target sebelum kehadirannya terdeteksi oleh lawan. Teknologi avionik yang sudah dikembangkan memungkinkan sistem sensor pada F-22 dapat mengumpulkan, mengintegrasikan, dan menampilkan informasi penting bagi pilot guna mempermudah operasi tempurnya.
Peningkatan kemampuan siluman (stealth) membuat jet tempur ini secara signifikan menunjukkan kemampuannya dalam mengurangi ancaman serangan berupa tembakan missil udara ke udara atau permukaan ke udara. Kemampuan supercruise (melaju dengan kecepatan supersonik tanpa afterburner) juga bisa memberikan efek kejut yang memberikan keuntungan taktis.
Kemampuan supercruise yang dimiliki F-22 Raptor membuat pesawat ini memiliki daya jelajah yang lebih jauh dibandingkan jet tempur berkecepatan supersonik lainnya. Sedangkan pada jet tempur lainnya harus menggunakan afterburner untuk mencapai kecepatan supersonik sehingga cenderung membuat pemakaian bahan bakar menjadi lebih boros dengan konskwensi jarak jelajah terbang menjadi berkurang.
Selain itu, F-22 juga terbukti memiliki kemampuan manuver yang sempurna. Pada kecepatan tinggi pesawat ini masih tetap bisa melakukan manuver taktis yang prima. Kemampuan ini didukung oleh desain aerodinamis yang maju sehingga bisa mengungguli pesawat musuh maupun kondisi cuaca pada penerbangan.
Sejarah
Program ATF (Advanced Technology Fighter) yang melahirkan F-22 Raptor dimulai pada bulan September 1983. Saat itu kontrak pengembangan desain jet tempur siluman ini diberikan kepada 7 perusahaan. Pada oktober 1986, kontrak pengembangan diberikan kepada dua konsorsium, salah satunya terdiri dari perusahaan Lockheed (kontraktor utama), Boeing, dan General Dynamics. Sementara konsorsium yang lain terdiri dari perusahaan Northrop (kontraktor utama) dan McDonnel Douglas.
Desain pesawat yang dibuat oleh Northrop dan McDonnel Douglas, sebuah jet tempur siluman yang diberi nama YF-23A, banyak kalangan menjulukinya Black Widow II. Black Widow II diterbangkan pertama kali pada 27 Agustus 1990. Kemudian menyusul desain pesawat hasil rancangan Lockheed, Boeing, dan General Dynamics yang diberi nama YF-22A dengan julukan yang terkenal Lightning II dan diterbangkan perdana pada tanggal 29 September 1990. Dan pada bulan April 1991, desain jet tempur YF-22A yang terpilih untuk dikembangkan lebih lanjut.
Setelah terjadi pemangkasan anggaran untuk proyek ini, membuat jet tempur F-22A buatan Lockheed dan Boeing (General Dynamics telah menjual divisi tempurnya kepada Lockheed sejak Desember 1992) menjadi lambat diproduksi. Hingga akhirnya dapat dioperasikan perdana pada tahun 2005. Rencana awal akan diproduksi hingga 648 unit F-22 Raptor, tapi berkenaan dengan pemotongan anggaran yang sudah terjadi, jet tempur siluman ini hanya diproduksi sebanyak 339 unit.
Ada laporan yang berbeda mengenai pemberian nama resmi untuk jet tempur F-22A. Untuk sementara pihak Pentagon menyebutnya dengan nama "Superstar". Tapi beberapa kalangan di media bahkan sudah memberinya nama "Rapier". Sementara itu, Chris Ridlon mewakili USAF (Angkatan Udara AS) lebih memilih nama yang disebutkan oleh pabrikan Lockheed, Lightning II. Dan akhirnya kita semua tahu bahwa jet tempur siluman super canggih ini bernama Raptor…
Spesifikasi Jet Tempur Siluman F-22 Raptor
fighter-planes.com, defenseindustrydaily.com
F-22 Raptor pertama kali dioperasikan pada bulan Desember 2005. Awalnya untuk digunakan oleh Angkatan Laut AS guna menggantikan jet tempur F-14. F-22 memang pantas disebut sebagai jet tempur terbaik di dunia karena dilengkapi dengan sensor yang prima sehingga pilot bisa memonitor kondisi pesawat dan keadaan sekitar penerbangan dengan baik. Sistem persenjataan yang melengkapinya bisa memastikan bahwa jet siluman ini yang memiliki kesempatan pertama untuk menyerang dibandingkan dengan lawan.
Sensor pada F-22 memungkinkan pilot untuk melacak, mengindentifikasi, dan menembak target sebelum kehadirannya terdeteksi oleh lawan. Teknologi avionik yang sudah dikembangkan memungkinkan sistem sensor pada F-22 dapat mengumpulkan, mengintegrasikan, dan menampilkan informasi penting bagi pilot guna mempermudah operasi tempurnya.
Peningkatan kemampuan siluman (stealth) membuat jet tempur ini secara signifikan menunjukkan kemampuannya dalam mengurangi ancaman serangan berupa tembakan missil udara ke udara atau permukaan ke udara. Kemampuan supercruise (melaju dengan kecepatan supersonik tanpa afterburner) juga bisa memberikan efek kejut yang memberikan keuntungan taktis.
Kemampuan supercruise yang dimiliki F-22 Raptor membuat pesawat ini memiliki daya jelajah yang lebih jauh dibandingkan jet tempur berkecepatan supersonik lainnya. Sedangkan pada jet tempur lainnya harus menggunakan afterburner untuk mencapai kecepatan supersonik sehingga cenderung membuat pemakaian bahan bakar menjadi lebih boros dengan konskwensi jarak jelajah terbang menjadi berkurang.
Selain itu, F-22 juga terbukti memiliki kemampuan manuver yang sempurna. Pada kecepatan tinggi pesawat ini masih tetap bisa melakukan manuver taktis yang prima. Kemampuan ini didukung oleh desain aerodinamis yang maju sehingga bisa mengungguli pesawat musuh maupun kondisi cuaca pada penerbangan.
Sejarah
Program ATF (Advanced Technology Fighter) yang melahirkan F-22 Raptor dimulai pada bulan September 1983. Saat itu kontrak pengembangan desain jet tempur siluman ini diberikan kepada 7 perusahaan. Pada oktober 1986, kontrak pengembangan diberikan kepada dua konsorsium, salah satunya terdiri dari perusahaan Lockheed (kontraktor utama), Boeing, dan General Dynamics. Sementara konsorsium yang lain terdiri dari perusahaan Northrop (kontraktor utama) dan McDonnel Douglas.
Desain pesawat yang dibuat oleh Northrop dan McDonnel Douglas, sebuah jet tempur siluman yang diberi nama YF-23A, banyak kalangan menjulukinya Black Widow II. Black Widow II diterbangkan pertama kali pada 27 Agustus 1990. Kemudian menyusul desain pesawat hasil rancangan Lockheed, Boeing, dan General Dynamics yang diberi nama YF-22A dengan julukan yang terkenal Lightning II dan diterbangkan perdana pada tanggal 29 September 1990. Dan pada bulan April 1991, desain jet tempur YF-22A yang terpilih untuk dikembangkan lebih lanjut.
Setelah terjadi pemangkasan anggaran untuk proyek ini, membuat jet tempur F-22A buatan Lockheed dan Boeing (General Dynamics telah menjual divisi tempurnya kepada Lockheed sejak Desember 1992) menjadi lambat diproduksi. Hingga akhirnya dapat dioperasikan perdana pada tahun 2005. Rencana awal akan diproduksi hingga 648 unit F-22 Raptor, tapi berkenaan dengan pemotongan anggaran yang sudah terjadi, jet tempur siluman ini hanya diproduksi sebanyak 339 unit.
Ada laporan yang berbeda mengenai pemberian nama resmi untuk jet tempur F-22A. Untuk sementara pihak Pentagon menyebutnya dengan nama "Superstar". Tapi beberapa kalangan di media bahkan sudah memberinya nama "Rapier". Sementara itu, Chris Ridlon mewakili USAF (Angkatan Udara AS) lebih memilih nama yang disebutkan oleh pabrikan Lockheed, Lightning II. Dan akhirnya kita semua tahu bahwa jet tempur siluman super canggih ini bernama Raptor…
Spesifikasi Jet Tempur Siluman F-22 Raptor
| SPESIFIKASI UMUM | |
| Pembuat | Lockheed Martin dan Boeing |
| Jumlah Crew | 1 Orang |
| Harga per Unit | US$.360 juta |
| DIMENSI | |
| Lebar Sayap | 13,56 meter |
| Panjang Keseluruhan | 18,92 meter |
| Tinggi Keseluruhan | 5,08 meter |
| Luas Sayap | 78 meter² |
| TENAGA PENGGERAK | |
| Mesin Pendorong | 2 Unit Pratt & Whitney F119-PW-100 |
| Rasio Bypas | 0.2:1 |
| Daya Menengah | 116 kN |
| Daya Tambahan | 155 kN |
| BERAT | |
| Operasional Kosong | 14.375 kg |
| Bahan Bakar Internal | 11.400 kg |
| Lepas Landas Normal | 27.200 kg |
| Maksimum Lepas Landas | 36.288 kg |
| Daya Angkat Sayap | 470 kg/m² |
| KINERJA | |
| Kecepatan Maksimum | Mach 1,9 (beberapa sumber menyebut Mach 2,4) |
| Kecepatan Suprcruise | Mach 1,6 |
| Radius Tempur | 1.400 kilometer |
| Jarak Jelajah Terbang | 3.200 kilometer |
| Ceiling | 18.000 meter |
| Dorongan / Berat | 1.3 ~ 1.4 |
| Gaya Gravitasi Maksimum | 9,5 g |
| PERSENJATAAN | |
| Senapan Mesin | 1 × M61A2 Vulcan 20 mm Gatling dengan 480 putaran |
| Misil Udara ke Udara | 6 Unit AIM-120 AMRAAM, 2 Unit AIM-9 Sidewinder |
| Misil Udara ke Permukaan | 2 Unit 1,000 lb JDAM atau 2 Unit 1.000 £ JDAM, 2 Unit Wind Corrected Munitions Dispensers (WCMDs) atau 8 Unit 250 lb GBU-39 Small Diameter Bombs |
| Keterangan Tambahan | Diperkirakan kabin persenjataan internal dapat mengangkut sekitar 907 kg bom atau rudal. Empat cantelan yang terpasang dibawah sayap pesawat dapat digunakan untuk membawa senjata atau tanki bahan bakar tambahan yang masing-masing memiliki kapasitas 2.267 kg, tapi dengan mengorbankan kemampuan silumannya sebab benda-benda itu tidak anti radar / deteksi. |
fighter-planes.com, defenseindustrydaily.com
Sejumlah Negara Kecam Kudeta Militer Thailand
Solopos.com, WASHINGTON– Kudeta militer Thailand pada Kamis (22/5/2014) mengundang kecaman internasional, salah satunya adalah negara adikuasa Amerika Serikat.
Panglima militer Thailand, Jenderal Prayuth Chan-ocha, mengambil alih pemerintahan dua hari setelah dia mengumumkan darurat militer. Dia mengatakan tentara militer harus memulihkan ketertiban dan mendorong keamanan melalui reformasi setelah lebih dari enam bulan terjadi pergejolakan.
Prayuth juga melarang perkumpulan yang dihadiri lima orang atau lebih serta memerintahkan pemimpin partai yang berseteru untuk melapor kepada pihak militer.
Negara-negara Eropa dan Asia seperti Jerman, Perancis, Jepang, Singapura dan Inggris menyatakan keprihatinan atas kudeta yang dilakukan militer Thailand. Menteri luar negeri Jepang menyebut hal itu sangat disesalkan. Sedangkan pemerintah Singapura mendesak semua pihak untuk menghindari kekerasan dan menegakkan ketertiban di negeri gajah putih itu.
Hal senada diungkapkan Amerika Serikat. “Tidak ada pembenaran untuk kudeta militer ini,” kata Menteri Luar Negeri AS John Kerry dalam sebuah pernyataan dilansir Reuters, Jumat (23/4/2014).
Menurutnya, tindakan tersebut akan memiliki implikasi negatif bagi hubungan AS- Thailand, terutama untuk hubungan dengan militer Thailand. “Kami akan meninjau kembali bantuan dan keterlibatan dari militer kita untuk Thailand, sesuai dengan hukum AS,” tambahnya.
Kerry prihatin dengan laporan bahwa para pemimpin politik senior telah ditahan. Dia juga mendesak untuk segera melakukan pemulihan pemerintah sipil dan mencabut semua hal pembatasan terhadap media.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengatakan ia sangat prihatin dan meminta untuk mengembalikan konstitusi, sipil, pemerintahan demokratis dengan sebuah dialog inklusif. “Hal tersebut akan membuka jalan untuk perdamaian dan kemakmuran jangka panjang,” ujarnya.
Menurut hukum AS, tidak ada bantuan dari pemerintah AS yang mengalir untuk negara manapun yang kepala pemerintahaannya digulingkan oleh keputusan kudeta militer.
"Wacana Wamil, Itu Komponen Cadangan"
Solopos.com, JAKARTA–Beberapa waktu lalu Panglima TNI mengungkapkan keinginannya untuk mencanangkan wajib militer (Wamil) di Indonesia. Pengamat militer Rizal Darma Putra menganggap hal tersebut bukanlah wajib militer, melainkan rancangan komponen cadangan.
“Mungkin lebih tepatnya dirumuskan menjadi rancangan komponen cadangan. Jadi itu berbeda dengan wajib militer,” kata Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia ini kepada Bisnis, Jumat (23/5/2014).
Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko memang pernah menjelaskan adanya rancangan komponen negara yang sudah diusulkannya kepada dewan legislatif. Dalam rancangan itu, komponen utama adalah Tentara Nasional Indonesia.
Komponen berikutnya adalah komponen cadangan yang terdiri dari seluruh sumber daya manusia yang telah disiapkan sebagai bantuan cadangan bagi komponen utama. Sementara pada komponen terakhir, yang merupakan komponen pendukung, terdiri dari kaum profesional, warga negara asing di Indonesia, dan industri nasional.
Menurut Rizal, komponen cadangan bukanlah wajib militer yang notabene diwajibkan bagi seluruh warga negara yang memenuhi syarat militer. Sedangkan dalam komponen cadangan, perekrutan dilakukan secara terbatas.
“Jadi perekrutan berdasarkan yang terpilih, bukan semua rakyat. Misalnya pegawai negeri atau karyawan BUMN yang memiliki satu keahlian tertentu yang dibutuhkan. Atau orang-orang sipil yang punya keahlian khusus,” jelasnya.
Rizal juga mengatakan, TNI dan dewan legislatif juga harus merumuskan secara spesifik apakah ancaman yang sedang dihadapi oleh negara hingga akhirnya TNI membutuhkan tentara bantuan berupa komponen cadangan.
Lebih lanjut, menurutnya perumusan sistem perekrutan komponen cadangan ini masih harus diperjelas, “Itu harus diperjelas. Lalu apakah para pihak yang direkrut memiliki hak untuk menolak atau tidak, apakah akan ada satu sanksi beratnya? ini harus clearn, kan.”
Latihan Gabungan TNI telan biaya Rp 30 miliar
Merdeka.com - Seluruh prajurit TNI yang tergabung dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI Tahun 2014, ternyata menghabiskan dana sekitar Rp 30 miliar. Hal tersebut di ungkapkan Panglima TNI Jenderal Moeldoko ketika melepas 13.936 personelnya di Lapangan Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (25/5).
"Hari ini saya inspeksi ke pasukan saya yang akan disiapkan untuk melaksanakan Latgab 2014. Persiapan semuanya pada dasarnya sudah siap semua, manusianya sudah terlatih, persenjataannya cukup walaupun sebenarnya kita menginginkan seluruh kendaraan baru bisa dioperasionalisasikan. Tapi karena sebagian besar belum hadir, yang sudah ada kita mainkan, 5 Oktober nanti bisa dipakai semuanya," ujar Moeldoko kepada wartawan di Lapangan Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (25/5).
Moeldoko menjelaskan, senjata baru yang dimainkan dari angkatan darat yaitu meriam 155 dan 105 dari Korea. Alutsista juga cukup banyak, kendaraan tempur darat, 52 helikopter dan 32 meriam. Kemudian 30 dari angkatan laut, yakni; kapal 31 berbagai jenis, ranpur 76, unsur udara pesawat tempur 40, pesawat angkut 32, helikopter 62 dengan biaya yang dihabiskan mencapai sekitar Rp 30 miliar.
"Biayanya sekitar Rp 30 miliar ke atas, antara itu, karena latihannya cukup lama, pasukan gabungannya Kostrad, Kavaleri, Arteleri. Angkatan Laut dari Armabar-Armatim, pasukan Marinir, pasukan udara jumlahnya 13.936 personel," ujarnya.
Panglima TNI pimpin apel kesiapan pasukan Latgab TNI Tahun 2014
Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Moeldoko didampingi para kepala staf angkatan memimpin langsung apel kesiapan prajurit TNI yang tergabung dalam Latihan Gabungan (Latgab) TNI Tahun 2014 yang berlangsung di lapangan Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (25/5).
Dalam Latgab yang diikuti 2.488 personel dari Divisi Infantri (Divif)-/Kostrad, antara lain Resimen Armed (Menarmed)-2/1/Kostrad, Batalyon Infanteri (Yonif) Linud 305/17/1/Kostrad Karawang, Yonif-321/13/1/Kostrad Tasikmalaya dan Yon Armed 10/2/1/Kostrad Ciluer Bogor.
Selain itu, latihan juga diikuti Yon Armed 13/2/1/Kostrad Sukabumi, Baterai Arhanudri-1/1/Kostrad Serpong, Kompi Kavaleri Pengintai (Kivavtai)-1/1/Kostrad Cijantung, Ki Yonif 203/Mek, Kodam Jaya Tangerang, Ki Yonzipur-9/1/Kostrad Ujung Berung, Ki Yonbekang-1/1/Kostrad Cibinong, Ki Yonkes-1/1/Kostrad Cibinong, Ki Hub-1/1/Kostrad Ciluer Bogor, Ki Denpom-1/Kostrad Ciluer Bogor dan Ki Denpal-1/Kostrad Cilodong dan Denmaa Divif-1/Kostrad Cilodong.
"Latgab ini bertujuan untuk mengecek kesiapan seluruh personel dan alutsista yang terlibat dalam Latgab TNI 2014 yang puncaknya akan disaksikan langsung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 3-4 Juni 2014 di Asembagus Situbondo, Jawa Timur," ujar Koordinator Penerangan Latgab TNI, Kolonel Infanteri Bernardus Robert, Minggu (25/5).
Bernardus melanjutkan, ada beberapa alutsista dari Divisi Infantri yang terlibat dalam Latgab TNI 2014 tersebut. "Ada 9 Tank Scorpion, 4 Tank Stormer AP, 1 Tank Stormer Comando dan 1 Tank Stormer AVLB, meriam 76 MM dan meriam 155 MM," katanya.
Kelas Kirov, Kapal Perang Besar dan Menakutkan dari Rusia
Amerika Serikat mendominasi laut ketika mereka memiliki kapal induk besar bertenaga nuklir dan kapal serbu amfibi, namun untuk urusan kapal perang permukaan yang terbesar dan paling bersenjata berat yang dioperasikan saat ini, maka milik Rusia-lah yang terbesar, dialah kapal perang Kelas Kirov "Battle Cruiser".
Kelas Kirov Rusia dijuluki oleh Barat sebagai "Battle Cruiser" karena ukurannya yang besar dan persenjataan berat yang diusungnya. Kirov bukanlah kapal baru, melainkan kapal perang peninggalan era Perang Dingin yang sangat menakutkan, yang menjadi salah satu alasan utama bagi pemerintah Amerika Serikat kala itu (masa Reagan) untuk meng-upgrade dan mengoperasikan kembali kapal perang Kelas Iowa.
Saat ini Rusia hanya mengoperasikan satu dari empat "monster" 252 meter ini, yaitu "Pyotr Velikiy" atau "Peter The Great," yang menjadi kapal unggulan Armada Utara Rusia. Kapal ketiga dari kelas Kirov, "Admiral Nakhimov," sedang dimodernisasi dan baru akan kembali beroperasi pada akhir dekade ini, dan kapal kedua "Admiral Lazarev," segera akan di-upgrade dan baru akan diluncurkan pada awal 2020 nanti. Sedangkan upgrade untuk kapal pertama, "Admiral Ushakov" yang sebelumnya bernama Kirov, masih dalam tahap perencanaan.
Kirov mulai dioperasikan pada tahun 1980, adik-adiknya kemudian lahir setiap 4 tahun, kecuali Kelas Kirov yang terakhir yaitu Peter The Great, baru ditugaskan pada tahun 1998 akibat terkendala krisis keuangan menjelang runtuhnya Uni Soviet.
Saat siap tempur atau bermuatan penuh, kapal ini berbobot benaman 28.000 ton, tiga kali lebih berat dari kapal Kelas Ticonderoga Amerika Serikat namun masih lebih kecil dari Kelas Iowa yang sudah non aktif. Kirov mengandalkan dua reaktor nuklir dan dua turbin uap yang total menghasilkan daya 140.000 hp. Kombinasi 2 jenis propulsi ini memungkinkan Kirov berlayar dengan kecepatan lebih dari 30 knot untuk sekitar 1.600 km. Sedangkan ketika berlayar hanya dengan menggunakan tenaga nuklir, tanpa dorongan turbin, kapal ini bisa mempertahankan kecepatan 20 knot secara kontinyu.
Lebih dari 700 pelaut yang mengoperasikan kapal besar ini, yaitu sekitar dua kali lebih banyak dari Kelas Ticonderoga Amerika Serikat. Banyaknya pelaut yang diangkut menjadi masuk akal ketika kita mengetahui berapa banyak sistem dan senjata pada Kirov. Kirov lengkap dengan senjata, roket, sistem peluncur rudal vertikal dengan ratusan rudal.
Saat siap tempur atau bermuatan penuh, kapal ini berbobot benaman 28.000 ton, tiga kali lebih berat dari kapal Kelas Ticonderoga Amerika Serikat namun masih lebih kecil dari Kelas Iowa yang sudah non aktif. Kirov mengandalkan dua reaktor nuklir dan dua turbin uap yang total menghasilkan daya 140.000 hp. Kombinasi 2 jenis propulsi ini memungkinkan Kirov berlayar dengan kecepatan lebih dari 30 knot untuk sekitar 1.600 km. Sedangkan ketika berlayar hanya dengan menggunakan tenaga nuklir, tanpa dorongan turbin, kapal ini bisa mempertahankan kecepatan 20 knot secara kontinyu.
![]() |
| Peter The Great. Gambar via jalopnik.com |
![]() |
| Peter The Great. Gambar via infonet.vn |
![]() |
| Peter The Great sandar di pangkalan saat latihan tempur Armada Pasifik Rusia tahun 2010. Gambar: RIA Novosti/Vitaliy Ankov |
Kirov dibangun oleh Uni Soviet untuk mengatasi kapal-kapal induk Amerika Serikat yang besar, selain tentunya untuk memodernisasi angkatan lautnya sendiri. Serangan ofensif utama dari kapal ini berasal dari 20 buah rudal jarak jauh anti kapal SS-N-19 "Shipwreck". Rudal yang berbobot 7,5 ton dan panjang 10 meter ini ibarat robot kamikaze, yang diluncurkan secara salvo setidaknya empat rudal dan secara tim akan menyerang target yang berjarak 500 km jauhnya secara mandiri dengan kecepatan supersonik. Setelah diluncurkan, salah satu rudal akan terbang lebih tinggi sebagai komando bagi 3 rudal lainnya yang terbang di ketinggian rendah. Jika rudal pemimpin ini hancur (misal karena sistem pertahanan rudal), maka rudal lain akan naik menggantikan posisinya. Dan terus berlanjut hingga semua rudal tersebut hancur atau mengenai target.
Untuk penargetan awal, rudal SS-N-19 menggunakan active radar homing atauhome on jam sebagai terminal guidance dan dapat menggunakan data sensor pihak ketiga (kapal patroli maritim, helikopter kapal, dan satelit). Diduga, rudal-rudal ini juga menerima update di tengah perjalanannya dengan cara yang sama dan selanjutnya "gerombolan" rudal ini mengandalkan sistem navigasi inersia dan data link sendiri untuk menemukan jalan ke target. Hal inilah yang menjadi kekhawatiran terbesar kelompok kapal induk AS selama Perang Dingin.
Untuk pertahanan udara, Kirov menggunakan sistem rudal permukaan ke udara jarak jauh S-300F dan S-300FM versi baru. Rudal ini terbang mendekati kecepatan hipersonik dan dapat menjangkau sekitar 161 km dari titik peluncurannya. Versi yang lebih baru, S-300FM, disebut sangat efektif mengatasi rudal balistik jarak pendek. Mereka bahkan bisa menembak jauh ke horizon dan secara mandiri memindai targetnya layaknya rudal jelajah yang terbang rendah. Peter The Great membawa 96 rudal permukaan ke udara ini, yang biasanya terbagi dua yaitu 48 S-300F dan 48 S-300FM.
Untuk ancaman udara yang lebih dekat, Peter The Great dilengkapi sepasang menara pertahanan rudal OSA-MA, masing-masing 20 putaran. Rudal yang dipandu radar ini bisa ditembakkan dengan cepat dan dapat mengintersep beberapa target di jarak sekitar 13 km, bahkan meskipun target bergerak dengan kecepatan tinggi. Selain itu, menara OSA-MA juga dilengkapi dengan sistem peluncur rudal vertikal yang setidaknya bisa menembakkan 128 putaran rudal permukaan ke udara jarak pendek SA-N-9 "Gauntlet". Sistem rudal ini merupakan versi maritim dari sistem pertahanan rudal TOR yang sudah diekspor Rusia ke berbagai negara di dunia. Rudal ini dapat ditembakkan dengan cepat dan menghancurkan target pada jarak 10 km.
Pertahanan udara terakhirnya adalah enam close-in weapon system (CIWS) "Kashtan" yang dilengkapi sepasang radar dan elektro-optik dengan rate of firetinggi dari amunisi 30 mm dan delapan rudal jarak pendek 9m311. Di bawah CIWS Kashtan, masih ada lebih dari 192 rudal 9m311 dan ribuan amunisi 30 mm yang dapat direload dengan cepat.
![]() |
| Persenjataan Kirov. Gambar: Internet |
Pertahanan udara terakhirnya adalah enam close-in weapon system (CIWS) "Kashtan" yang dilengkapi sepasang radar dan elektro-optik dengan rate of firetinggi dari amunisi 30 mm dan delapan rudal jarak pendek 9m311. Di bawah CIWS Kashtan, masih ada lebih dari 192 rudal 9m311 dan ribuan amunisi 30 mm yang dapat direload dengan cepat.
Kirov juga dilengkapi dengan AK-130 dual-gun yang menghadap ke landasan helikopter. Meriam 130 mm dua laras ini memiliki akurasi efektif kurang lebih 16 km. AK-130 akan dipandu dengan radar, optik atau dukungan elektronik lainnya dan juga dapat difungsikan untuk peran anti-pesawat. Menaranya sendiri dikendalikan secara remot atau jarak jauh.
Selain senjata anti permukaan dan anti udara, Kelas Kirov juga dilengkapi dengan kemampuan anti-kapal selam yang mematikan. Dek helikopter di buritan Kirov mengoperasikan helikopter anti kapal selam Ka-25/27. Kirov sebenarnya bisa mengakomodasi lima helikopter meskipun seringkali hanya 3 helikopter yang dibawa. Helikopter ini dipersenjatai dengan torpedo dengan data penargetan kapal selam yang akurat. Kirov juga membawa 10 tabung yang mampu meluncurkan roket torpedo SS-N-16 "Stallion". Pada dasarnya ini adalah roket yang mampu terbang sejauh 80 km, tapi kemudian menjatuhkan torpedo tepat di atas kapal selam musuh. Yang terakhir, ada tiga peluncur roket anti kapal selam (RBU-1000 dan RBU-1200) yang masing-masing mengemas empat dan lima lusin roket jarak pendek anti kapal selam.
Selain senjata anti permukaan dan anti udara, Kelas Kirov juga dilengkapi dengan kemampuan anti-kapal selam yang mematikan. Dek helikopter di buritan Kirov mengoperasikan helikopter anti kapal selam Ka-25/27. Kirov sebenarnya bisa mengakomodasi lima helikopter meskipun seringkali hanya 3 helikopter yang dibawa. Helikopter ini dipersenjatai dengan torpedo dengan data penargetan kapal selam yang akurat. Kirov juga membawa 10 tabung yang mampu meluncurkan roket torpedo SS-N-16 "Stallion". Pada dasarnya ini adalah roket yang mampu terbang sejauh 80 km, tapi kemudian menjatuhkan torpedo tepat di atas kapal selam musuh. Yang terakhir, ada tiga peluncur roket anti kapal selam (RBU-1000 dan RBU-1200) yang masing-masing mengemas empat dan lima lusin roket jarak pendek anti kapal selam.
Agar seluruh senjata ini efektif, serta untuk bertindak sebagai pusat komando dan kontrol bagi armada kapal perang Rusia lainnya, Kirov dilengkapi dengan radar pelacakan dan pencarian serta sistem penanggulangan elektronik dengan puluhan antena komunikasi. Meskipun konstelasi radar array saat ini sudah ditemukan pada sistem radar SPY-1 seperti pada sistem tempur AEGIS milik kapal jelajah dan perusak Amerika Serikat, namun analis menilai sistem ini masih lebih kuat ditambah lagi dengan upgrade baru-baru ini. Diasumsikan, Kelas Kirov dengan konfigurasi modern (upgrade) bisa "melihat" target besar pada jarak lebih dari 483 km yang terbang di altitude, sedangkan untuk target seukuran jet tempur yang terbang rendah bisa dideteksi pada jarak sekitar 80 km. Selain itu, fakta bahwa Kirov membawa S-300FM menjadikannya sebagai satu-satunya kapal di Angkatan Laut Rusia yang memiliki pertahanan anti rudal balistik.
Raksasa Kirov, terlepas dari sebenarnya ini adalah kapal perang tempo dulu, kapal ini masih merupakan kekuatan tangguh yang menakutkan yang harus diperhitungkan setiap Angkatan Laut di dunia. Setelah kakak-kakak Peter The Great selesai di-upgrade, akan menarik untuk melihat persenjataan baru apa yang diusungnya. Mengingat suramnya hubungan Obama dan Putin akhir-akhir ini, Angkatan Laut AS yang sedang menuju ke penyusutan harus mewaspadai kebangkitan Angkatan Laut Rusia, salah satunya hadirnya kembali Kirov modern.
(Jalopnik, Wiki, Naval Technology)
Raksasa Kirov, terlepas dari sebenarnya ini adalah kapal perang tempo dulu, kapal ini masih merupakan kekuatan tangguh yang menakutkan yang harus diperhitungkan setiap Angkatan Laut di dunia. Setelah kakak-kakak Peter The Great selesai di-upgrade, akan menarik untuk melihat persenjataan baru apa yang diusungnya. Mengingat suramnya hubungan Obama dan Putin akhir-akhir ini, Angkatan Laut AS yang sedang menuju ke penyusutan harus mewaspadai kebangkitan Angkatan Laut Rusia, salah satunya hadirnya kembali Kirov modern.
(Jalopnik, Wiki, Naval Technology)
Langganan:
Postingan (Atom)
Wikipedia
Hasil penelusuran




